
Waktu menunjukan pukul 03 soreh, Zaki baru saja pulang kerumahnya, dia ingin bertemu dengan kedua orang tuanya serta menyampaikan kalau dia akan menikah besok pagi.
Mendadak memang, tapi bagaimana kalau ini adalah yang terbaik, dia juga sudah sangat lama menginginkan pernikahan ini.
“Yah, Bu ada yang ingin Zaki sampaikan” ucap nya serius.
Saat ini Zaki dan kedua orang tuanya sudah duduk di ruang keluarga, pas banget saat Zaki masuk Ayah dan Ibunya sedang duduk du ruang keluarga sambil menonton televisi, waktu yang sangat Pas.
“Katakan lah Nak !! ada apa ??” ucap sang Ayah sambil bertanya.
“Iya, kamu mau bicara apa ?? sepertinya serius” sahut Ibunya Zaki.
“Zaki akan menikah besok pagi Yah, Bu”
“Hah ??” serempak kedua orang tuanya menganga, antara terkejut dan tak percaya bahwa anak laki-laki mereka akan menikah secepat itu.
“Kamu serius ??” tanya Ibu nya Zaki tak yakin.
“Iya Bu, Zaki serius, tapi pernikahan Zaki akan di lakukan di rumah sakit soalnya ini permintaan nenek nya calon istrinya Zaki yang saat ini sedang sakit”
Ayah dan Ibu Zaki saling pandang.
“Bagaimana apa Ayah dan Ibu setuju ??” tanya Zaki lagi.
“Siapa perempuan itu ?? nama nya siapa apa ibu mengenal nya ???”
“Namanya Cela, dia hanya karyawan kafe, dan dia hanya tinggal bersama nenek nya Bu.”
“Apa kalian saling mencintai ??”
Pertanyaan Ibu membuat Zaki terdiam, Cinta ?? entahlah apa dia mencintai Cela atau tidak tapi Zaki tak bisa membohongi perasaan nya bahwa dia merasa nyaman berada di dekat Cela. Dan untuk rasa Cinta Zaki pikir itu urusan belakang, karena Zaki juga yakin Cela juga tak mungkin mencintainya.
Melihat anak nya terdiam, Ayah dan Ibu Zaki berpikiran yang tidak-tidak, mereka pikir kalau perempuan yang akan di nikahi Zaki sudah mengancam Zaki.
“Kamu tidak mencintai nya ?? apa dia telah mengancam kamu sehingga kamu mau menikahinya ??” tanya Ibunya Zaki lagi.
“Tidak bu, kami saling mencintai, dia tidak perna mengancam Zaki, karena ini murni dari Zaki untuk mengajak nya menikah”
“Kita restui saja Bu, kan ibu juga sudah gak sabar ingin menimang Cucu, kasian juga si Zaki karena kedua teman nya sudah menikah” sahut Ayah kemudian.
Ibu menghela nafas kasar, dia memang sangat menginginkan seorang Cucu, tapi dia juga ingin anak nya menikah dengan orang yang dia cintai.
__ADS_1
“Kalau Ayah setuju saja, yang penting kamu bahagia” Ayah berdiri dan menepuk bahu Zaki.
“Terima kasih Yah”
“Sama-sama, sekarang urus lah pernikahan kamu besok, Ayah mau istirahat sebentar”
Zaki mengangguk, setelah kepergian Ayah sekarang tinggal Zaki dan Ibunya disana, Zaki was-was karena Ibu nya belum juga memberikan restu, dia masih terdiam sambil menatap wajahnya.
“Bu ??” panggil Zaki pelan.
“Emmm”
“Bagaimana ??”
“Bagaimana apanya ??”
“Apa Ibu merestui pernikahan Zaki ??”
“Ibu hanya bisa mendoakan kamu Nak, jika memang itu adalah pilihan mu maka Ibu akan merestui, menikahlah !! Restu Ibu selalu menyertaimu”
Mendengar itu Zaki tersenyum senang, dia segera bangkit dan berlutut di kaki ibunya.
“Terima kasih Bu, terima kasih karena sudah merestui Zaki, maafkan Zaki karena belum bisa menjadi anak yang baik buat Ibu, Zaki sangat menyayangi Ibu”
-
-
-
Setelah dari rumah nya Zaki langsung menuju rumah Aska, baru lah dia akan kerumah Kenan untuk meminta bantuan..
Sebelumnya Zaki sudah menghubungi Aska terlebih dahulu bahwa dia akan kerumah nya, memang setelah menikah Aska san Fina tinggal di rumah kedua orang tua Aska, bukan karena Aska tak ada rumah sendiri tapi kedua orang tua Aska tak mengizinkan mereka pisah rumah.
“Eh Den Zaki, masuk Den mau ketemu den Aska ya ??” ucap Bibi salah satu Art di rumah Aska.
“Makasih Bi”
Zaki masuh ke rumah itu, duduk di ruang tamu sambil menunggu Aska turun.
Tidak lama Aska turun bersama istrinya, kelihatan nya mereka sedang bahagia terlihat dari senyum Aska yang terus mengembang.
__ADS_1
“Bahagia amat Lo, kek baru dapat mainan baru” ucap Zaki, setelah Aska duduk di depab nya sementara Fina pergi ke dapur.
“Iyalah dapat mainan yang bikin gue puas” jawab Aska enteng tak memikirkan perasaan orang di depan nya itu.
“Biasa aja kale, perasaan Kenan dulu gak kek Lo deh”
“Eleh, Lo gak tau aja sih Kenan, dia mah lebih parah dari gue”
Entahlan apa yang sedang mereka bicarakan, yang pasti mereka sedang membahas mainan baru Aska, para rieder pasti ngerti lah ya mainan yang di maksud Aska.
“Eh iya, katanya Lo mau minta bantuan, bantuan apa ?? tumben” tanya Aska setelah mengingat kalau Zaki datang kerumah nya karena ingin di bantu.
“Gue akan nikah besok pagi, Lo tolongin gue buat mempersiapkan semuanya !!”
“What ?? Lo mau nikah besok pagi ?? gue gak salah dengar kan ?? Lo habis ngapain anak orang hingga Nikah dadakan gini ??”
“Gue gak ngapa-ngapain anak orang lah, Lo jangan mikir negatif dulu”
“Terus kenapa Lo bisa nikah dadakan gini ?? gue aja yang di jodohin nikah nya gak dadakan kek Lo”
Akhirnya Zaki menceritakan semuanya bagaimana dia di datangi Cela dan minta di nikahin, Zaki yang galau akhirnya menemui Cela dan meminta penjelasan.
“Hahahaha, gak nyangka Gue, Lo bakalan nikah sama cewek yang Lo bilang seperti tiang listrik, benar kata pepatah jangan menghina cewek nanti dia jadi jodoh kita” Aska tak henti-hentinya meledek Zaki setelah tau kalau perempuan yang akan di nikahi nya adalah seorang karyawan kafe.
“Diam gak Lo !! gue kesini mau minta bantuan bukan minta di ledekin”
“Sorry. Ya gue merasa lucu aja lah, terus apa yang mesti gue bantu ??”
“Iya Lo bantu urus semuanya lah dari penghulu sama saksi gimana ??”
Aska yang memang sahabat Zaki dia tak akan menolak untuk membantu.
“Ok, besok pagi gue akan bawa penghulu sama saksi kerumah sakit, Lo tenang aja serahin ini ke gue !!”
“Thanks Ka, Lo sahabat paling baik buat gue”
“Sama-sama, inilah gunanya sahabat, tapi kalau Kenan Lo suruh datang aja jangan Lo mintain bantuan, karena kan dia juga sibuk ngurusin nikahan nya Pras, kasian dia mana bini nya hamil tua lagi”
“Iya gue tahu, walaupun gue minta bantuan dia gak nolak tapi ya gue tetap gak enak sama dia, apalagi setelah Pras nikah dia pasti akan libur dan perusahaan akan di urus oleh Kenan, harusnya tuh Kenan di rumah aja jagaian Alya, udah tinggal ngitung hari kan”
“He.em, kata Istri gue sih udah masuk 9 bulan”
__ADS_1
BERSAMBUNG -------