Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 134


__ADS_3

“Ada apa dengan Rian ??” tiba-tiba suara Papa Bayu membuat semuanya menoleh, pria paruh baya itu sedang berdiri di ambang pintu dengan raut wajah penuh ke khawatiran.


“Papa” panggil Rian dengan suara lemah.


Papa Bayu mendekat, iya sekarang keadaan Papa Bayu sudah pulih walau masih dalam pengawasan dokter Arif, dia juga sudah bisa berdiri tanpa merasakan sakit di dadanya lagi.


“Kamu sakit apa ?? kenapa wajah mu pucat sekali ??” tanya Papa Bayu lagi, dia duduk di samping sang anak. Membuat sang menantu Dewi bergeser.


“Rian tidak apa-apa Pa, jangan khawatir”


“Bagaimana tak khawatir !!! lihat wajahmu sudah seperti mayat hidup”


Mendengar perkataan Papa Bayu membuat Rian mendengus kesal, dia tidak terima di bilang seperti mayat hidup.


“Papa ini apa tidak ada bahasa lain selain Mayat hidup ??” tanya nya dengan penuh kekesalan.


“Tidak ada”


Kenan, Alya dan Dewi menahan tawa melihat Rian kesal karena ulah sang Papa.


“Sudah berobat ??” tanya Papa Bayu lagi.


“Dia tidak mau Pa, Dewi udah bujuk Mas Rian buat berobat ke rumah sakit” sahut Dewi kemudian.


“Dasar anak bodoh !!” timpal Papa Bayu sambil memandang Rian dengan Tajam.


Pleeetakkkk.


“Aaaawwww, sakit Pa” adu Rian karena ulah Papa Bayu.


“Dia itu takut sama jarum suntik makanya dia tidak mau di bawah keruma sakit” balas Papa Bayu kepada Dewi.


Kemudian Papa Bayu berdiri “Bisanya cuman nyuntik aja, tapi di suntik pada takut, heran Papa sama kedua anak Papa, Kenan takut sama obat berbentuk Pil, Rian mala takut di suntik” gumam Papa Bayu sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua anak nya.


Walaupun itu adalah gumaman tapi masih terdengar jelas oleh semuanya, membuat Kenan dan juga Rian menahan malu karena disana ada istrinya.


“Panggil Dokter Arif, suruh bawa jarum suntik yang besar kalau dia tidak mau biar Papa yang nyuntik” Titah Papa Bayu kemudian melangka pergi meninggalkan kamar Rian.


Kenan segera menelfon Dokter Arif, dia menjelaskan kalau saat ini Rian sedang sakit, dengan buru-buru Dokter Arif langsung berangkat dari rumah sakit menuju rumah Kenan.


Setelah menghubungi Dokter Arif, Kenan mendekati adiknya, sementara Dewi duduk di samping Alya.


“Kau itu kan dokter masa kau tidak tahu penyakit yang kau derita” omel Kenan


“Kak aku ini sedang sakit butuh perhatian lebih bukan malah di omeli seperti ini, tadi Papa sekarang Kakak”


“Makanya jangan sakit”


Lagi-lagi Rian mendengus kesal, siapa juga yang mau seperti itu, pikir Rian.

__ADS_1


Mengalami mual dan muntah setiap hari, mencium bau makanan tidak bisa apalagi memakan nya, sungguh itu membuat Rian tersiksa.


-


-


Tidak berapa lama Dokter Arif tiba di rumah Kenan, pria itu tampak sangat khawatir, tapi saat melintasi ruang keluarga kepanikan nya sedikit memudar karena melihat Papa Bayu sedang duduk santai sambil menonton televisi.


“Kau sudah datang rupanya” Ucap Papa Bayu tanpa menoleh.


“Iya Tuan, tadi saya di kabari Kenan katanya Rian sakit” jawab Dokter Arif sopan.


“Kau bawa suntikan yang besar ??” pertanyaan Papa Bayu membuat Dokter Arif mengernyit bingung, buat apa suntikan besar.


“Buat apa ya Tuan ??”


“Buat jaga-jaga siapa tahu Rian perlu di suntik, kalau iya biar aku yang nyuntik supaya dia tidak bisa kabur”


Dokter Arif tampak mengangguk-anggukan kepalanya antara mengerti atau tidak dia hanya perlu menganggukan kepakanya.


Kemudian Dokter Arif permisi untuk memeriksa keadaan Rian, dia menaiki anak tangga hingga sampai di sebuah kamar dimana kedua pasangan suami istri itu sedang ada disana.


“Kau lama sekali” ucap Kenan


“Kau pikir aku bisa terbang, dari rumah sakit ke sini butuh waktu dan di lantai bawa aku di ajak ngobrol dulu sama Tuan Bayu” jelas Dokter Arif.


“Cih Alasan”


“Ayang jangan kasar sama Dokter Arif, nanti aku suruh tidur di luar” ancam Alya membuat Kenan langsung merinding ketakutan..


Melihat perubahan wajah Kenan, Dokter Arif langsung tertawa terbahak-bahak, tak menyangka dia kalau Kenan akan setakut itu dengan ancaman yang sangat kecil menurutnya.


“Diam Kau” ucap Kenan kesal karena Dokter Arif terus menertawakan dia.


Segera Dokter Arif menutup mulutnya sebelum di tendang oleh Kenan.


“Dok tolong periksa suami saya !! kenapa akhir-akhir ini dia mengalami mual dan munta terus” pinta Dewi yang sudah tak sabaran mengetahui kenapa suaminya mengalami hal seperti itu.


“Baiklah”


Dokter Arif mendekati Rian, dia langsung memeriksa keadaan Rian, di mulai dari tendi darah dan denyut jantung.


“Sudah berapa lama kau seperti ini Rian” tanya Dokter Arif


“3 Hari Kak”


“Selain gejala Mual dan Muntah apa saja yang kau alami”


“Tidak ada, tapi akhir-akhir ini indera penciuman ku seperti ada masalah, soalnya aku selalu sensitif kalau mencium bau masakan, dan itu membuat gejala Mual ku bertambah”

__ADS_1


Dokter Arif menyimpulkan hasil pemeriksaan nya, dan sepertinya dia sudah mengetahui permasalahan nya.


“Seperti nya bukan kau yang perlu di periksa tapi istrimu” ucap Dokter Arif kemudian.


“Apa ?? kok aku Dok ?? kan yang sakit suamiku” balas Dewi heran..


“Dasar dokter bodoh, kau lihat Dewi tidak apa-apa kenapa kau mala mau memeriksa dia, yang sakit itu Rian, ayoo kau punya niat buruk Ya ??” sahut Kenan dengan memandang dokter Arif curiga.


“Ayaaaang ” suara Alya membuat Kenan kembali diam.


“Aku awalnya berpikir begitu Dok, seperti nya yang harus di periksa Dewi, setelah aku mendengar yang di alami Rian beberapa hari ini” ucap Alya membenarkan perkataan Dokter Arif..


“Sayang kok kamu belain dia ??” tanya Kenan tak terima.


“Diam ih !!” balas Alya kepada suaminya.


“Memangnya kenapa harus istriku yang di periksa Kak ??” tanya Rian karena dia juga heran dengan semua itu.


“Kemungkinan istri kamu hamil dan yang mengalami mual dan muntahnya itu kamu, kan kamu dokter Rian masa tidak tahu hal begini sih” jelas dokter Arif sambil bertanya.


“Dengan keadaan aku yang lemah seperti ini mana bisa mikir sih Kak”


Rian dan Alya sekarang paham kenapa Rian mengalami hal seperti itu, akan tetapi berbeda dengan Kenan dia masih memikirkan ucapan dokter Arif..


“Dewi yang hamil kenapa Rian yang mual, perasaan dulu aku enggak ??” tanya nya pada diri sendiri tapi dengan nada pelan.


“Itu dinamakan sindrom couvade. Sindrom couvade adalah kondisi di mana calon ayah ikut mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti berat badan naik, mual, insomnia, dan juga mood swing.” jelas Alya yang mendengar pertanyaan suaminya.


“Berarti kemungkinan aku hamil ya Al ??” tanya Dewi.


“Kemungkinan Wi coba beli alat tes kehamilan, biar Kak Kenan yang beli” ucap Alya


“Loh kok aku Yang ?? kan yang menghamili Rian kenapa yang beli aku sih ??”


-----------


Mohon maaf ya sekarang Update nya gak bisa banyak-banyak keadaan ku sekarang masih setenga syok, malam-malam kemaren rumah ku hampir kebakaran gara-gara mati lampu. terus adik ku ngidupin lilin, untungnya aku gak tidur. kejadian pas jam 11 malam.


Zaki : Thor kapan aku malam pertama ya ?? perasaan lama amat 🤔🤔


Pras : aku duluan aja Thor soalnya penasaran banget sama rasanya 😁


Author : aku tuh bingung mulai nya dari mana 🤔 apa aku biarin aja ya kalian jadi perjaka tua.


Zaki : awas kau thor 👊👊👊👊


Pras : 😭😭😭


Aska : untung aku udah 💃💃💃💃🤣🤣

__ADS_1


Kenan : tolong dari pada ribut sama malam pertama mending temenin aku beli alat tes kehamilan.


__ADS_2