Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Lamaran


__ADS_3

Keesokan harinya, keluarga Troy telah sampai di Jakarta, mereka datang dalam rangka memeriahkan lamaran yang akan di lakukan Troy pada Tita, persiapan demi persiapan pun telah di lakukan. Untuk macam-macam bebawaan yang akan di berikannya pada Tita, Troy sudah memesannya via online, jaman yang canggih seperti sekarang ini memang bisa memudahkan berbagai macam urusan. Terbukti tanpa perlu repot-repot membeli dan membungkus, semua kebutuhan seserahan lamaran pun telah siap.


Sama seperti keluarga Troy yang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu pernak pernik untuk proses lamaran, di kediaman Tita lebih heboh lagi. Tentunya selaku tuan rumah mereka harus mempersiapkan penerimaan untuk kedatangan keluarga Troy dengan sangat baik, mulai dari dekorasi, makanan, minuman dan susunan acaranya. Tita mempercayakan hal ini pada Wedding Organiser yang terpercaya, acara ini akan di lakukan dengan modern dan simple.


Sebelumnya Troy juga sudah meminta ijin pada Brian untuk mengambil cuti selama 3 hari tetapi karena Brian sangat mengerti sekali bahwa acara ini penting dan juga mendadak, ia memberi kelonggaran pada Troy, dia boleh tidak bekerja selama 1 minggu. Brian adalah majikan dan bos yang baik hati setidaknya ia tahu karena ia pernah merasakan hal yang sama, mempersiapkan untuk acara lamaran dan pernikahan itu cukup merepotkan dan banyak hal yang harus di persiapkan.


Acara lamaran pun hanya tinggal beberapa jam lagi akan segera di mulai, Tita memilih acara lamaran ini di lakukan pada malam hari, karena suasananya akan tenang dan konsep untuk dekorasi rumahnya pun adalah Outdoor atau tempat pesta di adakan di luar rumah.


Gemerlap lampu kecil menghiasi langit-langit, berbagai macam makanan dan minuman pun telah tersedia. Kini Tita dan keluarganya hanya tinggal menunggu kedatangan keluarga Troy.



Seorang lelaki tampan dan gagah tampak gugup, ia baru saja turun dari sebuah mobil mewah, di ikuti dengan iring-iringan keluarganya dan juga pasangan muda mudi majikannya.


"Tenang saja Troy kamu tidak usah grogi, ini baru proses lamaran saat akad nikah nanti kamu akan lebih tegang dari pada sekarang" ucap Brian sambil menepuk pundak Troy.


"Ya saya berusaha untuk tidak tegang tuan, tapi tetap saja rasanya jantung saya seperti mau copot"


"Tarik napas dalam-dalam kak Troy lalu buang pelan" saran Nafiza yang berjalan sambil menggandeng tangan Brian.


Keluarga Tita menyambut kedatangan Troy dan keluarganya, para tamu di persilahkan untuk duduk di meja yang telah di sediakan.


Acara pun di mulai dengan sambutan dari kedua belah pihak hingga maksud kedatangan keluarga Troy lalu prosesi demi prosesi pun di laksanakan.


Di balik tegang dan khidmatnya acara lamaran Troy ada wanita hamil yang dari tadi sibuk mengunyah makanan.


"Brian" panggil Nafiza.

__ADS_1


"Iya sayang"


"Ambilkan salad buah ini lagi" tunjuknya pada piring kosong yang di pegangnya.


"Kamu sudah tiga piring makan salad ini Nafiza, kamu bisa sakit perut nanti"


"Tidak akan Brian, buah-buahan ini sehat lagi pula porsiku itu harus bisa memberi makan tiga anak kita sampai kenyang" kilahnya.


"Tetap saja Nafiza makan berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan" tegasnya.


"Ya sudah berarti kamu tidak sayang padaku dan si kembar triplet, juga Jun jangan harap dia bisa menengok anak-anakku lagi selama satu minggu ini!" Nafiza merajuk dan mengancam Brian memakai jatah hariannya.


"Aaahhhh" Brian menghela napasnya, ancaman jatah Jun berhasil membuatnya menyerah, ia mengambil piring kosong dari tangan Nafiza dan pergi kembali menuju meja salad berada.


Seorang penjaga catering memperhatikannya dengan sedikit sinis. Brian merasa seseorang sedang mengamatinya, ia tersenyum kecut seolah memberi basa basi agar tidak terlalu malu.


Penjaga catering itu pun memberi senyum terpaksa.


"Tamu undangan seperti ini membuat rugi yang punya hajat!" umpatnya dalam hati.


Brian melanggang berjalan dengan cepat untuk sampai ke tempat duduknya.


"Ini saladmu" Brian memberikan sepiring penuh salad, ia tak ingin kembali ke meja salad itu lagi.


"Terima kasih suamiku" Nafiza makan salad itu dengan lahap dan senang.


Acara tukar cincin pun di mulai, tetapi sebelum acara itu berlangsung, Tita mengambil alih mic yang di pegang pembawa acara. Dia menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sana.

__ADS_1


"Aku ingin menyampaikan sesuatu, malam ini aku sangat bahagia, dua keluarga yang awalnya tidak saling mengenal bisa berkumpul dan saling menyatu untuk mendukung dan merestui kami berdua, aku ingin berterima kasih pada kedua orangtuaku yang selalu setia mendukung pilihan anaknya yang nakal ini, untuk ibu, Gea, Giska dan keluarga kak Troy terima kasih sudah bersedia menerima aku seorang gadis yang memiliki banyak kekurangan, untuk sahabatku yang tercinta Nafiza dan suaminya Brian terima kasih sudah membantu mendekatkan aku dan kak Troy sehingga kami bisa sampai pada jenjang lamaran ini, tanpa kalian kami mungkin tidak akan bersatu" Brian dan Nafiza melambaikan tangannya tanda setuju dan gembira, wajah keduanya juga terlihat bahagia sebahagia sahabatnya yang sebentar lagi akan menikah.


"Dan untuk kak Troy calon suamiku. ." semua orang bersorak sehingga Tita menjadi malu-malu.


"Terima kasih sudah memilihku sebagai calon pendampingmu, aku sangat bahagia, aku akan berusaha kelak akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecil kita nanti, aku aku mencintaimu" Tita menundukkan wajahnya, tepuk tangan kedua keluarga itu semakin riuh.


Troy hendak menghambur memeluk Tita tapi kemudian ia melihat ibunya menggelengkan kepalanya tanda tak boleh dan menyilangkan tangannya tanda jaga jarak, Troy ingat dengan janjinya untuk tidak menyentuh Tita sampai halal nanti hingga akhirnya ia mengurungkan niatnya, Troy memegang tangan Tita sambil bersujud dengan satu kaki memakaikan cincin di jari manis Tita dan mengecup tangannya.


Semua orang bergembira termasuk mereka, acara lamaran ini pun selesai, Brian dan Nafiza menghampiri Tita dan Troy untuk memberi ucapan selamat.


"Ah selamat ya sahabatku yang sebentar lagi akan berganti status" Nafiza dan Tita berpelukan, hal yang sama juga di lakukan oleh Brian dan Troy.


"Terima kasih ya, mungkin tahun depan si kembar triplet sudah akan punya teman" ucap Tita.


"Memangnya kalian mau langsung punya anak?" tanya Brian.


"Kami akan membuat kesebelasan seperti keluarga Gen petir yang terkenal itu" timpal Tita tersenyum memandang Troy.


"Wah kalian akan bersaing dengan kami ya" gelak tawa tak terhindarkan, keluarga mereka memutuskan pernikahan Troy dan Tita akan di laksanakan satu minggu lagi demi kebaikan anak mereka bersama.


Di balik semua itu ada orang yang tidak sabar untuk segera mengeluarkan kekuatan "adiknya". Siapakah pemuda yang di maksud ada yang bisa menebaknya?


***


Uhhhh detik detik terakhir penamatan novel ini


Tolong tetap di dukung ya aku nya 😁

__ADS_1


__ADS_2