
Keesokan harinya Kenan meminta Rian datang kerumah dengan alasan ada urusan penting, semalam dia sudah menceritakan semuanya kepada Papa Bayu, mendengar itu semua Papa Bayu sangat geram, dia sangat tak suka dengan sikap Rian kepada Dewi dan Papa Bayu akan memberikan pelajaran kepada Rian.
“Dimana dia ??” tanya Papa Bayu ke Kenan .
“Katanya masih dalam perjalanan Pa”
Papa Bayu terdiam, dia mendudukan tubuh nya di atas sofa.
Tidak lama kemudian suara mobil Rian terdengar, Kenan menghela nafas nya sebelum menemui adik semata wayangnya.
“Assalamualaikum” seru Rian di ambang pintu..
“Walaikumsalam” hanya suara Kenan yang terdengar, sementara Papa Bayu hanya menjawab dalam hati.
Rian masuk kedalam rumah, dan menyalami tangan Papa dan Kakaknya, dia tersenyum seolah tak ada yang terjadi apa-apa.
Kenan menatap wajah adiknya, dia seakan tak percaya dengan cerita istrinya, tapi melihat Rian datang sendiri Kenan bisa menyimpulkan.
Papa Bayu bangun dari duduknya, dan tanpa aba-aba dia langsung memukul Rian dengan keras.
Buuuggghh
“Pa kenapa Papa memukulku ??apa salah Rian ??” teriak Rian karena kaget di pukul oleh Papanya seperti ini.
“Kau masih bertanya apa salahmu Hah ?. Kau apakan istrimu Rian sampai dia mau bercerai dengan mu ?? Hah kau apakan dia ??” balas Papa Bayu juga berteriak.
Degggg.
Rian terdiam, jantung nya berdegup kencang, kenapa Papanya bisa tau semua ini, Batin Rian.
“Kenapa diam ?? Sekarang kau mengerti kan maksud Papa ?? Bisa-bisa nya kamu memperlakukan istri mu seperti itu ??”
Kenan masih diam, dia masih memberikan Papanya waktu untuk memarahi Rian.
“Iya Rian akan bercerai dengan Dewi kalau bulan depan dia juga belum hamil”
Buuuggghh
Lagi-lagi Papa Bayu memukul Rian, sekarang sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah,Rian melirik ke arah Kakaknya tapi Kenan hanya diam dia tak membela Rian sedikitpun.
“Kamu pikir hamil itu mudah ?? Hamil itu anugerah Rian jika memang istrimu belum hamil juga berarti Allah belum memberikan kalian kepercayaan lagi, dan kau harus sabar jangan menekan perasaan istri mu seperti ini terus”
“Tapi dia sudah menggugurkan anak ku Pa, wajar jika aku ingin dia cepat hamil lagi”
__ADS_1
Buuuggghh.
Sekarang bukan Papa Bayu yang memukul Rian melainkan Kenan, dia sangat marah dengan jawaban dari adiknya.
“Kau gila Rian, otak mu kemana Hah ?? Pakai otak kalau mikir !!” ucap Kenan marah.
“Kakak sama Papa kenapa belain Dewi aku yang anak Papa bukan Dewi, sadar dia sudah membuat aku kehilangan anak ku, harusnya kalian marah sama dia bukan sama aku, kalian gak adil aku benci sama kalian”
Rian langsung meninggalkan Papa Bayu dan Kenan, tak peduli dengan teriakan sang Papa yang meminta nya kembali tapi Rian terus berjalan keluar dari rumah.
************
Di dalam perjalanan pulang berulang kali Rian memukul stir mobilnya, dia marah karena Papa Bayu dan juga Kenan memukul nya seperti ini.
“Ini pasti Dewi yang mengadukan masalah ini sama Papa dan Kakak, awas kamu Wi” ucap Rian dingin.
Rasanya Rian ingin cepat sampai di rumah karena dia akan memberi pelajaran sama Dewi, dia tak suka dengan cara Dewi yang mengadukan perbuatannya kepada keluarganya terutama sang Papa.
Setelah tiba di rumah Rian langsung masuk dengan amarah yang memuncak, dia ingin cepat bertemu dengan istrinya karena sudah membuat dia di pukuli sang Papa.
“Dewi dimana kamu ??” teriak Rian dari ambang pintu...
“Dewi sini kamu !!”
Dari dalam kamar Dewi yang mendengar teriakan Rian langsung lari terbirit-birit menuruni anak tangga, dia heran kenapa suaminya bisa berteriak seperti itu.
Gleeekkk
Dewi menelan air liurnya berkali-kali melihat aura mematikan dari Rian.
“Ad-- ada apa Mas ?? kenapa berteriak seperti it....??”
Plaaaakkkk.
Rian langsung menampar Dewi dengan keras, sebelum Dewi sempat bertanya kenapa suaminya seperti ini.
“Kau bicara apa sama Papa dan Kakak ku ?? lihat wajahku !! aku sampai babak belur seperti ini karena kamu” Rian menarik rambut Dewi dengan keras, membuat Kepala Dewi tertarik kebelakang dia meringis karena merasakan sakit.
“Apa maksud kamu Mas ?? aku gak tau apa-apa” tanya Dewi terbata-bata.
“Aaaawwww,” Dewi kembali berteriak karena Rian semakin keras menarik rambutnya.
“Jangan bersikap bodoh !! kalau bukan karena kamu dari siapa Papa tau semua ini ?? pasti kamu kan yang menceritakan semuanya sama mereka”
__ADS_1
“Tidak Mas, aku tidak menceritakan apapun sama Papa maupun Kak Kenan, aku berani bersumpah”
“Cih” Rian melepaskan rambut Dewi.
Dewi mengelus kepalanya karena terasa nyut-nyutan, air matanya sudah mengalir dengan deras sampai kesini dia seperti tak mengenali suaminya lagi, Rian berubah drastis dia sangat berbeda dengan yang dulu.
“Bagaimana apa kamu masih mau bertahan dengan ku ?? apa kamu masih mau menjadi istriku ?? kalau kamu sudah tak mau aku akan menalak kamu sekarang juga”
Dewi terdiam, apa yang harus dia lakukan sekarang, jujur dia sakit mendengar perkataan suaminya, tapi di hati kecilnya dia masih sangat mencintai Rian.
“Ku mohon beri aku waktu 1 bulan lagi, jika bulan depan aku tak juga hamil dan memberi Mas Rian keturunan maka aku siap di ceraikan”
Tes Air mata Dewi menetes, sakit sekali dirinya saat mengatakan perceraian yang akan dia jalani, tak ada dalam lembaran hidupnya yang dia tulis kalau dia akan bercerai, bagi Dewi menikah cukup satu kali.
Tanpa menjawab apapun Rian langsung meninggalkan Dewi, setelah di tinggal Suaminya Dewi langsung terduduk lemas di atas lantai.
Berulang kali dia memukuli dadanya karena rasa sakit itu.
Ya Allah kenapa berat sekali cobaan ini ? kenapa ya Allah ?? ku mohon kembalikan suamiku seperti dulu lagi !!
Setelah merasa baikan Dewi bangkit dia berjalan dengan langka lunglai menuju taman belakang, disana dia terduduk sambil menatap puluhan ikan peliharaan suaminya.
Dewi sudah merencanakan sesuatu jika nanti dia bercerai dengan Rian, maka Dewi akan kembali keluar negeri dimana dia kuliah dulu, Dewi akan mencari pekerjaan disana dan memulai kehidupan yang baru.
Mungkin memang dia dan Rian berjodoh hanya sampai disini, selama 1 bulan ini Dewi akan memperlakukan Rian sebaik mungkin, dia meninggalkan kenangan indah untuk suaminya kelak, berharap Rian akan mendapatkan penggantinya yang lebih baik..
Air matanya terus menetes, berulang kali Dewi mengelap nya tapi tetap saja masih berderai, dia sangat ingin bercerita dengan sang Mama tapi Dewi tidak ingin Mama nya akan banyak pikiran, biarlah semua ini dia rasakan sendiri.
“Jika perpisahan adalah yang terbaik untuk kita Mas, aku ikhlas mungkin kita berjodoh hanya sampai disini, semoga Mas Rian selalu bahagia dan mendapatkan pengganti ku kelak” batin Dewi.
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG
TINGGALKAN JEJAK YA GUYS..
__ADS_1
JANGAN PADA EMOSI BACANYA 😁😁😁