Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 164


__ADS_3

Rian membeku seketika saat melihat sang pujaan hati berjalan dengan sangat anggun ke arah nya, eh salah bukan ke arah nya tapi ke arah Alwi yang saat ini masih berdiri di hadapan nya.


Dengan balutan hijab serta busana muslim yang saat ini Dewi pakai semakin membuat dirinya cantik, Rian tersenyum melihat perubahan dari Dewi saat ini.


Degggg.


“Mas Rian” gumam Dewi pelan saat dia sudah tidak jauh dari Rian dan juga Alwi.


”Bunda sini” panggil Alwi agar sang Bunda mendekat .


Walaupun ragu tapi Dewi tetap berjalan mendekat ke arah anaknya, Masalah Rian yang ada di sana itu urusan belakang, lagian mereka sudah bukan sepasang suami istri lagi.


“Nak kan Bunda udah bilang jangan jauh-jauh sama bunda, kenapa Alwi gak dengar” ucap Dewi dengan sangat lembut walaupun kalimat yang dia katakan itu sebuah amarah yang dia tunjukan kepada anaknya


“Maaf Bunda, tadi Alwi hanya mengambil bola kebetulan ketemu sama Om Rian”


Dewi mendongak menatap wajah Rian...


”Terima kasih telah menemani anak saya” ucap Dewi seolah mereka tak saling kenal


Itu lebih baik untuknya, karena untuk bersikap seolah mereka adalah orang yang paling dekat itu amat menyakitkan bagi Dewi, karena kelakukan Rian di masalalu masih teringat dengan jelas di ingatan Dewi ..


”Wi, apa kabar ??” tanya Rian enggan membalas ucapan Dewi


“Bunda kenal sama Om Rian ?? Kok Om Rian tau nama Bunda ??” tanya Alwi heran..


”Iya Sayang, Om Rian teman sekolah Bunda”


Degggg..


Jantung Rian berhenti berdetak seketika saat dia mendengar ucapan Dewi kalau mereka hanya teman sekolah, kenapa Dewi tak mengatakan saja kalau dia dan dirinya pernah menjalin rumah tangga.


“Alhamdulillah baik, kamu apa kabar Mas ??” tanya Dewi tapi matanya mengarah kearah lain, sungguh dia belum sanggup bertatap muka dengan pria yang saat ini telah menjadi mantan suaminya.


“Seperti yang kamu lihat aku baik ,tapi hatiku yang tidak baik, aku merana Wi, hidupku sepi”


“Oh”

__ADS_1


Hanya itu jawban Dewi, Rian bahkan melongoh mendengarnya tidak kah wanita itu bertanya kenapa dia kesepian selama ini.


“Sayang ayo pulang Nak !! Nanti Abi nyariin” ajak Dewi kepada anaknya.


“Apa maksudnya Abi ?? Apa Dewi sudah menikah dan Alwi adalah anak mereka” batin Rian.


“Ayo Bunda”


Dewi langsung menggandeng anaknya untuk menuju parkiran, entah kenapa dia harus bertemu dengan Rian lagi, kalau bukan karena Alwi ingin sekali bertemu dengan nenek dan kakeknya mungkin saja Dewi belum akan pulang.


“Wi tunggu !!” teriak Rian .


Langkah kaki Dewi berhenti di ikuti oleh Alwi, dia menoleh ke belakang, dan mendapati Rian yang berjalan ke arahnya


“Ada apa mas .??” tanya Dewi.


“Apa kamu sudah menikah ??” tanya Rian langsung tanpa basa-basi.


“Iya Mas, aku sudah menikah, aku di jodohkan oleh kedua orang tuaku dan Alwi adalah anakku bersama suamiku sekarang”


Kabar macam apa ini ?? Sakit sekali rasanya hati Rian mendengar kalau ternyata Dewi sudah menikah, sia-sia penantian nya selama ini, penantian nya selama bertahun-tahun hanya untuk menunggu wanita itu tapi nyatanya dia sudah menjadi milik orang lain.


“Siapa suami kamu Wi ?? Apa aku mengenalnya ??” tanya Rian lagi.


“Tidak mungkin kamu mengenalnya” ucap Dewi


Tidak lama kemudian.


“Bunda itu Abi” tunjuk Alwi kepada laki-laki tampan, yang sedang berjalan ke arah mereka.


Rian menatap laki-laki itu, sangat tampan dan berkulit bersih.


“Assalamualaikum Sayang, maaf baru bisa jemput” ucap Afnan kepada Dewi


“Waalaikumsalam, kenapa harus jemput Mas, kan aku bisa pulang sendiri”


“Tidak mungkin aku membiarkan mu pulang sendiri, ini gimana sama putra Abi apa sudah selesai bermain nya ?? Kalau sudah kita pulang ya, kalian belum sholat Dhuha Lo” tutur Afnan dengan sangat lembut.

__ADS_1


“Baik Abi” jawab Alwi sambil minta di gendong sama Afnan.


Rian terus memperhatikan ketiganya, dadanya terasa sakit melihat kemesraan Dewi bersama suaminya yang baru, apalagi dengan tutur kata Afnan yang begitu lembut membuat Rian sadar kalau Dewi menemukan laki-laki yang lebih baik dari dirinya.


“Oh iya kenalkan ini suamiku Mas Rian ,dan Mas Afnan ini mas Rian kami tidak sengaja bertemu disini” ucap Dewi lupa memperkenalkan keduanya.


“Afnan”


“Rian”


Ucap keduanya sambil saling menjabat tangan.


“Saya duluan ya Wi” ucap Rian setelah berkenalan dengan Afnan.


Dewi memperhatikan langka kaki Rian, sampai laki-laki itu tak terlihat lagi punggungnya.


“Ada apa Dek ? kenapa melamun ??” tanya Afnan kepada istrinya yang terlihat melamun


“Eh tidak Mas, ya udah katanya mau pulang”


Afnan menggendong Alwi dan menggandeng tangan Dewi dengan penuh kasih sayang.


Dewi menikah dengan Afnan tepat tiga bulan Dewi menjadi seorang janda, kedua orang tuanya menjodohkan dirinya dan Afnan dengan lantaran karena ingin Dewi segera melupakan Rian, sulit memang tapi harus bagaimana, Papa dan Mamanya tak akan merestui dia dan Rian lagi jika suatu hari nanti mereka balikan...


Kamu harus mau menikah dengan Afnan, dia itu tampan juga seorang Ustadz pendidikan nya tinggi dan seorang pengusaha suskes, kamu harus melupakan Rian, karena sampai kapanpun Papa dan Mama tidak akan menerima dia menjadi suami kamu lagi, jika suatu hari nanti kamu akan balikan sama dia maka kamu tidak akan Papa anggap anak lagi.


Masih teringat dengan jelas perkataan sang Papa beberapa tahun yang lalu, Tak ada pilihan lain selain menerima perjodohan ini, beruntungnya Afnan adalah laki-laki yang baik sehingga dia mau menerima keadaan Dewi yang sudah menjadi seorang janda.


Di sisi lain, Rian terduduk dengan lemas di sudut taman, matanya masih memandang bagaimana Dewi di gandeng suaminya, sakit sekali perasaan nya saat ini, tapi ini semua karena dia hingga kehilangan Dewi saat ini, jika saja dulu dia tak memperlakukan Dewi semena-mena mungkin saja dia tidak akan kehilangan wanita itu.


“Sekarang aku sadar kalau kamu bukan lagi milikku, maafkan kesalahan ku di masalalu , semoga kamu selalu di limpahkan kebahagiaan, aku pun akan mencari kebahagiaan ku, terima kasih Tuhan telah menjawab semua doa ku agar di pertemukan dengan Dewi lagi” ucap Rian lirih.


Walaupun dia merasa sakit tapi Rian juga sedikit bahagia karena bisa melihat Dewi menemukan laki-laki baik tak seperti dirinya, Rian tidak akan egois lagi untuk tetap bertahan pada perasaan nya,mungkin benar kata sang Kakak kalau dia dan Dewi tidak berjodoh, dan mungkin juga kalau dia juga harus membuka lembaran baru.


-


-.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


MENUJU END YA GUYS. .


__ADS_2