Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Roma II


__ADS_3

Nafiza mengedarkan pandangannya, tempat ini ramai dengan pengunjung, bukan hanya orang lokal dari Roma asli tetapi begitu banyak wisatawan yang ada di sini. Nafiza melihat ke sana dan kemari barangkali ada orang bisa di tanyai karena ia tidak mahir dalam Bahasa Inggris, apa lagi bahasa Italia dia tidak memahaminya sama sekali.


Rasanya ia berjalan semakin jauh, tempat ini berbeda dari tempat yang di lewatinya tadi. Beberapa kali ia menengok ke belakang seperti ada yang mengikutinya. Ia berjalan sedikit lebih cepat tetapi tak jelas arahnya, matahari pun mulai terbenam dan dugaannya benar.


BREEEETTT


Seseorang menarik tas slempang yang di pakai Nafiza hingga ia terjatuh, tas itu putus dan berhasil di bawa oleh sang pencopet.


"Help!!" Nafiza berteriak tetapi dari beberapa kerumunan orang tidak ada yang mengikutinya mengejar pencopet itu akhirnya ia memilih untuk mengejarnya sendiri sampai dapat.


Nafiza berusaha mengejar pencopet dengan sekuat tenaganya, ia menyusuri gang, terowongan dan berakhir di sebuah taman. Ia masih kejar-kejaran dengan sang pencopet sampai jaraknya sangat dekat Nafiza hampir memegang pakaian yang di pakai pencopet tetapi karena tidak memperhatikan jalannya Nafiza tersandung.


GUBRAG


Nafiza terjatuh, sang pencopet sudah kabur dan tak kelihatan lagi kemana larinya. Nafiza mencoba berdiri, ia masuk ke dalam genangan air pakaiannya basah.


"Huwaaaaa Brian kamu di mana" Nafiza mengingat suaminya, ia berjongkok tubuhnya lemas habis berlari, buliran air matanya terus mengalir.


***


"Tuan ponsel nona Nafiza tertinggal di mobil" Troy memberikan ponsel Nafiza pada Brian.


"Cepat kerahkan orang untuk mencari Nafiza Troy, aku takut terjadi sesuatu terjadi padanya" Brian semakin cemas dan panik.


"Baik tuan" Troy menelpon seseorang meminta bantuan, ia berbicara dengan bahasa Italia.


Brian kembali berjalan, pandangannya ke sana kemari berharap segera menemukan istrinya.


"Tuan ada yang melihat seorang gadis berlari ke taman, ciri-cirinya mirip dengan nona Nafiza" tiba-tiba Troy menghampiri Brian.


"Cepat kita harus ke sana!" Brian, Troy dan beberapa orang suruhan Troy segera menuju ke taman yang di maksud.


***


Nafiza berjalan terseok-seok, liburan yang awalnya indah dan menyenangkan kenapa menjadi drama action mengejar pencopet, terlebih ia masih belum bisa bertemu Brian, penampilannya juga sangat lusuh.


"Nafiza!!" Nafiza mendongakan kepalanya mencari sang pemilik suara.


"Brian!!" Nafiza langsung menghambur memeluk suaminya. "Hhhuuuwaaaa" tangisnya kembali pecah.


"Apa yang terjadi padamu? kamu kemana saja? aku mengkhawatirkanmu" Brian mengusap punggung Nafiza.


"Aku tersesat, tasku di copet orang, aku terjatuh saat mengejar pencopet" Nafiza bercerita sambil sesegukan.


"Kamu ini, aku kan sudah bilang untuk hati-hati. Kadang kalau aku tidak memperhatikan kamu akan mudah tersesat dan tak tahu jalan keluarnya"

__ADS_1


"Jangan mengoceh yang terus aku pusing mendengarnya" Brian malah terkekeh mendengar perkataan Nafiza.


"Beruntung kamu tidak sampai terluka mengejar pencopetnya, lain kali jika tersesat diamlah di tempat biar aku saja yang mencarimu" Brian melepaskan pelukannya memandang wajah Nafiza.


"Iya, aku merasa benar-benar menjadi seorang anak TK yang hilang sekarang"


"Kalau begitu supaya lebih mirip anak TK mau aku gendong?" ledek Brian melihat Nafiza gemas.


"Tentu! Kamu harus bertanggung jawab sudah menelantarkanku"


"Aku tidak menelantarkanmu"


"Sudah cepat gendong aku!!"


"Situasi apa ini, Nafiza benar-benar seperti anak kecil" Brian menyungingkan senyumnya.


Troy dan pasukannya hanya jadi penonton drama seri CEO dan Pengantin kecilku. Hehehe


Brian menggendong Nafiza di punggungnya dan berjalan menuju parkiran mobil mereka.


"Kamu sepertinya harus diet nona" nafas Brian tersenggal-senggal.


"Apa sih, berat badanku hanya 48kg"


"Kamu pasti berbohong"


"Nafiza aku tidak kuat lagi menggendongmu" Brian menekuk kakinya seolah akan menjatuhkan Nafiza.


"Eeehhhh Brian!" teriak Nafiza tetapi Brian kembali berdiri tegak, ia hanya menggoda Nafiza dan istrinya itu memukul bahu Brian sambil tertawa.


"Sebenarnya bukan hanya nona yang kekanak-kanakan tetapi tuan juga sama." ucap Troy dalam hati melihat tingkah dua majikannya yang menurutnya sedikit geli.


***


Nafiza dan Brian sudah berada di hotel mereka sudah berganti pakaian dan selesai mandi, tentu tidak mandi bersama, mereka bergantian memakai kamar mandinya.


Entah kenapa jantung Nafiza dag dig dug sedari tadi, ia menghampiri Brian yang sudah merebahkan tubuhnya duluan di ranjang. Nafiza naik ke ranjang sedikit pelan, ia menaikan selimut sampai pada dadanya. Mereka berdua tidur terlentang dan terdiam sama-sama gugup.


"Bagaimana caraku untuk memulainya" Brian menelan ludahnya. "Nafiza pasti sudah tahu kan malam ini mungkin kami berdua. ."


"Ya ampun jantungku, padahal tadi selama perjalanan ke sini aku tidak memikirkan apapun, sekarang tidur bersama Brian kenapa rasanya aneh padahal aku sering tidur dengannya" gumam Nafiza dalam hati.


"Apa kamu masih takut setelah kejadian tadi?" tanya Brian memecah keheningan.


"Tidak aku baik-baik saja kok" jawab Nafiza sedikit kaku.

__ADS_1


"Apa di dalam tasmu ada benda berharga?"


"Tidak juga, hanya ada sejumlah uang saja itupun tidak banyak, apa pencopetnya akan di tangkap?" Nafiza menoleh pada Brian.


"Troy sudah melaporkannya pada kepolisian di sini, mungkin akan cepat di tangkap"


"Oooohhh"


"Nafiza" Brian dan Nafiza saling memandang. "Sekarang kamu sudah lulus"


"Iya"


"Kamu ingat janjiku padamu kan, aku akan menunggumu sampai lulus SMA. Aku sudah menepati janjiku"


"Lalu?"


"Sekarang aku tidak bisa menahannya lagi Nafiza" Brian secepat kilat mengganti posisinya, ia mendekatkan wajahnya pada Nafiza. "Kamu mau kan malam ini melakukannya denganku?" Brian memandang wajah Nafiza menunggu jawaban dari istrinya dan Nafiza hanya menganggukan kepalanya.


Brian langsung mengulum bibir Nafiza hingga membuatnya sulit bernafas, ia pun kini berada di atas tubuh Nafiza. Brian mengangkat wajahnya memberi udara untuk Nafiza bernafas, ia mengecup bibir Nafiza sekali, dua kali, tiga kali kemudian kembali melanjutkan ciuman panasnya.


Nafiza melingkarkan tangannya pada leher Brian, ciumannya kali ini dengan Brian sangat membara. Brian mulai menjamahi leher Nafiza membuatnya sedikit mengerang, tangan Brian sedikit demi sedikit mulai masuk ke dalam pakaian Nafiza, ia melepas tali bra Nafiza.


"Brian"


"Ada apa Nafiza? apa kamu takut? aku akan melakukannya pelan-pelan" Brian mulai menarik pakaian Nafiza ke atas untuk melepasnya tetapi tangannya tertahan.


"Aku sedang datang bulan"


Bagai tersambar petir di siang bolong, padahal sudah malam. Hehe


Brian menghentikan seluruh aktifitasnya, ia mendudukan tubuhnya langsung terdiam sangat syok dengan apa yang di dengarnya.


"Padahal si 'jun' sudah meronta-ronta ingin cepat masuk ke dalam gua Nafiza!!!"


***


Halo semuanya semoga tetap setia membaca cerita ini ya


Favoritkan jika kamu suka


Like dan komennya juga ya jangan lupa


Author sedikit sedih karena statistik pembacanya banyak tetapi yang like hanya sedikit


Ayo dong terus dukung Author

__ADS_1


Tekan tombol like saja author sudah senang


Love love dari Brian dan Nafiza đź’—


__ADS_2