Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Kencan Part 1


__ADS_3

Brian keluar dari ruang pakaian, ia kini mengenakan t-shirt, jaket hoodie dan celana jeans, persis dengan apa yang di inginkan Nafiza yang katanya mengusung tema kencan ala anak SMA.


"Ini baru keren!!" Nafiza tersenyum sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Setiap hari aku ini keren Nafiza" Brian sedikit bergaya melipat tangannya menyentuh wajahnya dengan ekspresi datar seperti model.



"Ya ya ya, terserahlah. Sekarang ayo kita berangkat!!" Nafiza merangkul tangan Nrian dan mengajaknya turun ke lantai bawah kemudian keluar menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama rumah mereka. Brian membukakan pintu mobil untuk Nafiza dan menutupnya, ia berjalan memutar dan menaiki mobilnya.


"Hari ini kamu mau kita pergi kemana?" tanya Brian sambil memakai sabuk pengaman.


"Kita ke Mall Cempaka, lets go!!" Nafiza mengacungkan jari telunjuknya ke depan, wajahnya terlihat sangat senang, Brian tersenyum melihatnya ia seperti sedang membawa anak kecil jalan-jalan padahal Nafiza adalah istrinya.


***


Brian dan Nafiza telah sampai di Mall Cempaka, kini mereka berada di lobi utama.


"Kita ke bioskop ya, aku sangat ingin menonton film di sini" ucap Nafiza.


"Iya" Brian menggenggam tangan Nafiza, jantungnya berdebar karena ini kencan pertama baginya, masa mudanya memang ia habiskan untuk belajar dan merintis perusahaan hingga tak ada waktu baginya untuk pergi atau sekedar berpacaran. Beberapa kali ia dekat dengan perempuan tetapi tidak ada yang benar-benar kencan dengannya dan di usia 25 tahun ia sudah menikah dengan Nafiza walaupun terpaksa karena di jodohkan, awalnya memang biasa saja tetapi sekarang ia sangat menyukainya dan ingin membuat nafiza selalu bahagia.

__ADS_1


Nafiza merasa sangat senang, ini juga kencan pertama baginya sama seperti Brian, di usianya yang ke 17 tahun sudah menikah tetapi tetap bisa merasakan masa muda seperti anak remaja pada umumnya mengubah pemikirannya tentang pernikahan karena awalnya ia berpikir menikah sudah pasti menjadi ibu rumah tangga yang hanya diam di rumah mengurus anak, memasak dan lain-lain. Memang pernikahan ini sangat berbeda jadinya karena 'Brian', Jika bukan dengan Brian jalan cerita pernikahan mereka tidak akan begini. Ia sangat bersyukur yang menikahinya adalah Brian, orang yang mengenal dan menjaganya dari kecil hingga sekarang.


Nafiza merogoh tas selempang miliknya dan mengambil ponselnya, ia berhenti sejenak.


"Brian" panggilnya, saat brian memutar kepalanya ke arah Nafiza dengan segera ia memotretnya. "Wah hasil fotonya bagus" Nafiza tak bisa berhenti tersenyum memandang layar ponselnya.


"Kalau mau foto bilang dong nona, eh tapi kita memang belum pernah melakukan welfie" Brian dan Nafiza memang selalu menikmati kebersamaannya dan tidak selalu memegang ponselnya, akhirnya Brian juga mengambil ponsel miliknya. "Ayo ke sebelah sini, kita welfie" ajak Brian pindah ke tempat yang menurutnya cocok untuk berfoto.


Nafiza dan Brian mendekatkan wajahnya, Brian beberapa kali menyentuh tanda kamera pada ponselnya. Meski keadaan Mall hari ini ramai dan beberapa pengunjung memperhatikan, mereka tak malu melakukannya.


"Aku mau lihat fotonya" Nafiza meminjam ponsel milik Brian, ia terkejut saat melihat walpaper di ponsel Brian.


"Ini fotoku!" terlihat foto Nafiza yang lokasinya berada di pinggir pantai. "Kapan kamu memotretnya?"


"Uuhhh so sweet" Brian terkekeh mendengar perkataan Nafiza yang menatapnya kagum.


"Nanti aku kirim foto kita yang tadi ya" Brian menaruh ponselnya dan memegang tangan Nafiza mengajaknya berjalan kembali.


"Ngomong-ngomong apa namaku di ponselmu?" tanya Nafiza sangat antusias.


"Namamu? My little bride" jawab Brian jujur. "Kalau namaku?"

__ADS_1


"Hehe kalau aku jujur kamu akan marah tidak?"


"Tidak, ayo jawab" Brian sangat penasaran.


"Brian" senyum canggung Nafiza.


"Hhhaaahhh memang tidak spesial ya" Brian memalingkan wajahnya menghadap ke depan.


"Jangan marah, aku akan menggantinya" rengek Nafiza.


"Kamu akan menggantinya dengan nama apa?"


"Hem apa ya yang cocok? suamiku atau my husband atau my love atau my cutie?" goda Nafiza.


"Kamu berlebihan!" Brian tertawa geli mendengarnya.


***


**Terima kasih untuk yang tetap setia menunggu kisah Brian dan Nafiza


Maaf bab ini di buat pendek karena author ingin merevisi bab sebelumnya

__ADS_1


Terus dukung author ya


Jangan lupa like dan komen πŸ’–**πŸ’–πŸ’–


__ADS_2