Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 59


__ADS_3

"What ?" pekik Kenan.


"Kenan gak salah dengar kan Pa ?" tanya Kenan lagi.


Papa Bayu menggeleng, membuat Kenan mengusap wajahnya dengan gusar.


"Ingat umur Pa, cucu juga udah empat kok ya jatuh cinta lagi. Hadeh"


"Terus Papa bagaimana, kalau rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya" balas Papa Bayu.


Sekarang giliran Kenan yang menggelengkan kepalanya, heran saja dengan sikap sang Papa yang mendadak jatuh cinta.


"Ayolah Ken, carikan wanita itu untuk Papa !" pinta Papa Bayu sungguh-sungguh.


"Enggak mau" balas Kenan tegas.


"Kamu gak kasian lihat Papa jomblo terus"


Kenan memiringkan bibir bawahnya. "Aku juga gak mau punya Mama tiri Pa"


"Kamu jahat Kenan" layaknya seorang anak kecil Papa Bayu berdiri dan menghentakkan kaki-kakinya di depan Kenan, kemudian keluar dari ruang kerja Kenan..


"Oh astaga, ini Papa kenapa begini sih?" batin Kenan.


Walau pekerjaan nya masih banyak tapi Kenan kembali kekamar. Rasanya tidak akan fokus bekerja saat sedang memikirkan keinginan sang Papa yang baginya di luar nalar seperti ini.


"Kamu kenapa sayang ?" tanya Alya heran saat melihat sang suami begitu kesal.


"Pusing" jawab Kenan.


Alya menghentikan kegiatan nya yang sedang mengoles cream malam di wajahnya, lalu menoleh sesaat dan menatap sang suami.


"Pusing kenapa ? perasaan tadi enggak kenapa-napa kok" heran Alya.


"Papa tuh yang bikin aku pusing" balas Kenan lagi.


"Memangnya Papa kenapa ?" tanya Alya semakin heran.


"Papa jatuh cinta lagi Yang. Mana nyuruh aku nyari cewek itu lagi. Kan kesel" jelas Rian.


Untuk sesaat semuanya hening.


Namun beberapa menit kemudian. Tawa Alya pecah mendengar cerita dari sang suami ada-ada saja mertuanya itu.


"Kenapa kamu tertawa ?" tanya Kenan.


"Haha. Ya lucu aja Yang, kok Papa bisa jatuh Cinta ?"


Kenan mengangkat kedua bahunya.


"Siapa nama perempuan yang berhasil membuat Papa jatuh cinta ?" tanya Alya lagi.


"Juminten" jawab Kenan singkat.


Tawa Alya kembali meledak. Betul-betul lucu Papa mertuanya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Kalau Kenan tidak mengizinkan aku kan bisa minta restu sama Rian" gumam Papa Bayu.

__ADS_1


Papa Bayu merasa yakin kalau Rian akan menyetujui keinginan nya untuk menikah lagi, apalagi selama ini Rian begitu penurut dengan nya.


"Rian pasti akan menolong ku"


☘️Betul-be


2 Hari kemudian---


Maudy dan Baby Nura sudah pulang, Alya begitu antusian menyambut kedatangan Maudy dan keponakan nya yang baru.


Saat suara mobil terdengar Alya langsung berlari keluar.


"Yeii. Adek bayi" seru Keyla.


Maudy tersenyum "Tuh lihat adeknya mirip kan sama Key" Maudy sedikit menunduk supaya anaknya bisa di lihat oleh Keyla.


"Iya mirip aku dia Tan" balas Keyla.


Alya tersenyum dan mendekati Maudy serta Keyla.


"Ayo masuk ! di luar panas kasihan dedeknya" ujar Alya.


"Baik Kak"


Maudy terkejut melihat ruang keluarga yang di hias sangat cantik oleh Alya. Ia memandang kearak kakak iparnya itu dengan mata yang berkaca-kaca sementara Alya hanya membalas dengan senyuman.


"Untuk menyambut kedatangan si kecil Maudy" jelas Alya.


"Makasih Kak, makasih banget" Maudy begitu terharu dengan kasih sayang yang di berikan oleh Alya.


"Sama-sama. Letakkan saja anakmu di box itu supaya Keyla dan Zio bisa melihat" pinta Alya.


"Lucu ya dek" ucap Keyla kepada Zio.


"Iya kak. Rumahnya makin ramai ya. Tapi kok dedeknya gak dua seperti punya Alwi"


Maudy tersenyum "Iya kan memang cuman satu Nak, kalau punya dedek Alwi kembar"


Zio menatap kearah Maudy "Kenapa Tante gak bikin kembar juga ?"


Maudy langsung meringis karena tidak tahu harus menjawab apa. "Tante mau makan dulu, kalian jagaian dedeknya ya !" Maudy langsung berlalu dari sana.


Papa Bayu yang mendengar Rian dan menantunya sudah pulang tampak begitu riang. Karena ini yang ia tunggu 2 hari ini. Papa Bayu ingin meminta restu pada Rian karena Kenan tak memberinya izin.


"Mana cucuku ?" seru Papa Bayu kepada Rian.


"Tuh".Rian menunjuk box bayi menggunakan bibirnya.


Papa Bayu langsung mendekat. Ia tersenyum melihat cucu ke empatnya


"Siapa namanya Rian ?" teriak Papa Bayu sambil bertanya.


"Annaisha Nura Abraham" balas Rian


"Nama yang cantik secantik orangnya" puji Papa Bayu.


πŸ€πŸ€πŸ€


Siang hari setelah makan siang bersama Papa Bayu menemui Rian yang sedang menonton televisi. Sementara para menantunya mungkin sedang istirahat di kamar.

__ADS_1


"Kesempatan ini" batin Papa Bayu.


Ia berjalan dengan tegap dan duduk menghampiri Rian.


Rian masih bersikap biasa saja karena memang ia tidak tahu apa-apa tentang keinginan sang Papa.


"Ehemmm" Papa Bayu berdehem.


"Kenapa Pa ?" tanya Rian tanpa menoleh, matanya masih fokus menatap layar segi empat yang berukuran 32 inci itu.


"Kakak kamu gak cerita apa-apa ?" tanya Papa Bayu.


"Enggak. Memangnya kenapa ?"


"Soal Papa ingin menikah lagi"


Detik itu juga Rian langsung menoleh dan menatap tajam sang Papa.


"Papa mau menikah lagi ? sama siapa ?" tanya Rian


"Sama Juminten"


"Siapa itu Juminten ? tetangga kita ?" Rian kembali bertanya.


"Bukan, Papa ketemu sama dia saat di Mall waktu nemenin Key sama Zio..Papa jatuh cinta pada pandangan pertama Rian. Dia begitu cantik, kulitnya mulus" jelas Papa Bayu sembari mengingat waktu ia bertemu dengan sosok Juminten.


Rian menggelengkan kepalanya, "Ini Papaku bukan sih ? perasaan kemaren-kemaren gak kaya gini ?" batin Rian.


"Terus Papa sudah bicara sama Kak Kenan ?" tanya Rian


Papa Bayu menjawab dengan anggukan.


"Apa jawaban Kak Kenan ?" tanya Rian lagi.


"Dia tidak ingin punya ibu tiri, gitu jawabannya"


Riang bangkit dari duduknya lalu memandang wajah sang Papa.


"Sama, Rian juga tidak mau punya Mama tiri" tegas Rian


"Lagian Papa ini ada-ada saja, umur udah tua kok ya jatuh cinta lagi. Malu pa sama cucu"


Papa Bayu menundukan kepalanya "kalian semua jahat sama Papa. Enggak Kenan atau kamu sama aja . Gak mau ya lihat Papa bahagia"


Rian melongo mendengar ucapan sang Papa yang seperti anak kecil.


"Papa sehat gak sih ?" tanya Rian heran.


"Sehat wal'afiat Rian, Papa masih sehat masih kuat main kuda-kudaan" jawab Papa Bayu.


"Mending Papa refresing aja deh, keluar negeri atau kemana gitu biar pikiran Papa fress. Aku sama Kak Kenan akan mengeluarkan uang yang banyak untuk Papa"


Papa Bayu menggerutu kesal niatnya ingin menikah malah di suruh jalan-jalan sama Rian.


Sekarang harus bagaimana, Menghadapi Kenan dan Rian tidak akan menang.


"Aku akan mencari sendiri Juminten dan akan aku nikahi langsung walaupun kedua anakku tak merestui" batin Papa Bayu geram.


"Jangan harap Papa bisa nikah diam-diam ya ! aku akan menyewa pengawal untuk membututi kemanapun Papa pergi" kata Rian seolah tau apa yang di pikirkan Papanya

__ADS_1


__ADS_2