Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Es Teh Manis


__ADS_3

Hari sudah mulai malam, matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Nafiza, Brian dan Troy juga sudah turun dari gondola, sepanjang perjalanan menyusuri Grand Canal tadi Nafiza di buat takjub karena di suguhi pemandangan klasik kota Venesia dan ia juga bisa mendengarkan nyanyian tradisional Italia yaitu Serenade. Sungguh pengalaman menarik yang tak akan bisa di lupakannya.


Perjalanan hari ini berakhir dengan makan malam autentik khas Italia di salah satu restoran yang terkenal, lokasinya tak jauh dari tempat gondola tadi.


Brian menarik kursi untuk tempat Nafiza duduk, mereka menempati meja untuk dua orang sedangkan Troy duduk di meja sebelah mereka.


Kruyyyyuuukkk


Bunyi suara dari perut Nafiza, ia memegang perutnya dan tersenyum canggung.


"Aku lapar dan haus" Nafiza menatap manja pada Brian.


"Iya kita akan memesan makanan sekarang." jawab Brian, ia mengangkat tangannya memanggil pelayan restoran, pelayan tersebut segera menghampiri meja Brian.


Kring Kring Kring


Nada dering ponsel Brian, ia segera mengambil ponselnya dari dalam tas slempang yang di pakainya.


"Aku akan mengangkat telepon ini dulu." ucap Brian seraya pergi. Tak lama Troy yang duduk di meja sebelah Nafiza juga meminta ijin ingin pergi ke toilet, sekarang Nafiza harus memilih sendiri menu makanan dan minuman yang ingin ia pesan.


"Excuse me, what food you want to order?" (Permisi anda ingin memesan makanan apa?". Tanya sang pelayan pada Nafiza sambil memberi buku menu makanannya. Pelayan tersebut siap mencatat makanan yang akan di pesan Nafiza.


Nafiza membaca buku menu tersebut, hampir semua makanannya tidak di kenali Nafiza, ia bingung menentukan hendak memesan apa. Pada menu tersebut juga hanya menyebutkan daftar nama menu makanannya saja tidak di sertai gambar.


Akhirnya ia memutuskan untuk memesan minuman dahulu, ia ingin menunggu Brian yang menentukan menu makanannnya.


"I want to order drink first" (Aku ingin memesan minuman terlebih dahulu). Ucapnya ragu, Nafiza tidak terlalu mahir berbahasa Inggris.


"Well you want to order what drinks?" (Baik, minuman apa yang ingin anda pesan?). Tanya kembali pelayan pada Nafiza.


Nafiza melihat-lihat menu minumannya, pun sama hanya ada daftar nama minumannya tanpa ada gambar. Hampir seluruhnya juga Nafiza tidak mengetahui jenis minumannya apa. Tenggorokannya sudah kering, perut lapar masih bisa ia tahan tetapi jika haus ia tidak bisa menahannya.


"Masa bodoh, aku mau memesan ini saja" Nafiza sudah menentukannya. "I want to order Cabernet Sauvignon" (Aku ingin memesan Cabernet Sauvignon).


"Entahlah minuman apa ini! mengucapkan nama minumannya pun susah sekali!!" Nafiza sedikit terbata mengucapkannya.


"Well please wait a moment Miss" (Baik tolong tunggu sebentar nona). Pelayan tersebut pergi dan tak lama kemudian pelayan yang lain menghampiri Nafiza membawakan sebuah botol minuman beserta gelasnya. Pelayan tersebut menuangkan minuman pada gelas Nafiza.


"Thank you" ucap Nafiza pada sang pelayan dan pelayan tersebut hanya tersenyum sambil menundukkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Nafiza.


Nafiza segera meraih gelas yang ada di depannya, ia merasa sangat haus, ia menghabiskan minumannya dalam satu kali tenggak.


Bbbbrrrrrrr


Nafiza mengangkat bahunya dan menggertakan giginya.


"Minuman apa ini rasanya tidak enak" Nafiza melihat sekeliling, Brian dan Troy belum kembali ke dalam restoran. Tak lama kemudian ia merasa kepalanya sedikit pusing, ia memijat dahinya pelan.


"Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing dan penglihatanku menjadi kabur" Nafiza menaruh tangannya ke meja dan menundukkan wajahnya.


***


Brian berjalan menghampiri Nafiza, ia baru selesai menerima telepon.


"Maaf ya Nafiza sayang aku lama, tadi ada telepon penting dari rekan bisnisku" Brian duduk di depan Nafiza yang menundukkan wajahnya dan tak menjawab perkataan Brian. Merasa sedikit aneh Brian akhirnya menggoyangkan bahu Nafiza. "Kamu tidur?" tanyanya.


Nafiza mengangkat kepalanya dan memandang Brian, pipinya memerah juga matanya sedikit sayu. Brian berjalan mendekati Nafiza, ia memegang kedua pipi Nafiza mengamatinya.


"Kenapa wajahmu memerah?" Nafiza membalas memegang kedua pipi Brian.


"Eh suamiku sudah pulang" Nafiza menggoyang-goyangkan pipi Brian, nada bicaranya sedikit aneh.


"Kamu mabuk?" Brian melihat ke arah meja, ia menemukan botol berukuran sedikit panjang beserta gelas yang berisi sisa minuman. Brian mengambil botol tersebut dan mengamatinya,


tak lama Troy pun datang.

__ADS_1


"Maaf tuan saya tadi pergi ke toilet." Troy membungkukan tubuhnya.


"Eh ada kak Troy" Nafiza menunjuk Troy dengan telunjuknya. "Ada suamiku ada kak Troy, ada suamiku ada kak Troy." Nafiza mulai mengoceh ia berdiri sambil menunjuk Brian dan Troy secara bergantian.


"Ada apa dengan nona tuan?" Troy melihat Nafiza aneh.


"Dia mabuk, panggil pelayan kemari Troy" perintah Brian.


"Baik tuan" Troy mengangkat tangannya memanggil pelayan dan segera pelayan itu menghampiri mereka.


"Who ordered this drink?" (Siapa yang memesan minuman ini?" tanya Brian pada pelayan sambil menunjukkan botol minumannya.


"Sorry mister, miss who ordered it himself" (Maaf tuan, nona ini yang memesannya sendiri). Jawab sang pelayan membungkukan tubuhnya.


"Ok thank you" ucap Brian, pelayan tersebut meninggalkan meja Brian.


"Apa nona salah memesan minuman tuan?" Troy mencari tahu.


"Iya, dia memesan Red Wine dan meminumnya, sekarang ia mabuk" Brian memandang Nafiza yang kini tertawa sendiri.


"Lalu bagaimana tuan?"


"Sebaiknya kita kembali ke hotel, sudah mabuk begini dia pasti tidak bisa makan."


"Baik saya akan membayar Bill minumannya dulu tuan" Troy kembali memanggil pelayan meminta Bill.


"Kita pulang saja Nafiza" ajak Brian sambil berjalan memegang kedua bahu Nafiza.


"Pulang? bukannya ini rumah kita? ayo kita bercinta Brian suamiku sayang, bukankah kamu menyukainya? aku menginginkanmu sekarang" Nafiza meracau, ia mengalungkan tangannya di leher Brian juga memajukan bibirnya hendak mencium Brian.


"Nafiza kamu mabuk, ini restoran bukan rumah kita" Brian menutup bibir Nafiza dengan tangannya, mereka menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain.


"Aku tidak mabuk, kamu sudah tidak mencintaiku ya? kenapa kamu menahan bibirku saat akan menciummu? kamu jahat!!" Nafiza berjongkok, ia menangis sambil memukul-mukul lantai restoran. Tangisannya kencang dan histeris, pengunjung yang lain menertawakan Brian dan Nafiza.


"Hey Nafiza jangan seperti ini, ayo kita pulang" Brian melihat sekeliling merasa sedikit malu, ia ikut berjongkok dan membantu Nafiza berdiri lagi.


"Hhhhaaaahhhh" Brian menghela nafasnya, ia akhirnya menggendong Nafiza ala bridal style (Lagi).


"Suamiku kemana suamiku? hentikan paman mesum!! kenapa kamu menggendongku!! aku sudah menikah, turunkan aku!!" Nafiza bertingkah aneh lagi, ia memukuli dada Brian ingin di turunkan, tetapi Brian tetap meneruskan jalannya menuju keluar restoran. Troy mengikuti Brian dan dengan sigap membukakan pintu mobil yang sudah menunggu mereka.


Brian mendudukan Nafiza dan mendorongnya masuk ke dalam mobil, tetapi Nafiza malah membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya.


"Brian kamu dimana!! selamatkan aku!!" Teriak Nafiza, Brian memegang dahi Nafiza dan menarik kepalanya masuk.


"Cepat kita jalan Troy!!" Brian menutup jendela dan menutup mulut Nafiza yang masih berteriak mencari suami yang ada di sampingnya.


"Lets start the car!" (Cepat jalankan mobilnya) perintah Troy yang sudah duduk di samping supir.


"Tolong aku Briaaaaaan" teriak Nafiza membuka tangan Brian yang menutup mulutnya.


"Ya ampun" Brian menarik nafas panjang dan pasrah. Troy meremas celananya menahan tawa.


Author : "Beraninya kamu Troy tertawa di atas penderitaan majikanmu!"


Troy : "Sekali-sekali thor aku di buat bahagia"


Author : "Baiklah Troy tertawalah sebelum tertawa itu di larang" πŸ˜‚πŸ˜‚


***


Kini mereka telah sampai di depan hotel tempat mereka menginap, Brian masih menggendong Nafiza, ia kini tidur dan Brian harus bersusah payah kembali menggendongnya sampai ke kamar. Setelah melewati lobi dan menaiki lift akhirnya mereka telah sampai di kamarnya. Brian menidurkan Nafiza pelan kemudian ia meregangkan tangannya pegal. Troy kembali ke kamarnya setelah membukakan pintu untuk Brian.


"Lama-lama tanganku akan berotot sendiri tidak usah mengangkat barbel jika setiap hari aku menggendongmu Nafiza." Brian membukakan sepatu Nafiza dan meletakkannya di bawah ranjang, ia sudah terlalu lelah.


Brian masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya dan berganti pakaian, ia kemudian menghampiri Nafiza yang tertidur pulas dan menyelimutinya tetapi tiba-tiba. .

__ADS_1


"Aaaawww sakit Nafiza!!" Nafiza menjambak rambut Brian dengan kuat dan menggoyangkan kepala Brian beberapa kali. Brian berusaha melepaskan tangan Nafiza dari rambutnya.


"Aku bilang aku sudah menikah paman mesum!! aku akan memanggil suamiku. Brian cepat tolong aku!!" mata Nafiza tertutup tetapi tangannya masih menjambak rambut Brian kuat dan suaminya itu meringis kesakitan, Brian sekuat tenaga melepaskan tangan Nafiza dari rambutnya, Nafiza kembali pada posisinya dan tidur.


"Kamu harus jauh-jauh dari alkohol Nafiza" Brian sedikit menangis sambil mengusap kepalanya sendiri.


***


Malam berganti pagi, Brian bangun terlebih dahulu dari Nafiza. Ia masih mengenakan piyama dan duduk bersandar pada ranjang, sedikit meratapi kejadian semalam. Walau cukup merepotkan dan menyakitkan tapi ia paham Nafiza begitu karena dalam keadaan tidak sadar. Brian mengusap pelan kepala istrinya, Nafiza menggeliat ia membuka matanya perlahan.


"Aduh kepalaku sakit" Nafiza berusaha bangun dan duduk sambil memegangi kepalanya. Brian mengambil sebuah minuman dalam bentuk botol kecil dan memberikannya pada Nafiza.


"Ini minumlah"


"Ini apa?" tanya Nafiza memandang Brian. "Wajahmu kenapa?" ia melihat sebuah luka panjang pada wajah Brian.


"Itu minuman untuk menghilangkan pengaruh alkohol"


"Maksudmu aku meminum alkohol?" Nafiza mengedarkan pandangannya mengelilingi kamar hotel. "Aku tidak ingat kapan kita pulang." Nafiza membuka botol kecil tersebut dan meminumnya.


"Tentu saja, kamu mabuk. Semalam kamu salah memesan minuman, yang kamu pesan itu Red wine, minuman yang mengandung kadar alkohol yang tinggi."


"Oh pantas saja rasanya tidak enak dam setelah itu aku merasa pusing tetapi aku tidak ingat setelahnya aku melakukan apa."


"Kamu melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)" Brian menunjukkan luka di wajahnya yang semalam tak sengaja di cakar Nafiza.


"Aaahhh maaf ya Brianku sayang, aku benar-benar tidak ingat dan tidak sengaja." Nafiza memegangi wajah Brian merayunya.


"Lain kali jika aku tidak di sampingmu dan kamu harus membeli minuman, pesanlah es jeruk atau es teh manis!"


"Apa kamu gila memesan es teh manis di Venesia!" Nafiza melepaskan tangannya dari wajah Brian dan suaminya itu hanya terkekeh dengan perkataanya.


"Minta maaflah yang benar, wajahku terluka karenamu, kepalaku juga sakit di jambak olehmu, tanganku kakiku pegal menggendongmu dari restoran sampai kemari, belum lagi dadaku yang di pukul-pukul, harga diriku ah aku sudah terlanjur malu pada orang-orang di Venesia." Brian menjabarkan perlakuan semalam Nafiza kepadanya membumbui dengan sedikit drama.


"Hemmmm aku minta maaf ya, aku benar-benar tidak sadar semalam" Nafiza mengecup pipi kanan kiri dan kening Brian.


"Kalau ini saja sih aku tidak bisa memaafkanmu" Brian tersenyum nakal.


"Iya aku tahu" Nafiza mengalungkan tangannya di leher Brian dan mengecup bibirnya.


"Kamu mau 'itu'?" tanya Brian dan Nafiza menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Brian merebahkan tubuhnya dan tubuh Nafiza bersamaan, ia menciumi leher Nafiza sambil memeluknya, tangannya bergerak menarik dress yang di pakai Nafiza ke atas dan membukanya, Brian menjamahi sedikit demi sedikit dada Nafiza kini ia tidak membiarkan sehelai kain pun menutupi tubuh istrinya.


Pagi itu di dalam kamar Brian dan Nafiza hanya terdengar sayup-sayup desau tanda aktifitas panas mereka.


***


Halo Readers aku sudah janji untuk episode ini aku akan memperlihatkan cast Nafiza dan ini dia. Taraaaaaaa



Ini dia si imut Nafiza yang sedikit iseng dan kekanak-kanakan yang bikin Brian juga klepek-klepek 😁


Semoga suka dengan visualnya ya



**Maaf ya kalau author salah dalam penulisan percakapan bahasa Inggrisnya


Author juga tidak jago berbahasa Inggris πŸ™Š


Episode kali ini author cepat-cepat membuatnya jadi maaf ya gaje (Author sedang banyak kerjaan di dunia nyata hehe**)


**Jika kamu suka cerita ini jangan lupa like dan komentnya ya


Vote juga boleh πŸ˜„

__ADS_1


See you next time πŸ’–πŸ’–**


__ADS_2