Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 119


__ADS_3

Kenan segera menyusul sang istri ke kamar, sesampai disana dia melihat Alya tengah membersihkan kakinya yang berdarah, walau kesusahan akan tetapi Alya tetap berusaha.


Kenan mendekat, segera dia mengambil kapas pembersih dan mulai membersihkan luka istrinya.


“Enggak usah, aku bisa sendiri” ucap Alya berusaha menghindarkan kakinya namun segera di tahan Kenan.


“Diam !!”


“Aku bisa sendiri”


“Bisa diam gak ??” kembali Kenan bersuara tegas namun pelan.


Alya terdiam dia menunduk memandang suaminya yang sedang membersihkan kakinya.


“Makanya jangan aneh-aneh, kalau udah seperti ini kamu juga kan yang merasa sakit” omel lelaki itu, namun Alya tak menjawab matanya tetap fokus menatap sang suami yang dengan telaten mengobatinya.


Setelah selesai Kenan duduk di samping Alya, menghela nafas sebentar kemudian memegang jari jemari sang istri.


“Maafin aku ya !! Aku tau aku salah, tapi aku lakuin itu karena gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-napa, kalian adalah hidupku”


Alya menoleh dia melihat mata Kenan sudah berkaca-kaca, dengan segera Alya memeluk suaminya.


“Udah gak usah di bahas lagi, aku ngerti kok ke khawatiran kamu” balas Alya kemudian


Kenan membalas pelukan istrinya, walau dia tahu bahwa kehamilan Alya tidak pernah bermasalah akan tetapi dirinya tetap saja khawatir, maklum ini kan kehamilan pertama istrinya.


“Kamu mau makan apa ?? Aku ganti sama yang lain aja ya, yang tadi udah aku buang”


“Kenapa di buang ?? Kan mubazir itu loh bahan nya beli semua”


“Iya biar kamu gak makan”


“Is, harusnya kamu kasih sama Bibi disana suruh bagi-bagi sama yang lain”


“Hehe, iya maaf Yang”


Alya mengerucutkan bibirnya, dia kesal dengan tindakan Kenan yang langsung membuang kue Nastar yang dia buat, harusnya Kenan membagikan kue itu karena membuatnya bukan lah hal yang mudah, butuh perjuangan untuk Alya.


“Maafin Ya Yang !!” ucap Kenan manja


“Iya, tapi lain kali jangan seperti itu” balas Alya.


“Iya Mom, ya sudah kamu mau makan apa sekarang aku akan cariin buat kamu”


 


Malam harinya, Siska tengah bersiap-siap soalnya malam ini Pras akan mengajaknya jalan-jalan entah kemana tujuan nya Siska pun tak mengerti.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


“Nak itu Nak Pras sudah menunggu, kamu sudah selesai belum dandan nya ??” tanya sang Mama yang masih berada di luar kamar.


“Iya Ma bentar lagi” balas Siska kemudian.


Siska melihat penampilan nya di cermin, entah kenapa dia ingin sekali tampil beda malam ini, Jantungnya berdegup kencang padahal ini bukan pertama kali nya dia dan Pras jalan bareng.


Akan tetapi malam ini seperti ada yang beda, setelah di rasa penampilan nya Ok Siska pun segera mengambil tas dan keluar dari kamarnya.


Benar saja di ruang tamu sudah ada Pras yang sedang mengobrol dengan Papa nya.


“Maaf ya nunggu lama” ucap Siska basa-basi.


“Tidak apa-apa, lagian ada Om yang nemenin aku ngobrol” balas Pras.


Mata Pras tak berkedip memandang penampilan Siska malam itu, baginya terlihat berbeda akan tetapi Pras kembali biasa saja, padahal Siska sangat ingin di puji.


“Pa kami keluar sebentar Ya” pamit Siska kepada sang Papa.


“Iya hati-hati, pulang nya jangan malam-malam”


Di dalam perjalan ada yang berbeda dari sikap Pras, dia terlihat banyak diam tak seperti biasanya, dan itu membuat Siska kebingungan.


“Kita mau kemana ??” tanya Siska memecahkan keheningan malam itu.


Pras hanya menoleh tak menjawab ucapan dari kekasihnya, dan itu membuat Siska kebingungan, pasalnya jika sedang berdua Pras akan banyak bercerita tentang pekerjaan nya atau pun bertanya bagaimana kerjaan Siska di rumah sakit.


“Kamu kenapa sih kok diam terus ?? aku punya salah sama kamu ??”


Lagi-lagi lekaki itu tak menjawab, dia tetap fokus menatap ke jalanan, hingga tiba di sebuah tempat makan di pinggir jalan Pras menghentikan mobilnya.


“Aku ingin makan pecel lele, kamu mau gak ??”


“Hah, apa ??”


Siska tercengang dengan perkataan Pras, apalagi tempat makan yang dia pilih sekarang karena setau Siska kekasih nya itu tidak pernah makan di tempat seperti itu.


“Kamu gak lagi sakit kan ??” tanya Siska heran, tangan nya terulur dan memegang kening Pras menggunakan punggung tangan nya.


“Aku sehat Sis, kenapa aneh ya ?? kalau aku ngajak kamu makan di tempat seperti ini” jawab Pras sambil menurunkan tangan Siska.


Siska mengangguk pelan, dia memang sangat merasa aneh dengan tingkah Pras, dari pertama berangkat Pras hanya diam saja di tambah ngajakin dia makan di tempat seperti itu bagaimana Siska tidak bingung.

__ADS_1


“Ayo turun !!”


“Ini serius ??”


“Iyalah, dua rius malahan”


Akhirnya Siska menurut, dia juga terbiasa makan di tempat seperti itu, walau Siska anak orang berada tapi dia lebih suka makan di tempat seperti itu.


Kedatangan Pras dan Siska menjadi pusat perhatian, lebih tepat nya mereka terpanah dengan ketampanan Pras.


“Kamu sengaja ya ngajakin aku makan disini, supaya bisa tebar pesona ??” tanya Siska kesal


Akan tetapi Pras hanya tersenyum tak menjawab ucapan Siska, mereka berdua duduk bersebelahan.


“Kamu mau makan apa ??”


“Apa aja”


Pras tau Siska kesal dengan dia, namun Pras bersikap biasa saja, dia malah tersenyum lucu melihat tingkah Siska yang cemburuan. Segera Pras memesan Dua ayam goreng dengan sambal yang satu peda dan yang satu tidak, sambil menunggu pesanan mereka jadi, lagi-lagi Pras terdiam dia malah sibuk dengan ponselnya.


“Kamu ngajakin aku keluar cuman buat nemenin kamu mainan Hp ??” ucap Siska bertambah kesal.


“Enggak Kok” balas Pras


“Terus ini apa ??” ujar Siska lagi sambil menunjuk tangan Pras yang sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.


“Ini ada kerjaan sedikit”


“Kan kamu sendiri yang bikin perjanjian kalau kita lagi berdua jangan ngurusin kerjaan dulu, kenapa kamu yang langgar ??”


Siska semakin marah namun Pras tak peduli, tidak berapa lama pesanan mereka jadi.


“Ayo makan dulu !! setelah itu kita jalan-jalan” titah Pras dengan tenang.


“Enggak kamu aja yang makan, aku udah gak laper”


Tanpa bertanya lagi Pras akhirnya makan sendiri, makin kesal saja Siska dengan tingkah nya, dengan sedikit menggeser kasar piring nya Siska pun berdiri dan meninggalkan Pras.


Melihat Siska sudah berlalu, Pras pun langsung menyusulnya tak lupa membayar pesanan mereka dengan meletakkan uang sebesar 100 ribu setelah itu dia langsung pergi.


Tidak jauh dari sana ada sebuah taman dan pilihan yang tepat Siska mala pergi kesana, Pras pun segera menyusulnya tapi tak lupa dia mengambil buket bungah yang ada di mobilnya, untung itu tak di ketahui Siska.


“Siska” panggil Pras namun Siska enggan untuk menoleh.


“Tunggu !!” Pras pun langsung memegang tangan Siska hingga membuat Siska berbalik, setelah Siska berbalik Pras langsung berlutut sambil menggenggam sebuah rangkaian bungah.


“Will you merry me” ucap Pras hingga membuat Siska tercengang.

__ADS_1


“Maafkan sikap ku yang tadi, aku sengaja seperti itu, dan malam ini aku melamar kamu, mau kah kau menjadi istriku ??”


__ADS_2