Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2- (Flasback Kisah Afnan-Dewi 04)


__ADS_3

Setelah berbincang dengan Dewi, Afnan pamit pulang dan akan datang seminggu sebelum pernikahan mereka. Dewi hanya menatap nanar pada Afnan, ia enggan untuk menjawab atau sekedar menganggukan kepalanya.


Namun bagi Afnan tidak apa sikap Dewi seperti itu, di terima lamaran nya saja bagi Afnan itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.


"Kami pulang dulu Nak Dewi" ucap Ustadz Rahman pada Dewi


"Iya Ustadz hati-hati di jalan !" jawab Dewi.


Ustadz Rahman mengangguk dan langsung berlalu bersama dengan Afnan.


Dewi kembali masuk kedalam rumah bersama kedua orang tuanya. .


"Bagaimana Wi ?" tanya Papa Edi.


"Bagaimana apanya Pa ?"


"Afnan, dia tampan kan ?"


Dewi mencibir "Biasa aja" balas Dewi dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Hari berlalu begitu cepat, tak terasa pernikahan Dewi dan Afnan akan di selenggarakan satu hari lagi, tidak ada resepsi atau kemewahan karena Dewi menolak, bahkan Dewi ingin pernikahan mereka sangat di rahasiakan.


"Uweeek--uweeeek" Dewi langsung berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi di perutnya, entahlah hampir seminggu ini ia sering mual dan muntah, malas ngapa-ngapain atau terkadang bersikap aneh karena menginginkan sesuatu.


"Astaga, aku kan belum perna datang bulan setelah bercerai dengan Mas Rian. Jangan-jangan ??" Dewi menutup mulutnya tak percaya.


Lalu merabah perut yang masih rata itu, benarkah sudah ada janin di dalamnya buah cinta dirinya dengan Rian.


Jika memang benar apa yang harus Dewi lakukan, pernikahan nya dengan Afnan akan di selenggarakan besok, apa yang harus ia jelaskan pada Afnan dan Ustadz Rahman.


Lalu bagaimana nantinya, apa Rian berhak tau tentang kehamilan nya, dan apakah ia dan Rian akan kembali rujuk.


Dewi menggelengkan kepalanya "Mudah-mudahan hanya telat saja, jangan sampai hamil" batin Dewi. Bukan karena dirinya enggan untuk hamil tapi semuanya sudah terlambat.


Mama Mira menunggu di luar dengan perasaan khawatir, ia pun memikirkan hal yang sama tentang keadaan Dewi, apalagu 2 hari yang lalu Dewi meminta di buatkan rujak.


"Apa Dewi hamil ya ?" gumam Mama Mira.


Tidak berapa lama Dewi keluar dari kamar mandi, wajahnya semakin pucat saja.


"Kamu tidak apa-apa kan Nak ?" tanya Mama Mira.


Dewi menggelengkan kepalanya" tidak Ma" jawab Dewi.


"Apa kamu hamil Wi" ucap Mama Mira langsung.


"Entahlah Ma, tapi seingat Dewi setelah berpisah dengan Mas Rian, aku belum pernah datang bulan"


"Astaga" Mama Mira terkejut.


"Ayo tes dulu !" ajak Mama Mira.

__ADS_1


"Tapi aku gak punya tespack Ma"


Mama Mira langsung meminta Art di rumahnya untuk membeli tespack, sembari menunggu Mama Mira terlihat sekali kegelisaan nya.


"Mama jangan gelisa terus dong !" ujar Dewi


"Mama panik Nak, kalau kamu hamil bagaimana pernikahan kamu dengan Afnan" jawab Mama Mira.


"Kemungkinan batal Ma, dan aku akan kembali dengan Mas Rian"


"Tidak akan !" hardik Mama Mira "Sampai kapanpun Mama tidak akan merestui kamu balik dengan Rian, ingat Wi dia itu sudah menyakiti kamu, pokoknya kamu harus menikah dengan Afnan" jelas Mama Mira.


"Kalau aku hamil Mas Afnan tidak akan mau menikah dengan ku Ma, dia itu orang yang taat agama dan jika memang aku hamil anak di kandungan ku bukan darah daging Mas Afnan" ucap Dewi dengan tegas.


"Semoga saja kamu tidak hamil" mama Mira menunrunkan suaranya, berharap kalau Dewi tidak berbadan dua .


☘️☘️☘️☘️


Dewi masuk kedalam kamar mandi dengan membawa satu buah tespack dan wadah untuk menampung air kencingnya, detak jantungnya berdetak kencang serta kedua tangan yang bergetar.


Setelah pipis Dewi langsung mencelupkan tespack itu, hingga ingatan nya kembali dengan kebersamaan dengan Rian dulu, bagaimana Rian memperlakukan dirinya dengan baik saat ia hamil dulu.


Tapi langsung kandas saat ia mengalami keguguran, hingga ia mendapatkan perlakuan kasar.


Dewi kembali menggelengkan kepalanya, lalu menatap tespack yang sudah membuahkan hasil. Dua garis merah terpampang disana.


"Kenapa baru sekarang semua ini terjadi ? kenapa tidak saat aku masih bersama dengan Mas Rian. Takdir apa lagi yang akan aku terima" air matanya kembali menetes dengan deras


"Bagaimana ? kamu gak hamil kan Nak ?" tanya Mama Mira.


"Positif Ma" Jawab Dewi sambil menyerahkan tespack yang ia genggam.


"Ya Allah, Mama bingung ini kebahagiaan atau kesedihan Nak" gumam Mama Mira.


Dewi langsung memeluk Mama Mira dengan kuat, ia mulai terisak saat mengetahui kenyataan bahwa di rahimnya ada seseorang yang akan memanggilnya dengan sebutan Bunda kelak. Anaknya dengan Rian.


"Dewi harus bagaimana Ma ? ini sangat sulit untuk Dewi" ucap Dewi.


Mama Mira mengelus punggung anaknya "Pasti ada jalan nya Nak, Mama akan berdiskusi dengan Papa dulu"


☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara itu Afnan sedang menyiapkan berkas untuk pernikahan nya lusa, ia begitu semangat melakukan semua itu.


"Penghulu sudah kamu hubungi Nak ?" tanya Ustadz Rahman.


"Sudah Abi, ia siap menikahkan Afnan dan Dewi besok" jawab Afnan.


"Syukurlah kalau begitu, persiapkan semuanya dengan baik"


Afnan mengangguk.


Suara ponsel milik Afnan membuat aktivitasnya terhenti, Afnan langsung melihat siapa yang menelpon.

__ADS_1


❤️Calon makmum❤️ begitu yang tertera di layar ponsel milik Afnan.


"Ada apa Dewi menelpon ku ?" guman Afnan.


Ia menggeser menu hijau dan menempelkan ponselnya pada daun telinga.


"Halo Assalamualaikum" ucap Afnan dengan lembut.


"Waalaikumsalam, bisa saya bicara sebentar ?"


"Silahkan, akan saya dengarkan"


"Saya hamil" ucap Dewi langsung.


Afnan langsung terdiam mendengar ucapan Dewi kalau dirinya hamil, Afnan tau jika anak di kanduangan Dewi adalah anak dari mantan suaminya.


Tak terasa tubuh Afnan langsung lemas seketika, dadanya terasa sesak, mulutnya terkunci.


"Mas Afnan ?"


"*Mas Afnan"


"Halo, apa Mas Afnan masih disana* ?"


Suara panggilan Dewi masih bisa di dengar oleh Afnan dengan jelas, namun untuk menjawab entah kenapa rasanya sangat sulit.


"Maafkan aku Mas, bukan maksudku untuk menyakiti mu, aku saja baru mengetahui hari ini"


Tuuut.


Panggilan langsung terputus secara sepihak, menyisahkan Afnan dengan berbagai pertanyaan.


"Ya Allah apa lagi ini ? kenapa jalannya harus begini ?" batin Afnan


Hingga beberapa saat kemudian ponsel milik Afnan kembali berdering, tapi yang sekarang menghubunginya adalah Papa Edi.


"Halo assalamualaikum" ucap Afnan dengan sopan.


"Waalaikumsalam, Bisa kita ketemuan nak Afnan ?"


"Dimana Pak ?"


"Di kafe dekat rumah Nak Afnan saja, saya sudah dekat"


"Baik, saya akan segera kesana"


Afnan pikir pasti Papa Edi akan membatalkan pernikahan dirinya dan Dewi, ia harus menguatkan hati untuk tidak terluka. Memang dari awal Dewi sudah tidak ingin menikah dengan nya.



VISUAL AFNAN..


KALAU GAK SESUAI MAAF YA !!

__ADS_1


__ADS_2