
"Memalukan !" omel Kenan kepada Rian saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Rian hanya tertunduk dengan wajah takut, sementara yang menyebarkan masalah suda tertidur dengan pulas di pangkuan Alya.
"Awas kau anak kecil" batin Rian dengan geram.
"Kalau mau ciuman itu lihat tempat dong, masa depan Zio, gak punya otak apa memang bodoh" Kenan kembali mengomel.
"Ya mana Rian tau kalau disana ada Zio kak, memang dasar Zio nya saja yang bandel" balas Rian karena merasa geram selalu disalahkan oleh sang kakak.
"Udah si Dad ! marah mulu perasaan" sahut Alya.
Kenan mendengus kesal, namun pandangan nya terus menatap Rian dengan tajam, walau Rian tidak akan melihat tatapan Kenan karena saat ini ia fokos kejalanan.
Setelah tiba di rumah Kenan mengangkat Keyla, sementara Alya tetap menggendong Zio.
_____________________
Keesokan paginya Rian dengan semangat berangkat bekerja, sekarang ia sudah begitu legah karena semalam sudah lamaran dengan Maudy, sebentar lagi ia akan segera menyandang status sebagai suami lagi.
Rian sudah berjanji tidak akan mengulang kesalahan nya untuk kedua kali, akan meredahkan emosi nya yang memuncak.
Seno yang melihat sahabatnya dari tadi selalu tersenyum langsung menatap heran.
Dengan cepat Seno menempelkan punggung tangan nya di kening Rian, membuat Rian langsung menatap Seno dengan tajam.
"Gak panas kok" Gumam Seno namun masih bisa di dengar oleh Rian.
"Heh, gue ini sehat walafiat ya, bisa-bisanya Lo beranggapan gue sakit" Rian menepis tangan Seno yang masih bertengger di keningnya.
"Ya kirain, soalnya dari tadi gue lihat Lo senyum-senyum sendiri" jawab Seno "Ngeri gue lihatnya" Lanjut Seno lagi.
Rasanya Rian ingin marah, namun karena suasana hatinya sedang berbunga-bunga ia mengurungkan niatnya.
"Tu kan senyum lagi, Lo lagi gak kesurupan kan ?"
"Apaan Sih" Rian langsung meninggalkan Seno dan masuk kedalam ruangan nya, sebentar lagi ia akan sibuk mengurus pasien.
Seno hanya menatap kepergian Rian dengan penuh tanda tanya.
Tidak berapa lama Maudy datang, sama seperti Rian tadi Wajah Maudy juga terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
“Tadi Rian sekarang Maudy, mereka berdua sama-sama aneh" gumam Seno.
Maudy penuh dengan semangat menjalankan pekerjaan nya hari ini, semalam ia dan Rian sudah sepakat jika dirinya sudah menjadi seorang Istri Maudy akan mengundurkan diri menjadi seorang dokter karena Maudy ingin menjalankan peran nya sebagai istri. Dan Rian akan kembali mengurus rumah sakit keluarga nya.
Makanya Maudy begitu semangat menjalani pekerjaan nya sebelum ia resmi menjadi seorang istri. Karena pernikahan nya dengan Rian akan di laksanakan akhir bulan ini, itu berarti tinggal 14 hari lagi atau bisa di bilang 2 Minggu lagi.
Tentu ia tidak akan terus bekerja dalam 2 Minggu ini karena ia dan Rian harus mengurus masalah pernikahannya, dari foto prewedding, bikin undangan dan mencari konsep untuk acara resepsi.
Sebenarnya Rian tidak ingin mengadakan resepsi karena ini pernikahan nya yang kedua, dulu saat nikah dengan Dewi pernikahan nya begitu mewah namun harus Kandas di tengah jalan. Rian ingin menikah dengan sederhana. Akan tetapi tidak enak dengan Maudy karena bagaimana pun Maudy masih seorang gadis yang ingin menikah dan di selenggarakan secara mewah.
Rian dan keluarganya hanya mengiyakan permintaan Maudy.
-------
Siang harinya saat Rian selesai makan siang bersama sang kekasih, seorang suster berlari memasuki ruang kerja Rian.
“Dok ada Pasien yang keracunan” ucap Suster itu.
“Dimana ??” Rian balik bertanya
“Di IGD dok, seorang anak kecil. Dokter Umum sedang keluar jadi tidak ada yang jaga makanya saya panggil dokter Rian"
Dengan segera Rian berlari agar segera memeriksa pasien yang keracunan itu.
“Mana pasien nya ?” Rian bertanya kepada Suster itu lagi.
“Di sebelah sana Dok”
Rian menyingkap tirai yang menghalangi Antara pasien satu dan yang lainnnya. Dan
Deegggg
Betapa kagetnya Rian saat melihat Mantan istrinya sedang menangis di samping anak kecil dengan tubuhnya yang kejang-kejang. Sama-sama canggung baik Dewi maupun Rian.
“Tolong anak saya Dok !” ujar Dewi dengan begitu pelan.
Rian mengangguk, ia langsung mendekati anak Dewi yang entah kenapa membuat naluri Rian sangat berbeda ada desiran aneh yang di timbulkan disana saat memagang Dada anak Dewi, Rian merasakan rasa sakit yang sama.
“Keracunan karena apa ??" tanya Rian, jari-jarinya sibuk membuka kancing baju anak Dewi.
“Saya juga gak tau Dok, tadi dia mainan sama teman-temannya terus tidak lama ada temannya yang teriak katanya Alwi keracunan” jelas Dewi.
__ADS_1
“Bo doh !!” Rian memekik seketika.
“Kenapa kamu begitu ceroboh, selalu saja seperti ini, harusnya sebagai seorang ibu kamu bisa menjaga anak kamu dengan baik, bagaimana kalau ada yang berniat jahat dengan nya” Omel Rian seolah ia dan Dewi masih sepasang suami istri.
Dewi juga menerima amarah yang di ucapkan oleh Rian.
“Bunda sakit” suara pelan Alwi.
“Iya Nak, sabar ya sebentar lagi sakitnya akan hilang, kan sudah ada om Dokter yang menangani” ucap Dewi
“Ambilkan infus Sus, !!” titah Rian.
Setelah infus di berikan Rian langsung menginfus Alwi, ia juga memeriksa seluruh tubuh Alwi. Dan ternyata Alwi memakan makanan yang kadaluarsa dan itu begitu banyak mungkin Alwi jajan sembarangan .
“Mana Ayahnya ?” tanya Rian.
“Keluar negeri, dia sedang ada kerjaan” jawab Dewi.
Tidak berapa lama Alwi sudah membaik, Rian berhasil menyelamatkan anak kecil itu. Alwi sudah mulai tersenyum walau pun masih berwajah pucat.
“Makasih ya Om Dokter” ucap Alwi.
“Sama-sama jagoan, kenapa bisa begini ? tadi Alwi jajan apa ??” Rian bertanya dengan nada yang lembut.
“Hanya Jajan Roti Om, roti nya enak banget”
“Lain kali Alwi jangan jajan sembarangan ya, kalau mau Jajan di luar ajak Bundanya, biar tahu itu sehat atau gak”
“Baik Om”
Dewi terus memandangi interaksi antara Rian dan Dewi. ia tersenyum kecut melihat adegan itu.
“Maafin aku Mas, aku belum bisa mengatakan semuanya” batin Dewi
Entah rahasia apa yang Ia simpan, tapi yang jelas Dewi begitu menjaganya.
“Jaga dia baik-baik jangan terulang lagi kejadian ini, kalau itu terulang lagi ku gantung kau” ancam Rian seolah tak memandang wanita di depan itu adalah istri orang lain.
“Baik Mas. Eh dokter Rian”
Rian langsung pergi dari ruangannya namun sebelum itu ia berbicara pada suster yang memanggil nya tadi.
__ADS_1
“Untuk pasien yang saya rawat tadi tolong di siapkan ruangan VVIP, dan biayanya saya yang tanggung” pinta Rian
“Baik Dok”