Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Jomblo


__ADS_3

Malam hari ketika bulan sabit nampak tersenyum menatap bumi, bintang-bintang menghias bak berlian, terlihat dua pasang laki-laki dan perempuan sedang duduk di depan kolam berenang yang berhiaskan lampu-lampu kecil menambah indah dan syahdunya malam terakhir mereka bersama di villa.


Seharian ini mereka habiskan untuk melakukan sedikit petualangan, pergi ke air terjun yang di tempuh dengan berjalan kaki. Pengalaman yang tidak akan bisa di lupakan, yang awalnya berjalan sedikit saja sudah lelah tetapi terus mencoba melangkahkan kakinya, segala kelelahan yang terbayar ketika sampai di tempat tujuan. Membuat mereka semakin takjub dan bersyukur atas semua ciptaan Tuhan.


"Kakiku pegal" ucap Nafiza manja, yang duduk di samping suaminya.


"Kemari luruskan kakimu" Brian menepuk kakinya meminta Nafiza meletakkan kakinya di atas kaki Brian dan Nafiza menurutinya.


Brian mulai memijat-mijat betis Nafiza.


"Baru berjalan sedikit saja betis kakimu langsung bengkak menjadi sebesar ini, jadi seperti betis seorang pemain bola" ledeknya.


"Isshhh ini kan juga karena ingin berjalan bersamamu, kalau tidak karena kamu aku sih tidak mau di ajak melakukan trekking seperti tadi. Lebih baik tiduran saja di rumah"


"Hehe iya maaf ya membuat kaki indahmu menjadi bengkak seperti kaki gajah. Yang ini pegal ya" Brian menekan sedikit tenaganya pada kaki Nafiza.


"Aw sakit! pelan-pelan!" Nafiza memukul bahu Brian keras.


"Lagi nih lagi" Brian bermain-main dengan memijat keras dan menggelitiki kaki Nafiza.


"Ah hahahaha geli" mereka berdua tertawa bahagia tidak sadar ada dua pasang mata yang memperhatikannya.


"Kalian ini jago sekali membuat orang iri dan minder" ucap Tita sambil menyeruput teh manis hangatnya.


"Kalau iri kalian boleh meniru kami, pijat-pijatan" jawab Brian.


"Kak Troy . . " panggil Tita memberi kode.


Troy hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.


"Hemmmmmm" Tita memanyunkan bibirnya.


"Hahahaha Kak Troy pernah punya pacar?" tanya Nafiza tiba-tiba penasaran.


"Pernah nona"


"Berapa kali pernah berpacaran?" Nafiza ingin tahu karena sikap Troy yang selama ini selalu cuek dan kaku, apakah dulu ada yang mau menerima sikapnya yang seperti itu.


"Satu kali"


"Oh jadi cinta pertama ya, lalu pacarannya berapa lama?"

__ADS_1


"Tiga tahun" Troy mengambil teh manis di atas meja dan memegangnya dengan kedua tangan mencoba menghangatkan tangannya sendiri. Cuaca malam ini terasa sangat dingin.


"Wah lama juga ya, sekarang mantan pacarmu itu di mana kak Troy?"


"Tidak tahu nona"


"Ooooohhhh"


"Aduh hatiku sesak Fiz karena pertanyaanmu" Tita memegang dadanya.


"Uppss maaf aku hanya penasaran dengan kehidupan kak Troy yang pendiam, setidaknya kak Troy masih punya mantan. Brian walau pun kaya dan tampan tidak pernah punya pacar"


"Bagus dong, kamu mendapatkan hati dan tubuhku original tanpa pernah di sentuh oleh orang lain" Brian masih memijat Nafiza sedari tadi sambil mendengarkannya berbicara.


"Iya juga sih tapi menurutku jadinya seperti kamu tidak laku"


"Enak saja menyebutku tidak laku" Brian mencubit pipi Nafiza dengan satu tangannya.


"Iihhhh lalu apa dong sebutannya untuk lelaki yang tidak pernah berpacaran? Jones? Josep? jonatan? joper? joker? atau jodi?" Nafiza mendorong tangan Brian agar berhenti mencubitnya.


"Terus saja ledek suami sendiri, bahagia kamu hah meledek suamimu" Brian semakin menggembleng pipi Nafiza gemas.


"Sakit Brian" Nafiza mencoba menurunkan tangan Brian. " Jones itu jomblo ngenes, josep itu jomblo kesepian, jonatan itu jomblo tidak punya mantan, joper jomblo baper, joker jomblo doyan kerja, jodi jomblo abadi. Hayo kalian jomblo yang mana?"


"Banyak juga ya sebutan untuk jomblo, kamu ini mengatai Brian padahal kamu sendiri juga tidak punya mantan" timpal Tita.


"Oh begitu rupanya, kamu termasuk jomblo-jomblo yang kamu sebutkan tadi"


"Aku tidak sempat pacaran karena langsung menikah, bayangkan umurku yang baru 17 tahun sudah punya suami. Mana sempat aku mencari pria untuk di pacari"


"Jadi kamu ingin punya pacar dan menyesal menikah denganku di usia muda?" Brian mulai emosi.


"Tidak sayang, aku bahagia kok justru kita ini pacar yang halal. Aku tidak pernah punya niat punya pacar lagi. Bagiku suamiku ini satu-satunya cinta pertama dan terakhir" rayunya sambil bersikap manis di depan Brian.


"Halah gombal!" ucap Brian acuh.


"Tidak percaya? nih" Nafiza mencium pipi Brian secara bergantian. Brian senang bukan kepalang.


"Uweeekkkk kalian kalau mau cium-ciuman pergi saja sana lakukan di kamar jangan di depan kami!" jiwa jomblo Tita meronta-ronta.


Ddrrrttty Drrtttt

__ADS_1


Ponsel Troy bergetar, ia mengambilnya dari dalam sakunya.


"Maaf permisi tuan nona" Troy pergi sambil membungkukkan badannya. Tita hanya melihatnya berlalu sambil terus memandangnya sampai tak terlihat.


"Tuh apa yang di katakan Tita benar, ayo kita lanjutkan di kamar" Brian memegang pinggang Nafiza dan mengangkatnya.


"Hei kamu tidak malu pada Tita!" Nafiza melingkarkan tangannya di leher Brian.


"Kenapa harus malu? dari pada melakukannya di sini. Ta kami tidur dulu ya" pamitnya pada Tita.


"Aku tahu tidur dalam arti yang kak Brian ucapkan sebenarnya"


"Haha syukurlah kalau tahu, kami pergi ya" Brian melangkahkan kakinya ke dalam sambil menggendong Nafiza.


"Ta jangan tidur terlalu malam, di luar dingin" ucap Nafiza.


"Iya kalian bersenang-senanglah" mulutnya berbicara pada Brian dan Nafiza tetapi pandangannya terus pada Troy yang pergi. Cukup lama Tita sendirian di luar, ia menjadi sedikit penasaran dimana Troy yang ijin mengangkat telepon tadi.


"Lebih baik aku mencarinya" Tita mulai berdiri dan melangkahkan kaki mengikuti jejak Troy tadi berjalan. Ia mengedarkan pandangannya mencari sang pujaan hati yang tampan.


Ia rasa ia sudah berkeliling hingga sampailah ia berada di pintu gerbang masuk villa, ia melihat Troy berdiri di sana.


"Sedang apa kak Troy di depan situ?" Tita berusaha mendekat tetapi kemudian sebuah mobil sedan berhenti di depan Troy, seseorang turun dari sana. Seorang gadis muda berambut panjang dan berwajah cantik.


Gadis itu tersenyum dan berlari memeluk Troy, lelaki itu membalasnya memeluknya erat. Mereka terlihat saling merindukan dan bahagia.


Tita menghentikan langkahnya, tiba-tiba dadanya terasa sesak, air mata hampir menetes dari iris coklat emerald miliknya. Pandangannya mulai kabur berkat air mata yang menumpuk di pelupuk matanya hingga ia menundukkan kepala membiarkan air mengalir jatuh di pipinya.


"Mungkin dia gadis cinta pertama kak Troy" Tita terus menyeka air matanya.


***


Berbeda dengan Tita yang sedang di rundung kesedihan, sepasang suami istri yang sudah berada di dalam kamar ini baru akan melanjutkan peraduan cintanya yang tadi belum seberapa.


Setelah meletakkan Nafiza di kasur king size, Brian kembali berjalan menuju pintu dan menguncinya, ia juga mematikan lampu kamarnya.


"Gua lebat Jun comingggg" ucapnya sambil tersenyum nakal dan berlari bersemangat.


***


Next besok lagi ya ๐Ÿ˜โœŒ

__ADS_1


__ADS_2