
Keesokan harinya Rian terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa pusing mungkin karena dia tidur sudah jam 03 pagi.
Rian menatap ke sekeliling nya dia baru sadar kalau ternyata dia tidur di ruang keluarga, televisi masih menyalah bahkan suara musik masih terdengar walau tak sekencang semalam.
“Aaauuuu, kepala ku kenapa pusing sekali??” ucap Rian sambil memegangi kepalanya bagian kanan yang memang terasa sangat pusing.
Dia berusaha bangkit, berpegangan pada sofa sambil berusaha berjalan untuk naik ke lantai atas, Rian ingin tidur di kamar dan berada di atas kasur empuknya.
Tak lupa sebelum itu dia mematikan televisi dan musiknya, Rian menatap ke arah dapur biasanya ada Dewi yang sedang memasak tapi pagi ini tak ada, semuanya bagaikan hilang.
Rian menaiki satu persatu anak tangga, dia masih memegang kepalanya yang masih terasa berat.
Ceklek.
Rian membuka pintu kamarnya, dia kembali menatap sekelilingnya, semuanya terasa sepi sekali, walau dia dulu hanya tinggal berdua dengan Dewi tapi kenapa rumah nya begitu ramai tak seperti Semarang.
“Kenapa aku masih memikirkan dia sih ?? jelas-jelas dia sekarang bukan lagi istriku” gumam nya pelan.
Di sisi lain Kenan dan Papa Bayu hendak pergi kerumah Rian, entah kenapa semalam perasaan Papa Bayu tidak enak dia merasa terjadi sesuatu kepada putra bungsunya itu.
Awalnya Papa Bayu akan berangkat sendiri tapi tak di izinkan Kenan, dia akan mengantar sang Papa kesana lagian Kenan juga ingin meminta maaf sama Rian karena telah memukulnya waktu itu.
“Ayo berangkat Pa” ajak Kenan setelah mereka selesai sarapan.
“Iya, tapi kamu beneran gak ngantor ??” tanya balik Papa Bayu.
“Enggak Pa, Kenan akan mengantar Papa Hari ini, lagian Kenan juga kangen sama Rian”
Papa Bayu mengangguk, sebelum berangkat Kenan tak lupa pamitan kepada istri dan anaknya.
“Sayang aku ke tempat Rian dulu ya !” pamit Kenan ke sang istri.
“Iya hati-hati di jalan, titip salam untuk Dewi” balas Alya yang saat ini sedang berjemur dengan Keyla.
Kenan berjongkok untuk mensejajarkan tubuh nya kepada sang anak, Keyla yang melihat ada Kenan langsung tertawa membuat Kenan pun ikut tersenyum.
“Daddy kerumah Om Rian dulu, anterin Kakek, Key di rumah aja sama Mommy” kata Kenan dengan lembut.
Keyla masih tertawa, jari-jari mungilnya membelai pipi Kenan, membuat Kenan semakin gemas dan merasa enggan untuk pergi.
“Udah sana, gak enak Papa nungguin nya lama, katanya nanti siang mau anterin aku sama Key” titah Alya.
“Iya Mom galak amat sih”
__ADS_1
Kenan berdiri tapi sebelum itu dia mencium pipi Keyla begitupun dengan Alya, mereka adalah sumber kebahagiaan Kenan.
Kenan berjalan meninggalkan anak dan istrinya, menyusul sang Papa yang saat ini sudah menunggu di depan.
“Maaf lama Pa, soalnya pamit dulu sama Key” jelas Kenan setelah berdiri di dekat Papa Bayu.
“Hmmmm”
Kenan langsung mengambil mobilnya dan setelah itu membukakan pintu mobil untuk sang Papa, mereka langsung berangkat menuju rumah Rian.
Di dalam perjalanan tak ada pembicaraan di antara mereka, Papa Bayu masih memikirkan tentang perasaan nya yang tidak enak semenjak semalam.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah Rian, Kenan turun dan membukakan pagar karena memang tak ada pembantu di rumah itu, setelah nya Kenan kembali ke mobil untuk menjalankan mobilnya masuk kerumah Rian.
“Kok sepi” tanya Papa Bayu setelah mereka turun dari mobil.
“Wajarlah sepi mereka kan hanya tinggal sendiri” jawab Kenan.
Papa Bayu mengangguk membenarkan perkataan Kenan, setelah itu mereka langsung menuju pintu utama dan mengetok nya.
Tok
Tok
Tok
“Kemana Rian kenapa tak ada yang membukakan pintu” Ucap Kenan kesal.
“Coba telepon, apa mereka sedang menginap di rumah kedua orang tuanya Dewi ”
Kenan pun langsung mengambil ponselnya dan menekan panggilan ke nomor Rian, namun ternyata ponsel Rian tak aktif begitupun dengan Dewi.
Karena kesal Kenan mencoba membuka pintu namun ternyata pintu nya tak terkunci, Kenan menoleh ke Papanya dan Papa Bayu hanya mengedipkan bahu nya tanda tak mengerti.
“Rian, Dewi” panggil Kenan dengan berteriak, dia langsung masuk kedalam rumah di ikuti oleh Papa Bayu.
“Rian" kembali Kenan berteriak memanggil nama adiknya
“Gak ada orang seperti nya Ken”
“Kemana mereka ya Pa ??”
“Papa juga tidak tahu Ken”
__ADS_1
Kenan memutuskan untuk pergi ke kamar sang adik, walaupun ragu dia tetap membuka pintu kamar tersebut, biarlah nanti dia di katakan lancang karena masuk ke kamar orang sembarangan, salahnya tak ada yang menjawab saat Kenan berteriak.
Ceklek.
Kenan masuk ke kamar tersebut, dia melihat Rian tidur dengan tengkurap, Kenan meneliti kamar itu karena mencari keberadaan Dewi, ternyata tidak ada, bahkan di kamar mandi saja tak ada suara apapun.
“Rian bangun !!” panggil Kenan sambil menggoyangkan tubuh Rian yang masih terlelap.
“Hmmm, apa sih" jawab Rian dengan suara serak.
“Rian ini Kakak, ayo bangun !! ada Papa di bawah”
Mendengar kata Papa mata Rian langsung terbuka, dia langsung duduk dan terkejut karena ada sang Kakak di kamarnya.
“Kakak ngapain kesini ??” tanya Rian dengan mata yang masih mengantuk.
Plettakkk.
Kenan langsung menjitak kening Rian, karena pertanyaan Rian yang menurutnya tak masuk akal.
“Kakak mu kesini kok nanya nya gitu, apa kamu tidak suka Kakak disini”
“Hmmm, bukan begitu Kak, kan kalau kakak mau kesini kabarin dulu”
“Nomor mu saja tidak aktif di telefon”
Rian baru sadar kalau ponselnya dia matikan semalam.
“Mana Dewi ??” tanya Kenan dengan serius.
“Tidak tahu” jawab Rian ketus.
“Tidak tahu ?? Rian dia itu istrimu bisa-bisa nya kamu tidak tahu dimana istrimu”
“Dia pergi Kak, karena semalam Rian talak dia”
“Apa ??” Kenan terkejut mendengar ucapan adiknya, kenapa bisa dia begitu mudah mengatakan kata talak tersebut bahkan yang dulu Kenan tak suka dengan Alya tak pernah terucap sedikit pun kata tersebut.
“Biasa aja sih Kak, berarti aku sama dia gak cocok lagi”
“Kau gila Rian, kau pikir pernikahan ini mainan, astaga kenapa kamu bisa begini Rian” ucap Kenan frustasi. Dia tak habis pikir dengan jalan pikiran adiknya itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1