
Setelah melakukan operasi Rian kembali keluar dari ruangan nya, tapi saat hendak kesana dia tak sengaja berpapasan dengan dokter Maudy.
“Selamat siang dokter Rian” sapa Maudy ramah, seulas senyum terpancar di wajah cantiknya.
“Siang” balas Rian kemudian.
“Sudah selesai ya Dok operasinya ??”
“Iya. Kamu dari mana ??”
“Saya dari depan mau kembali keruangan”
Rian mengangguk, setelah itu dia pamit untuk masuk keruangan nya, benar kata Seno kalau Maudy sangat cantik, tutur kata yang lembut dan sangat ramah. Siapapun pasti akan tertarik dengan nya.
Maudy adalah dokter gigi, banyak pasien yang datang hanya sekedar untuk memeriksa, bahkan ada yang berpura-pura sakit supaya bisa melihat wajah cantik Maudy.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka, Rian langsung menuju tempat duduknya, merasakan Ponselnya bergetar Rian buru-buru melihat, ada begitu banyak panggilan tak terjawab dari sang Kakak, membuat Rian langsung menelfon balik.
“Halo Kak, ada apa ??. Maaf baru bisa menjawab karena tadi Rian ada operasi” ucap Rian setelah panggilan di jawab oleh Rian.
“Kerumah sakit kita sekarang Rian, Papa masuk rumah sakit”
Degggg.
“Baik Kak, Rian akan langsung kesana”
Setelah panggilan di tutup oleh Kenan, Rian dengan segera pergi, dia sangat buru-buru supaya bisa cepat sampai di rumah sakit keluarga Abraham.
*Papa harus baik-baik saja.
Papa pasti baik-baik saja*.
Sederetan kalimat terus Rian ucapkan dalam hati, dia begitu talut kalau Papa Bayu sakit, dan pergi meninggalkan dirinya. Jujur dia belum sanggup karena dia belum bisa membuat sang Papa Bahagia.
Ciiiiiitt..
Bunyi Rem mobil Rian begitu nyaring terdengar saat dia sudah sampai di depan rumah sakit, buru-buru dia keluar dan menghampiri satpam disana.
“Tolong parkirkan mobilku dengan benar, aku buru-buru” ucap Rian.
Langka kaki yang begitu besar melewati setiap lorong rumah sakit, mencari ruangan dimana sang Papa di rawat kata resepsioinis Papa Bayu sudah di pindahkan keruang VIP khusus untuk keluarganya.
“Pa” ucap Rian setelah membuka pintu ruangan dimana Papa nya ternga berbaring lemah disana.
__ADS_1
Kenan menoleh begitupun dengan Alya, mereka menatap wajah Rian yang begitu sangat khawatir sama seperti mereka yang begitu tau kalau Papa sudah tak sadarkan diri saat di rumah.
“Apa yang terjadi Kak ?? kenapa Papa bisa seperti ini ??” tanya Rian kepada Sang Kakak.
“Kami juga tidak tau, tadi saat Alya ingin memanggil Papa di kamarnya, Papa sudah tidak sadarkan diri”
“Apa kata dokter ..”
“Dokter bilang Papa kena penyakit jantung, karena stres, entah apa yang Papa pikirkan sampai bisa begini” Kenan menatap sedih Papa Bayu yang belum juga sadarkan diri.
Sementara Rian diam terpaku, pikiran nya berkecamuk saat tau apa yang terjadi dengan sang Papa.
Papa pasti mikirin aku, Papa begini pasti karena terlalu cemas dengan hidupku.. Aku memang tidak berguna. Maafkan Rian Pa. Maaf karena udah bikin Papa begini.
Batin Rian dalam hati, tangan nya menggenggam tangan Papa yang sudah mengeriput, akibat di makan usia. .
“Rian pulang lah kerumah !! Papa mungkin stres karena mikirin kamu” ujar Alya yang dari tadi hanya diam saja.
“Papa mungkin tidak mengatakan nya langsung kepada mu, tapi jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam dia tidak ingin kamu jauh dari Papa. Kakak tau kamu ingin melupakan Dewi tapi tidak begini caranya. Berkumpul dengan keluarga adalah suatu hal yang pas untuk cepat move on, dari pada hidup sendiri”
Benar kata Alya lebih baik dirinya kembali kerumah, mungkin saja Papanya akan sehat kembali setelah dia kembali.
Perlahan jari jemari Papa Bayu bergerak, Rian dapat merasakan itu, matanya pun sedikit terbuka.
“Pa Ini Rian” kata Rian berbisik di telingah sang Papa.
“Iya Pa, ini Rian. Papa jangan banyak bicara dulu, Rian akan di sini terus nemenin Papa” hidungnya menyesap cairan putih yang terus keluar seiring derasnya air mata yang membasahi Pipinya.
Rian tak sanggup melihat Papa Bayu begini.
Ini salah ku, jika aku tak memutuskan pergi mungkin Papa tidak akan begini.
Percuma menyalah kan diri terus menerus, Semuanya telah terjadi, sekarang yang harus dia lakukan memperbaiki semuanya.
Dulu aku kehilangan Dewi, sekarang aku juga tidak ingin kehilagan Papa
Sebuah tepukan lembut Rian dapatkan dari sang Kakak, Wajah Kenan sudah sembab mungkin menangis, tapi dia terlihat menguatkan diri karena dia lebih tua dari nya. Kenan tidak ingin lemah juga.
“Sabar Dek”
“Ini salah Rian Kak, ini karma buat Rian”
“Pa-pa Tidak Apa---apa” suara terbata-bata itu kembali Rian dengar, membuat dadanya bergemuruh sakit.
“Rian akan kembali pulang kerumah Pa, maafin Rian karena Rian. Papa jadi begini”
__ADS_1
Seulas senyum Papa Bayu berikan, dia paham akan perasaan putranya. Tapi entah kenapa dia terlalu memikirkan keadaan Rian yang memilih mengontrak.
“Tidak perlu Nak !! jika itu membuat Rian bahagia, Papa akan dukung, asal Kamu berada di jalan yang benar” kata Papa Bayu yang sudah mulai berbicara sedikit lancar.
“Rian akan tetap pulang pa”
“Papa Sayang sekali sama kalian berdua, Papa ingin sebelum Papa pergi kalian semua bahagia dengan pasangan masing-masing. Rian carilah istri lagi, hiduplah berbahagia seperti Kakak mu”
Rian menatap wajah Papanya yang begitu tulus menyayanginya. Entah kenapa dia mengangguk dengan cepat.
“Rian akan segera menikah, Rian akan membawa calon istri Rian dalam waktu dekat”
Entah kenapa tiba-tiba secepat itu dia mengatakan semuanya, hatinya saja tak yakin akan bisa mendapatkan sosok seorang istri dalam waktu dekat tapi kenapa mulutnya bisa begitu lancar mengatakan semua itu...
“Memang kamu sudah ada pacar ??” tanya Kenan.
Rian menggeleng, memang dia tidak punya.
“Terus mana calon istrimu” lagi-lagi Kenan bertanya.
“Aawwwwww” pekik Kenan karena mendapat cubitan yang begitu kuat dari istrinya
...********...
Sore hari Rian duduk termenung di dalam mobil, dia masih berada di rumah sakit tempat Papanya di rawat.
“Siapa yang akan aku jadikan istri ya ??” batin nya bingung...
Tiba-tiba sekelibat bayangan tentang Maudy melintas di kepalanya, sosok dokter cantik yang menjadi incaran para laki-laki disana.
Maudy tuh suka sama kamu, udah sikat aja
Begitulah kata Seno tempo hari, saat dia mengatakan kalau Maudy menyuakinya.
Tapi apa mungkin, apa kelebihan nya sampai Maudy menyukainya.
“Kirimkan nomor Maudy sekarang !!”
Sebuah pesan singkat dan kalimat perintah dia kirimkan kepada Seno, agar dia bisa mengirimkan nomor Maudy. Entah apa yang akan dia lakukan kepada wanita cantik itu.
Seno ; 0853----------
Akhirnya Rian mendapatkan nomor Maudy, dia tersenyum. Sekarang dia hanya harus mencari cara apa yang akan dia kirimkan kepada Maudy.
“Assalamualaikum. Hai”
__ADS_1
Itulah pesan singkat Rian yang dia kirimkan kepada Maudy.