
Zaki merasa sangat gemas dengan istrinya, ingin sekali Zaki membawa Cela lari dari sana.
“Ini Mbak pesanan nya !!” ucap sang karyawan sambil memberikan paper bag kepada Cela.
“Sesuai pesanan gak tu ??” tanya Cela, tangan nya terulur untuk menerima barang yang barusan dia inginkan.
“Silahlan di cek dulu !! tapi maaf kak gak ada yang sekali tarik langsung lepas”
“Gimana sih mbak, kan saya pesan nya gitu” ucap Cela marah karena tak mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Memang di toko kami belum ada yang begitu”
Lagi-lagi Cela mendengus kesal, sementara Zaki sudah tak tahan berada disana, apalagi dengan permintaan sang istri yang baginya tak masuk akal.
“Ya udah aku gak jadi beli” Cela kembali mengulurkan Paper Bag yang sudah dia terima.
“Hah ??” Zaki melongo.
Sementara Cela langsung menarik tangan suaminya untuk pergi dari sana, tak peduli dengan umpatan sang karyawan yang mengoceh karena Cela tak jadi membayar barang yang sudah dia carikan.
“Dek kok gak jadi beli sih ?? kan kasihan sama mbaknya udah susah nyariin barang kamu” tanya Zaki sambil mengikuti langka kaki istrinya yang terlihat cepat.
“Ngapain beli kalau gak ada yang sekali tarik langsung lepas, karena itu akan kamu sobek lagi kan, biar aja gak pakai dalaman, biar kamu puas pegangnya”
Tentu saja perkataan Cela membuat Zaki melongo, istrinya kenapa menjadi seperti ini, ?? batin nya.
“Perasaan pas nikah dia polos banget sih ? kenapa sekarang jadi gini ya ??” kembali Zaki membatin.
-
-
Sore hari Pras baru pulang bekerja, dia langsung naik ke lantai atas untuk menemui istrinya, rasanya tak bertemu sehari Pras sudah sangat merindukan Siska.
“Sayang !!” panggil Pras sambil mendorong pintu kamar dari luar.
Tak ada jawaban dari istrinya, Pras masuk kedalam kamarnya dan menuju kamar mandi, dia tempelkan daun telinga nya di pintu, terdengar suara gemericik air dari dalam sana membuat Pras sadar kalau istrinya sedang mandi.
“Lagi mandi rupanya” gumam Pras.
Kemudian Pras membuka jas nya, melemparkan ke sembarang arah, tak peduli dengan omelan sang istri nantinya, setelah itu dia merebahkan badan nya di atas kasur, siku tangan nya terangkat untuk menutupi matanya.
Ceklekkk
Terdengar pintu kamar mandi terbuka, ada Siska yang baru saja keluar, dia tersenyum melihat suaminya sudah pulang dari bekerja, namun saat matanya tertuju kepada sebuah Jas yang tergeletak sembarangan membuat jiwa kemarahan Siska meranjak.
“Kebiasaan banget ya, jas nya di lempar kemana-mana, udah aku bilangin tempat baju kotor itu di sana bukan di sini” Siska mulai mengomel, membuat Pras langsung membuka matanya.
Pras memperhatikan istrinya yang mengambil jas nya yang tergeletak di lantai, membuat Pras merinding ketakutan karena dia yakin kalau istrinya akan marah lagi.
“Hehe maaf Yang !!” ucap Pras melemah.
__ADS_1
“Maaf-maaf, harus berapa kali sih aku bilangin”
“Iya maaf !!”
“Besok kalau di ulangi lagi ku potong burungmu”
Mendengar perkataan istrinya, Reflek Pras langsung menutupi sesuatu yang berada di dalam celananya, takut jika istrinya benar-benar akan memotong sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
“Iya kalau kamu potong kamu juga kan yang rugi karena gak bisa ngerasain enak lagi” kata Pras memberanikan menjawab istrinya.
“Gampang lah aku bisa cari yang lain”
Mata Pras melotot sempurna dia tak menyangka kalau istrinya akan sekejam itu padanya.
“Yang kok gitu, terus aku gimana ??”
Siska menahan tawanya, padahal dia hanya bercanda tak menyangka kalau Pras akan berpikiran serius.
************
Seminggu telah berlalu, pagi hari yang cerah, matahari mulai bersinar dengan hangatnya.
*Hueeeekkkkk
Huuuueeekkkk
Hueeeeekkkkk*
Sementara Aska sudah sangat khawatir dengan kondisi istrinya padahal hari ini Aska akan berangkat keluar kota untuk urusan pekerjaan, tapi terpaksa dia tunda karena khawatir dengan kondisi Fina.
“Yang ke rumah sakit yuk, lihat kamu pucat sekali” ucap Aska sambil membantu istrinya.
Fina menggelengkan kepalanya, setelah dia membersihkan mulutnya Fina menoleh.
“Gak usah, tapi kalau kamu bisa aku mau minta tolong” ujar Fina.
“Apa Yang ?? jangan sungkan aku ini suami kamu”
“Beliin aku Test Pack sebentar”
“Ok Yang”
Tanpa bertanya apa-apa lagi Aska langsung berangkat pergi, mencari apa yang di inginkan istrinya.
Aska mengendarai mobilnya, membela jalanan ibu kota.
“Tadi Fina suruh beli Test Pack, tapi belinya dimana, dan apa itu Test pack ??” tanya Aska pada diri sendiri
Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung harus bagaimana, mau bertanya lagi dengan istrinya takut Fina akan marah.
“Tanya Kenan aja lah, dia pasti tau apa itu Test Pack”
__ADS_1
Segera Aska mengambil ponselnya dan mencari kontak Kenan, setelah mendapatkan nya Aska langsung menekan panggilan.
“Halo ada apa Ka ??” tanya Kenan di seberang sana.
“Test Pack apa Ken ??”
“Dasar bodoh, Test Pack itu buat alat tes kehamilan, itu aja gak tau”
“Iya mana aku tau kan gue belum pernah beli, terus belinya dimana ?? di rumah sakit ??”
“Di apotek ada Ka, ya ampun punya teman bodohnya gak ketulungan”
“Lo jangan hina gue terus dong !!”
“Cih, Lo emang pantas di hina”
Tuuuuutt
Panggilan langsung di putus oleh Aska, kesal karena Kenan terus menghina dirinya.
“Ngapain Fina nyuruh aku beli alat tes kehamilan ya ?? apa jangan-jangan Fina hamil ??”
Seketika senyum Aska mereka dengan sempurna, merasa bahagia jika memang istrinya hamil, karena sebagai pasangan suami istri kehadiran seorang anak yang paling di tunggu-tunggu, begitupun dengan Aska dan Fina..
Aska terus memacu kemudinya, mencari apotek yang buka, setelah mendapatkan nya Aska menghentikan mobilnya, dan turun untuk membeli apa yang di ingin kan oleh Sang istri.
“Mbak beli Test Pack” ucap Aska
“Mau yang biasa apa yang paling bagus kak ??”
“Yang paling bagus lah, masa iya istri gue di beliin yang biasa”
“Baik Kak, kalau begitu saya ambil dulu”
Aska mengangguk, kemudian dia menunggu sampai mbak nya kembali.
“Ini Kak, aku ambilin semua merek, Kakak mau yang mana ??” tanya sang karyawan apotek.
“Semua merek bungkus satu-satu" pinta Aska dengan tegas.
“Baik”
Setelah mendapatkan apa yang dia mau Aska langsung pergi meninggalkan apotek, dengan bersuka ria dia berjalan dengan perasaan bahagia.
BERSAMBUNG.....
MAAF YA KEMAREN-KEMAREN GAK UPDATE KARENA AUTHOR NYA MASUK RUMAH SAKIT, BARU KEMAREN KELUAR.
MAAFKAN KARENA MEMBUAT KALIAN MENUNGGU INSYA ALLAH AKAN UPDATE SETIAP HARI LAGI, JADI MOHON DUKUNGAN NYA DAN DOAKAN AKU SUPAYA CEPAT PULIH.
BERI LIKE DAN HADIA YA !! MAKASIH
__ADS_1