
Beberapa hari berikutnya, di sebuah kafe nan ramai seorang pria tampan sedang duduk termenung, entah apa yang sedang dia pikirkan, namun sepertinya dia begitu setres.
Minuman di depan nya sudah banyak yang habis, sudah berapa cangkir kopi yang dia pesan, bahkan dia sendiri pun bingung kenapa dirinya sampai seperti ini.
“Gue harus apa ?? ” ucap nya dengan sedikit berteriak.
Beberapa pengunjung di kafe itu melirik ke arah nya, namun dia tidak peduli, yang dia harapkan sekarang ada seseorang yang akan memberi dia solusi untuk permasalahan nya.
Solusi ?? padahal Aska sang sahabat sudah memberi dia banyak solusi, hanya saja Zaki bingung untuk mengatakan nya kepada Diana, perasaan tidak tega selalu menghantui dia jika harus mengusir Diana dari rumahnya, akan tetapi jika Diana tetap tinggal disana bagaimana persahabatan nya dengan Kenan, mereka akan terus bermusuhan seperti ini, Kenan benar-benar marah padanya, bahkan di pernikahan Rian kemaren tak ada undangan untuk Zaki padahal Zaki sangat berharap di undang oleh Kenan namun harapan hanya tinggal harapan.
“Mbak ??” panggilnya kepada pelayan kafe.
Seorang wanita yang dia panggil langsung berjalan ke arahnya, membawa buku menu karena mungkin saja Zaki akan memesan minuman atau makanan lain.
“Berapa semuanya ??”
Oh salah ternyata, sepertinya Zaki akan mengakhiri meminum kopi disana, perutnya sudah sangat kembung, dan dia sudah merasa tak tahan.
“Ini totalnya Pak” balas sang pelayan sambil memberikan secarik kertas yang berisi berapa total yang harus dia bayar.
Zaki mengambil kertas itu, melihat berapa yang harus dia bayar, kemudian dia merogoh saku celananya untuk menemukan dompet, namun ada yang salah, sudah 2 saku celana yang dia raba namun benda yang dia cari tidak di temukan.
“Dompet gue ketinggalan, bisa ngutang dulu gak ??”
“Hah, Apa ?? ngutang ??” ucap pelayan tadi dengan sedikit teriak, Membuat Zaki menunduk malu karena lagi-lagi para pengunjung menatap ke arahnya.
“Eh gak usah teriak-teriak, malu gue”
“Lagian Bapak sih kok pakai acara ngutang segala ?? mana pesan kopi banyak banget lagi, gini ya Pak kalau gak ada uang jangan masuk sini, bapak tau kan kalau kafe ini pada mahal semua” cerca sang pelayan.
“Gue bukan gak punya uang, kan gue udah bilang tadi dompet gue ketinggalan”
“Alasan yang basi itu Pak, sudah banyak kok kasus seperti ini, bilang nya dompet ketinggalan eh ternyata memang gak ada duit”
Zaki mengusap wajahnya dengan kasar, kenapa dia bodoh sekali sampai harus ketinggalan dompet segala, ini pasti karena dia terlalu memikirkan masalah yang ada.
__ADS_1
Dan sekarang dia di tuduh tak punya duit ?? hello kalian apa gak tau aku siapa ?? batin Zaki.
“Pokoknya Bapak harus tetap bayar !!”
“Lah gimana gue mau bayar kalau dompert gue ketinggalan, mau bayar pakai apa coba ??”
“Iya mana aku tau, pokoknya Bapak bayar”
Akhirnya keributan disana terjadi, manajer kafe tersebut menghampiri.
“Ada apa ini ??” tanya Pak Manajer
“Ini Pak, Bapak ini pesan kopi banyak banget, giliran di suruh bayar katanya gak ada duit, mau ngutang”
“Bukan gak ada duit, tapi dompet saya ketinggalan, kan udah saya jelasin” sahut Zaki tak terima di bilang gak ada duit.
Pak Manajer memperhatikan Zaki dari atas sampai bawah, semua pakaian nya adalah pakaian branded, namun kan jaman sekarang banyak sekali modus penipuan, bisa saja yang di pakai Zaki hasil pinjaman, begitu yang ada di pikiran Pak Manajer.
“Pokoknya saya gak mau tahu, Anda harus bayar semuanya, lain kali kalau gak punya duit jangan kesini”
“Cela kamu urus dia, jangan sampai dia kabur” ucap sang Manajer lagi kepada karyawan nya.
“Baik Pak” balas perempuan yang di panggil Cela itu.
Pak Manajer berlalu pergi, tinggalah Zaki dan Cela disana, serta beberapa pengunjung yang sedang menikmati makanan mereka,, seperti mereka tak terlalu terusik dengan perdebatan antara karyawan Kafe itu dengan lelaki tersebut.
“Gini aja deh gue ngutang duit Lo dulu, nanti gue ganti, gue harus pulang banyak kerjaan di rumah” ucap Zaki dengan nada lembut berharap wanita itu mau membantunya.
“Saya bisa aja sih bantu bapak, tapi saya takut Bapak bohong, uang segitu bermanfaat sekali untuk saya” balas Cela kemudian.
“Gue gak akan bohong, Gue akan kasih alamat gue, dan Lo bisa kesana kalau gak percaya, atau besok pagi gue kesini lagi buat ganti duit Lo”
Cela tampak berpikir, ada niat untuk membantu laki-laki itu, namun dia ragu bagaimana kalau ternyata uang nya tidak akan kembali, bagaimana cara dia membeli makan ??
“Lama amat sih, ini tuh gak gede, cuman 250 ribu”
__ADS_1
Cuman katanya ?? Cela semakin ragu saja, uang 250 ribu dia hanya bilang Cuman. Sedangkan bagi Cela uang segitu sangat besar karena bisa membeli makan beberapa hari untuknya dan neneknya.
“Gue ganti 3 kali lipat deh, tapi tolongin gue” ucap Zaki lagi.
“Bener ya di ganti 3 kali lipat ??”
“Iya, makanya cepetan bayarin dulu”
“Tapi tulis dulu alamat bapak di sini !! nanti pulang kerja aku langsung kesana”
“Ya sudah minta kertas”
Cela segera mengambilkan secarik kertas dan pena, setelah itu dia berikan kepada Zaki, dengan cepat Zaki menulis alamat bengkel nya disana serta nomor telefon.
“Ini” ucap Zaki sambil memberikan kertas yang sudah dia isi dengan alamatnya.
“Benar gak nih ?? nanti alamat palsu lagi ?? kayak lagunya ayu ting-ting”
“Ribet amat sih, mana ada gue ngasih alamat palsu, udah ya gue pergi masalah kafe ini jadi urusan Lo”
“Eh tunggu-tunggu, jangan pergi gitu aja dong Pak”
“Apa lagi ??” tanya Zaki malas
“Aku mau ngambil foto bapak, iya buat jaga-jaga aja siapa tau bapak bohong kan aku bisa upload foto bapak di medsos dalam pencarian orang hilang”
Zaki mendesah berat, namun tak ada pilihan lain untuknya, dengan segera Cela mengeluarkan handphone bututnya membuat Zaki menahan tawanya melihat ponsel dari wanita di depan nya itu.
“Udah, bapak silahkan pergi !!” ucap Cela setelah mengambil beberapa foto yang dia inginkan.
Tanpa mengucapkan apapun Zaki segera meninggalkan tempat itu, perasaan nya jengkel setengah mati, harus ketinggalan dompet dan mendapat malu disana.
Seumur-umur dia belum pernah di cap seseorang tak punya duit, hanya cewek yang menjabat pelayan kafe tadi yang menganggap nya seperti itu.
BERSAMBUNG ---------
__ADS_1