
Nafiza dan Brian telah sampai di rumah, mereka bergegas masuk ke dalam.
"Bi tolong kemasi barang-barang kami ya, aku dan Nafiza akan menginap di puncak selama 2 malam" ucap Brian pada Bi Inah yang menyambutnya di depan pintu masuk.
"Baik tuan" Bi Inah segera naik ke lantai dua menuju kamar Brian untuk mempersiapkan barang bebawaan yang di butuhkan kedua majikannya.
Nafiza mengikuti Bi Inah hanya saja ia langsung duduk di ranjang king size di kamarnya, ia sedang memeriksa ponselnya, rasanya tak sabar ingin menghubungi Tita memberinya kabar gembira.
Tut tut tut
"Iya halo fiz" saluran teleponnya sudah terhubung dengan Tita.
"Ta kamu sedang apa?" tanya Nafiza basa basi.
"Aku tidak sedang melakukan apa-apa, aku baru sampai di rumah tadi sehabis pergi jalan-jalan ke Alun-alun kota. Ada apa?"
"Begini Ta aku dan Brian akan pergi menginap ke Villa, apa kamu mau ikut?" Nafiza bertanya dengan hati-hati karena takut Tita belum bisa move on dari hasil ujian tes masuk Universitasnya yang gagal.
"Tidak mau ah, aku hanya akan menjadi obat nyamuk jika ikut bersama kalian" jawabnya acuh.
"Yah sayang sekali, aku pikir tadinya kamu bisa ikut dengan kami bertiga"
"Bertiga? satu lagi siapa?"
"Aku, Brian dan kak Troy" Nafiza berbicara sambil tersenyum.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, aku OTW ke rumahmu. Tunggu aku! jangan berangkat jika aku belum sampai!" ucapnya semangat 45.
"Siap! cepat kemarilah sahabatku. Ayo kita bersenang-senang, lupakan segala kegundahan" Nafiza tak kalah semangatnya tetapi. .
Tuuuuutt tuuutt
Saluran teleponnya di putuskan Tita.
"Huh dasar! padahal aku sedang berbicara untuk mengiburnya. Tak sopan!" Nafiza melempar ponselnya ke bantal. "Bi nanti tolong siapkan pakaian berenang untukku dan Brian juga ya"
"Tidak usah pakai pakaian berenang, kamu jika ingin berenang pakai kaos dan celana pendek saja" Brian tiba-tiba masuk ke dalam kamar, ia langsung menyauti perkataan Nafiza pada Bi Inah dan memandangnya.
"Ih Brian tidak seru ah masa berenang memakai pakaian rumah" Nafiza berbicara sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.
"Pakaian berenangmu itu terlalu seksi, lagi pula di puncak itu dingin. Jika berenang memakai pakaian terbuka yang ada nanti kamu malah masuk angin" Brian mendudukan dirinya di samping Nafiza.
"Alasan! bilang saja memang aku tidak boleh memakai pakaian renang di depan orang lain" ucapnya kesal.
"Nah itu sudah tahu"
"Brian rese!"
"Bi ingat tidak usah di bekalkan pakaian berenang ya"
"Baik tuan" Bi Inah mengemasi beberapa pakaian Brian dan Nafiza dari dalam lemari dan menaruhnya ke dalam koper.
"Tapi"
__ADS_1
"Kalau masih memaksa mau memakai pakaian renang lebih baik tidak usah jadi ke puncak" ancam Brian sambil mengeluarkan ponselnya.
"Huuuhhh iya iya aku akan berenang memakai kaos lengan panjang dan celana panjang sekalian"
"Haha itu lebih bagus lagi, sudah kamu hubungi Tita, bagaimana dia bisa ikut?"
"Sudah, tentu saja dia ikut jika aku menyebut nama Troy di depannya"
"Oh oke kalau begitu ayo kita tunggu di bawah, mungkin sebentar lagi mereka akan datang" Brian berdiri dan menarik tangan Nafiza untuk ikut dengannya.
Mereka pun menuruni tangga berjalan menuju ruang utama rumah mereka. Di sana terlihat Troy yang sudah datang membawa ransel di bawahnya.
"Wah kak Troy cepat sekali sudah sampai di rumah kita" Nafiza takjub dengan Troy yang selalu sigap dengan kehadirannya.
"Dia ini sekretaris ajaib"
"Apa kalian berdua punya telepati? aku tidak melihatmu menghubunginya sejak tadi"
"Rahasia pokoknya. Hehe"
"Iiissshhhh" Nafiza dan Brian berhenti tepat di depan Troy.
"Selamat siang nona" Troy membungkukkan badannya.
"Selamat siang kak Troy, kita hanya tinggal menunggu Tita nih" Nafiza mengecek jam tangannya.
"Kita tunggu saja mungkin sebentar lagi" ucap Brian.
"Nafiza" panggil seseorang dari luar.
"Itu pasti dia" Nafiza membukakan pintunya. Terlihat seseorang yang sedang menggibaskan rambut semu coklatnya. Ia langsung menoleh saat mendengar pintu terbuka.
"Ayo aku sudah siap" Tita datang membawa koper dan satu tas besar yang menempel di pundaknya.
"Hei kamu mau kemana Ta? bawaanmu banyak sekali, seperti mau pergi satu minggu saja" Nafiza mentertawakan Tita.
"Sssttttt aku kan harus mempersiapkan diri untuk menginap bersama kak Troy, aku harus mempersiapkan segalanya dengan baik" bisiknya pada Nafiza.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh di sana, lakukan hal yang sewajarnya saja ya"
"Aku tidak memikirkan apa-apa, bisa menghabiskan malam bersama kak Troy sambil melihat bintang-bintang saja aku sudah sangat bahagia" Tita membayangkannya, duduk berdampingan dengan Troy yang merangkul bahunya sambil tersenyum keduanya saling memandang dan wajah mereka semakin dekat dan dekat.
"Huuussshhh mulai deh halu" Nafiza menggibaskan-gibaskan tangannya di depan wajah Tita.
Brian dan Troy menghampiri mereka.
"Bagaimana sudah siap semua belum? kalau sudah ayo kita berangkat" ajak Brian.
"Sudah kok, koper kita mana?" tanya Nafiza, Bi inah terlihat menyeret koper tersebut dan memberikannya pada Troy.
"Kalau begitu lets go!!" seru Brian. Mereka berempat pun berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan pak Ramli. Brian membantu Troy memasukkan bebawaan ke dalam bagasi di belakang kemudian mereka menyusul masuk ke dalam mobil yang sudah ada Nafiza dan Tita.
Tita dan Troy duduk di depan, sedangkan Nafiza duduk di belakang bersama Brian. Troy mulai melajukan mobilnya.
__ADS_1
Tita menekan layar kecil yang berada tepat di depannya, ia memutar lagu untuk menikmati suasana agar perjalanan menjadi lebih seru.
*Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudera
Bersama teman berpetualang
Ost. Ninja Hatori
Anak 90an mana suaranya!! Pasti tahu kan lagu ini. Hehehe*
Entah kenapa meski lagunya adalah lagu pembuka animasi tetapi mereka berempat malah bernyanyi bersama dan tertawa-tawa.
"Lagu ini mengingatkan memoriku saat aku kecil" Brian.
"Aku juga tahu sedikit dengan lagu ini" Nafiza.
Sepanjang perjalanan mereka habiskan untuk bercengkrama, hingga akhirnya mereka mulai lelah.
Nafiza menyandarkan kepalanya di bahu Brian, sedangkan tangan Brian mengelus-ngelus rambut Nafiza dan tangan satunya memegang tangan Nafiza di dekat pinggangnya.
"Kamu lelah?" tanya Brian masih dengan aktifitasnya. Nafiza menganggukan kepalanya pelan.
"Tidurlah, jika sudah sampai aku akan membangunkanmu"
"Hemmmm" Nafiza mulai menutup kedua matanya.
"Iiiihhh aku merinding, kalian berdua bisakah tidak usah bermesraan di sini!" Tita menoleh ke belakang tempat Nafiza dan Brian duduk.
"Bilang saja iri Ta" Nafiza dan Brian menggoda Tita.
"Hargailah kami yang belum punya pasangan tuan Brian dan nona Nafiza, kak Troy kamu kuat berada terus di samping mereka selama ini?" pandangannya kini beralih pada Troy.
"Iya"
"Ini sih belum seberapa mesranya mereka" batin Troy.
"Waahhhh aku salut denganmu kak Troy, kalau aku sih jiwa jombloku meronta-ronta" Tita menepuk-nepuk pundak Troy. Sok dekat.
"Sebenarnya sama, cuma tidak bilang saja" batin Troy lagi.
"Kalau masih sama-sama jomblo kalian jadian saja" timpal Nafiza.
Krik Krik Krik
Suasana hening seketika.
***
Maaf ya nanggung. hehe
Bonus Visual soalnya author gak up kemarin.
Di lanjut lagi besok ya biar penasaran π
Love untuk semua Readers dan Author yang selalu mendukung aku ππ
__ADS_1