Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Kencan Part 2


__ADS_3

Nafiza dan Brian telah telah sampai di gedung bioskop, mereka sedang menunggu giliran untuk membeli tiket.


"Kita duduk di tengah saja ya jangan terlalu depan juga jangan terlalu belakang" ucap Nafiza.


"Iya nona" setelah selesai membeli tiket, mereka memilih untuk berkeliling karena jadwal pemutaran film horor yang akan mereka lihat masih sekitar satu jam lagi.


"Ayo kita ke sini" ajak Brian masuk ke tempat jual beli perhiasan. "Kamu pilihlah cincin atau kalung yang kamu suka".


"Brian aku tidak mau perhiasan" Nafiza menarik tangan Brian keluar.


"Kalau begitu pilihlah tas yang kamu suka" ajak Brian ke toko tas dengan merk ternama.


"Aku juga tidak butuh tas" Nafiza menarik tangan Brian kembali keluar.


"Kalau begitu pilihlah pakaian dan sepatu yang kamu mau" ajaknya lagi ke sebuah toko besar yang berisi berbagai kebutuhan pakaian, sepatu dan aksesoris.


"Pakaian dan sepatuku di rumah masih banyak yang bisa di pakai Brian, aku tidak mau membeli semua barang-barang tadi dan juga ini"


"Lalu kamu mau beli apa? apa mau ponsel baru? TV baru untuk di kamar? ayo apa sebutkan saja Fiz, aku akan memberikannya" tanya Brian setelah beberapa kali penolakan.


"Kencan kita kan ala anak SMA biasa, lagi pula aku mengajakmu ke sini bukan untuk berbelanja tapi untuk bersenang-senang"


"Hem maksudnya sekalian Fiz, aku belum pernah membelikan sesuatu yang kamu inginkan. Semua kebutuhan kamu masih di kirim oleh kedua orangtuamu, aku merasa payah sebagai suami" Brian kini memasang wajah sedih membuat Nafiza menjadi merasa bersalah.


"Maaf ya Brian, orang tuaku masih memanjakanku dengan selalu mengirim pakaian sepatu dan lain-lain setiap bulan, aku tidak memintanya. Jika ini membuatmu sedih aku akan meminta mereka untuk tidak mengirimnya lagi"


"Aku bukannya tidak suka, mereka juga memberikannya karena sangat menyayangimu, hanya saja kali ini biarkan aku membelikan sesuatu untukmu Fiz" Brian memasang wajah imutnya sambil memohon.


"Kalau kamu sangat ingin membelikan sesuatu, ayo kita ke sini" Nafiza mengajak Brian ke sebuah toko yang berisi berbagai macam aksesoris untuk perempuan.


Nafiza berkeliling kemudian matanya tertuju pada jepit berbentuk lingkaran, ia meminta Brian untuk membantu memasang pada rambutnya.


__ADS_1


"Bagaimana? cantik kan?" tanya Nafiza membelakangi Brian


"Sangat cantik, kalau begitu aku akan beli semua jepit rambut di toko ini"


"Briaaaannnnn!!!" suara Nafiza sedikit kencang sambil menatap tajam ke arah Brian.


"Haha bercanda, kita bayar dulu" Brian memegang tangan Nafiza mengajaknya ke meja kasir.


***


Setelah puas berkeliling, mereka kembali ke gedung bioskop karena jadwal pemutaran film tinggal 10 menit lagi. Brian sudah membeli minuman soda dan popcorn untuk mereka makan, kini mereka sedang menyaksikan film horor yang di pilih oleh Nafiza, beberapa kali Nafiza menyembunyikan wajahnya di bahu Brian karena ketakutan sedangkan Brian hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya itu sambil terus memegang tangannya.


Film pun berakhir, mereka keluar dari dalam gedung bioskop. Nafiza mengatakan ingin ke toilet jadi Brian menunggunya di depan pintu masuk toilet perempuan. Brian berdiri sambil melihat ponselnya, beberapa gadis memperhatikannya karena terpesona dengan wajah tampan Brian.


"Hai boleh kenalan tidak?" tiba-tiba dua orang gadis menghampiri Brian.


"Maaf" Brian sedikit melangkah berusaha menjauh.


"Sombong sekali kan hanya ingin tahu namanya" dua gadis tersebut masih mendekati Brian membuatnya tak nyaman. Tak lama kemudian Nafiza datang dan Brian langsung merangkul bahunya.


"Wah Brian banyak sekali penggemarnya" goda Nafiza.


"Aku bukan artis nona"


"Gadis-gadis tadi sepertinya menyukaimu"


"Tapi aku hanya mencintaimu" Brian semakin mengeratkan tangannya sambil memandang Nafiza.


"Tentu saja kamu hanya boleh mencintaiku, awas saja kalau berani menyukai yang lain!" mereka berdua akhirnya tertawa.


"Hari masih sore, kamu mau pergi ke mana lagi?"


"Hem ke mana ya" Nafiza tampak berpikir.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak punya tujuan, sekarang giliranku menentukan tempat kencan kita" Brian memegang tangan Nafiza mengajaknya keluar dari dalam Mall menuju parkiran.


"Kita mau ke mana?"


***


Hari sudah mulai malam Brian masih mengemudikan mobilnya, Nafiza hanya menikmati pemandangan dari dalam mobil, banyak pepohonan dan jalannya sedikit berliku, tak lama kemudian Brian menghentikan mobilnya.


"Kita sudah sampai, mari keluar" Brian membuka pintu mobilnya di susul Nafiza dari pintu sebelahnya.


"Waaawww indah sekali" hamparan kelap kelip cahaya lampu rumah di bawah sana yang terlihat seperti bintang membuat Nafiza takjub.



"Bagaimana?" Brian menghampiri dan memeluk Nafiza dari belakang.


"Tempat ini sangat bagus pemandangannya, rasanya aku tidak mau pulang, ingin melihatnya terus" Nafiza memegang tangan Brian yang melingkar di perutnya.


"Haha kalau tidak pulang kamu akan tidur di mana. Aku hanya ingin terus seperti ini denganmu Nafiza"


"Aku juga, aku ingin bersama Brian selamanya" Brian mencium bahu Nafiza merasakan aroma tubuh Nafiza yang di sukainya. Nafiza memutar tubuhnya menghadap Brian, ia mengecup bibir suaminya.


"Aku menyayangimu" bisik Nafiza, Brian sangat senang mendengarnya ia langsung ******* bibir Nafiza menciumnya dengan lembut dan hangat, ciuman itu semakin lama semakin dalam membuat tubuhnya menjadi panas, tetapi kemudian Brian sadar dan melepaskannya.


"Kapan kamu akan ujian?"


"Minggu depan"


"Sebentar lagi aku harus bertahan!! junior bersabarlah!!" gumam Brian dalam hati sambil meremas jemarinya.


***


Semoga terhibur. .

__ADS_1


Jangan lupa like dan koment nya ya semangat author lagi kendor soalnya hehe


Terima kasih πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2