Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Pengantin Lama Rasa Baru


__ADS_3

Nafiza menaruh selimut yang di pakainya di meja samping wastafel kamar mandi, ia merasa sangat bahagia saat ini. Sejenak ia menatap dirinya di cermin, tangannya meraba beberapa bekas merah yang di tinggalkan Brian di dadanya, Brian tidak meninggalkan kiss mark di lehernya hanya pada bagian dada saja yang tertutupi oleh pakaian, jadi Nafiza bisa bebas memakai pakaian apa pun tanpa takut menutupi sesuatu. Ia merasa senang akhirnya bisa melakukan kewajibannya sebagai istri, walaupun awalnya sakit tetapi setelah itu rasanya menyenangkan.


Beberapa menit berlalu Nafiza sudah selesai dengan mandinya, ia keluar dari kamar mandi mengenakan baju handuk terlihat Brian yang duduk di sisi ranjang.


"Aku sudah selesai, cepatlah mandi" Nafiza mendekati Brian sambil membenarkan handuk yang melilit di kepalanya. Brian menarik tangan Nafiza mendudukannya di pangkuannya dan membuat Nafiza terkejut. Brian memeluk Nafiza, dia dapat mencium aroma strawberry ciri khas istrinya.


"Terima kasih ya sudah mau melakukannya denganku, apa rasanya masih sakit?" tanya Brian, wajah Nafiza memerah.


""Sudah tidak sakit hanya sedikit perih, tapi tadi masih ada bercak darahnya sedikit"


"Apa kita harus ke dokter?"


"Tidak usah, akan sangat memalukan pergi ke dokter hanya karena masalah itu"


"Aku takut kamu pendarahan"


"Pendarahan? hahaha, Brian kita baru melakukannya sekali, mungkin masih ada sisa darah karena selaput daranya robek" Nafiza menundukkan wajahnya malu.


"Selaput dara? kamu mengetahuinya? Kenapa kamu pintar sekali dalam hal ini tetapi dalam matematika menjadi sangat bodoh. Kamu sangat mesum." Brian mencubit hidung Nafiza.


"Aku membacanya dari buku, ini kan penting untuk pengetahuanku juga, oia Brian apa kamu merasa senang saat melakukannya?"


"Tentu saja, ini hal normal yang dilakukan oleh laki-laki dewasa. Apa kamu juga senang melakukannya denganku?" Nafiza hanya menganggukan kepalanya. Sekilas mereka teringat kejadian semalam.


"Nafiza apa kamu mau melakukannya lagi sekarang?" Brian ingin mengulanginya.


"Kamu akan terlambat pergi rapat"


"Sebentar saja, aku akan melakukannya dengan cepat" Brian memutar tubuh Nafiza ke ranjang. "Ini salahmu, obrolan ini memancingku birahiku"


"Ih hanya mengobrol saja sudah terpancing?" Brian langsung ******* bibir Nafiza tidak membiarkannya mengatakan apa-apa lagi, mereka sibuk dengan aktifitasnya, maklum saja mereka pengantin lama yang baru merasakan malam pertama. Hihihi


Brian : "Ini karena author nulis malam pertamanya sengaja di lama-lamain!!"


Author : "Suka-suka author lah" πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚


Nafiza : "Sepertinya aku akan sering keramas"


Author : "Sering-sering keramas biar sehat fiz" 🀣


Sementara itu di luar kamar Brian, Troy sudah berdiri menunggu majikannya keluar kamar.


"Tuan sedang apa lagi sih, lama sekali"


***

__ADS_1


Brian sudah rapi mengenakan jasnya, ia akan menghadiri rapat dengan rekan bisnisnya, Nafiza terpaksa di tinggalkannya di kamar hotel.


"Aku ada beberapa pekerjaan hari ini, mungkin pulang sore. Kamu jangan pergi kemana-mana tetap tinggal saja di hotel." Brian berbicara sambil memasang dasinya.


"Iya suamiku" Nafiza membantu Brian merapikan dasinya.


"Jika lapar pesan makanan untuk di antar ke kamar atau kalau mau ke restorannya boleh tapi jangan sampai keluar hotel"


"Kamu sudah mengatakannya dua kali"


"Aku pergi ya" Brian memeluk Nafiza sebenarnya tak ingin meninggalkan istrinya sendirian.


"Iya pergilah" Nafiza melonggarkan pelukannya dan melepaskan Brian. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Brian yang tersenyum tipis di depannya. Nafiza sudah sangat jatuh cinta pada Brian, satu-satunya orang yang menerima sifat kekanak-kanakannya.


Sebelum meninggalkan Nafiza, Brian menundukkan wajahnya sejajar dengan Nafiza dan mencium bibirnya, menciumnya cukup lama sambil memeluk pinggang Nafiza dan Nafiza membalasnya dengan mengalungkan tangannya di leher Brian. Suaminya itu menuntut Nafiza memperdalam ciuman mereka.


"Hentikan! Jangan lagi Brian, kamu harus bekerja" Nafiza mendorong bahu Brian pelan.


"Seperti tidak ada kenyangnya Brian ini!"


"Hem kalau saja tidak ada rapat hari ini, apa aku batalkan saja ya?"


"Apa yang kamu fikirkan Brian, orang-orang sudah menunggumu. Nanti lagi kan bisa kita lanjutkan" Nafiza memutar tubuh Brian dan mendorongnya keluar kamar hotel.


"Aku hanya ingin bersamamu Nafiza" ucap Brian manja.


"Kamu tidak mencintaiku lagi ya? kenapa mengusirku seperti ini?" terjadi drama dorong-dorongan pintu.


"Isshhh kamu kekanak-kanakan sekali, pergi rapat cuma sebentar sampai seperti ini!"


"Aku tidak mau pergi" masih berusaha mendorong pintu agar tidak di tutup.


"Brian kalau kamu tidak pergi aku akan marah!"


"Aku juga akan marah jika kamu mengusirku lagi!" Nafiza kesal dengan tingkah laku Brian, ia mendorong dengan sangat kuat pintu kamar hotel.


Braaakkkk


"Aaww Nafiza kepalaku sakit" rintihan dari balik pintu.


"Kamu bohong, tidak usah pura-pura sakit"


"Lihat sendiri kepalaku memar dan bengkak"


"Kalau bohong aku akan sangat marah padamu Brian!" Nafiza membuka pintunya kembali dan ternyata benar pelipis mata Brian merah dan sedikit bengkak.

__ADS_1


"Aku tidak berbohongkan" Brian memegang kepalanya.


"Ya ampun" Nafiza menghela nafasnya, ia masuk ke dalam kamar bersama Brian, Nafiza mencari kotak obat dan menemukan plester untuk luka.


Brian duduk di kursi, Nafiza menghampirinya lalu mengoleskan salep untuk luka dan menempelkan plesternya.


"Kenapa pakai plester? aku kan tidak berdarah"


"Tak apa pakai saja, ini untuk menutupi benjolmu" Nafiza menyunggingkan senyumnya. "Sudah ya kamu cepat pergi, kamu sudah sangat terlambat. Aku janji tidak akan kemana-mana dan hanya akan di dalam kamar menunggumu"


"Benarkah? ya sudah aku pergi dulu, ingat tepati janjimu"


"Iya" akhirnya Brian bangun dan pergi keluar kamar tanpa harus di paksa, sebelum pergi ia mengecup kening Nafiza dan melambaikan tangannya. Nafiza membalasnya melambaikan tangan sampai Brian naik lift.


***


Troy sudah sangat gelisah menunggu majikannya, ia ingin menghampiri Brian tetapi takut mengganggunya akhirnya ia memilih untuk menunggu di lobi. Tak lama Brian turun dari lift dan menghampiri Troy, ia menjadi sedikit lega.


"Kita sudah terlambat Troy, kamu sudah menghubungi mereka?" ucap Brian sambil berjalan menuju pintu utama keluar hotel.


"Sudah tuan,Hemmmpphhh" Troy menahan tawanya.


"Kenapa Troy ada yang lucu?" Brian menengok ke kanan dan ke kiri mencari yang membuat Troy tertawa.


"Maaf tuan tapi itu. ."


"Itu apa?" Brian menghentikan langkahnya sebelum masuk mobil.


"Plester tuan motifnya Hello Kity" Troy kembali menahan tawanya. Brian segera masuk ke dalam mobil mencari cermin.


"Tuan sudah tampan dan keren memakai jas, plesternya feminim"


"Ini pasti Nafiza mengerjaiku lagi pantas saja dari tadi dia senyum-senyum memakaikannya" Brian melepas plesternya pelan.


"Kenapa di lepas tuan?"


"Kamu mau aku memakainya terus Troy!"


"Tidak tuan" Troy sudah duduk dan bersiap melajukan mobilnya.


"Cepat jalan"


***


**Hai semoga sehat selalu ya readers

__ADS_1


Salam hangat dari Brian dan Nafiza


πŸ’–πŸ’–πŸ’–**


__ADS_2