Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 39


__ADS_3

Selama berada di Bali, Rian selalu menjamah sang istri, setiap malam atau bahkan saat Maudy bersantai, rupanya Rian benar-benar memanfaatkan bulan madunya.


Karena setelah pulang kerumah nanti, Rian akan kembali di sibukkan dengan pekerjaan, dan akan sangat jarang berada di rumah bersama sang istri. Tugasnya sebagai seorang dokter terkadang membuatnya mengabaikan kesehatan nya sendiri.


Dan hari ini Rian akan membawa istrinya ke pusat perbelanjaan karena besok mereka akan pulang, Rian akan membeli kan sesuatu untuk Alwi supaya nanti Alwi senang saat dia pulang.Tidak lupa juga Rian akan membelikan Keyla dan Zio.


"Sudah siap ?" tanya Rian


"Iya Mas"


"Yok berangkat !"


Maudy mengangguk, ia mengambil tasnya dan melingkarkan tangannya di lengan sang suami.


-


-


Setelah sampai di pusat perbelanjaan Maudy membeli baju couple untuknya dan Rian, lalu membeli 3 kaos berwarna putih untuk Keyla, Zio dan juga Alwi tidak lupa menyematkan nama mereka masing-masing di setiap kaos yang di beli.


Sementara Rian memilih berbagai macam mainan, ada pesawat, mobil-mobilan, untuk Alwi dan Zio sementara untuk Keyla ia membeli boneka.


"Bagaimana ini bagus gak ?" tanya Rian sembari menunjukan boneka beruang kepada Maudy.


"Bagus mas, tapi kan Keyla udah punya banyak Boneka yang ini" jawab Maudy.


"Iya juga sih" Rian menggaruk kepalanya "terus yang mana ?"


Maudy melihat beberapa Boneka yang terpajang, ada puluhan Boneka disana. Lalu matanya tertuju pada boneka panda yang sedang memegang bambu kecil. Tampak imut di lihat.


"Itu aja Mas" Maudy menunjuk boneka panda itu "Key pasti suka"


"Baiklah" Rian langsung menyetujui.


"Bang ambilin yang itu" tunjuk Rian pada boneka yang di pilih sang istri.


Maudy menerima boneka tersebut, bulu nya begitu halus dan boneka nya juga tak terlalu besar dan tak terlalu kecil sangat pas jika di mainkan sama Keyla.


"Beneran yang ini" tanya Rian memastikan.


"Iya Mas, ini aja"


Rian langsung membayar Boneka itu lalu beralih ke pusat perbelanjaan yang lain, hingga tak terasa sudah jam 12 siang, Rian mengajak istrinya untuk makan siang dulu.


"Makan siang dulu Dek, Mas laper" seloroh Rian


"Baik Mas".


Mereka berdua memasuki kafe yang tidak terlalu jauh dengan pusat perbelanjaan tadi, Rian langsung memesan makanan untuk nya dan Maudy.


"Capek banget ya Dek ?" Tanya Rian


"Lumayan Mas, tapi seru"

__ADS_1


"Wanita memang begitu kalau udah di ajak belanja mau capek sekalipun tetap semangat" gumam Rian


Seorang wanita menghidangakan makanan yang telah Rian pesan tadi, Rian dan Maudy memakan makan siang mereka dengan lahap, sampai habis tak tersisa.


"Selama disini makan kamu banyak ya dek" ucap Rian sembari terkekeh.


"Habis capek terus Mas" cibir Maudy.


Rian justru tergelak, betul memang tenaga Maudy habis karena Rian selalu meminta hak nya, dan Maudy juga tak pernah menolak karena keinginan nya untuk segera hamil begitu besar.


Setelah makan siang Rian dan Maudy kembali jalan-jalan, menikmati hari terakhir mereka di Bali, karena setelah pulang kejakarta akan sangat sulit untuk kembali liburan.


Mereka berdua berjalan bergandengan, menyusuri jalan yang padat yang hampir di penuhi oleh turis, bahkan tak jarang Maudy meminta berfoto kepada para Turis, tapi yang perempuan tentunya karena jika laki-laki Tak akan Rian izinkan, Walau Maudy merengek sekalipun.


-


-


-


Keesokan harinya Rian dan Maudy langsung pulang Ke Jakarta, dari Bandara Rian langsung mampir kerumah Dewi karena sudah begitu merindukan Alwi, seminggu sudah mereka tidak bertemu.


"Papa" sambut Alwi saat melihat kehadiran Rian.


Rian merentangkan kedua tangan nya, lalu menyambut Alwi kedalam pelukan.


"Apa kabar anak Papa ?" tanya Rian


"Baik Pa, bagaimana liburan nya ?" Alwi balik bertanya.


Alwi langsung menurut ia mencium punggung tangan Maudy, sekarang Alwi mulai terbiasa memanggil Maudy dengan sebutan Mama juga, walau kadang masih ada kata Tante yang terucap. Maudy memaklumi itu semua.


"Masih mual ya mbak ?" tanya Maudy kepada Dewi.


"Sudah mendingan Alhamdulillah" jawab Dewi tersenyum.


"Doain ya mbak semoga aku segera isi juga"


"Aamiin" serentak Rian, Afnan dan juga Dewi menjawab membuat Maudy tersenyum.


"Oh iya ini Papa bawakan oleh-oleh untuk Alwi" Rian memberikan mainan kepada Alwi.


Dengan semangat Alwi menerima barang pemberian Rian, semuanya bagus hingga membuat Alwi begitu bahagia.


"Makasih Papa"


"Sama-sama Nak!"


-


-


Setelah dari rumah Dewi, mereka berdua langsung pulang, jika sebelumnya ada Alwi yang menyambut beda kalau di rumah, karena ada Keyla dan Zio.

__ADS_1


"Tenang-tenang, Om beliin semua mainan yang kalian pesan" seloroh Rian karena melihat kedua keponakan nya tak sabaran ingin mainan yang sengaja mereka pesan.


"Yeiii. Makasih Om" ucap Zio setelah menerima makanan nya.


"Sama-sama ganteng"


Alya hanya geleng-geleng kepala melihat kedua anaknya yang begitu antusias menerima mainan dari Rian dan Maudy.


"Kalian ini. Jangan di manjain terus Key sama Zio nya nanti kebiasaan sampai besar" ucap Alya.


"Tidak apa-apa Kak" balas Maudy.


"Alwi juga di beliin kan ?" tanya Alya, karena ia tak enak jika Alwi tak di belikan seperti kedua anaknya.


"Iya Kak, aku ratain semuanya" sahut Rian


"Ya sudah kalian istirahat dulu ! kalau mau makan tinggal ambil aja, tadi Kakak masak udang balado sama semur daging" titah Alya.


"Kakak ini masih aja masak udang, padahal dia alergi" ujar Rian


"Iya gimana lagi kalau itu kesukaan kakak kamu sendiri"


-


-


"Jangan tidur dulu dek, udah mau makan siang" ucap Afnan


"Iya Mas"


Dewi begitu menurut dan anehnya selama hamil Dewi enggan untuk di tinggalkan oleh Afnan, ia selalu ingin menempel di dekat sang suami. Bahkan saat tengah malam ia tak mendapati Afnan di samping nya Dewi akan kalang kabut mencari Afnan.


Hingga membuat Afnan bekerja di rumah, padahal rencananya Afnan akan ke Turki sebentar untuk melihat kantor disana sebelum benar-benar di pindahkan ke Jakarta.


Tapi karena keadaan Dewi seperti ini Afnan akhirnya menunda dan akan berangkat saat usia kandungan Dewi 7 bulan saja. Mungkin saja Dewi akan berubah.


"Mau kemana Mas ?" tanya Dewi saat melihat Afnan hendak beranjak dari tempat tidur


"Kamar mandi sayang, ya Allah mau ikut juga"


"Hehe, enggak Mas"


Afnan menarik hidung Dewi dengan gemas, lalu pergi kekamar mandi, sementara Dewi memainkan ponselnya. Hingga saat ia membuka aplikasi WA nya, Dewi melihat status WA nya ia melihat status Fina yang memperlihatkan foto bayi perempuan.


"Kamu udah lahiran Fin ?" tanya Dewi namun belum di jawab oleh Fina.


-


-


Author ingatkan ya !


Untuk Ending nya nanti apapun itu mohon jangan kecewa karena semua itu sudah aku buat dari sebelum novel ini di rilis takutnya nanti kalau di rubah Cerita nya akan berbelit-belit.

__ADS_1


Jadi harap mengerti, bikin alur itu bukan muda ya gaes. Butuh pemikiran yang ekstra.


Semoga kalian tetap bertahan sampai novel ini End. Tanggal 30 September akan End.


__ADS_2