Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Persiapan Kencan


__ADS_3

Nafiza mengajak Brian masuk ke kamarnya, ia sangat ingin mengetahui kejadian yang belum Brian ceritakan, Brian duduk sisi ranjang sedangkan Nafiza berdiri di depannya.


"Kenapa kemarin kamu tidak menceritakannya padaku Brian?" Nafiza melipat tangannya.


"Aku kan sudah menjawabnya nona, tak usah di perpanjang lagi ya. Lebih baik kita fokus pada kehidupan kita sekarang"


"Sabrina sudah kamu pecat?"


"Sudah, dia juga akan pulang ke kampung halamannya"


"Bagaimana dengan Septa? apa yang akan kamu lakukan padanya?"


"Menurutmu hukuman apa yang pantas baginya? dia sangat menyukaimu, sampai melakukan hal kotor seperti itu" wajah Brian berubah menjadi serius.


"Aku tidak menyangka Septa yang seumuran denganku mampu memikirkan cara seperti ini" Nafiza merasa sedikit kecewa.


"Dia haus akan kasih sayang dan perhatian, dia juga punya uang dan kuasa untuk memiliki apa yang dia inginkan, mangkanya saat kamu menolaknya dia menjadi serakah"


"Aku benar-benar menganggapnya hanya teman biasa, tak ada perasaan lebih dari itu. Aku juga tidak suka berbohong tetapi karena ini dia hampir menjadi kriminal" Nafiza menundukkan wajahnya, Brian kemudian memegang tangan Nafiza.


"Ini bukan salahmu, sikapmu sudah baik padanya hanya saja dia menuntutmu lebih. Yaahh sudahlah kita tidak usah membahasnya lagi, hari ini kita akan pergi berkencan kamu tidak lupa kan?" 


"Hemmm" Nafiza menganggukan kepalanya.


"Ini kencan pertama kita, aku tidak ingin merusak suasananya"

__ADS_1


"Kalau begitu, kamu ingin kencan yang seperti apa?" tanya Nafiza.


"Memang kencan ada jenisnya?"


"Haha tak ada sih, tapi kita pilih saja tema kencan sesuai keinginan kita"


"Kamu ingin yang seperti apa?"


"Aku ingin kencan normal anak SMA" jawab Nafiza sambil tersenyum.


"Baiklah, ayo bersiap kita pulang dulu ke rumah. Aku ingin berganti pakaian" 


"Siap boss!!" Nafiza kemudian mengambil ransel miliknya, mereka berjalan menuju ruang keluarga, tempat mama dan papanya berada.


***


"Ya sudah, lain kali kalian harus menginap lagi ya, Nafiza kamu harus menurut dan  baik pada Brian" jawab mama.


"Iya mah" Nafiza memeluk mama dan papanya.


"Kami pulang ya mah pah" Brian bersalaman pada mertuanya.


"Hati-hati di jalan" papa menepuk pundak Brian.


*** 

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Brian segera mandi dan berganti pakaian, sedangkan Nafiza sudah bersiap dan menunggunya di lantai bawah.


Tap tap tap


Suara kaki Brian yang menuruni tangga, ia telah memilih pakaian terbaiknya, rambutnya di sisir rapi dan juga parfumnya mungkin dari jarak 10 meter pun orang bisa menciumnya, hari ini baginya hari yang sangat spesial jadi ia tak ingin menyia-nyiakannya dan akan berusaha membuat Nafiza senang.


"Ya ampun kenapa kamu berpakaian seperti itu?" Nafiza menepuk dahinya, Brian mengenakan setelan jas yang tidak terlalu tebal dan mengenakan t-shirt di dalamnya. "Kita akan kencan anak SMA, pakailah pakaian yang casual dan lebih santai Brian, kita bukan akan menghadiri acara formal" Nafiza memandang Brian dari atas ke bawah dengan raut wajah heran.


"Loh memang ada apa dengan pakaian ini? bukankah ini bagus dan elegan" Brian memutar tubuhnya layaknya seperti  model.


"Ayo ganti pakaian, aku akan memilihkannya untukmu" Nafiza mendorong bahu Brian menaiki tangga menuju kamarnya kembali.


Sesampainya di ruang pakaian, Nafiza langsung membuka lemari dan memilih pakaian yang akan di kenakan Brian. Ia melempar dan meletakkan pakaian yang menurutnya cocok dengan tema kencannya hari ini. Ia mengukur pakaian itu pada Brian dan suaminya itu hanya menurut saja.


"Pakai ini!" Nafiza memberikan pakaian pada Brian tetapi Brian meletakkan kembali pakaian itu pada tangan Nafiza. Ia membuka jas dan t-shirt yang di pakainya langsung di hadapan Nafiza.


"Hey apa kamu lakukan! kenapa kamu membuka pakaianmu di sini!!" Nafiza memalingkan wajahnya tak ingin melihat tubuh Brian, tetapi sesekali ia melirik pada Brian dan Brian hanya tersenyum melihatnya.


"Ehem" Nafiza menelan ludahnya sambil terus memalingkan wajah kemudian melirik kemudian memalingkannya lagi dan melirik, begitu seterusnya sampai Brian selesai mengganti pakaiannya.



"Waaaww sejak kapan tubuhnya menjadi kekar seperti itu, otot perutnyaaaaaaa" seketika pipi Nafiza menjadi merah merona dan sedikit panas.


Brian berusaha membuka sabuk yang melingkar pada pinggulnya.

__ADS_1


"Apa kamu juga ingin melihatku mengganti celana?" tanya Brian menggoda Nafiza.


"Tidak!!!" Nafiza membuang wajahnya sambil memberi celana jeans milik Brian yang di pegangnya, ia berjalan cepat meninggalkan Brian, suaminya itu hanya terkekeh melihat tingkah laku Nafiza.


__ADS_2