
Hari sudah malam, Troy dan Tita berjalan menuju keluar Mall hendak pergi ke parkiran. Troy memarkirkan mobilnya di parkiran depan Mall yang letaknya agak jauh, sedari tadi Tita mengekor terus pada Troy ingin menyamai langkahnya tetapi langkah Troy terlalu cepat, Troy sengaja melakukannya.
"Kak Troy pelan-pelan jalannya" pinta Tita ia menarik ujung baju Troy, seketika Troy terdiam melihat nafas Tita tersenggal-senggal, Troy jadi merasa kasihan.
"Maaf ya nona Tita aku berjalan terlalu cepat."
"Panggil Tita saja tidak usah pakai nona."
"Tapi nona Tita kan temannya nona Nafiza."
"Justru karena aku hanya temannya jadi kak Troy tidak usah terlalu kaku."
"Baiklah" Troy mulai berjalan kembali kali ini ia tidak tergesa-gesa. Tita bisa menyamainya ia berjalan di samping Troy.
"Kak Troy" panggil lembut Tita.
"Hemm"
"Kak Troy tahu tidak hal yang paling aku suka?"
"Tidak tahu" jawab Troy sembari menggelengkan kepalanya.
"Hal yang paling aku suka itu ngemil, ngemilikin kamu sepenuhnya" Tita memandang Troy dengan wajahnya yang cantik dan sorot matanya memandang Troy dalam.
"Hemmmppphh" Troy menahan tawanya. "Uhuk Uhuk uhuk" ia sengaja berpura-pura batuk agar tidak ada suara tawa dari mulutnya tetapi tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya.
"Kak Troy untung kita pulang naik mobil bukan naik motor."
"Memangnya kenapa?"
"Karena kalau naik motor sama kak Troy pasti di tilang, soalnya kita kan bertiga. Kak Troy, aku dan cinta kita. Yuuuhhhuuu"
Troy benar-benar tak bisa menahan tawanya, baru kali ini ada seorang perempuan yang berani merayunya secara langsung.
"Nah begitu dong kalau mau tertawa ya tertawa saja tak usah di tahan, kak Troy semakin tampan jika tertawa" goda Tita lagi.
"Ehem ehem" Troy berdeham berusaha menyudahi tawanya, ia merasa sedikit malu. Bagaimana seorang gadis muda yang baru lulus SMA bisa pintar melontarkan kata-kata seperti itu, dia saja belum pernah melakukannya pada perempuan.
Setelah berjalan cukup lama mereka pun akhirnya telah sampai di depan mobil Brian.
Troy dan Tita langsung masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya, Troy melajukan mobilnya pelan keluar dari parkiran menuju jalan raya.
"Rumahnya nona Tita di jalan apa?"
"Jangan memanggilku nona kak Troy"
__ADS_1
"Maaf saya lupa."
"Rumahku di jalan Sudirman"
Troy mengetik sesuatu di layar kecil pada mobil yang di kendarainya, alat penunjuk jalan agar tidak tersasar.
Selama perjalanan Troy dan Tita tidak saling mengobrol, Troy merasa sangat canggung sedangkan Tita hanya ingin menikmatinya saja memandang wajah tampan Troy sepuasnya, itu saja baginya sudah lebih dari cukup.
Deg deg deg
"Kenapa jantungku berdebar-debar, apa ini karena di pandangi terus. Tidak boleh seperti ini, aku harus konsentrasi mengemudi" Troy berusaha fokus.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Tita, Troy menepikan mobilnya tepat di depan pagar rumah Tita.
"Terima kasih ya kak Troy sudah mengantarku"
"Sama-sama."
"Sampai ketemu lagi" Tita membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu di sampingnya, ia turun dari mobil perlahan. "Hati-hati ya kak Troy". Troy menjawabnya dengan menundukkan kepalanya pelan, kemudian Tita menutup pintu mobilnya melambaikan tangannya pada Troy yang sudah pergi meninggalkannya.
"Gadis yang aneh" Seulas senyum menyungging di bibir Troy.
***
Sementara itu, Nafiza dan Brian masih berada di dalam Mall sedang asyik menyantap ice cream. Brian tidak memakannya, ia hanya menemani Nafiza.
"Tadi kamu sempat bilang kakimu hanya sedikit sakit dan tidak apa-apa, jadi tidak usah beli obat. Lebih baik beli ice cream. Enak Hehe" Nafiza berbicara sambil makan.
"Padahal dia tadi memaksa sekali mau membelikan obat."
Brian memperhatikan Nafiza makan ice cream itu dengan lahap, ia dapat melihat sisa ice cream di ujung bibir Nafiza.
"Makan ini saja bisa berantakan." Brian mengusap pelan sisa ice cream tersebut dengan jarinya.
"Aku kan tidak tahu" Nafiza melanjutkan menghabiskan ice creamnya.
"Setelah ini kita langsung pulang ya"
"Iya tuan Brian" Nafiza menyendok ice creamnya dengan cepat.
"Pelan-pelan saja makannya nanti tersedak" Brian tak bisa mengalihkan pandangannya pada istri kecilnya itu.
***
Setelah menghabiskan satu cup kecil ice cream, Brian dan Nafiza memilih segera pulang. Mereka kini berjalan keluar Mall untuk pergi ke depan lobi mencari taksi.
__ADS_1
"Apa kak Troy punya pacar?" tanya Tita sambil merangkul tangan suaminya.
"Sepertinya tidak, ada apa?"
"Kalau kita jodohkan Tita dengan kak Troy bagaimana? aku rasa Tita jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat kak Troy"
"Itu sih tergantung Troy nya menyukai Tita atau tidak, kita tidak bisa memaksa mereka untuk bersama jika salah satunya tidak mau"
"Hem bantu aku mendekatkan mereka ya Brianku sayang"
"Kamu mulai lagi, banyak maunya!"
"Kasihan Troy jika terlalu lama sendiri, bisa-bisa dia jadi perjaka tua nanti. Ya bantu aku ya" Nafiza memasang jurus perayu memasang wajah imutnya.
"Iya baiklah"
"Yeeesss!! Kita buat Troy dekat dengan Tita supaya mereka berdua saling menyukai"
"Terserah"
Karena berjalan sambil mengobrol tak terasa Nafiza dan Brian sudah berada di depan lobi, mereka keluar dari Mall dan langsung menaiki taksi yang berhenti di depan mereka.
Kini Brian dan Nafiza sudah berada di dalam taksi yang melaju di jalan raya, Nafiza menguap, ia tidak terbiasa tidur larut malam juga sepertinya ia sedikit lelah.
"Kemarilah" Brian menarik kepala Nafiza untuk bersandar di bahunya, membuat Nafiza nyaman.
"Brian bagaimana jika aku kuliah di luar negeri? sama sepertimu jadi lulusan luar negeri."
"Kalau luar negeri tidak boleh, nanti jika aku merindukanmu akan susah. Aku tidak ingin terpisah jauh darimu"
"Kamu kan kaya raya, jika rindu padaku tinggal sewa jet pribadi seperti waktu di Italia kemarin kan jadi gampang untuk bertemu." Nafiza mulai memejamkan matanya.
"Sepertinya kemarin ada yang bilang kalau aku harus berhemat, pokoknya kamu tidak boleh kuliah di luar negeri. Di dalam negeri juga banyak kok kampus yang bagus jadi kuliah di sini saja. Oke?" tak ada jawaban dari Nafiza.
Brian melirik pada wajah Nafiza dan melihatnya tertidur pulas sambil bersandar pada bahunya, Brian menarik tangan Nafiza memegangnya dengan kedua tangannya kemudian ia mengecup punggung tangan Nafiza.
"Tidurnya seperti bayi, bisa tidur dimanapun dan cepat pulas" Brian terkekeh dan berbicara sendiri.
***
Halo Readers semoga tetap merasa terhibur ya dengan cerita abal-abal ini. Hehe
Besok Author tidak UP ya, Kalau minggu malam author mau mengumpulkan tenaga untuk menghadapi hari senin
Sejujurnya author adalah orang pemalas, apa lagi habis weekend sebenarnya maunya libur terus. Hahaha
__ADS_1
Semoga sehat selalu
I Love You ππ