Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 121


__ADS_3

Suara tembakan menggema di ruangan itu, Kenan terjatuh ke lantai akibat dorongan dari Papa Bayu yang begitu keras.


Segera dia bangkit dan menoleh ke belakang, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Papa nya sudah bersimba darah.


“Papa !!” teriak Kenan dengan keras.


Dia langsung berlari dan menggapai tubuh Papa nya.


“Papa bertahan Pa !! Kenan mohon” ucap Kenan bergetar.


Sementara itu di luar rumah para anak buah Papa Bayu langsung masuk kedalam setelah mendengar suara tembakan, mereka semua kaget melihat tuan nya sudah tergelatak tak berdaya dengan darah yang mengalir di dadanya.


“Kurang ajar kalian” ucap salah-satu dari mereka.


Fandi yang melihat kedatangan para anak buah Papa Bayu menjadi ketakutan, sementara Mayang hanya terdiam karena tidak tau apa yang terjadi, sementara para Art yang bekerja disana langsung pergi entah kemana.


“Cepat siapkan mobil, kita harus membawa Papa ke rumah sakit” teriak Kenan


Ada banyak orang yang membantu mengangkat tubuh Papa Bayu, begitupun dengan Pak Didi.


Di dalam rumah para anak buah Papa Bayu segera mengeluarkan senjata mereka, dan tanpa di duga mereka juga melayangkan sebuah tembakan kepada Fandi, hingga Fandi tewas saat itu juga, sementara Mayang di bawah keluar dan akan mereka buang di jalanan.


“Ini balasan buat kalian karena sudah menyakiti ketua kami” ucap salah-satu dari mereka.


Di dalam mobil Kenan semakin panik karena Papa nya tidak juga sadarkan diri, beruntungnya denyut nadi Papa Bayu masih terasa.


Setelah sampai di rumah sakit terdekat, Kenan langsung membawa Papa nya kedalam, Papa Bayu langsung di masukan ke IGD dan dokter langsung memberikan pertolongan.


“Tuhan selamatkan Papa ku” Kenan terus berdoa, berharap yang kuasa mengabulkan keinginan nya.


Jujur saja Kenan sangat takut terjadi sesuatu dengan Papa Bayu, dia belum siap kehilangan Papa nya.


Sudah 1 jam lebih akan tetapi dokter juga belum keluar, Kenan bertambah khawatir, bagaimana keadaan Papa nya di dalam sana.


Tiba-tiba ponselnya berdering segera Kenan melihat siapa yang menghubunginya, ternyata itu dari istrinya.


“Halo sayang ada apa ??” tanya Kenan berusaha sebaik mungkin karena dia tidak ingin istri nya tau apa yang telah terjadi.


“Enggak, kamu masih lama pulang nya ?? ” ucap Alya balik bertanya.


“Belum tahu sayang di sini masih ada kerjaan, nanti kalau udah mau pulang akan aku kabari”l


“Oh ya sudah, kamu hati-hati di sana kalau ada apa-apa segera kabarin aku ya !! ”

__ADS_1


“Iya Sayang pasti, ya sudah kamu baik-baik disana”


“Hemm, Papa mana ya Yang ?? kok gak ada di rumah ??”


Mendengar pertanyaan istrinya membuat Kenan bingung bagaimana cara menjawabnya, sebenarnya Kenan ingin memberi tahu bahwa Papa Bayu terkenah tembakan akan tetapi Kenan takut Alya akan syok dan itu akan membahayakan janin nya.


“Mungkin sedang bepergian Sayang” jawab Kenan berbohong, ada rasa sakit yang dia rasakan saat mengatakan semua itu.


“Gitu ya, baiklah kamu cepat pulang, Mommy udah kangen”


“Iya sayang, udah dulu Ya Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam”


Tuuuuut


Panggilan pun terputus, Kenan terduduk lesu di bangku panjang berwarna putih tersebut, jantung nya berdegup kencang karena merasakan takut yang amat dalam.


Dokter keluar dari ruangan IGD, segera Kenan mendekati nya.


“Bagaimana keadaan Papa saya dok ??” tanya Kenan.


“Tembakan itu hampir saja mengenai jantung Papa anda, dan kami baru berhasil menghentikan pendarahan nya, akan tetapi untuk mengeluarkan peluru nya kami harus melakukan operasi” jelas dokter yang bernama Ardi itu.


“Baik, silahkan ke bagian Administrasi dulu untuk mengurus semuanya, kami tim dokter akan berusaha melakukan yang terbaik”


“Baik dok”


Kenan segera melakukan perintah dari dokter, melunasi pembayaran dan menanda tangani surat persetujuan supaya Papa Bayu segera di tangani.


-----------------


“Astaghfirullah” ucap Rian lantang karena jarinya tak sengaja teriris pisau, dia sedang mengupas buah apel.


“Kamu kenapa Mas ?? Astaga kamu luka sayang, bentar ya aku ambil obat dulu” kata Dewi panik melihat jari suaminya yang berdarah, walaupun itu hanya luka kecil.


“Aku tidak apa-apa Sayang, jangan panik gitu ini hanya luka kecil”


Akan tetapi Dewi tak mendengarkan perkataan suaminya, dia tetap saja panik, dan itu membuat Rian tersenyum karena dia merasa sangat di sayangi oleh sang istri.


Dewi kembali dengan membawa kotak P3K setelah itu dia duduk di samping suaminya, dengan sangat hati-hati Dewi mengobati luka Rian, meniupnya agar Rian tak terlalu merasa sakit.


“Aaawwwss sakit” ucap Rian saat istrinya mengoleskan alkohol di jarinya.

__ADS_1


“Tahan Mas, bentar lagi selesai”


“Iya Dek, tapi itu perih banget”


Setelah selesai mengobati luka suaminya, Dewi mengambil alih mengupas buah apel yang hendak di makan Rian, memotong nya kecil-kecil dan menata nya di piring, ada juga buah lain yang Dewi kupas.


“Sambil nonton TV yuk, kita makan buah bareng” ajak Rian


“Kamu duluan aja, nanti aku nyusul”


Mereka memang tinggal berdua, Dewi tak memakai jasa Art karena dia ingin melakukan nya sendiri, awalnya Rian ingin membawa salah-satu Art yang berada di rumah Papanya untuk membantu pekerjaan Dewi, akan tetapi Dewi menolak. Jadinya dia yang melakukan semuanya dari mulai memasak, mencuci dan membersihkan rumah.


Sampai detik ini Kenan belum juga mengabari Rian tentang keadaan Papa nya, entah apa yang terjadi dengan Rian setelah tahu bahwa Papa nya akan berjuang di ruang operasi.


“Kamu memang istri yang baik” puji Rian


“Ah kamu bisa aja aku kan jadi malu”


“Oh iya nanti malam nginap di rumah Papa yuk, kangen aku sama Papa dan Kak Kenan”


“Ok, aku juga kangen sama Alya”


Bagi Rian, Dewi adalah sosok istri yang pengertian, dia akan selalu mengerti akan kemauan Rian, Dewi tak banyak mengeluh ataupun menuntut hal yang lebih walaupun Dewi tahu kalau Rian adalah anak orang kaya.


Mereka asik bercanda sambil menikmati buah dan menonton televisi, saling menyuapi dan saling menjahili itu menjadi kebiasaan hari-hari mereka.


Saat sedang bercanda gurau, tiba-tiba terdengar suara keras, mereka berdua saling menatap karena bingung apa yang jatuh, supaya tak penasaran mereka berdua langsung melihatnya.


Betapa terkejutnya Rian karena melihat foto sang Papa yang mereka letakkan di samping foto pernikahan mereka jatuh dan kaca nya hancur.


“Papa” ucap Rian lirih.


Entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak.


“Ya Allah kok bisa jatuh ??” kata Dewi heran.


“Mas juga tidak tahu dek, tapi kenapa perasaan Mas tidak enak Ya ?? Mas kepikiran Papa”


“Suut, jangan bicara seperti itu, Papa baik-baik saja, kamu jangan mikir yang aneh-aneh.”


------------


Lanjut nanti malam ya, ada 1 episode lagi.

__ADS_1


__ADS_2