Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Pergulatan Hati


__ADS_3

Bak di sambar petir, Troy berdiri sambil menundukkan wajahnya.


"Hahaha, kak Troy jangan bersedih" tawa Tita renyah. "Aku sebenarnya sangat ingin membuatmu panik tapi melihatmu seperti ini aku malah jadi tidak tega" Troy mengangkat wajahnya lalu memandang Tita tak mengerti.


"Maksud Tita?"


"Ayo kita daftarkan pernikahan kita kak Troy, kita buat kartu undangan, kita adakan resepsi dan kita buat kue donat yang bulat dan utuh seperti cintamu tadi" Kata-kata manis yang di ucapkan Tita membuat Troy tersenyum bahagia.


"Kita jadi kawin?" tanyanya memastikan.


Tita menganggukan kepalanya cepat.


"Troy kawin sama Tita?" tanyanya lagi.


"Huss bukan cuma kawin tapi nikah"


Troy memeluk dan mengangkat tubuh Tita sambil berputar dan berteriak.


"Mak lamaran Troy di terima. . Troy jadi kawiiiinnn" ucapnya dengan suara lantang.


"Eh malu kak Troy" Tita minta di turunkan.


"Troy sangat menyayangi Tita" ucapnya kaku.


"Tita juga sangat sayang pada kak Troy" pandangan mereka bertemu, Troy mempersempit jarak di antara mereka sedikit demi sedikit.


Bibir mereka hampir bertemu, tiba-tiba saja angin berhembus kencang hampir menjatuhkan gelas yang ada di atas meja sehingga menimbulkan suara denting yang keras membuat Tita dan Troy terkejut.


Seketika mereka menjauhkan kembali wajahnya.


"Hem anginnya kencang, cuacanya menjadi dingin" ucap Tita sambil menggosok-gosok tangannya.


"Ini mungkin waktu yang tepat untuk mengajak Tita pergi ke kamar"


"Tita" panggilnya.


"Iya"


"Apa Tita mau ikut denganku ke kamar hotel?" tawarinya membuat Tita sedikit membulatkan matanya. "Ma-maksudku kita menghangatkan diri di kamar hotel biar tidak terkena angin kencang takut nanti masuk angin"


"Alasan yang aneh dan tidak masuk akal" sesal Troy.


"Baiklah" jawab Tita singkat, sebenarnya jantung Tita berdetak tidak karuan saat Troy mengajak masuk ke kamar hotel tapi ia berpura-pura bersikap wajar.


"Ka-kalau begitu lewat sini" Troy berjalan terlebih dahulu, ia sangat gugup. Pikirannya mulai berkecamuk, benarkah dirinya dan Tita tidak akan melakukan apa-apa di dalam kamar hotel. Entahlah


Di saat mereka akan menaiki lift mereka sempat melewati lobi dan melihat ada seorang pria paruh baya mengenakan seragam krem ciri khas seragam satpol PP. Troy berdenyit kaget.


"Eh ada satpol PP, apa mereka akan melakukan penggerebekan kamar hotel ya malam ini" tubuh Troy agak bergetar. "Bagaimana jika aku khilaf dan sedang ena-ena kemudian satpol PP datang, urusannya bisa gawat" Sempat terngiang untuknya membatalkan membawa Tita ke kamar hotel tetapi tiba-tiba.


"Malam ini aula di sewa oleh kepala Satpol PP mereka akan mengadakan penyuluhan untuk anggota satpol PP yang baru, kita harus cepat-cepat mempersiapkannya" terdengar dua orang pegawai hotel mengobrol dan melintas di samping Troy, membuat Troy bernapas lega.


Devil : "Lagian sih Troy mikirnya macem-macem aja, pokoknya malam ini bebas NO Penggerebekan. Sudah sampai atas hajar Troy" godanya.


Angel : "Jangan Troy jangan"


Devil : "Maksudnya apa? jangan sebentar? jangan sekali? jangan sampai enggak? kalau ngomong tuh sampai selesai"


Angel : "Ye sewot amat"

__ADS_1


Author : "Apa sih malah pada berantem!"


Angel dan Devil : "Author yang bikin kita berantem!!"


Author : wekawekawekaweka πŸ˜‚


Kembali pada Troy,


Troy dan Tita sudah sampai di depan lift, mereka berdua sama-sama canggung dan gugup. Selama berjalan bersama mereka hanya bergandengan tangan tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Mereka tiba di depan kamar hotel, Troy berusaha membuka pintu kamar, terlihat tangannya masih sedikit gemetar.


"Kak Troy tidak enak badan?" tanya Tita melihat gelagat aneh pada tubuh Troy.


"Tidak, aku baik-baik saja kok" jawabnya, pintu kamar hotel pun terbuka.


Mereka berdua berjalan masuk ke sana, setelah sampai di dalam, Tita melepaskan tangan Troy ia berjalan menuju sebuah meja yang di atasnya sudah tersedia makanan.


"Wah kebetulan aku lapar sekali" Tita mengalihkan perhatiannya, untuk menghilangkan rasa grogi.


"Kalau begitu ayo kita makan, makanan ini memang sengaja aku pesan untuk Tita"


"Wah terima kasih kak Troy" Tita dan kekasihnya itu duduk berhadapan, mereka menyantap makan malam romantis dengan pemandangan dari jendela yang terbuka. Suasana kota dengan lampu-lampu kelap kelipnya terlihat dari atas sana.


"Makanannya enak benar kata kak Troy"


"Syukurlah kalau Tita suka"


Tita berdiri dari duduknya dan berkeliling melihat isi kamar, banyak lilin dan bunga-bunga di dekat ranjang. Ia mengambil kelopak bunga berwarna merah itu dan menghirup aromanya.


Jiwa romantis Troy keluar, ia menghampiri dan memeluk Tita dari belakang, ia meletakkan dagunya tepat di bahu Tita.


"Kapan? kenapa ayah dan kak Troy tidak ada yang menceritakannya padaku?" Tita memegang tangan Troy yang melingkar di tubuhnya.


"Beberapa hari yang lalu, ayah Tita berkata jika aku mencintai Tita maka aku harus menikahi Tita jangan hanya berkencan"


"Oh itu sebabnya kak Troy melamarku"


"Apa Tita marah?" Troy mengangkat wajahnya memandang Tita.


"Mana bisa aku marah, itu tandanya kak Troy benar-benar serius padaku dan ingin membuktikannya di depan ayah, terima kasih sudah mau memilihku menjadi calon istri kak Troy" Tita membalas tatapan mata Troy.


"Aku yang seharusnya bilang terima kasih karena sudah memberikan cinta untukku"


Troy memutar tubuh Tita menghadapnya, dia mendekatkan wajahnya hingga akhirnya bibir mereka menyatu.


Troy mencium Tita lembut dan perlahan, tangannya beralih mengelus wajah Tita pelan. Ia ingin mempraktekan tutorial dari video yang di lihatnya, memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri. Ternyata benar, rasanya nikmat dan membuat Troy bertambah bergairah.


Sesuatu di dalam celananya mulai menegang dan keras.


"Jangan berdiri, santai saja tak usah tegang" Troy mencoba menahan hawa nafsunya sendiri, rasanya ia ingin mengelus adik kecilnya itu agar lemas kembali tetapi bukankah semakin di elus dia akan semakin menegang? keadaan yang serba salah sekali.


Troy memperdalam ciumannya, ia mendorong tubuh Tita perlahan ke kasur di dekatnya.


Birahinya memuncak, Troy melepas jas yang di pakainya, Tita hanya bisa terdiam pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh lelaki yang di cintainya tersebut.


Troy kembali mencium Tita, kali ini ia menuruni leher jenjang kekasihnya itu. Tetapi tiba-tiba ia merasa ada yang akan keluar dari dalam dirinya dan berasal dari bawah sana.


"Sayang sebentar ya aku ingin buang air kecil dulu" ucapnya melepas bibirnya dari Tita.

__ADS_1


"Pakai kebelet pipis segala!" kesal Tita dalam hati.


Troy dengan segera pergi ke kamar mandi dan secepat kilat sudah kembali, ia langsung menidurkan dirinya di atas tubuh Tita.


"Tadi aku sampai mana?" tanyanya polos.


"Sampai sini" Tita menunjuk leher sebelah kanannya, Troy memulai kembali aksinya melanjutkan pergerakannya.


Tita mengeluarkan suara desaunya sedikit demi sedikit, menikmati setiap sentuhan Troy. Keduanya merasakan hawa panas dalam tubuhnya.


Tok Tok Tok


Suara pintu kamar di ketuk, membuyarkan kenikmatan yang sedang mereka rasakan.


"Siapa yang datang kak Troy?" tanya Tita.


"Aku tidak tahu"


"Bukan aparat keamanan, ayah atau satpol PP kan?"


Satpol PP : "Perasaan di sebut-sebut terus"


Author : Hahahaha


"Aku jadi takut membuka pintu" ucap Troy tetapi mau tidak mau dia harus membukanya karena ketukan pintu itu semakin kencang.


Troy perlahan mendekat dan mendorong gagang pintunya. Tita ikut berdiri dari ranjang dan menegang.


Pintu kemudian terbuka.


"Tuan?" sapa Troy pada Brian.


"Hai kak Troy" suara Nafiza, di belakangnya ada kedua orangtua Nafiza dan kedua orangtua Brian.


"Kami masuk ya, ayo mah pah mamih papih masuk dulu ke dalam" Brian memboyong keluarganya ke dalam kamar.


Mereka semua masuk dan Nafiza memperkenalkan Tita pada keluarga Brian, Nafiza juga menceritakan jika malam ini Tita baru saja di lamar Troy, mereka mengucapkan selamat pada Tita.


Brian memperhatikannya dari jauh bersama Troy.


"Kenapa tuan tahu saya ada di sini?" tanyanya ragu-ragu.


"Aku sudah menitip amanat pada pihak hotel jika kamu sampai menyewa kamar hotel mereka harus menghubungiku"


Troy hanya diam mendengarkan.


"Tadi sudah sampai mana kalian melakukannya?" tanya Brian menyelidik.


"Baru sampai sini tuan" Troy menunjuk lehernya. Brian langsung menyikut perut Troy dengan sikunya.


"Nakal kamu Troy aku bilang jangan sekarang!"


"Maaf tuan" Troy membungkukan badannya kemudian mereka berdua panggil oleh Nafiza di minta untuk bergabung.


"Gagal total, lemes sendirikan sekarang" Troy melihat ke bawah celananya sedih, ada yang melemah di dalam sana.


***


Maaf ya Gaje 😁

__ADS_1


__ADS_2