
Sore kembali menjelang, Fina. terbangun dari tidur siangnya, niat nya ingin menggundulkan kepala sang suami malah dia ikut tertidur dengan pulas, bahkan Aska bangun lebih dulu dari pada dirinya.
“Ah gagal deh” ucap Fina kesal karena ketiduran.
“Gagal apa Yang ??” tanya Aska yang mendengar ucapan istrinya.
“Enggak Yang, kamu salah dengar kali”
“Oh”
Aska memilih percaya, padahal dia tau apa yang menyebabkan Fina berkata seperti itu, bahkan Aska tau kenapa istrinya meminta dirinya ikut tertidur, beruntung sekali dirinya karena bisa mengetahui rencana sang istri.
“Mau makan apa malam ini Yang ??” tanya Aska penuh perhatian, karena dia membaca di google kalau ibu hamil butuh perhatian ekstra dan Aska ingin menjadi suami seperti itu.
“Apa ya ??” Fina tampak berpikir, jari telunjuknya dia letakkan di kening seolah sedang berpikir dengan keras.
Aska menunggu apa yang akan di katakan istrinya, berharap itu makanan yang mudah untuk di cari.
“Ayam goreng pakai sambal terasi beserta lalapannya” ucap Fina sambil membayangkan makanan yang barusan dia sebutkan, tak bisa di pungkiri air liurnya hampir saja menetes.
“Lap iler mu !! Jagan dibayangkan kalau mau langsung cari”
“Makasih suamiku Sayang”
“Sama-sama, ya sudah kamu mandi dulu baru kita berangkat”
Fina mengangguk mengiyakan, dia beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi, dia rasanya ingin cepat ketempat yang menyediakan makanan yang saat ini dia inginkan.
********
Mobil berhenti di pinggir jalan, atau lebih tepatnya di dekat warung tenda yang buka hanya saat sore hingga malam tiba. Disana menyediakan pecel lele, ayam goreng/bakar,serta bebek goreng, awalnya Aska ingin mengajak istrinya makan di restoran tapi Fina menolak dia ingin makan di tempat seperti itu.
“Kamu mau makan apa Yang ??” tanya Fina kesuaminya yang sedang cemberut saat di ajak masuk kedalam tenda seperti ini, apalagi melihat tatapan para wanita yang membuat Aska semakin tak suka tapi istrinya malah terlihat santai tak ada rasa cemburu sama sekali saat suaminya di tatap seperti ini.
“Sama aja seperti kamu” jawab Aska malas.
Sambil menunggu istrinya memesan makanan, Aska lebih memilih bermain Handphone, dia membuka aplikasi hijau dimana ada grup yang selalu aktif.
Aska membuka grup itu disana dia melihat foto Zaki yang sedang menggendong Keyla, seketika Aska langsung mengetik pesan.
Aska : Kalian pada ngumpul kok gak ngabarin gue ??
Lama Aska menunggu tapi belum ada balasan dari sahabatnya, namun tidak lama ponsel Aska berbunyi. Ternyata itu Pras.
__ADS_1
Pras : Saya aja gak di ajak Tuan Aska.
Aska : mereka benar-benar ya !! lupa apa kalau masih punya sahabat yang lain.
Akhirnya Pras dan Aska saling berbalas pesan lewat grupnya, menunggu Kenan dan Zaki yang membalas entah kenapa kedua pria itu belum nongol sama sekali.
Aska : Kenken woy Kenken, dimana kah kau berada 😁😁😁😁
Kembali Aska mengetik pesan di Sergai emoji tersenyum.
Kenan : jangan panggil gue seperti itu geli gue dengar nya.
Akhirnya yang di tunggu muncul juga, membuat Aska tersenyum, sang istri yang melihat suaminya senyum-senyum sendiri menjadi heran.
“Lagi apa sih ?? kok dari tadi senyum terus ?” tanya Fina yang dari tadi sudah duduk di samping suaminya.
“Lagi balasin pesan di grup Yang, jangan cemberut terus” balas Aska sambil menoel dagu istrinya gemas.
“Lihat !!” segera Fina menarik ponsel yang berada di tangan Aska, dia membaca pesan demi pesan yang ada di ponsel suaminya tenyata memang Aska tak berbohong dia memang sedang berbalas pesan di grup.
Fina kembali mengembalikan ponsel milik Aska dan diam menunggu pesanan mereka jadi.
...************...
“Sudah 2 bulan tapi kenapa aku belum hamil juga” ucap Dewi lirih sambil memandangi wajahnya di kaca kamar mandi.
Padahal dia sudah mengikuti program kehamilan, sudah minum susu untuk membuat kandungan nya subur, tapi kenapa dirinya belum hamil juga bahkan sekarang dia sedang datang bulan...
“Tinggal sebulan lagi jika aku tak hamil juga maka mas Rian akan menceraikan aku”
“Aku tak mau bercerai dengan Mas Rian, aku sangat mencintainya”
Dewi terus meratapi nasibnya, nasib yang tak tau akan berujung seperti apa.
Tok
Tok
Tok
Suara ketokan pintu membuat Dewi terlonjak kaget.
“Kamu ngapain di dalam Wi ?? aku mau mandi” suara Rian terdengar dari luar
__ADS_1
“Iya mas tunggu bentar” jawab Dewi.
Segera Dewi membersihkan dirinya memasang pembalut supaya dara Haid nya tidak tembus.
Ceklek.
Dewi membuka pintu kamar mandi, dia menatap Rian dengan perasaan takut, takut kalau suaminya akan kecewa jika mendengar kalau saat ini dia sedang datang bulan lagi.
“Kenapa menunduk ?” tanya Rian heran.
“Ti---dak Mas” jawab Dewi gugup.
Seakan tak mau peduli Rian langsung meninggalkan istrinya dan masuk kedalam kamar mandi, di dalam sana Rian melihat celana sang istri yang di tumpuk di sudut sana, karena memang Dewi belum sempat membersihkan.
Rian mengambil celana sang istri hingga matanya menatap tajam pada noda darah di celana tersebut.
“Dia datang bulan lagi” ucap Rian kesal.
Rian mandi dengan amarah memuncak, istrinya kembali datang bulan itu berarti belum ada calon anaknya lagi di perut sang istri, membuat Rian marah padahal waktu yang dia berikan tinggal satu bulan lagi.
Ceklek
Rian keluar dari kamar mandi, dia menatap sekitarnya ternyata sang istri tidak ada, Rian yakin kalau saat ini Dewi sedang memasak sarapan.
Setelah berpakaian lengkap Rian turun kebawah di sana dia melihat istrinya sedang memasak, satu cangkir kopi sudah tersedia di atas meja.
“Ngopi dulu Mas” ucap Dewi lembut.
Tanpa mengucapkan apapun Rian menarik kursi dan mendudukkan bokongnya di atas kursi tersebut, dia pandangi istrinya yang sangat lincah dalam memasak, berusaha meredahkan emosinya saat ini.
“Masih ada satu bulan lagi” Rian bermonolok dalam hati, berharap bulan depan istrinya akan kembali mengandung buah hati nya.
Selesailah sudah Dewi memasak, sangat sederhana hanya tumis kangkung dan udang balado tapi tampilan dan aromanya membuat Rian menelan air liurnya berkali-kali.
Dewi mengambilkan nasi beserta lauknya, setelah itu dia meletakkan di depan suaminya, segera Rian melahap makanan nya hingga habis. Membuat Dewi tersenyum senang karena suaminya makan dengan lahap.
Keheningan di meja makan terjadi hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan Piring.
Rian meminum segelas air putih tanda dia sudah selesai sarapan, Dewi pun mengikuti suaminya dan mengantarkan suaminya berangkat bekerja.
“Aku harap bulan depan kamu tidak datang bulan lagi seperti sekarang”
Deeegggggg..
__ADS_1
BERSAMBUNG....