
Malam harinya Rian langsung menenui Kenan di ruang kerjanya. Ia ingin mendiskusikan masalah sang Papa yang kebelet minta nikah.
Ceklek.
Tanpa permisi Rian langsung membuka pintu ruang kerja Kenan, membuat Kenan yang saat itu sedang fokus membaca laporan langsung tersentak kaget.
"Bisa gak kalau masuk keruangan orang ketok pintu dulu, atau ucap salam setidaknya" omel Kenan, namun tidak di dengarkan oleh Rian.
Rian duduk di hadapan Kenan.
"Ada apa ?" tanya Kenan datar.
"Kakak udah tau kan kalau Papa mau nikah lagi ?" Rian balik bertanya.
"Hmmmm"
"Terus apa tanggapan Kakak ?"
Kenan menghentikan pekerjaan nya "Tanggapan apa ?" tanya Kenan sambil menatap sang adik.
"Iya maksud ku, Kakak setuju gak kalau Papa nikah lagi"
"Enggak" jawab Kenan cepat.
"Lagian Papa ini ada-ada saja, udah tua ngapain minta nika segala." jelas Kenan.
Rian menganggukan kepalanya "Iya, lagian aku juga gak mau punya Mama tiri, karena setau aku mama Tiri itu kejam" ucap Rian bergidik ngeri.
Kenan memiringkan bibirnya. Pikiran Rian terlalu jauh lagian siapa yang akan berani dengan mereka. Kenan dan Rian bukan lagi anak-anak yang akan mengalah jika di tindas.
"Udah sana keluar, kakak banyak kerjaan" usir Kenan sambil mengibaskan tangan kanan nya.
"Iya-iya" balas Rian kesal.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hari-hari berikutnya Papa Bayu menjadi merajuk dengan Kenan dan juga Rian. Bahkan saat kedua anaknya menyapa Papa Bayu diam seribu bahasa.
Kenan hanya terkekeh lucu dengan tingka sang Papa. Bukannya menuruti Kenan malah ikut mendiamkan sang Papa.
"Dasar anak-anak gak peka" batin Papa Bayu geram.
Sementara itu di dalam kamar terdengar suara amarah Maudy. Rian langsung kembali kekamarnya sedikit berlari.
"Iiihhh. Diam gak !! Mama tu capek Nura"
"Jangan nangis terus dong !"
"Mama cubit nantinya"
__ADS_1
Maudy terus mengomel pada bayi yang belum tau apa-apa itu.
Telinga Rian mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan sang istri, rasanya Rian ingin marah karena sikap Maudy berubah akhir-akhir ini.
Gampang menangis, marah-marah dan gelisa. Rian bahkan bingung dengan sikap Maudy.
"Ada apa sih dek ? kenapa marah-marah ? Nura itu masih kecil dia belum tau apa-apa" Rian duduk di samping Maudy yang saat ini sudah menangis.
Namun Maudy malah semakin terisak. Ia serahkan Nura kepada Rian.
"Aku capek, urusin dia !" Ucap Maudy dengan tegas.
Maudy pergi meninggalkan Rian yang sedang menggendong putrinya. Tangisan Nura semakin kencang namun Maudy tak peduli bahkan teriakan Rian saja Maudy acuh.
"Maudy, kembali ! Ini Nura nangis" teriak Rian.
Alya yang mendengar tangisan Nura dan suara teriakan Rian langsung masuk kedalam kamar Rian.
"Ada apa Rian ? kenapa Nura menangis kencang sekali ?" tanya Alya.
"Gak tau kak, kayanya dia lapar" jawab Rian merasa kasihan dengan anaknya.
"Maudy mana ?" Alya kembali bertanya.
"Itu dia Kak, Sikap Maudy akhir-akhir ini beruba. Tiba-tiba nangis dan tiba-tiba marah" jelas Rian frustasi.
"Ya Allah. Coba kamu cari Maudy sini Nura biar sama Kakak"
"Rian kakak masih Nura susu formula ya, kasian dia sepertinya haus"
"Baik kak. Titip Nura kak"
Alya membawa Nura kelantai bawa. Di tangga ia bertemu dengan Maudy yang hendak naik keatas. Alya berhenti sebentar namun Maudy langsung berlari tanpa menatap anaknya yang masih menangis.
"Apa Maudy kena baby blues ya ?" batin Alya lirih.
Kemudian Alya kembali menuruni anak tangga. Di sana ada Kenan dan juga Keyla.
"Kenapa dengan Nura Yang ? kok nangis terus ?" tanya Kenan
"Dia haus Yang, tolong ke mini market sebentar beliin Nura susu yang seusia dia" pinta Alya kepada sang suami.
"Maudy mana ? bukan nya Nura ASI ?"
"Sepertnya Maudy terkena baby blues. Jadi sikapnya beruba terus akhir-akhir ini" jelas Alya.
Kenan terdiam lalu segera pergi ke mini market untuk membeli susu formula untuk Nura.
Sembari menunggu Kenan kembali Alya menggendong Nura dan bersholawat seperti yang ia lakukan pada Keyla dan Zio dulu.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️
Maudy masih menangis di kamarnya. Sementara Rian hanya berdiri dan bersandar didinding.
"Kamu kenapa sih dek ?" tanya Rian.
"Aku capek Mas. Setiap malam begadang nyusuin Nura di tambah Nura nangis terus. Aku capek kamu juga gak pernah bantuin aku untuk bangun malam hari" Maudy meluapkan semua yang ia rasa selama ini.
Rian terdiam sembari mengingat semuanya. Selama Nura lahir Rian tidak pernah bangun malam. Dan di pagi haripun Rian langsung berangkat bekerja tanpa menanyakan bagaimama semalam Maudy mengurus Nura.
Rasa bersalah begitu besar di diri Rian. Ia mendekat dan memeluk Maudy dengan erat.
"Maafin Mas ya ! Mas gak tau apa yang kamu rasakan selama ini" ucap Rian sungguh-sungguh.
"Hiks-hiks-hiks. Aku capek Mas" hanya kata itu yang Maudy ucapkan terus menerus.
"Iya Mas tau, mulai malam ini Mas akan menjaga Nura kita kasih Nura susu Formula saja ya supaya kamu banyak istirahat"
Maudy mengangguk.
Rian terus mengelus punggung yang masih terisak itu, Hati Rian terasa sakit melihat apa yang di alami sang istri. Dari rasa sakit saat melahirkan dan selama masa nifas Maudy mengalami hal ini.
☘️☘️☘️☘️
Kenan kembali dengan menenteng satu keresek berlogo indo**** yang isinya ada susu formula untuk Nura. Tanpa bertanya dahulu Kenan langsung membuatkan Nura susu karena Kenan sudah hapal takaran nya.
Dulu saat Zio masih bayi Alya sering memberikan Zio susu formula dikarenakan ASI Alya tak sebanyak saat menyusui Keyla dulu.
"Ini Yang !" Kenan menyerahkan dot yang berisi susu.
Alya langsung mengambilnya dan memberikan pada Nura. Bayi mungil itu langsung menyusu dengan kuat.
Kenan tersenyum ia mengelus rambut Nura dengan lembut lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.
Tidak berapa lama Nura tertidur dengan lelap. Alya kembali mengantarkan Nura ke kamar Maudy dan Rian.
"Sudah tidur ya Kak" tanya Rian dengan berbisik.
"Iya. Kakak letakkan di box ya"
Rian mengangguk ia mengikuti langka kaki Alya, lalu tersenyum saat melihat Nura tidur dengan nyenyak.
"Maudy tidur juga ?" tanya Alya karena melihat Maud tidur.
"Iya Kak. Sekali lagi terima kasih sudah membantu menenangkan Nura"
Alya tersenyum "Jangan sungkan. Nanti kalau Nura sudah bangun panggil Kakak saja ya ! dan sepertinya Maudy kena baby blues. Rian. Dia butuh perhatian ekstra dari kamu"
"Iya Kak" balas Rian
__ADS_1
"Sementara kamu fokus ke Maudy dulu, Nura biar sama Kakak. Kalau dia udah tidur kakak kasih ke kamu"
Rian merasa bersyukur karena memiliki kakak ipar seperti Alya.