Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 145


__ADS_3

1 minggu kemudian Dewi sudah kembali kerumahnya, namun sikap Rian masih sama, tidak ada lagi kehangatan dari suaminya lagi yang ada sikap dingin yang Rian tunjukan.


Kedua orang tua Dewi menginginkan dirnya untuk sementara waktu tinggal di rumahnya, akan tetapi Dewi menolak dengan alasan tidak akan ada yang merawat suaminya jika dia tinggal bersama kedua orang tuanya.


Setelah sampai di rumah, tak ada perkataan yang keluar dari Rian.


“Ini kamar mu” ucap Rian sambil membukakan pintu kamar yang mana bukan lah kamar bias yang sering Dewi tempati.


“Apa maksud semua ini Mas ?? Kenapa aku tinggal di kamar ini ?? ”


“Tidak usah banyak tanya, kalau kau tidak suka silahkan angkat kaki dari rumah ini !!”


Dewi terdiam, suaminya berubah drastis hanya karena kehilangan calon anaknya Rian menjadi seperti ini, apa yang harus Dewi lakukan supaya suaminya mau memaafkan dirinya.


“Baik aku setuju !!” ujar Dewi meyakinkan suaminya, tak apa baginya pisah kamar yang penting dia masih bisa melihat wajah suaminya.


Rian meninggalkan Dewi yang masih berdiri di depan pintu kamar yang Rian tunjukan, naik ke lantai atas dimana kamar nya berada.


Sebenarnya Rian juga tidak menempati kamar nya bersama Dewi lagi, Rian malah pinda ke kamar sebelahnya.


Di dalam kamar itu Rian menatap fofo hasil USG calon anaknya yang telah pergi, seperti biasa Rian akan menangis saat mengingat sang anak yang sangat dia nantikan.


“Maafkan Papa Nak !! Maaf Papa gak bisa jagain kamu dengan baik” ucap Rian menyesal.


Kehilangan seseorang yang sangat di nantikan kehadiran nya memang sangat menyakitkan, mungkin itulah yang Rian rasakan sekarang, tapi Rian lupa bahwa ada yang lebih terluka darinya yaitu istrinya sendiri.


Tidak kah Rian Sadari kalau istrinya begitu menderita sudah kehilangan anaknya di tambah dengan sikap suaminya yang selalu menyalahkan dirinya.


-


-


Sementara itu Zaki sedang berniat untuk membawa istrinya pergi berbelanja karena selama menikah Zaki belum pernah mengajak istrinya jalan-jalan keluar, dan hari ini Zaki ingin melakukan semua itu..


“Dek keluar yuk !!” ajak Zaki


“Kemana ??” tanya Cela yang saat itu sedang menyisir rambutnya.


“Kemana aja, kamu maunya kemana ?? Kalau Abang mau belanja”


“Ya sudah aku ikut Abang aja”


Setelah bersiap Zaki dan Cela berangkat bersama tujuan mereka adalah Mall, Zaki mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali mereka tertawa karena sering bercanda.


Walaupun umur Zaki dan Cela terpaut jarak yang cukup jauh tapi Cela bisa mengimbangi suaminya, Cela bisa bersikap dewasa walau kadang masih ada polos-polosnya dan itu membuat Zaki semakin jatuh cinta.

__ADS_1


“Abang cinta gak sama Cela ??”


Zaki langsung menoleh kemudian kembali fokus kejalanan, dia sadar sekarang kalau dia belum pernah mengatakan yang namanya cinta kepada istrinya, tapi apa itu masih perlu di lakukan walau Zaki sudah memberikan seluruh perhatian nya kepada Cela.


“Menurut Adek gimana ??” Zaki balik bertanya.


“Iya mana aku tahu lah, kan Abang yang rasain”


“Emang perlu nyatain Cinta ?? ”


“Iya perlu lah wanita itu butuh kepastian”


Zaki tersenyum, kepastian kata istrinya ?? Bukan kah Zaki sudah memberikannya ?? Buktinya dia sudah menikahi Cela.


Zaki menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan tingka sang istri, tapi kenapa dia begitu nyaman bersama bocah mungil itu, hari-hari Zaki menjadi lebih berwarna saat berada di samping istrinya.


Akhirnya mobil memasuki area parkiran di sebuah pusat pembelanjaan terkenal di kota itu, Zaki turun duluan kemudian dia berlari memutari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya.


“Ayo gandeng tangan Abang !!” pinta Zaki.


Cela menurut dia langsung melingkarkan tangan nya di lengan sang suami, mereka memasuki pusat pembelanjaan itu dengan sangat romantis.


Pertama Zaki membawa Cela ke toko pakaian, dia ingin membelikan istrinya baju baru.


“Berarti Cela boleh beli apa aja yang Cela suka ??”


“Tentu, silahkan beli apa aja yang istri ku suka yang penting kamu bahagia”


Cela tersenyum senang, dia dengan semangat memilih baju dan celana yang dia suka, sementara Zaki duduk sambil memperhatikan istrinya yang tampat bersemangat memilih.


Kemudian Zaki teringat dengan pertanyaan istrinya tadi saat dalam perjalanan ke sini.


“Apa aku harus menyatakan cinta kepadanya ?? apa perhatian ku selama ini gak cukup membuktikan kalau aku sangat mencintai dia, Cela aku mencintaimu, bagi Abang kamu adalah wanita yang paling baik dan bisa membuat Abang bahagia” batin Zaki.


Tiba-tiba terbesit di hati Zaki untuk membelikan istrinya sebuah perhiasan, beruntungnya toko perhiasan tak jauh dari sana, sebelum beranjak Zaki memastikan kalau istrinya masih memilih pakaian, iya buat jaga-jaga saja siapa tau Cela mencari dirinya.


Zaki berjalan menuju toko perhiasan .


“Tolong carikan aku kalung yang paling mewah di toko ini” pinta Zaki kepada petugas yang berjaga disana.


“Baik Pak”


Seorang karyawan mengeluarkan sebuah kalung yang sangat mewah, dengan liontin yang menghiasi kalung itu, Zaki sudah membayangkan jika istrinya yang memakai maka akan terlihat sangat cantik.


“Ini yang paling mewah yang tokoh kami miliki Pak”

__ADS_1


“Bungkus sekarang !!”


“Baik Pak”


Setelah melakukan pembayaran Zaki kembali duduk di tempat nya semula, ternyata istrinya belum juga selesai memilih pakaian, sekarang Zaki merasakan sendiri bagaimana jenuhnya menemani perempuan belanja.


30 menit kemudian Cela mendekat ke arah suaminya.


“Sudah ??” tanya Zaki sambil bernafas lega


“Sudah Bang” jawab Cela.


“Lalu mana belanjaan mu ??”


“Udah di bawa sama mbak nya ke kasir, sana Abang bayarin dulu !! Aku mau istirahat sebentar”


“Baiklah !”


Zaki berdiri dan berjalan menuju kasir, Zaki pikir belanjaan istrinya gak akan banyak tapi ini apa yang dia lihat, belanjaan istrinya sudah setumpuk.


“Dia beli apa saja sih ??kok banyak banget” batin Zaki heran.


“Mbak totalin semuanya !!” pintah Zaki kepada petugas kasir.


Dan perinta itu langsung di laksanakan, setelah di bayar Zaki membawa belanjaan istrinya hingga membuat tangan nya penuh dengan belanjaan istrinya.


“Pulang Dek ??” tanya Zaki.


“Ya belum lah Bang, masih ada yang harus Cela beli”


Zaki hanya bisa pasrah, dia mengikuti kemana istrinya akan belanja lagi, tak di sangka Cela masuk ke dalam toko pakaian dalam wanita membuat Zaki sangat malu karena kebetulan disana sedang banyak pengunjung.


“Kok masuk sini dek ??” tanya Zaki berbisik.


“Abang lupa kalau pakaian dalam ku habis ?? itu kan gara-gara Abang kalau mau gituan pakaian dalam ku di sobek semua, jadi aku mau cari yang sekali tarik langsung lepas biar Abang gak susah terus di robek” jawab Cela dengan suara yang agak keras sehingga membuat pengunjung disana menatap ke arah mereka.


“Iya-iya gak usah di jelasin di sini juga dek, kan malu”


Namun Cela tak menggubris dengan suara lantangnya Cela memanggil pelayan disana.


“Mbak beli BH sama CD satu lusin, dan tolong carikan yang sekali tarik langsung lepas biar suamiku gak susah ngelepasin nya, soalnya suamiku orangnya gak sabaran”


Wajah Zaki langsung bersemu merah, apalagi dengan tatapan para pengunjung kepadanya, ingin sekali Zaki lari dari sana.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2