Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 36


__ADS_3

Allah hu Akbar.


Allah hu Akbar...


Suara Adzan subuh berkumandang membangunkan tidur nyenyak Afnan dan Dewi. Tubuh Dewi menggeliat, matanya menyipit untuk menyamarkan matanya ke sinar lampu yang terang benderang. Karena semalam Afnan lupa mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur.


“Sana kamu duluan yang ke kamar mandi ! sambil tes ya Dek !” titah Afnan.


Walaupun ragu Dewi tetap menuruti keinginan suaminya, membawa satu buah alat tes kehamilan yang di belikan Afnan semalam.


Ini adalah air kencing Dewi yang pertama, menurut informasi yang ia baca bahwa mengetes kehamilan itu di lakukan di pagi hari karena hasilnya akan sangat akurat.


Dewi mencelupkan alat tes kehamilan kewadah yang berisi air kencingnya, mencelupkan dengan sangat hati-hati sampai batas yang telah di tentukan.


"Semoga positif !" harap Dewi.


Hingga warna merah perlahan naik ke atas, menimbulkan garis merah yang pertama barulah dan samar-samar garis yang satunya muncul. Dan detik itu juga jantung Dewi berdetak dengan kencang, perasaan nya karuan melihat garis merah dua buah yang begitu nyata di pandangannya.


"Hah" Dewi menutup mulutnya sendiri merasa tak yakin dengan apa yang dia lihat.


"Terima kasih ya Allah"


"Terima kasih !"


"Akhirnya aku hamil juga"


Serentetan kata penuh kebahagiaan terus terucap di bibir manisnya, Dengan gerakan cepat Dewi menyelesaikan mandinya dan segera mengambil air wudhu.


Setelah itu Dewi keluar dari kamar mandi dengan mata yang berkaca-kaca, di lihatnya Afnan yang sedang duduk di sofa dengan menyelendangkan handuk di lehernya.


"Selamat karena sebentar lagi jadi Abi" ucap Dewi dengan bibir bergetar, cairan bening itu lolos seketika sambil memberikan sebuah tes pack kepada sang suami.


"Kamu beneran hamil sayang ?" tanya Afnan.


Dewi mengangguk.


Afnan mengambil alat tes itu dan melihat dengan mata nya dua buah garis merah yang begitu nyata.


Segera Afnan bersujud sembari mengucapkan doa.


Rabbi habli min ladunka dzurriyatan thayyiban innaka sami'ud du'a.


Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik."


(Doa ini kerap dibaca Nabi Zakariya AS, yang tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 38)


Afnan berdiri dan langsung memeluk istrinya tak peduli jika istrinya sudah berwudhu.


"Mas" Dewi mendorong tubuh suaminya.


Afnan menyusut air matanya " kenapa Sayang ?" tanya Afnan.

__ADS_1


"Aku kan udah wudhu, kan malah Batal lagi. Iihhh Mas sih" Cibir Dewi.


"Hehe, maafkan Mas sayang !"


"Sana Ah mas mandi dulu, terus sholat udah mau abis waktunya" titah Dewi.


"Ok Sayang"


Afnan langsung masuk kekamar mandi dengan perasan yang amat bahagia, rasanya tuhan begitu adil terhadap hidupnya karena sudah di berikan anugera seorang anak yang sedang di kandung oleh sang istri saat ini.


-


Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, Afnan dan Dewi turun kebawa untuk sarapan bersama, namun baru saja berada di meja makan Dewi langsung merasakan mual, ia segera berlari ke kamar mandi yang berada di dekat dapur, membuat Mama dan Papa keheranan karena memang mereka belum tau kalau Dewi sudah mengandung.


"Dewi kenapa Afnan" tanta Mama Mira.


"Dewi hamil Ma" jawab Afnan yang nampak khawatir dengan keadaan sang istri


"Benarkah ?, Wah bentar lagi rumah ini akan semakin ramai Ma" sahut Papa Edi.


"Bunda kenapa Bi ?" tanya Alwi.


"Bunda tidak apa-apa Nak, hanya saja saat ini didalam perut Bunda ada dedek Bayi, yang akan jadi adiknya Alwi" jelas Afnan


"Yeii, Alwi mau jadi Kakak dong Bi ?"


Afnan mengangguk ia tersenyum menatap Alwi.


"Dengar ya Nak, mau apapun jenis kelamin adiknya nanti Alwi harus tetap sayang, apapun yang Allah kasih itu adalah anugerah untuk kita" jelas Afnan.


"Memangnya adik itu di beri Allah juga Bi ?"


"Iya Nak, Alwi juga yang menciptakan Allah, Abi Nenek, kakek begitupun dengan Bunda, bahkan semua makhluk yang ada di dunia ini itu semua ciptaan Allah"


Alwi menganggukan kepalanya, merasa kagum dengan sang pencipta yang telah menciptakan manusia beserta isinya.


-


-


Maudy sedang di landa kecemasan karena belum juga hamil, ia begitu ingin hamil secepatnya.


"Apa mau bulan madu ?" tanya Rian yang tau kegelisahan istrinya padahal Rian sudah sering berkata untuk tak terlalu di pikirkan Masalah kehamilan.


"Bulan madu ?" gumam Maudy nampak berpikir "Sepertinya menarik Mas, Maudy mau Mas" ucap Maudy.


Rian melingkarkan kedua tangannya di perut sang istri "Mau bulan madu kemana kita sayang ?" tanya Rian


"Menurut Mas kemana ?"


"Gimana kalau ke Korea saja ? atau ke Jepang ?" tawar Rian

__ADS_1


"Jangan keluar kota Mas, di dalam negeri saja Mas biar dekat"


Rian terkekeh ia merasa gemas dengan istrinya "kalau mau dekat ke hotel depan gang sana aja Dek"


"Itu mah kedekatan Mas, gimana sih"


Rian kembali tergelak. "Ya udah terus mau kemana Sayang ku ?" tanya Rian gemas.


"Ke Bali saja gimana Mas"


"Ya terserah Adek aja, Ke Bali juga ok. Kapan mau berangkat ?"


"Terserah Mas saja mau nya kapan, aku mah ikut saja Mas"


"Kalau Lusa bagaimana ?"


"Deal, Lusa kita ke Bali"


Rian tersenyum senang melihat istrinya bahagia, semoga setelah pulang dari sana istrinya segera hamil karena Rian tidak ingin Maudy terlihat sedih atau berpikiran yang tidak-tidak.


"Ya sudah Mas berangkat kerja dulu ya Dek, baik-baik di rumah, kalau bosan ajak aja Kak Alya main" ucap Rian


"Siap Mas, aku gak bosan kok lagian ada Zio sama Keyla yang menghibur, oh ya kapan Alwi mau menginap disini ?" tanya Maudy.


"Katanya sih Minggu depan, tapi karena kita mau bulan madu paling ya pas kita pulang dari Bali saja"


Maudy mengangguk, setelah itu menjabat tangan sang suami dan mencium punggungnya, lalu mengantar Rian ke depan.


"Gak sarapan dulu Rian ?"tanya Alya saat Rian dan Maudy sudah berada di meja makan.


"Sarapan disana saja Kak, aku udah telat nih mana mau ada operasi pagi ini" jawab Rian


Kemudian Rian beralih kepada Kenan "Oh ya Kak lusa aku sama Maudy mau bulan madu ke Bali, aku pakai mobil Kakak ya !" ucap Rian


Kenan menatap adiknya "Pakai saja ! mau yang mana Tinggal pilih"


"Makasih Kak, kalau dari Jakarta ya pakai pesawat buat di Bali saja kak biar enak jalan-jalan nya"


"Hemmmm"


Maudy tersenyum, Kakak iparnya itu memang kelihatan cuek tapi Kenan selalu perhatian terhadap nya apalagi terhadap Rian.


"Aku sungguh beruntung bisa masuk kekeluarga Abraham, punya Papa mertua yang tegas, Kakak ipar yang baik, dan suami yang begitu penyayang" batin Maudy.


-


-


BERSAMBUNG


Hai-Hai tolong ramaikan Chat story ku ya. jangan lupa kasih Bintang lima atau Hadia dan Vote.

__ADS_1



__ADS_2