Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 5


__ADS_3

Maudy-----.


Ia menggeleng tak setuju ketika telinga nya mendengar dengan jelas apa yang Rian ucapkan. Air matanya dengan deras mengalir membasahi pipi putih nan mulusnya.


Namun yang paling menyebalkan adalah Rian tak berusaha menenangkan dirinya.


“Maaf. Bukan maksudku membuatmu menunggu dan berjuang sendiri aku hanya ingin memantapkan hatiku supaya tak salah pilih” ia berkata dengan lirih.


“Aku tau itu” jawab Rian dengan pandangan tetap fokus kedepan.


“Apa kamu sudah benar-benar lelah untuk berjuang ??”


Rian menatap dirinya. Begitu lekat sehingga untuk sesaat Mata mereka beradu. Namun ia justru langsung menghindari tatapan itu.


“Asal berjuang bersama aku tidak akan lelah Dy. Tapi jika sendiri aku benar-benar tidak bisa”


Ia mengangguk. Seharusnya selama ini ia sadar kalau harus menerima cinta pria yang berdiri di hadapan nya. Bukan malah sok jutek dan pura-pura tak menyukai laki-laki itu. Bo doh.


“Aku akan menemani ku berjuang untuk cinta kita Mas !!” Ucapnya penuh dengan keyakinan.


--------------


Rian....


Ia masih saja terdiam. Masih mencerna setiap kata yang barusan Maudy ucapkan. Kali ini ia tak salah dengar kan ??


“Kamu serius ??” tanya nya.


Maudy mengangguk kan kepalanya.


“Jadi kamu mau terima aku jadi kekasih mu ??”


Lagi-lagi Maudy mengangguk.


“Kalau aku halalin mau ??”


“Iya”


Bahagia, lega dan haru itulah yang menggambarkan perasaan nya sekarang. Mendengar kalau wanita yang sudah ia nantikan selama ini sudah mau membuka hatinya dan mau menjadi kekasihnya.


“Makasih Dy. Aku janji bakal bahagiain kamu” ia hendak memeluk Maudy namun langsung di tahan oleh Maudy.


“Kenapa ??” tanya nya heran.


“Halalin aku dulu”


Ia tersenyum. Kemudian mencubit kedua pipi Maudy dengan gemas.


“Akan segera aku lakukan” ucapnya mantap.


Hingga setelah itu ia dan Maudy berjalan-jalan sebentar menikmati kebahagiaan yang baru saja menghampiri keduanya.

__ADS_1


Ia bahkan tak pernah melepaskan genggaman tangannya kepada Maudy. Menyusuri taman dengan canda dan tawa.


“Mau makan dulu gak ??” tanya nya kepada wanita yang sudah berstatus sebagai kekasihnya.


“Boleh” jawab Maudy dengan senyum merekah.


Dengan segera ia membawa Maudy untuk makan di sebuah kafe yang tak jauh dari taman. Ia memesan makanan kesukaan Maudy yang kebetulan tersedia di Kafe tersebut.


“Mau di suapin gak ??” tanya nya dengan menggoda.


“Emang aku anak kecil pakai di suapin segala ??” cibir Maudy yang menatap ke arahnya dengan kesal.


Ia malah terkekeh sambil mengulurkan tangan nya untuk mengacak rambut Maudy dengan gemas.


“Tuh kan berantakan !” ucap Maudy.


“Tapi tetap cantik Kok” jawabnya dengan tersenyum.


-----------------


Maudy......


Setelah di antar oleh Rian kerumah. Ia segera masuk kedalam namun saat melewati ruang keluarga kedua orang tuanya sedang berkumpul.


“Assalamualaikum Ma. Pa” ucap nya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


“Walaikumsalam” jawab Papa dan Mama serempak.


“Ceria banget. Lagi bahagia ya ??” tanya Mama sambil meneliti wajanya.


“Biasa aja sih Ma. Emang Maudy gak boleh bahagia??”


“Ya boleh dong Nak. Masa iya Mama larang”


Sementara Papa hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


“Kapan kamu menikah Nak ??” tanya Papa membuat dirinya sedikit terkejut..


Baru saja ia dan Rian resmi jadian. Apa harus segera memperkenalkan Rian kepada kedua orang tuanya. .


“Sebentar lagi Pa” jawabnya ragu.


“Oh ya ??” Mam terlihat antusias “Wah Mama bakalan punya mantu nih” seloroh Mama sambil mencubit pipinya gemas.


“Siapa laki-laki itu Nak ?? kapan kamu memperkenalkan sama Papa dan Mama ?”


“Tunggu waktu yang tepat ya Pa !!”


---------------


Malam semakin gelap dan sunyi, cahaya rembulan dan kerlip bintang menjadi penghias yang menemaninya malam ini.

__ADS_1


Ia masih belum bisa memejamkan matanya. Masih terus mendengarkan suara Berat seorang laki-laki di seberang sana yang sedang menceritakan tentang masalalu. Terkadang ia menghela nafasnya. Lalu kemudian jengkel dan juga merasa kasihan.


“Aku ini laki-laki pendosa Dy, aku harap kamu mau menerima semua kekurangan ku”


“Aku juga masih banyak kekurangan Mas”


Setelah resmi jadian Rian memintanya untuk memanggil Rian dengan sebutan Mas. Ia pun tak menolak Mala langsung setuju dan mengiyakan. Karena baginya panggilan Mas itu merupakan sebuah panggilan yang paling sosweet.


“Aku adalah seorang duda dulu aku pernah menikah, tapi aku melakukan kesalahan sehingga aku dan dia bercerai”


“Siapa nama perempuan itu mas ?? apa aku mengenal nya ??”


“Tidak. Kamu tidak akan mengenalnya. Namanya Dewi dia adalah cinta pertamaku. Tapi ya takdir berkata lain karena aku dan dia hanya sekejap menjalin rumah tangga”


Ia masih dengan setia mendengar setiap cerita yang Rian ucapkan. Terkadang dadanya terasa sesak.


Masalalu Rian tak ada lagi yang di tutupi dulu ia tahu semuanya dari Seno namun malam ini ia bisa mendengar sendiri dari mulut Rian.


“Apa kamu mau menerima semua kekurangan ku Dy ??”


“Itu semua masalalu kamu mas. Gak ada alasan untuk ku menolak mu. Aku mencintai mu Mas. Sangat”


“Makasih Sayang. Aku janji akan memperlakukan kamu dengan baik. Aku gak akan nyakitin kamu dan aku juga gak akan buat kamu menangis”


“Aku percaya itu Mas”


Akhirnya setelah berbincang cukup lama sambungan teleponpun terputus yang tentunya dengan kata-kata manis dari Rian. Yang menjadikan malam ini terasa begitu indah..


Ia merebahkan diri di atas kasur matanya masih belum bisa terpejam. Bukan karena memikirkan tentang semua masalalu Rian karena dirinya sendiri sudah tau dari dulu namun ia tetap membiarkan hatinya di miliki oleh Rian.


Akan tetapi bagaimana caranya ia menjelaskan semuanya kepada Papa dan Mama, apa Papa akan setuju kalau ia akan menikah dengan seorang duda.


Karena setau dirinya Papa ingin ia menikah dengan seorang laki-laki yang belum pernah menikah sama sekali. Namun kenyataannya ia terpikat dengan seorang duda.


“Papa pasti akan setuju” batin nya dengan penuh harapan.


Sangat berharap rencananya dirinya dan Rian untuk menuju halal dapat di restui oleh kedua orang tuanya terutama sang Papa. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika Papanya menolak Rian saat melamarnya nanti.


“Besok aku akan menceritakan semuanya pada Mama dan Papa, ini lebih baik dari pada Papa tau dari orang lain”


Ya lebih baik begitu. Menceritakan semua tentang masalalu dari Rian dan jangan sampai ada yang di tutupi. Papa pasti akan memahami, Papa tidak mungkin membuat nya terluka karena menolak pilihan hatinya.


Itu tidak akan mungkin.


Papa adalah orang yang baik.


_


_


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE. SERTA KOMEN APAPUN YANG KALIAN SUKA.


KALAU ADA POIN BAGILAH HADIA DAN KASIH VOTE YANG BANYAK HEHE.


__ADS_2