Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 158


__ADS_3

Dewi memasuki rumahnya, dengan sedikit menahan rasa sakit di hatinya Dewi meyakinkan kalau kedua orang tuanya pasti akan mengerti.


Tok


Tok


Tok


Dewi mengetok pintu rumahnya, rumah yang sudah lama dia tinggalkan.


Ceklek.


Tidak berapa lama seseorang membuka kan pintu, Dewi merasakan detak jantungnya semakin cepat, dia takut kalau kedua orang tuanya marah karena dia bercerai dengan Rian.


“Dewi” ucap Sang Mama dengan suara terkejut, melihat kedatangan putrinya yang sudah malam begini di tambah dengan koper yang Dewi bawa membuat pikiran Mama nya semakin tak enak.


“Mama” Dewi langsung berhambur memeluk sang Mama, air matanya menetes dengan deras.


Melihat anaknya menangis Mama Mira tau kalau telah terjadi sesuatu dengan rumah tangga anaknya. Dia langsung membawa Dewi masuk kedalam rumah.


Setelah sampai di dalam, Mama Mira langsung mendudukan Dewi di sofa, dia pun beranjak ke dapur untuk mengambil segelas air putih.


“Ini Sayang minum dulu, supaya kamu bisa sedikit tenang" kata Mama Mira dengan lembut.


Dewi pun meraih segelas air putih yang di sodorkan oleh Mamanya, dia meminum dengan pelan, setelah itu Dewi meletakkan gelasnya di atas meja.


“Ada apa sayang ?? kenapa kamu datang malam-malam begini ?? mana Rian ??” tanya Mama Mira bertubi tubi.


“Maafin Dewi Ma !! maaf kalau Dewi akan membuat Mama dan Papa malu”

__ADS_1


Mama Mira mengernyit bingung tentu saja jawaban dari Dewi sangat menyimpang dengan pertanyaan yang dia berikan, apalagi saat Dewi meminta maaf kepadanya.


“Kamu ada masalah ??”


Dewi mengangguk, bukan lagi masalah sepertinya, karena perasaan Dewi saat ini hancur berkeping-keping.


“Masalah apa Sayang ?? kenapa kamu gak pernah cerita sama Mama dan Papa??” kembali Mama Mira bertanya.


Tidak berapa lama Papa Edi keluar dari kamar, karena istrinya tak kunjung kembali ke kamar makanya Papa Edi berniat menyusul tapi siapa sangka dia melihat putri satu-satunya sedang menangis di ruang keluarga.


“Ya Allah Dewi ?? kamu kenapa menangis Nak ?? siapa yang menyakiti kamu ??” tanya Papa Edi beruntun.


“Papa, Dewi sakit sekali Pa, hati Dewi hancur” balas Dewi dengan suara tersesat karena menangis.


“Cerita pelan-pelan Nak !! ada apa ?? kenapa kamu datang sendiri kesini ??” ucap Mama Mira masih dengan suara lembut walau sebenarnya dia sangat penasaran kenapa putrinya menangis seperti ini.


“Mas Rian menalak aku Ma, Pa” ucap Dewi langsung.


“Aku sama Mas Rian sudah bercerai Ma, Pa. Kami bukan lagi sepasang suami istri” kembali Dewi menjelaskan.


Papa Edi terlihat mengelus dadanya, sementara Mama Mira sudah di banjiri air mata.


“Apa masalah nya Wi ?? kenapa kamu bisa berpisah dengan Rian ??” tanya sang Papa dengan suara pelan.


“Dewi udah gak kuat Pa dengan sikap Mas Rian yang selalu menyalahkan aku atas keguguran ku, setiap hari aku selalu dibentak dan di perlakukan dengan kasar, bahkan aku sama Mas Rian pisah kamar selama 2 bulan” Dewi menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuanya, sekarang mereka berhak tau semuanya, apalagi Dewi sangat butuh perhatian dan kasih sayang dari sang Mama.


Mama Mira langsung memeluk erat putri nya, dia juga merasakan apa yang saat ini Dewi rasakan, pasti sakit sekali di campakkan seperti ini, walaupun Mama Mira tak pernah merasakan nya tapi Mama Mira tau bagaimana rasanya di sakiti.


“Berani-beraninya dia mencampakkan putri ku seperti ini, jangan karena dia berasal dari keluarga kaya hingga bisa seenaknya sama kamu” gumam Papa Edi geram menahan amarah yang memuncak.

__ADS_1


Siapa orang tua yang tak akan marah melihat putri kesayangan mereka pulang dan menangis seperti ini , apalagi Dewi menjelaskan semuanya membuat kemarahan Papa Edi semakin memuncak.


“Pa sabar !! jangan marah-marah karena semua itu percuma, ini sudah terjadi yang penting sekarang kita membantu putri kita yang hatinya sedang terluka dia butuh kita sekarang Pa” nasehat Mama Mira kepada suaminya, dia tak ingin suaminya mendatangi Rian malam ini dan marah-marah disana karena semua itu tak akan menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah.


Papa Edi terdiam dia menatap anak dan istri nya bergantian, melihat Dewi masih menangis dipelukan istrinya membuat hati Papa Edi semakin sakit bagai teriris sembilu,.


“Dari kecil aku membesarkan mu dengan penuh kasih sayang, melimpahkan kepada mu semua kebahagiaan yang ku punya, kamu kubesarkan dengan limpahan cinta yang berlimpah tapi setelah kamu telah di miliki orang lain bukan kebahagiaan yang kamu dapatkan melainkan luka batin yang ada, apa tidak ada cinta yang besar untukmu melebihi cinta yang ku berikan putriku” batin Papa Edi menatap sedih anaknya.


Mama Mira membawa Dewi ke kamarnya.


“Mama temenin Dewi tidur malam ini !! Dewi ingin di peluk Mama” ucap Dewi dengan suara serak.


“Iya Nak, Mama akan menemani kamu malam ini, Mama akan menjaga kamu, dan tak akan Mama biarkan siapapun menyakiti kamu lagi” Mama Mira ikut berbaring di samping putrinya, mengelus rambut panjang yang Dewi miliki.


Perlahan mata Dewi tertutup tapi lelehan air mata masih membekas, Mama Mira kembali meneteskan air mata melihat kesedihan putrinya.


“Rasanya tak tega melihat kamu terluka Nak, semoga semua ini dapat kamu lewati dengan baik dan bisa menemukan kebahagiaan yang abadi” batin Mama Mira.


Jam terus berputar, Malam semakin larut, namun Dewi tak bisa tidur dengan pulas, kata talak yang Rian ucapkan terus teringang di telinga nya seakan mengganggu tidur lelapnya malam ini. Di samping nya ada sang Mama yang tidur sangat pulas, Dewi tersenyum setidak nya ada kedua orang tuanya yang menjadi penyemangat nya sekarang.


“Ya Allah kuatkan hatiku dalam menjalani semua ini, cepatlah lah waktu berlalu supaya luka hatiku lekas pulih, beri aku sedikit kebahagiaan untuk aku menggapai masa depan ku” doa Dewi dalam hati.


Sementara itu di rumah Rian, lelaki itu juga tak dapat tidur, dia merasa ada yang hilang dalam hidupnya, rumah itu seakan sunyi seperti tak berpenghuni,mungkin karena dia tinggal sendiri sekarang karena para Art sudah Rian pecat saat pasca keguguran Dewi.


“Aaahhhh, kenapa aku gak bisa tidur ??” Rian berteriak frustasi, entah kenapa dirinya gelisah saat ini, bingung apa yang telah terjadi.


Dia seperti kehilangan sesuatu tapi tak tau apa itu, walau pikiran nya masih terus ada nama Dewi, tapi Rian dengan seribu keegoisan nya berusaha menepis semua bayangan tentang wanita itu.


Karena terlalu frustasi akhirnya Rian memutuskan keluar kamar, semua ruangan dia nyalahkan lampunya sehingga rumah itu terang benderang, suara musik Rian putar dengan sangat kencang, beruntungnya tak ada minuman disana.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


sebenarnya mau libur hari ini tapi kasihan sama kalian semua 😁🤭


__ADS_2