
Sore hari, matahari mulai bergeser ke ujung barat dan menyemburatkan warna orange semu kemerahan di langit. Brian, Nafiza, Troy dan Tita telah sampai di sebuah Villa yang menjadi tempat tujuan menginap mereka.
Suasana sejuk, banyak tanaman dan bunga-bunga yang rimbun. Mereka menginap di sebuah villa dengan arsitektur dari kayu tetapi tetap mewah dan elegant, Brian dan Troy menurunkan beberapa barang bebawaan dari dalam bagasi mobil. Mereka membawa masing-masing tas dan koper yang di bawanya. Brian menyeret koper berjalan sambil memegangi tangan Nafiza, sedangkan Troy mengekor dengan membawa tas slempang yang di taruh di pundaknya. Yang paling kewalahan adalah Tita, ia menyeret sebuah koper besar juga tas slempang, rasa iri melihat keromantisan pasangan suami istri temannya itu muncul kembali.
"Iisshhh Brian dan Nafiza begitu romantis, dia tidak membiarkan Nafiza membawa apa pun dan selalu berpegangan tangan. Sedangkan aku? ya ampun aku kelelahan pun kak Troy tidak peka dan tidak peduli" batin Tita.
Tita akhirnya memilih jalan duluan, menyalip Troy kemudian Brian dan Nafiza, langkah kakinya ia hentak-hentakan cukup keras dan raut wajahnya tidak bagus. Mereka bertiga hanya memandang tingkah Tita yang sedikit grusak grusuk.
"Troy kejar Tita, bantu bawakan kopernya juga. Kamu ini bagaimana bisa membiarkan perempuan membawa banyak barang sendirian" perintah Brian.
"Baik tuan" seperti biasa jawaban Troy singkat.
Ia mengejar Tita dan meraih koper yang di seretnya, Tita sedikit terkejut.
"Eh kak Troy" Troy kini berjalan di samping Tita membawakan kopernya.
"Saya bantu bawakan kopernya nona" ucapnya datar sambil menatap lurus ke depan.
"Dari tadi kek, terima kasih ya kak Troy" kini wajahnya cemberutnya berubah menjadi wajah sumringah. Ia tidak bisa berhenti tersenyum dan menatap Troy.
"Akhirnya seperti pasangan pengantin baru yang mau honey mooon di puncak" batin Tita menjerit-jerit dalam hatinya.
Brian dan Nafiza juga ikutan terkekeh melihat pemandangan pasangan yang sedang mereka jodohkan.
"Aku dan Nafiza di kamar ini, Tita dan Troy kamar kalian bersebelahan. Hati-hati jangan tertukar atau sengaja menukar jadi satu kamar. Kalian bukan muhrim" tegas Brian.
"Ya tidaklah kak Brian, masa aku dan Troy tidur bersama, mau sih tapi mau di halalin dulu, uuuppssss" Tita menutup mulutnya dengan tangannya. "A-aku masuk kamar duluan ya kalau begitu" Tita bergegas pergi dan merebut kopernya yang di pegang Troy.
Nafiza dan Brian jadi menggelengkan kepalanya, Troy seperti biasa datar dan biasa saja. Akhirnya mereka memilih masuk ke kamar masing-masing memeriksa fasilitas yang ada di villa tersebut.
"Waaaahh kamar dan pemandangannya bagus" Nafiza terpesona begitu memasuki kamar ia langsung pergi ke balkon, kamar mereka memang memiliki pemandangan gunung Pangrango di depannya, juga kolam berenang tepat berada di bawah kamar mereka. Nafiza ingin mengabadikan moment ini, ia segera mengeluarkan ponselnya, memotret dan membuat beberapa video sambil sedikit bergaya.
Brian yang melihat Nafiza melakukan selfie kemudian menghampiri dan memeluknya dari belakang, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang kecil Nafiza dan membenamkan kepalanya di leher Nafiza sambil menciumi aroma strawberi ciri khas istrinya. Nafiza menurunkan tangannya, ia memegangi tangan Brian yang berada di perut ratanya.
"Bagaimana kamu suka menginap di sini?"
"Suka, aku jarang pergi menginap di puncak. Biasanya hanya lewat saja bersama kedua orangtuaku"
"Nafizaku sayang" panggil Brian.
"Hmmmmm"
"Ada yang merindukanmu"
"Siapa? jangan bilang jun?" Nafiza menolehkan wajahnya ke wajah Brian.
__ADS_1
"Hehe sekarang kamu sudah tahu dan hapal kebiasaan Jun" Brian memutar tubuh Nafiza menghadapnya, ia menarik pinggang Nafiza agar semakin mendekat padanya, ia mulai mendekatkan wajahnya menuju bibir mungil istrinya.
Tok Tok
"Nafiza" panggil suara dari luar.
"Aduh Tita ganggu saja" keluh Brian melepas Nafiza yang tersenyum meninggalkannya akan membukakan pintu.
"Iya kenapa Ta?"
"Berenang yuk, kak Troy aku lihat sudah berada di sana" Terlihat Tita yang sudah memakai pakaian renangnya, ia sangat antusias.
"Baiklah, tunggu sebentar aku ganti pakaian dulu"
"Oke" Nafiza menutup pintu kamarnya sedangkan Tita menunggunya sambil duduk di kursi depan kamar Nafiza. Tak lama kemudian sahabatnya pun keluar.
"Tidak salah nih? kamu mau berenang dengan kaos dan celana pendek begini? bukannya pakaian renangmu banyak?" Nafiza memakai pakaian rumah yang santai.
"Aku tidak di perbolehkan memakai pakaian renang di sini oleh Brian"
"Oh punya suami agak ribet juga ya"
"Sudahlah tak apa mau pakai baju apapun renangnya, sekarang kita ke sana" tunjuk Nafiza keluar.
"Ayooook" mereka bergandengan tangan sambil berlari kecil dan tertawa, Brian menyusul mereka dari belakang.
Sesampainya di kolam berenang, Tita di buat takjub dengan pemandangan di depannya. Bukan pemandangan alam tetapi Troy yang sedang duduk di kursi sambil merebahkan dirinya, dada bidang dan tubuhnya basah, air masih mengalir dari atas kepalanya turun setetes demi setetes.
"Ya ampun Ta, segitu bucinnya" Tita tak bisa mengalihkan pandangannya pada Troy.
"Fiz kalau aku boleh meminta pada Tuhan, aku mau minta jadi air kolam ini saja, yang bisa menyentuh dan membasahi kak Troy sepenuhnya"
"Hadeh menghayal lagi, Ta sadar Ta sadar!" Nafiza merasa tubuh Tita semakin berat menompa padanya.
"Ada apa?" suara Brian mengejutkan mereka.
"Ini Tita lemah tak berdaya di depan kak Troy" jawab Nafiza, Brian mengalihkan pandangan melihat ke arah Troy yang menebarkan pesona.
"Troy tutup dadamu, kamu menodai mata istriku" teriak Brian.
Troy langsung mendudukan dirinya dan menutupi dadanya dengan pakaian tipis yang di pakainya.
"Maaf tuan"
"Iissshhh kak Troy jangan di tutup, Kak Brian ganggu saja!!" Tita melihat Brian tajam.
__ADS_1
"Haha, satu sama. Kamu juga mengganggu kita tadi"
"Kita? maksudnya kak Brian dan Nafiza? memangnya tadi kalian sedang apa?"
"Ahhh tidak, kami tidak melakukan apa-apa kok" Nafiza ngeles.
"Bilang saja padanya apa yang tadinya akan kita lakukan" seru Brian.
"Iya cerita saja Fiz kalian tadi mau melakukan apa?" Tita penasaran membuat wajah Nafiza menjadi semu kemerahan.
"Ihhh memang ya Brian juga rese!!" ide jahil muncul di benaknya, ia mendorong Brian sampai jatuh ke kolam berenang.
Byuuuuurrrrr
Air di kolam renang menjadi bergelombang, Brian memunculkan kepalanya.
"Istriku jahat! airnya dingin" Brian berenang menuju tepi kolam, tubuhnya agak gemetaran.
"Dingin sekali?" tanya Nafiza.
"Iya, cepat bantu aku bangun, airnya terlalu dingin" Brian meminta Nafiza menjulurkan tangannya dan ia menariknya.
Byuuurrr
Nafiza juga ikut jatuh ke air, Brian segera menghampirinya. Nafiza muncul dengan rambut yang menutupi wajahnya. Brian menyingkirkan rambut basah itu ke belakang telinga Nafiza.
"Hehe maaf ya"
Nafiza menepuk bahu Brian cukup keras.
Plakkkk
"Iseng ih" Brian memeluk Nafiza dalam air.
"Dingin kan, peluk aku istriku" Nafiza membalas pelukannya, mereka bercanda dan tertawa-tawa seakan villa dan kolam berenang ini mereka yang sewa. Eh emang Brian yang sewa. Hahahaha, maksudnya dunia seperti milik berdua, Troy dan Tita cuma jadi pajangan saja. Hehe
Kedua jomblo abadi itu akhirnya hanya bisa menatap iri keuwuan Brian dan Nafiza. Tak lama Tita menoleh kembali ke arah Troy ia bermaksud untuk mendekatinya. Baru beberapa langkah kaki menuju Troy, Tita tersandung sesuatu.
"Awwwww" ia memekik, rasanya kakinya perih. Tita melihat ke bawah pada kakinya, air di tepi kolam menjadi sedikit merah. "Ini darah"
****
To be continued
Siapa yang terpesona juga lihat keseksian Troy? ayo acungkan tangannya. π
__ADS_1
Terima kasih untuk yang sudah mendukung cerita abal-abal ini.
Happy Weekend ππ