Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 64


__ADS_3

Tepat jam 01:30 Rian, Kenan dan Papa Bayu pergi keluar. Kenan bahkan harus pergi diam-diam supaya Zio tak tahu.


Mereka berdua menuju taman bermain, Papa Bayu terus terkekeh saat melihat Kenan dan Rian bermain bola. Lucu karena saat ini mereka sudah dewasa bahkan sudah jadi orang tua.


Beberapa pengunjung terus memperhatikan mereka bertiga. Tapi mereka tak peduli yang terpenting bagi Rian dan Kenan sang Papa Bahagia.


Setelah puasa bermain Papa Bayu membeli minuman dan es cream, sama dengan yang dia lakukan saat Kenan dan Rian kecil, hanya berbeda penjual nya saja.


"Ini minum dulu" Papa Bayu memberikan dua botol minuman untuk kedua putranya.


"Es cream nya mana Pa ?" tanya Rian.


"Iya, Ken juga mau es cream" sahut Kenan.


Papa Bayu mengeluarkan dua buah es cream yang ia sembunyikan di belakang badan nya.


"Makasih Pa" Kenan menerima es cream tersebut


Banyak hal yang mereka bertiga lakukan hari ini, seperti bermain di taman, makan di restoran favorit dan terakhir belanja.


Raut kebahagiaan terus terpancar di wajah ketiga pria itu.


Hingga saat jam menunjukan pukul 05 sore Papa Bayu mengajak kedua anaknya pulang kerumah. Papa Bayu merasa lelah.


Di dalam perjalanan pulang, Papa Bayu menyandarkan punggungnya di kursi belakang sementara Kenan yang menyetir.


"Senang gak Pa ?" tanya Rian yang duduk di samping sang Kakak.


"Senang dong, Papa jadi ingat tentang masa kecil kalian" jawab Papa Bayu.


"Wekend minggu depan kita main lagi" sahut Kenan.


"Bertiga lagi ?" tanya Papa Bayu pada Kenan.


"Enggak kalau minggu depan, kita ajak anak-anak pasti akan semakin seru"


Papa Bayu mengangguk.


Tidak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah. Alwi, Zio dan Keyla berdiri di teras.


"Papa dari mana ?" tanya Alwi.


"Iya Daddy sama Om dan Kakek dari mana ?" sahut Keyla menatap tajam Kenan.


Kenan dan Rian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian menatap Papa Bayu.


"Kalian jelaskan semuanya pada mereka. Papa gak ikutan hihi" bisik Papa Bayu.


"Kakek masuk dulu ya, tanya aja sama Papa dan Daddy karena mereka yang bawa kakek" ucap Papa Bayu pada ketiga cucunya.


Setelah Papa Bayu masuk rumah, Kenan dan Rian memasang senyumam yang paling manin.


"Key tanya tadi Daddy kemana ?" tanya Keyla lagi.

__ADS_1


"Iya kenapa gak bawa Zio ?" sahut Zio


Kenan mengelus kepala kedua anaknya "Daddy pergi sebentar ada urusan Nak" jawab Kenan.


"Katanya kalau hari minggu Daddy akan main sama Zio" ucap Zio lagi


"Iya nanti malam kita main ya Nak" Balas Kenan.


Begitupun dengan Rian, ia juga sedang menjelaskan semuanya kepada Alwi. Beruntung Alwi langsung mengerti.


☘️☘️☘️


Malam harinya, karena rasa lelah Kenan langsung berbaring di atas ranjang tanpa mengecek pekerjaan nya dulu.


"Kenapa Yang ?" tanya Alya.


"Capek dek, pijitin bentar ya !" pinta Kenan.


"Bayaran nya apa nih kalau aku pijit ?" goda Alya.


Kenan mendelik kesal ke arah sang istri "Ya ampun Yang, kan selama ini aku udah nurutin semua keinginan kamu" balas Kenan.


Alya terkekeh."Lagi trending tas terbaru loh Dad, bagus banget"


"Kode ini, sejak kapan sih istriku jadi matre begini" tanya Kenan


"Gak papa sih Yang aku matre kan uang kamu banyak, katanya kamu kerja untuk membahagiakan aku, masa beli tas itu aja gak boleh" jawab Alya.


"Ok sayang, akan aku belikan tapi pijit plus-plus ya"


Sementara di rumah Dewi, wanita itu sedang menyandarkan kepalanya di dada sang suami. Mendengarkan detak jantung Afnan dan merasakan belaian lembut sang suami.


"Mas"


"Hmmm"


"Aku mau tanya boleh ?"


Afnan terkekeh "Boleh dong"


"Kenapa Mas bisa menyelamatkan diri di pesawat itu ?" tanya Dewi hati-hati. Ia hanya penasaran saja bagaimana sang suami menyelamatkan diri.


Afnan terdiam sebentar, bahkan elusan tangan nya ia hentikan.


"Waktu itu ---"


,❤️Flasback On❤️


Suasana pesawat terus terguncang, kepanikan para penumpang terus terdengar padahal pramugari sudah berpesan untuk tidak terlau panik.


Sementara Afnan hanya diam saja, hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban dirinya bisa selamat.


"Bapak ambil rompi darurat dan pelampung".pinta seorang perempuan dengan keadaan panik, Afnan tak kenal hanya saja ia tahu kalau wanita itu adalah pramugari.

__ADS_1


"Jika kami semua tidak selamat saya harap bapak bisa selamat, mungkin ini tidak tak masuk akal tapi semuanya serahkan kepada tuhan"


Afnan mengangguk dan menurut, dengan perasaan bertambah panik apalagi guncangan pesawat terus bertambah.


"Disana pintu darurat pergiilah Pak, dan berusaha menyelamatkan diri bapak, ada anak dan istri yang menunggu bapak di rumah, semoga tuhan melindungi bapak selalu"


Afnan berpegang pada kursi penumpang karena pesawat itu miring kekiri, sangat sulit untuk dirinya langsung sampai di pintu darurat, tapi akhirnya Afnan berhasil.


"Ya Allah jika engkau masih memberikan hamba kesempatan tolong selamatkan hamba ya Allah"


Sebelum pesawat itu terjun bebas kebawah, Afnan sudah melompat. Matanya terpejam karena posisinya sangat tinggi.


Setelah itu Afnan tak tahu apa-apa lagi, karena seingatnya tubuhnya tercebur di lautan terdalam.


💟Flasback off💟


"Begitu sayang ceritanya" ucap Afnan dengan tubuh bergetar mungkin masih sangat takut dengan kejadian yang menimpahnya.


"Mas sangat berterima kasih karena pramugari itu memberikan pengarahan pada Mas, untung Mas tidak ikut panik seperti yang lain sehingga Mas busa mendengarkan arahan itu"


Air mata Dewi seketika menetes jika Afnan tak selamat mungkin sekarang ia sudah menjadi seorang janda dan harus membesarkan kedua anak kembarnya seorang diri.


Entah akan jadi apa kehidupan nya, itu sangat menyakitkan.


"Saat membaca nama Mas di daftar penumpang rasanya dunia ini benar-benar jahat Mas, aku gak sanggup waktu itu"


Afnan memeluk istrinya dengan erat "Alhamdulillah Mas bisa selamat dan masih di beri kesempatan untuk menemani kamu dan anak-anak kita" balas Afnan.


"Iya Mas, itulah yang membuat aku terus bersyukur"


"Ya sudah tidur yuk ! udah malam" ajak Afnan.


"Iya Mas, nanti juga bakalan bangun lagi"


Kedua nya tidur dengan saling berpelukan, sebelum baby Arin dan Baby Kia bangun untuk menyusu.


Setia malam Afnan akan membantu istrinya, seperti mengganti popok kedua anaknya, atau menemani jika si kembar tak juga tidur lagi.


Afnan tidak akan membiarkan Dewi sendii, ia tidak ingin istrinya kembali terkena baby blues seperti habis melahirkan Alwi dulu. Cukup semua itu jadi pelajaran.


🍀🍀🍀


Begitupun dengan Rian yang sekarang mulai terbiasa bangun untuk menemani sang istri menjaga Baby Nura, walau kadang sikap Maudy masih seriang kambuh.


Rian ingin menjadi suami dan Ayah yang siaga sekarang..


--


--


--


Episode selanjutnya kisah Dewi dan Afnan awal menikah ya, pada penasaran kan..

__ADS_1


6 hari lagi menuju end ya


__ADS_2