Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Lelaki Perkasa


__ADS_3

Brian melajukan mobilnya cepat setelah mendapat pesan dari Nafiza, pesan yang membuat jantungnya dag dig dug.


"Benarkah aku akan segera menjadi seorang ayah?" gumamnya, "tak sia-sia kerja keras Jun selama ini, rupanya kamu sangat berguna. Hahahaha" hati Brian merasa bangga, akhirnya ia bisa menghamili seorang perempuan. Seulas senyum tak berhenti tersungging dari bibirnya. Rasa puas dan bahagia.


Brian menepikan mobilnya tepat di depan pintu rumahnya, ia sedikit berlari meski beberapa asisten tampak menyambut kedatangannya.


Dalam sekejap Brian telah sampai di depan pintu kamarnya, ia memegang gagang pintu tetapi belum mendorongnya, Brian menarik napasnya panjang.


"Huuuuhhhh" Brian meniupkan napasnya. Setelah beberapa detik ia akhirnya mencoba menemui Nafiza. Ia sangat gugup dengan apa yang akan di dengarnya, Brian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan melihat Nafiza yang sedang duduk bersandar di tepi ranjang.


"Nafiza istriku sayang aku pulang" panggilnya seraya memeluknya.


"Kenapa kamu pulang? apa ada barang yang tertinggal?" Nafiza merasa tak menyuruh Brian pulang, ia hanya mengabarinya lewat pesan tak menyangka Brian akan datang secepat ini.


"Iya, ada yang tertinggal. Hatiku" ucapnya menggoda Nafiza sambil tersenyum.


"Ishhh gombal! kenapa kamu pulang?"


"Aku ingin memastikan foto yang kamu kirim, kamu tadi memakai test pack?"


"Iya, kamu harus melihatnya" Nafiza menarik laci nakas dan mengambil hasil test packnya. Dia memberikannya pada Brian. "Hati-hati pegangnya yang sebelah sini agar tidak terkena bekas air seniku" jelas Nafiza.


"Aku tidak perduli" Brian memegang test pack tepat di tempat menyelupkan air seni.


"Kamu tidak jijik?"


"Tidak" Brian mengamatinya dengan seksama. "Garisnya ada dua tetapi yang satunya samar-samar. Ini bagaimana? apa nanti jenis kelamin anak kita juga samar-samar?"


"Ih amit-amit Brian jangan bicara sembarangan! untuk memastikannya aku rasa kita harus pergi ke dokter" pandangan mereka bertemu.


"Ayo" Brian memegang tangan Nafiza dan menariknya, ia sangat antusias dan bersemangat.


"Brian tunggu dulu aku harus ganti pakaian"


"Oohh ya sudah jangan lama-lama ya" Nafiza perlahan-lahan bangun dari duduknya dan pergi menuju lemari dan mengganti pakaiannya.


"Aku sudah siap" ucap Nafiza membuyarkan lamunan Brian.

__ADS_1


"Ayo kita pergi" Brian menggandeng tangan Nafiza dan mengajaknya berjalan secara perlahan. Ia ingin menjaga Nafiza dan calon buah hatinya, bahkan saat menuruni tangga Brian tak membiarkan Nafiza berjalan sendiri, ia memilih menggendongnya dan menurunkannya perlahan di samping mobil.


Mereka berdua melesat pergi ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan dan tiba di sana dengan segera.


Beruntung antrian pasien tidak terlalu banyak hari ini sehingga mereka dapat cepat bertemu dengan dokter abyan.


"Selamat siang, kita bertemu lagi" Sapa dokter Abyan ramah.


"Siang dok" Brian dan Nafiza kompak menjawabnya.


"Kali ini tuan dan nyonya mau berkonsultasi tentang apa?" tanya sang dokter.


Brian menjelaskan dan memperlihatkan hasil test pack Nafiza.


"Memang beberapa kasus ada yang seperti itu, garis dua tetapi samar-samar mangkanya untuk memastikannya lebih baik kita cek lewat USG" Dokter Abyan mengajak Nafiza untuk melakukan pemeriksaan USG di ruangannya, Nafiza menidurkan tubuhnya dan mengangkat sedikit pakaiannya sehingga bisa memperlihatkan perutnya.


Suster membantu mengolesi krim untuk alat USG, dokter mulai memeriksa isi rahim Nafiza dengan menggerak-gerakkan alat USGnya.


"Wah terlihat ya tuan yang berbentuk seperti ini adalah janin" gambar yang terlihat di monitor memperlihatkan bentuk kantung.


"Jadi istri saya positif hamil dok?" tanya Brian memastikan.


"Yessss!!" Brian tanpa sadar melompat kegirangan.


"Sepertinya istri tuan hamil anak kembar" Dokter Abyan masih memeriksa Nafiza.


"Kembar dok syukurlah"


"Sepertinya kembar tiga"


"Apa!! kembar tiga?" Brian dan Nafiza kompak terkejutnya.


"Selamat ya soalnya di sini ada 3 kantong janin" Dokter Abyan menunjukkan apa yang di maksudnya di layar monitor.


Brian dan Nafiza hanya bisa membelalakan matanya.


"Jun kamu sungguh luar biasa, kamu benar-benar tokcer" Brian sangat bangga pada Jun kesayangannya sambil tersenyum menganguk-ngangukan kepalanya.

__ADS_1


***


Di tempat yang lain, Troy tengah duduk di meja kerjanya, ia memegang balpoint tetapi tak menulis apa pun, hanya memainkannya menekan dan menekannya terus. Pikirannya menerawang, setelah mendapat reservasi hotel tempat untuk melamar Tita rencana apa lagi yang harus ia persiapkan, ia tidak tahu.


Kemudian Troy tersadar, alangkah lebih baiknya jika ia menonton tutorial melamar orang yang tersayang dari internet.


Ia mulai mengetik sesuatu pada layar komputer di depannya. Tak lama kemudian muncul beberapa video hasil kata kunci pencariannya. Ia membuka video paling atas dengan jumlah viewers terbanyak.


Dalam video itu sang lelaki melamar kekasihnya di pinggir pantai, lelaki tersebut memegang tangan kekasihnya dan mengatakan "Will you marry me?"


Gadis dalam video itu menangis tetapi ini bukan tangisan kesedihan melainkan tangisan kebahagiaan, Gadis itu menerima lamaran kekasihnya. Riuh tepuk tangan teman-teman dan kerabatnya yang ada dalam video tersebut.


Tepat setelah sang gadis menerima lamarannya, kembang api menyala menambah indahnya suasana, pasangan itu kemudian berpelukan, wajah mereka saling memandang dan mendekat kemudian mereka berciuman. Tiba-tiba saja Troy mengeluarkan halaman dari video itu, dia menyudahinya.


"Apa aku juga nanti harus mencium Tita?" ia bertanya pada dirinya sendiri sambil membayangkannya, ia merasa malu dan menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Aku tidak berpengalaman dalam hal berciuman" ungkapnya tak percaya diri. "Kalau nanti malah gigiku terbentur dengan gigi Tita bagaimana? lalu hidungku yang mancung ini jika bertabrakan dengan hidung Tita apa bibir kami akan bertemu?" Troy masih bingung dan tak bisa membayangkannya.


"Apa sebaiknya aku menonton tutorialnya?" Troy akhirnya memutuskan, ia mengetik di layar komputernya "Toturial mencium pasangan" beberapa video muncul. Ia kembali mengklik salah satu video dengan viewers terbanyak.


Dalam video tersebut sang lelaki menarik tengkuk wanitanya, mereka memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri secara bergantian, Troy ikut memutar kepalanya sambil memajukan bibirnya mengikuti video tersebut. Kemudian lelaki itu mendorong kekasihnya perlahan menuju sofa, mereka masih berciuman dalam posisi tidur, semakin lama video tersebut semakin melewati batas, sang gadis hampir melepas pakaiannya. Troy secara spontan kembali mengclose halaman tersebut.


"Kenapa malah jadi melakukan itu? memang setiap habis berciuman pasti ujungnya akan melakukan hubungan suami istri ya?" tanyanya pada diri sendiri. "Teruskan tidak ya menonton videonya?" Troy berpikir cukup lama.


Dan akhirnya ia memutuskan untuk menontonnya kembali hingga selesai, Troy menelan salivanya wajahnya memerah.


"Apa aku juga dan Tita harus melakukan itu?"


***


Hai Selamat siang


Maaf ya author telat update hehe


Semangat terus ya


Dukung author juga jangan lupa like komen dan votenya

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2