Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Bermain


__ADS_3

Nafiza duduk di meja belajar dalam kamarnya, ia menyalakan laptop miliknya. Sebelum menyalakannya ia melirik ke kanan dan ke kiri memastikan di kamarnya tidak ada orang selain dirinya, jari jemarinya mulai menyentuh keyboard dan mengetik sesuatu. Pada layar laptop menampilkan beberapa hasil pencariannya dengan kata kunci 'Cara Memperbesar Payud***'.


Beberapa artikel muncul, tangannya bergerak pada mouse dan menscroll beberapa artikel di sana. Hampir semua artikel yang di bacanya menyarankan cara memperbesar dada adalah dengan jalan operasi, ia ngeri sendiri membayangkan dadanya di belah dan di tambahkan sesuatu, sangat mengerikan!


Ada artikel lain berisi mitos dan fakta yang menyebutkan untuk memperbesar dada yaitu dengan bantuan pijatan laki-laki. Nafiza menelan ludahnya, sungguh cara yang berat, yang satu ini pun ia tidak bisa membayangkannya. Mesum!!


Satu saran lagi pada artikel di sana hal alami yang akan di rasakan perempuan agar payud*** berisi dan membesar yaitu dengan hamil. Bahkan melakukannya saja belum bagaimana bisa hamil, saat ini ia belum mau memiliki anak.


Artikel tersebut benar-benar tidak ada yang cocok dengan pemikiran Nafiza, ia masih menscroll ke atas dan ke bawah sampai terlalu fokus tak memperhatikan sekitarnya.


"Cara memperbesar payud***." Suara bariton tiba-tiba terdengar di telinga Nafiza. Ia sangat terkejut buru-buru menutup laptopnya. Ia berbalik ke arah orang yang membaca artikelnya tadi.


"Brian? sejak kapan kamu ada di sini?" Nafiza berusaha tersenyum walaupun kaku.


"Aku baru masuk ke kamarmu, artikel apa itu tadi?" tanya Brian penasaran.


"Aaa aku ada tugas dari sekolah untuk membuat kliping temanya tentang itu anggota tubuh perempuan"


"Tugas pelajaran apa? bukankah kamu anak IPS dan sudah ujian begini memang masih di beri tugas?" tanyanya begitu menyelidik.


"Mati aku!! mau pakai alasan apa lagi coba"


Nafiza bingung yang di hadapannya ini bukan anak kecil tetapi seorang pria yang sudah dewasa dan juga pintar.


"Tugas temanku, ya ini tugas temanku dia anak IPA aku hanya iseng membantunya saja" Nafiza meremas jemarinya, alasan klise lagi.


"Haha tak perlu berbohong, aku bisa melihatnya dari gelagatmu. Untuk apa kamu mencari hal yang belum pantas di pelajari ini?"


"Aku kan sudah menikah. Tentu saja aku boleh mempelajarinya, ini untuk kebaikanku dan juga suamiku. Uupppsss" Nafiza menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Siapa yang bilang hal seperti itu padamu? untuk kebaikanku? Hahahaha perkataanmu sangat lucu Nafiza"


"Siapapun yang bilang aku tidak akan memberitahumu!"


"Dari pada hanya mencari tahu lebih baik kita langsung praktek saja membuktikan isi artikel itu" Brian mendekati Nafiza menggodanya.


"Hentikan Brian jangan coba-coba mendekatiku!!!" Nafiza langsung bangun dari duduknya dan berlari, acara kejar-kejaran Tom and Jerry pun terjadi.


"Aaaahhhh aku lelah" Nafiza merebahkan tubuhnya di ranjang merasa kalah lomba lari di dalam kamar, nafasnya tidak beraturan dan tersenggal-senggal.


"Jadi kamu menyerah?" Brian ikut merebahkan dirinya di samping Nafiza.


"Iya jangan mengejarku lagi" Brian merubah posisinya ia memandang Nafiza yang kelelahan.


Cup

__ADS_1


Brian mengecup bibir Nafiza.


Cup


Ia mencium pipi kanan Nafiza.


Cup


Ia mencium pipi kiri Nafiza.


Cup


Ia mencium kening Nafiza.


Cup Cup Cup Cup


Brian mencium bibir Nafiza beberapa kali merasa gemas dengan istrinya. Nafiza melingkarkan tangannya di leher Brian, kecupan itu berlanjut menjadi ciuman panas.


Sampai beberapa saat Nafiza masih belum melepaskan pelukannya pada Brian yang berada di atasnya menahan berat tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Aku pegal Nafiza sampai kapan kamu akan menahanku seperti ini?"


"Tadi kamu yang mulai duluan, saat ini aku tidak ingin melepaskanmu" bisiknya di telinga Brian sambil tertawa.


"Mau apa?"


"Aku mau buang air kecil" Brian mengangkat tubuh Nafiza pelan.


"Aku tidak mau ikut!! Tidak jadi!! aku akan melepaskanmu!!"


"Aku pikir kamu akan senang menemaniku di kamar mandi" ucap Brian tertawa.


"Brian aku tidak mau ikut, cepat turunkan aku!" Nafiza meronta-ronta.


Brian melepaskan pelukannya dan menurunkan pelan Nafiza.


"Lain kali aku akan memberimu kesempatan untuk ikut ke kamar mandi"


"Iihhhh pergi sana!!"


***


Sabtu pagi harusnya menjadi hari Nafiza untuk bermalas-malasan di kamar tetapi kali ini Brian mengajaknya untuk membersihkan halaman di belakang rumah mereka. Di sana ada beberapa pohon dan bunga-bunga yang di tanam Brian. Nafiza setengah hati mengerjakannya, Brian memotong rumput dan merapikan beberapa pohon yang cabangnya cukup panjang.


"Bersemangatlah nona kamu harus belajar berkebun karena banyak manfaatnya"

__ADS_1


Nafiza duduk di tepi teras menatap Brian sambil menopang dagunya, sedari tadi ia mondar mandir membawakan alat memotong yang di pinta Brian, sebenarnya tidak terlalu berat dan tidak menguras tenaga tetapi Nafiza merasa kelelahan, ini tandanya ia sebenarnya adalah kaum rebahan sejati. 🀣


"Nona tolong bantu aku menyiram tanaman-tanaman ini" pinta Brian sambil menunjuk bunga-bunga di sampingnya.


"Iya"


Nafiza melangkah dengan malas, wajahnya cemberut dan semakin kusut. Ia menarik selang dan menyalakan keran air mengarah pada bunga di depannya, Brian masih saja sibuk memotong cabang pohon. Tiba-tiba muncul ide jahil di pikiran Nafiza, ia tersenyum menyeringai.


"Nafiza!" Ia mengarahkan selang air pada Brian dan sekarang Brian menjadi basah.


"Ya ampun maaf suamiku, tanganku kram" Nafiza memasang wajah polosnya.


Brian melanjutkan kembali kegiatan memotongnya, ia harus segera menyelesaikan cabang pohon sebelum matahari lebih tinggi. Tetapi kemudian ia memperhatikan Nafiza yang menyiram bunganya asal-asalan.


"Siramlah dengan benar" tegur Brian.


"Seperti ini?" kembali Nafiza menyemprotkan air ke tubuh Brian dan sekarang benar-benar basah kuyup. Kesabaran Brian mulai habis.


"Jadi kamu dari tadi hanya bermain air ya" Brian sedikit kesal.


"Aku hanya bercanda kok, baik aku akan menyiramnya dengan benar" Nafiza menjadi takut melihat wajah Brian menjadi serius.


"Sini aku beri tahu caranya menyiram" Brian merebut selang air dari tangan Nafiza dan menyemprotkannya pada Nafiza sambil tertawa.


"Brian!!" Nafiza tidak mau kalah ia berusaha merebut selangnya kembali dan Brian menjauhkannya, sekarang mereka menjadi main basah-basahan.


Hacccimmm


Nafiza sudah mulai mengigil dan bersin-bersin.


"Sebaiknya kamu cepat mandi dan ganti pakaian, nanti kamu bisa masuk angin" Brian memberikan handuk pada Nafiza, mereka masuk ke dalam rumah dan mandi di kamar masing-masing.


***


Terima kasih untuk Readers dan Author yang sudah mau membaca sampai sini


Author sebenarnya tidak yakin apa tulisannya benar-benar layak untuk di baca hehe


Mengingat banyak kata-kata atau penulisan yang masih salah juga alur ceritanya nyambung atau enggak 😁


Author akan berusaha sebaik mungkin memperbaikinya


Semoga cerita Nafiza dan Brian berkenan di hati para pembaca semua


Saranghaeyo πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2