Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2 (Flasback Kisah Afnan-Dewi 03)


__ADS_3

Hari ini Afnan dan Ustadz Rahman mendatangi rumah Dewi, untuk membicarakan masalah pernikahan mereka nantinya.


Setelah sampai di rumah Dewi, ustadz Rahman dan Afnan di sambut dengan baik, Papa Edi terus memuji Afnan karena ketampanan nya.


"Makin tampan aja Nak Afnan ini" seloroh Papa Edi


"Om bisa aja" jawab Afnan tersipu.


Mereka bertiga tertawa sembari menunggu Dewi dan Mama Mira datang.


"Sebentar ya Dewi masih di kamar" ujar Papa Edi.


"Iya Om, tidak mengapa" jawab Afnan sopan.


Sementara di dalam kamar, Mama Mira membujuk Dewi supaya mau menemui Afnan dan Ustadz Rahman.


"Aku tidak mau Ma" ucap Dewi terua dengan pendirian nya.


"Kamu mau Papa marah ? kamu mau bikin Papa dan Mama malu. Ingat Dewi Papa kamu sama Ustadz Rahman sudah sepakat untuk menikahkan kalian" balas Mama Mira.


Dewi mencibir "Harus berapa kali sih Ma aku jelasin, aku tuh belum mau nikah, tolong ngertiin Dewi Ma"


"Mama sudah ngertiin kamu selama ini, sekarang ayo cepat turun dan temui mereka !" sekarang nada bicara mama Mira sudah tak enak lagi.


Mendengar ucapan sang Mama, Dewi akhirnya menurut. Ia mau di ajak bertemu keluarga Afnan.


"Senyum jangan cemberut terus !" pinta Mama Mira.


"Tunggu-tunggu" Mama Mira kembali bersuara.


"Apa lagi sih Ma ?" tanya Dewi kesal.


"Kamu kok makin hari makin pucat sih Nak, ayo lipstikan dulu biar kelihatan cerah"


Mama Mira langsung mengoles lipstik di bibit tipis Dewi, menaburkan bedak padat di wajah anaknya, sehingga Dewi terlihat lebih segar. Dewi akui akhir-akhir ini ia sangat malas berdandan. Jangan mau dandan mencium aroma sabun saja ia enggan.


"Ayo Nak" akhirnya Mama Mira selesai mendadani anaknya.


Dewi dan Mama Mira menuruni setiap anak tangga, telinga Dewi dengan jelas mendengar suara lembut seseorang yang sedang bicara dengan Papa nya.


"Nah ini anak saya" Papa Edi mengenalkan Dewi kepada Afnan.


Sejenak Afnan terpukau dengan penampilan Dewi, namun bentuk tubuh Dewi yang sangat kurus membuat Afnan sedikit kasihan.


Afnan sudah mengetahu kenapa Dewi dan suaminya berpisah.


"Dewi" ia menjulurkan tangan nya hendak bersalaman.


"Afnan" namun di balas oleh Afnan dengan mengantupkan kedua tangannya didada.

__ADS_1


Dewi mencibir, tapi ia memaklumi jika Afnan tak mau bersentuhan dengan nya, secara Afnan adalah laki-laki yang taat agama.


"Yakin gue bakalan kena cerama terus tiap hari jika nikah sama dia" batin Dewi semakin merasa kesal.


"Ayo duduk Nak !" Ajak Mama Mira.


Dewi duduk di sofa berhadapan dengan Afnan, sesekali ia curi pandang terhadap Afnan tapi tak pernah di balas oleh Afnan.


Menjengkelkan !!


"Silahkan Ustadz Rahman jika ada yang ingin di sampaikan !" ucap Papa Edi dengan sopan.


"Baiklah" Ustadz Rahman mulai berbicara "Kedatangan saya kesini untuk mengantarkan putra semata wayang saya melamar putri bapak Edi yang bernama Dewi Mustika" ujar Ustadz Rahman.


"Saya setuju saja Ustadz" jawab Papa Edi tanpa menanyakan dulu dengan Dewi.


"Pa" panggil Dewi namun tak di hiraukan oleh sang Papa. Malah Afnan menatap Dewi dengan kening mengkerut.


"Sepertinya ia tak setuju menikah dengan ku" batin Afnan.


"Alhamdulillah jika bapak Edi setuju, saya harap pernikahan mereka akan di laksanakan secepatnya"


"3 minggu lagi masa iddah Dewi selesai, jadi kita langsung melakukan ijab kabul" sahut Mama Mira membuat Dewi langsung menatap sang Mama


Afnan kembali menatap Dewi, pikiran nya terus bertanya.


"Silahkan Nak !" jawab Papa Edi.


"Di samping rumah ada taman kecil ada bangku panjang disana, kalian bisa bicara disana" sahut Mama Mira.


"Minta Jaka untuk menemani Nak" pesan Ustadz Rahman.


"Baik Abi" jawab Afnan


Sementara Afnan memanggil Jaka, Dewi sudah berjalan duluan, Ada begitu banyak yang ingin Dewi katakan pada Afnan.


Dewi duduk di bangku panjang, menunggu kedatangan Afnan yang sedang memanggil Jaka.


Entahlah Dewi tidak tahu untuk apa memanggil orang lain, kalau mereka akan bicara.


Tidak berpa lama Afnan kembali.


"Kamu tunggu disini saja Mas" pinta Afnan pada Jaka.


"Baik Den" jawab Jaka sopan.


Afnan memberikan sebuah kursi kepada Jaka untuk dia duduk sementara Afnan duduk di samping Dewi tapi masih ada jarak di antara mereka. Mau bagaimana lagi tak ada lagi kursi untuknya disana.


"Kenapa anda mau menikah dengan saya ?" tanya Dewi tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Anda pasti sudah tau kan kalau saya ini Janda ?"


"Kenapa ? apa yang Anda inginkan dari saya ?"


Dewi terus memberikan pertanyaan beruntun, tanpa membiarkan Afnan menjawabnya terlebih dahulu.


"Jawab !" tegas Dewi.


"Baik, saya akan jawab. Untuk pertanyaan pertama karena saya ingin berbakti kepada orang tua saya. Kedua ya saya tau kamu sudah menjadi Janda, dan jawaban yang ketiga tak ada yang saya inginkan dari kamu, saya hanya ingin melengkapi ibada saya dengan cara menikahi kamu" jelas Afnan.


"Kamu kan bisa cari wanita lain kenapa harus saya ?" tanya Dewi lagi.


"Karena kamu pilihan Abi saya, dan insya Allah juga pilihan Allah untuk menemani saya sampai saya tua" jawab Afnan dengan tenang.


Sesaat Dewi memandang wajah tampan Afnan.


"Jika saya tidak mencintai kamu bagaimana ?" Dewi kembali bertanya.


"Saya akan menunggu sampai kamu mencintai saya, walaupun seumur hidup saya"


Untuk hal ini Dewi begitu terharu dengan ucapan Afnan.


"Menikahlah dengan ku, insya Allah saya janji akan memperlakukan kamu dengan baik" pinta Afnan dengan tulus.


Dewi tertunduk, jujur ia masih trauma dengan kata-kata lelaki, dulu Rian juga mengatakan hal yang sama. Akan menjadikan Dewi ratu di rumah tangga mereka. Selalu bersama apapun rintangannya. Namun kenyataannya semuanya tak sesuai dengan harapan. Rian memperlakukan dirinya dengan kasar, bahkan Rian meminta pisah kamar dengan nya.


"Saya tidak ingin mendengar janji karena saya pernah terbuai dengan janji manis. Saya tidak ingin semua itu terulang lagi" ucap Dewi dengan air mata berlinang.


"Akan saya buktikan" jawab Afnan dengan tegas.


"Karena ini permintaan kedua orang tua saya, walaupun saya tidak mencintai kamu, tapi saya mau menikah dengan kamu" jawab Dewi membuat Afnan tersenyum.


"Tidak apa-apa jika dia belum mencintaiku, semoga suatu hari nanti Dia bisa menerima aku dengan tulus" batin Afnan.


"Terima kasih telah menerima saya, dan maukah setelah menika kamu ikut dengan saya ?" tanya Afnan.


"Kemana ?" Dewi balik bertanya.


"Turki, saya ada usaha disana dan insya Allah cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu kelak"


"Iya saya mau"


Lagi dan lagi Afnan tersenyum "Dari sini aku yakin bahwa kamu adalah wanita yang lembut, aku sudah jatuh cinta padamu pada pertemuan pertama kita"


-


-


yang nanyain Visual besok saya Upload ya..

__ADS_1


__ADS_2