
Hari sudah malam, Nafiza dan Brian masih berada di pinggir pantai menanti kedatangan Troy. Keadaan di sana tidak terlalu gelap karena ada lampu jalan yang menyala, hanya rasanya dingin oleh hembusan angin laut. Deru ombak saling berkejaran, Nafiza dan Brian memilih untuk tinggal di dalam mobil.
Brian duduk bersandar di kursi belakang sedangkan Nafiza merebahkan tubuhnya, kepalanya berada di pangkuan Brian. Sesekali Brian mengelus rambut Nafiza, tak pernah bosan dan tak pernah jenuh rasanya mereka mengungkapkan kecintaannya pada pasangan.
Grekkk
Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di samping mobil Brian, akhirnya Troy telah sampai. Nafiza dan Brian segera keluar menghampiri sekretarisnya itu.
"Maaf tuan saya sedikit lama, saya mencari peralatan terbaik untuk camping ini" Seperti biasa Troy membungkukkan badannya.
"Tak apa Troy, mana peralatannya kita langsung bereskan" Troy membuka bagasi belakang mobil kemudian mereka mulai menurunkan barang-barang tersebut.
Troy dan Brian langsung memasang tenda lalu Nafiza sedang menyiapkan alat-alat untuk memasak.
"Wah kak Troy benar-benar mempersiapkannya ya, alat-alatnya lengkap" Nafiza merapikan kompor untuk barbeque.
Setelah membutuhkan waktu yang cukup lama akhirnya persiapan camping mereka selesai, tenda sudah di dirikan, alat memasak siap di pakai, bahan-bahan makanan sudah di potong dan di bersihkan.
Kini Brian dan Nafiza sedang memanggang beberapa daging, sosis dan sayuran. Mereka memasak sambil bercengkrama dan bercanda, sedangkan Troy memilih untuk duduk ia memangku sebuah gitar dan mulai memetikan beberapa senarnya mencoba untuk menghangatkan suasana camping dengan nyanyiannya.
"Tes tes ehem" Troy mengecek suaranya.
"Kak Troy nyanyikan sebuah lagu yang cocok untukku dan Brian malam ini" pinta Nafiza.
"Baik nona tetapi maaf jika suara saya sumbang"
"Iya, cepatlah bernyanyi" Troy mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi.
Saat kau jatuh
lukai hati
dimana pun itu
I'll find you
Saat kau lemah
Dan tak berdaya
Lihat diriku
Untukmu
Kapan pun mimpi terasa jauh
Oh ingatlah sesuatu
Ku akan selalu jadi sayap pelindungmu
*Saat duniamu mulai pudar
Dan kau merasa hilang
Ku akan selalu jadi sayap pelindungmu
Song by The overtunes
Sayap pelindungmu*
__ADS_1
Prok prok prok prok
Nafiza memberikan tepuk tangannya untuk Troy.
"Keren suara kak Troy bagus juga" puji Nafiza.
"Terima kasih nona pujiannya"
"Aku juga bisa main gitar dan bernyanyi untukmu" Brian tak mau kalah, ia menghampiri Troy dan meminjam gitarnya.
"A a a a cek cek cek" Brian melatih suaranya. "Waktu pertama kali" baru saja Brian bernyanyi.
"Sudah, nanti lagi nyanyinya. Kita makan dulu makanannya sudah matang" Nafiza menghentikan nyanyian Brian dan mengambil gitarnya.
"Kamu tidak mau di nyanyikan sebuah lagu olehku?" Brian mendongakan wajahnya pada Nafiza.
"Bukan tidak mau tapi nanti saja, kalau kamu masih mau bernyanyi ya sudah tidak usah makan. Makanannya aku habiskan" Nafiza duduk di samping Brian.
"Isshh jangan dong aku juga mau makan" Brian merajuk kini memasang wajah memelas.
"Ayo kita makan!" Brian, Troy dan Nafiza makan dengan lahap.
Setelah menghabiskan makanannya, mereka merapikan kembali peralatan makan dan memasak. Troy mulai menyalakan api unggun, ia benar-benar membuat camping dadakan ini menjadi camping yang sempurna.
Sedangkan Brian mengambil kembang api yang berada di dalam mobil dan mulai menyalakannya. Percikan apinya di langit membuat malam itu menjadi semakin indah.
"Waaawww sangat cantik, ini semua berkat kak Troy yang mempersiapkannya. Terima kasih banyak ya kak Troy sudah membuat malam ini menjadi sangat berkesan" ucap Nafiza.
"Kamu benar-benar sekretaris yang sempurna" timpal Brian sambil merangkul bahu Nafiza.
"Ini sudah menjadi tugas saya tuan dan nona" jawab Troy merendah.
"Saya belum memikirkan masalah pasangan nona"
"Kenapa? kak Troy normal kan?" tanya Nafiza polos.
"Pertanyaanmu aneh" Brian mendorong tangannya di bahu Nafiza.
"Haha tentu saja saya normal nona, hanya saja belum ada yang cocok"
"Kalau Tita bagaimana? cocok tidak?"
"Nona Tita adalah teman nona Nafiza saya hanya menghormatinya"
"Kak Troy kaku sekali" Nafiza menggelengkan kepalanya.
"Sudah mengobrolnya, ini sudah jam 11 malam lebih baik kita tidur" Brian menarik Nafiza masuk ke dalam tenda. Meninggalkan Troy sendirian di luar.
Brian mendorong Nafiza untuk merebahkan dirinya, disusul ia yang tidur di samping Nafiza. Brian merangkul tangan Nafiza memeluknya seperti bantal guling.
"Bagaimana kamu suka tidak camping hari ini?" tanya Brian.
"Suka sekali, aku sangat menyukainya"
"Baguslah hanya satu yang kurang"
"Apa itu?"
"Coba bulan tidak datang"
__ADS_1
"Kalau bulan tidak datang nanti pantainya kurang indah dan gelap Brian"
"Bukan bulan itu tapi bulan kamu"
"Ooo maksudmu datang bulan, kamu mesum sekali"
"Itu hal wajar bagi seorang laki-laki yang sudah beristri"
"Tapi tetap saja mesum, sabar ya 6 hari lagi"
"Benarkah akan berhenti 6 hari lagi? tidak bisa kurang dari 6 hari?"
"Tidak, jangan membahas ini fikiranmu jadi semakin kotor nantinya. Terima kasih ya suamiku kita jadi bisa camping malam ini"
"Sama-sama, ucapan terima kasihnya kiss dong" pinta Brian ia melepas tangannya dan mengubah posisinya menghadap Nafiza, kedua tangannya menahan tubuhnya.
"Tidak mau!"
"Nafiza" Brian semakin memajukan wajahnya.
"Tidak!"
"Sekali saja"
"Tidak!"
Brian terdiam, raut wajahnya sedih mendapat penolakan dari Nafiza. Sedikit kasihan dengan wajahnya yang seperti itu, Nafiza menjadi tidak tega.
"Sekali saja setelah itu jangan minta macam-macam ya"
Setelah di beri ijin tanpa aba-aba lagi Brian melayangkan ciumannya, mencium Nafiza dengan lembut dan pelan tidak menuntut apa pun. Brian menahan gejolaknya untuk tidak meminta lebih.
Merasa hampir kehabisan nafas, Nafiza mendorong bahu suaminya. Brian mengangkat kembali wajahnya, ia tersenyum memandang Nafiza dan mengecupnya sekali, dua kali, tiga kali lalu selesai.
"Sekarang ayo kita tidur" Brian menurunkan tubuhnya sejajar dengan tubuh Nafiza, mengambil selimut memakainya berdua dan memeluknya.
Sedangkan Troy yang berada di luar di depan api unggun, ia menaruh kayu-kayu yang masih utuh ke dalam api pembakaran. Kemudian ia mengambil gitar dan mulai bernyanyi kembali tetapi tiba-tiba ia menghentikan nyanyiannya. Ia melihat siluet Brian dan Nafiza yang sedang berciuman.
Troy : "Thor"
Author : "Apa"
Troy : "Kita. . ."
Author: "Jangan Troy kita bukan muhrim"
Troy : "Apa sih! Author ngeres pikirannya!"
Author : "Hehe terus kita apa?"
Troy : "Yuk kita ngobrol"
Author : "Ga mau ah, udah jangan ngajakin ngobrol ni lagi sibuk mikir tar mau nulis apa lagi"
Troy : "Jahat ih"
Author : "Udah nyanyi aja lagi lanjutin jangan minta di temenin" 🤣✌
Troy : 😑
Abaikan obrolan author dan Troy yang absurd. Haha
__ADS_1
***