
Hari mulai gelap, Nafiza Brian dan Troy masih berada di parkiran. Mereka sedang menunggu satpam pemilik motor Vespa. Tak lama terdengar bunyi suara langkah kaki menghampiri mereka.
"Selamat malam tuan, maaf tuan Brian tadi memanggil saya kemari, ada apa ya?" tanya satpam ia menundukkan wajahnya tak berani memandang Brian.
"Begini pak, istri saya tertarik dengan motor bapak. Kalau bapak berkenan boleh tidak kami meminjam motornya untuk malam ini saja." pinta Brian sambil menarik tangan Nafiza untuk berdiri di sampingnya. Mata satpam itu terbelalak.
"Ini kan nona yang tadi siang aku usir, mungkin aku sekarang akan terkena masalah" cemasnya satpam tersebut.
"Pak aku ingin sekali naik motor ini, boleh ya pinjamkan padaku malam ini saja" satpam tersebut memandang Nafiza tetapi Nafiza mengangkat jari telunjuknya pada bibirnya seolah menandakan jangan membicarakan apa-apa.
"Oh boleh nona tetapi ini kan hanya motor tua." seolah mengerti satpam tersebut hanya menjawab permintaan Nafiza.
"Tak apa pak, kalau bapak mengijinkannya saya sekarang juga ingin membawanya."
"Silahkan tuan nona" satpam tersebut mengambil kunci motor dari saku celananya dan memberikannya pada Nafiza.
"Terima kasih pak" senyum sumringah dari bibir Nafiza.
"Troy nanti beri uang kompensasi untuk bapak ini, bapak pulang nanti naik taksi saja" ucap Brian.
"Tuan tidak usah mengkhawatirkan saya, semoga perjalanan tuan dan nona menyenangkan. Bila ada yang tuan butuhkan lagi saya akan siap membantu."
"Ini saja sudah cukup." Brian dan Nafiza berjalan ke arah motor vespa dan mengambil helm yang tergantung pada kedua sisinya.
Brian merapikan rambut Nafiza dan memakaikan helm untuknya. Nafiza tak bisa berhenti tersenyum.
"Kita jalan-jalan dulu ya jangan langsung pulang." ajak Nafiza.
"Baik Nafiza ku sayang, kemanapun kamu mau pergi aku siap mengantarmu asal jangan mengajak ke jurang. Hehe"
"Issh yuk kita berangkat!" Brian hanya mengenakan kemeja, jasnya dia taruh di dalam mobil, ia sudah mengenakan helmnya dan mulai menaiki motor vespa yang ada di sampingnya di susul Nafiza yang duduk di belakangnya.
Brian mulai menyalakan mesin motornya dan melaju dengan pelan. Troy yang melihat tuannya sudah pergi segera memberi uang untuk ongkos satpam tersebut pulang sesuai perintah Brian.
"Ini banyak sekali tuan Troy" Satpam tersebut menerima uang lembaran warna merah cukup banyak.
"Terima kasih sudah meminjamkan motornya untuk nona Nafiza dan untuk kejadian tadi pagi nona juga berpesan agar tidak usah di perpanjang jadi jangan membahasnya dengan siapapun."
"Baik tuan, tolong sampaikan permintaan maaf dan terima kasih saya pada nona Nafiza." satpam tersebut membungkukkan badannya.
"Iya" Troy langsung menaiki mobilnya ia hendak menyusul Brian, ia sedikit khawatir karena motor vespa itu sedikit tua, ia tak ingin terjadi sesuatu pada tuan dan nonanya.
***
Brian dan Nafiza sudah keluar dari dalam parkiran, mereka kini berkendara di jalan raya. Nafiza bisa melihat keindahan kota dengan gedung-gedung tinggi di hiasi lampu-lampu malam.
"Uuuuuhhhh Senangnya!!" Teriak Nafiza ia menjulurkan kedua tangannya ke samping seperti sayap pesawat terbang.
"Kamu sebahagia itu bisa naik motor vespa?" tanya Brian tetap fokus berkendara, laju motor vespanya tidak terlalu kencang.
"Iya, kamu tahu orang bilang naik vespa itu romantis. Aku selalu ingin melakukannya dari dulu, jalan-jalan naik vespa keliling kota. Aku juga suka suara motor vespa, entah kenapa rasanya terdengar unik bagiku." Brian hanya tersenyum mendengar ucapan Nafiza.
"Kalau begitu biar tambah romantis peluk aku dong" Brian menarik satu tangan Nafiza untuk melingkari tubuhnya.
"Siap suamiku" Nafiza melingkarkan tangan yang satunya memeluk Brian erat, ia menyandarkan dagunya pada bahu Brian. Mereka banyak bercengkarama sambil menikmati angin malam dari berbagai sudut kota.
Sementara Troy yang menaiki mobil dapat segera menyusul kendaraan Brian dan Nafiza, ia mengekor pada motor vespa di depannya. Ia dapat melihat kemesraan tuan dan nonanya.
__ADS_1
Troy : "Author aku juga ingin naik motor vespa dong."
Author : "Oke next!"
Troy : "Awas kalau bohong!!"
Author : "Lihat saja nanti π"
***
Nafiza dan Brian benar-benar berkeliling dan menyusuri luasnya ibu kota, sesekali saat lampu merah menyala mereka akan berhenti, Brian dapat memandang wajah Nafiza sambil bercengkrama bahkan terkadang Brian memijat kaki Nafiza pelan khawatir kaki istrinya pegal.
"Aku lapar kita berhenti dulu membeli makanan" pinta Nafiza lagi.
"Oke" Brian menepikan motornya mencari tempat makan, di samping jalan merupakan kawasan yang ramai pengunjung, di sini Brian dan Nafiza bisa menemukan berbagai restoran mewah sampai pedagang kaki lima, bukan hanya itu banyak toko yang berjualan pakaian dan pernak pernik asesoris untuk perempuan. Brian dan Nafiza mulai berjalan mencari tempat untuk mereka makan, tetapi mata Brian tertuju pada sebuah tempat. Bukan tempat yang menjual makanan tetapi sebuah toko yang berisi permainan dindong. Brian menarik tangan Nafiza masuk ke dalam.
"Wah sudah lama aku tidak melihat permainan dindong ini" Brian segera membeli koin dan memainkan permainan pada dindong di depannya.
"Brian bukannya kita mau makan, kenapa malah main game?"
"Sebentar Nafiza, aku rindu memainkan game ini. Dulu sewaktu kecil sampai remaja aku sering memainkannya, itu sudah lama sekali jadi biarkan aku hari ini saja memainkannya ya" Brian berbicara tetapi tangan dan pandangannya fokus memulai permainan.
"Tapi aku sudah lapar" rengek Nafiza.
"Sebentar lagi saja ya sampai aku menyelesaikan ini"
"Huuuhh ya sudah aku pergi cari makan saja sendiri!!" Nafiza berjalan keluar game centre.
Sedangkan Troy baru saja memarkirkan mobilnya, ia kini berjalan mencari keberadaan kedua majikannya.
***
"Dasar!!" Nafiza mengambek, tidak ingin mendengar Brian memanggilnya. Ia berjalan tak tentu arah dan menabrak seseorang.
"Ya ampun kalau jalan lihat-lihat dong nona, kenapa malah menabrakku?" Nafiza terdiam, beberapa teman orang yang di tabraknya mengerumuni Nafiza.
"Hey terhadap seorang gadis jangan terlalu galak, lagi pula gadis ini terlihat sangat cantik" Sahut temannya yang lain.
"Kamu tersesat ya gadis kecil? dimana orang tuamu? kamu lapar? mau ikut kami?"
"Aku bukan gadis kecil!!" Nafiza menatap datar ke arah mereka dan tetap bersikap stay cool.
"Tapi kamu sendirian saja, lebih baik kamu ikut kami" salah satu dari mereka menarik tangan Nafiza.
"Lepaskan!!" ucap Nafiza memberontak.
"Dia semakin manis saat memberontak"
Lelaki-lelaki itu terlalu besar untuk di lawan Nafiza, dia seperti anak kecil yang berada dalam bahaya. Meski begitu ia masih berusaha memberontak.
"Lepaskan dia!!"
Brian dan Troy menghadang mereka, Nafiza langsung menarik tangannya begitu cengkraman tangan mereka sedikit longgar kemudian berlari dan bersembunyi di belakang Brian.
__ADS_1
"Beraninya kalian macam-macam pada nona Nafiza!" bentak Troy dengan tatapan tajam.
"Santai bro, kami kira dia hanya seorang gadis yang tersesat. Kami tak ingin mencari masalah. Kalau begitu dadah gadis manis lain kali jangan berkeliaran lagi sendirian" mereka meninggalkan Nafiza Brian dan Troy.
Brian berbalik dan menatap Nafiza yang sepertinya sangat ketakutan.
"Apa kamu baik-baik saja? apa mereka melukaimu?" Nafiza tidak menjawabnya, tangan Brian mengulur ke depan dan menarik Nafiza ke dalam pelukannya.
"Tenanglah" Nafiza memejamkan matanya mencoba menenangkan dirinya, pelukan Brian terasa hangat.
"Aku baik-baik saja, aku daritadi kelaparan, aku mau makan"
"Di saat seperti ini pun fikiranmu hanya tentang makanan" Brian tersenyum melihat sikap Nafiza yang baik-baik saja. "Kalau begitu ayo kita makan" Brian menarik tangan Nafiza mencari toko makanan dan seperti biasa Troy selalu mengekor di belakang mereka.
***
Nafiza Brian dan Troy menemukan sebuah cafe dan makan di sana, Nafiza sudah menghabiskan dua piring makan spageti. Ia sudah kekenyangan dan matanya mulai sayu.
"Kamu mengantuk?" tanya Brian melihat Nafiza sedikit lemas.
"Iya"
"Sudah kenyang mengantuk, kamu benar-benar seperti anak kecil" Brian mengelus rambut Nafiza pelan.
"Ayo pulang" ajak Nafiza.
"Iya, Troy kamu sudah membayarnya?" tanya Brian pada Troy yang duduk di sebelahnya.
"Sudah tuan"
"Troy kamu pulang menaiki motor ya, Nafiza mengantuk aku takut dia jatuh di jalan karena ketiduran"
"Baik tuan" mereka bertiga berjalan ke pinggir jalan tempat mereka memarkirkan kendaraannya.
Nafiza dan Brian sudah menaiki mobil.
"Kami pulang ya kak Troy" Nafiza lemas dan melambaikan tangannya, Brian melajukan mobilnya.
"Hati-hati tuan dan nona" Troy bersiap menaiki motor vespa di sampingnya.
"Yesss akhirnya aku naik motor vespa juga, walaupun sendirian" Troy melajukan motor vespanya, ia memutar arah menuju rumahnya. Ia sangat menikmati perjalanan yang dilaluinya malam ini.
"Malam ini terasa indah dan ternyata asyik juga ya naik motor vespa" Troy bicara sendiri tetapi tiba-tiba motor vespa yang di kendarainya berhenti. Troy kemudian menepi, ia memeriksa beberapa bagian mesin motornya.
"Habis bensin, Heeemmm author!!!"
Author : "Maaf ya Troy selamat mendorong" ππ
Troy : "Memang perkataan Author bilang next bisa naek vespa patut di curigai!!
Author : "Apa sih Troy, pokoknya semangat ya!!"
Troy : ππ
***
**Sebenarnya author yang suka naik vespa bukan Nafiza haha
__ADS_1
Kalau pacaran naik motor itu asyik lho hehe
Semoga terhibur ya ππ**