Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 125


__ADS_3

Keesokan paginya Kenan dan yang lain nya kembali ke rumah sakit, mata Kenan dan Rian terlihat sembab mungkin saja mereka berdua tidak bisa tidur semalaman.


Memang nya siapa yang akan tertidur dengan nyenyak sementara orang tuanya sedang terbaring di rumah sakit.


Kenan, Alya, Rian dan juga Dewi memasuki ruangan Papa Bayu, sementara Pras sudah di suruh Kenan pulang duluan karena dia harus bersiap untuk acara pernikahan nya besok pagi, Kenan juga meminta maaf karena kemungkinan dia tak bisa hadir disana dan Pras memahami hal itu.


“Bagaimana keadaan Papa sekarang ??” tanya Kenan setelah berdiri di samping sang Papa.


“Seperti yang kamu lihat, Papa baik-baik saja, tadi dokter sudah memeriksa keadaan Papa” jawab Papa Bayu yakin.


“Tapi Papa tetap harus di rawat sampai Papa benar-benar sembuh,” sahut Rian kemudian.


Papa Bayu tersenyum mendapat perhatian dari kedua putra kesayangan nya, hal yang paling dia syukuri karena tuhan memberikan dia kesempatan untuk menjadi seorang Ayah.


“Papa sudah sarapan ??” kali ini sang menantu yang bertanya. Alya.


“Sudah nak, tadi Papa sarapan sebelum minum obat”


Dewi pun tak mau kalah, dia juga memberikan perhatian kepada Papa mertuanya, bersykur banget bagi Dewi karena mempunyai mertua seperti Papa Bayu yang sangat menyayangi nya serta tidak membeda-beda kan dia dan Alya.


Namun dimanakah Hendrik berada saat ini ?? ternyata Hendrik sudah pergi saat subuh tadi karena harus mengurus yang lain dan dia akan datang lagi nanti malam jika Papa Bayu masih di rawat.


“Ken” panggil Papa Bayu kepada putra sulung nya.


“Iya Pa, ada apa ??”


“Papa mau pulang, Papa gak betah berada di rumah sakit ini, biarkan Papa di rawat di rumah saja, kan ada dokter Arif yang menjadi dokter pribadi keluarga kita”


“Tapi Pa”


“Percaya sama Papa, saat ini Papa baik-baik saja, jadi Papa mohon”


Papa Bayu terlihat menangkupkan kedua telapak tangan nya di dada sembari memasang wajah yang memelas supaya anak nya mau menuruti keinginan nya.


“Ayolah Ken, lagian ada Rian juga yang sudah menjadi dokter, jadi banyak orang yang akan merawat Papa” kembali Papa Bayu bicara.


Kenan dan Rian saling pandang mereka meminta pendapat masing-masing,namun Rian mengangkat kedua bahunya tanda kalau dia juga bingung harus bagaimana.

__ADS_1


Sementara Kenan mendesah frustasi, jika dia menolak keinginan Papa Bayu maka Papanya akan marah, tapi jika dia turuti Kenan takut terjadi sesuatu dengan nya.


“Kenan akan bicara dulu sama dokter Pa, jika dokter mengizinkan maka Kenan akan membawa Papa pulang” ucap Kenan dengan tegas.


“Iya sudah”


“Sayang aku nemuin dokter dulu, kamu tunggu di sini” ujar Kenan kepada istrinya.


“Iya Sayang” balas Alya.


Kenan keluar dari ruangan Papa nya, dia berjalan ke ruang dokter untuk menanyakan apakah Papa nya boleh kalau di rawat di rumah saja.


-----------------------------


Setelah Diana pergi dari hidupnya persahabatan Zaki dan Kenan kembali seperti dulu, dan sekarang Zaki baru sadar kalau Kenan sangate membenci Diana.


Saat ini dia sedang mengendarai mobilnya entah lah kemana tujuan nya sekarang, kedua sahabatnya sudah menikah sementara dirinya, boro-boro mau nikah pacar aja gak punya.


“Nasib jadi orang jelek gini amat ya” gerutunya kesal.


Zaki sudah sangat lelah menjadi jomblo, dimanakah jodohnya berada ?? dimana kah dia sembunyi ???


Zaki menghentikan mobilnya di sebuah taman, dia turun dari mobilnya dan melangkah menuju taman itu. Duduk di bangku panjang sambil menghadap ke depan melihat banyak bunga yang bermekaran.


Banyak pasangan muda-mudi yang lewat di depan nya, ada yang sedang bercanda dan ada juga yang saling menyuapi karena makan es cream. Dan itu membuat Zaki bertambah kesal,, dirinya yang sendiri pasti sangat iri melihat semua itu.


Pandangan nya lurus, pikiran nya jauh menerawang masa depan nya yang entah apa yang akan terjadi, bermimpi mempunyai keluarga kecil adalah impian terbesarnya, entah dosa apa yang dia perbuat di masa lalu hingga sampai sekarang dia juga belum nikah, padahal kalau di lihat dari wajahnya Zaki tak kalah tampan dari Kenan.


“Kurang gue apa sih, ganteng iya, punya duit juga, tapi kenapa jodoh gue gak dateng-dateng”


Tiba-tiba sebuah tepukan lembut membuatnya kaget. Zaki menoleh dengan cepat ada sosok Cela yang berdiri di sampingnya.


“Bapak ngapain di sini ??” tanya Cela


“Gue udah bilang jangan panggil gue bapak !! kenapa sih Lo susa amat di bilangin” balas Zaki kesal karena Cela masih saja memanggil nya bapak.


“Hehe, maaf, ok aku akan manggil kamu Abang bagaimana ??”

__ADS_1


“Terserah asal jangan bapak”


Cela tersenyum tanpa di persilahkan Cela langsung duduk di samping Zaki, membuat Zaki mengernyit bingung.


“Ngapain Lo duduk di sini ?? ”


“Ya elah Bang, numpang dikit kok, lagian ini bangku umum kok jadi siapapun boleh duduk di sini”


“Iya kan masih banyak tempat lain kenapa Lo milih duduk di sini, Lo tu ganggu gue tau gak”


“Ganggu Abang yang lagi mengkhayal ya, supaya cepat dapat jodoh,hehe”


Mendengar ucapan Cela , Zaki merasa sangat malu, kenapa Cela bisa tahu semuanya apa dia mendengar semua ucapan nya tadi.


“Makanya Bang jangan galak sama cewek, jadi jauh kan jodohnya” ucap Cela lagi


“Apa sih” balas Zaki


Tiba-tiba semunya hening, baik Zaki maupun Cela sama-sama terdiam, tak ada yang mau bicara lagi, sementara Zaki diam-diam melirik Cela yang hari itu terlihat sangat cantik tanpa mengenakan seragam kerjanya.


“Bang kamu mau gak nikahin aku” ucap Cela tiba-tiba.


“Eh apa ??” tanya Zaki terkejut.


“Abang mau gak jadiin aku istri Abang, aku gak terlalu jelek kok Bang, aku bisa masak”


“Eh Lo kesambet apa sampai bisa bicara begitu, Lo habis obat Ya”


Akan tetapi Cela terdiam, kemudian dia berdiri, dia sangat malu karena mengatakan semua itu kepada Zaki, Cela punya alasan kenapa dia bisa bicara soal menikah.


“Maaf Bang, yang kata-kata aku tadi lupakan saja, maaf aku lancang permisi” ucap Cela langsung berlari meninggalkan Zaki yang diam mematung.


“Eh tunggu” teriak Zaki tapi Cela terus berlari meninggalkan dirinya.


“Tadi dia serius gak ya ngomong gitu ?? kalau Iya aku siap kok jadiin dia istri” ucap Zaki dalam hati.


Benarkah Cela adalah jodohnya yang dia nantikan selama ini ??

__ADS_1


BERSAMBUNG ----


__ADS_2