
Rian masih termenung didalam kamarnya, memikirkan nasib hubungan nya bersama Maudy. Apa yang mesti ia lakukan sekarang untuk mendapatkan restu dari Papa Maudy dan juga Papanya.
Jelas ini sangat rumit untuk ia jalani, cobaan dan Ujian datang bertubi-tubi dalam hidupnya setelah ia bercerai dengan Dewi. Apakah ini adalah hukuman bagi dirinya yang telah menyia-nyiakan seorang wanita.
Apa sudah tidak ada lagi kebahagiaan untuk Rian lagi, Apa sebegitu hinanya menyandang status duda ??
Sesekali Rian menghela nafas kasar, untuk meredahkan rasa sesak yang masih bertakhta dalam dirinya.
Tok--tok--tok.
Sebuah ketokan pintu membuat Rian beranjak dari duduknya, lalu berjalan untuk membuka pintu Kamarnya.
“Ada apa Kak ??”tanya Rian malas. Saat melihat Kenan berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang tak bisa d artikan.
“Kakak mau bicara” ucap Kenan, dan tanpa di persilahkan Kenan langsung masuk kedalam kamar Rian.
Rian menghela nafas lagi, mau tak mau ia mengikuti langkah sang Kakak masuk kedalam kamar, tidak lupa Rian kembali menutup pintu kamarnya.
“Duduk !!” titah Kenan dengan tegas.
Bagai halnya seorang anak kecil, Rian begitu patuh dengan perintah dari Kenan, tidak ada sedikitpun bantahan yang keluar dari mulutnya.
“Semalam kemana ??” tanya Kenan langsung.
“Nginap di Villa Kak” jawab Rian jujur.
“Sama siapa ??”
“Maudy”
“Siapa Maudy ??”
“Pacar Rian”
Dan sekarang giliran Kenan yang menghela nafas panjang, ia memandang wajah Rian dengan seksama.
“Sudah lama pacaran sama Maudy ?” tanya Kenan lagi.
“Seminggupun belum ada Kak” jawab Rian sedih.
“Astaga” Kenan mengusap wajahnya dengan gusar “Lalu kenapa kau sudah berani membawanya menginap di Villa Rian” ujar Kenan lagi.
__ADS_1
“Maaf Kak, semalam Rian tidak tau harus bagaimana, Jujur Rian tidak ingin menginap di sana namun Maudy tidak ingin pulang, Rian juga tidak mungkin meninggalkan Maudy sendiri” Rian menceritakan semuanya, tak ada lagi yang ingin ia tutupi sekarang, berharap Kenan bisa membantunya memecah kan masalah ini.
“Apa kau mencintai Maudy ??” tanya Kenan serius.
“Sangat Kak, aku sangat mencintai Maudy”
“Nanti malam ikut Kakak” ucap Kenan hingga membuat Rian menatap Kenan dengan heran.
“Mau kemana Kak” tanya Rian.
“Melamar Maudy lah, apalagi ??”
“Tapi Papa nya Maudy tidak merestui hubungan kami Kak”
“Serahkan semuanya sama Kakak. Makanya kalau apa-apa tu jangan di pendam sendiri, kalau kamu cerita sama Kakak pasti akan Kakak beri solusi” Ujar Kenan.
Walaupun masih bingung dan juga tak percaya Rian hanya menganggukan kepalanya,
“Dan berjanjilah pada Kakak jika kamu bisa menikah dengan Maudy, jangan pernah kau sakiti wanita lagi seperti kamu menyakiti Dewi Dulu, cukup kisah rumah tangga mu dan Dewi yang berantakan, jangan lagi ada kisah yang lain. Apa kau bisa berjanji” Ucap Kenan menatap Rian lagi.
“Aku janji Kak, aku akan menjaga Maudy dengan jiwa dan ragaku, aku juga tidak akan pernah lagi menyakiti perempuan seperti dulu lagi” jawab Rian dengan sangat serius.
“Kakak percaya padamu”
🌹🌹Flasback On.
Setelah mengatahui kalau sang Adik menginap di Villa bersama perempuan, Kenan langsung bertindak untuk menemui kedua orang tua perempuan itu.
Dengan bantuan sang Asisten pribadinya ia bisa bertemu dengan Lukman Papanya Maudy di sebuah Kafe.
“Ada apa Tuan Kenan ??” tanya Lukman basa-basi, padahal ia sendiri sudah tau kalau Kenan ingin menanyakan tentang hubungan anaknya dengan sang adik.
“Saya tidak ingin basa-basi Pak Lukman, niat saya ingin menemui anda pasti tau kan apa yang ingin saya sampaikan” ujar Kenan langsung.
“Apa ini mengenai hubungan Adikmu dan putriku ??” tanya Lukman lagi.
“Betul. Anda pasti sudah tau kan kalau semalam anakmu bersama Adikku ??”
Lukman mengangguk walau ia tak tau kemana Rian membawa Maudy semalam.
“Apa Anda merestui hubungan mereka ??” tanya Kenan lagi, ia ingin mendengar dari Bibir Lukman tentang hubungan Rian dan Maudy langsung.
__ADS_1
“Tidak” jawab Lukman cepat.
“Kenapa ??” Kenan balik bertanya.
“Sebelumnya saya minta maaf tuan Kenan, tapi saya tidak bisa merestui hubungan antara anak saya dengan adikmu, Alasan nya cukup singkat karena adikmu sudah Duda, dan saya ingin anak saya menikah dengan bujangan”
Kenan terkekeh mendengar ucapan Lukman, ia sebenarnya geram karena mendengar Lukman menyebuatkan adiknya dengan sebutan duda.
“Pendek sekali cara berpikirmu bapak Lukman yang terhormat, apa karena status adikku sebagai Duda begitu hina dimatamu, dan apa kah Bapak bisa menjamin jika putrimu menikah dengan bujangan maka putrimu akan bahagia ??” Kenan menatap Lukman dengan tajam hingga membuat Lukman menelan Saliva nya berkali-kali.
“Saya hanya ingin anak saya dapat yang terbaik Tuan” jawab Lukman.
“Itu berati anda sudah menganggap adik saya bukan yang terbaik, lihat putrimu Bapak Lukman apa dia sudah bisa menjadi wanita yang baik ?? bukan saya tidak tau semalam yang memaksa adik saya menginap dengan putrimu itu adalah putrimu sendiri” Kenan menunjuk Lukman.
Ucapan Kenan membuat Lukman tercekat, benarkah demikian kalau Maudy lah yang ingin menginap semalam bersama Rian, kalau sudah begini iya sudah tidak punya muka lagi di hadapan Kenan.
“Maaf Tuan Kenan, saya tidak tau apa yang terjadi semalam”
“Restui mereka, saya jamin putrimu akan mendapatkan kebahagiaan dari adik saya, Rian sudah menyadari semua kesalahan nya, Jika sampai suatu hari nanti Putrimu di sakiti oleh Rian, aku yang akan memberi perhitungan kepada Rian sendiri”
“Baik Tuan saya akan merestui hubungan mereka”
Kenan tersenyum mendengar jawaban dari Lukman, ternyata segampang ini berhadapan dengan Lukman, walau cara Kenan salah untuk mendapatkan restu tapi bagi Kenan tidak ada cara lain supaya adiknya segera menikah dan mendapatkan kebahagiaan.
“Persiapkan semuanya nanti malam keluarga saya akan datang untuk melamar”
Flasback Off.
Sama seperti Rian, Maudy pun sangat terkejut mendengar kalau Papanya sudah merestui hubunga nya dengan Rian.
“Papa serius ??” yang Maudy heran.
“Jangan banyak tanya siap-siap saja karena nanti malam Rian dan keluarganya akan datang melamar” jawab Lukman.
Walau heran dan bingung Maudy tetap tersenyum bahagia, akhirnya ia dan Rian akan segera menikah. Secepat kilat Maudy memeluk Lukman dengan erat
“Makasih Pa, Makasih sudah merestui hubungan Maudy dan Mas Rian” ucap Maudy
“Sama-sama Nak, maafkan Papa karena sudah egois” Lukman mengelus punggung anaknya.
Melda hanya memandang Suami dan Anaknya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
“Maafkan Papa Nak, karena keegoisan Papa kamu hampir saja kehilangan kebahagiaan. Papa akan merestui kamu dan pria pilihan kamu Nak, semoga dia bisa menjaga kamu seperti Papa menjaga mu selama ini”