
“Makasih untuk hari ini Papa”
Ucapan Alwi yang begitu lembut dan sangat jelas di dengar oleh Rian, membuat kedua bola matanya berkaca-kaca. Rasa bahagia bercampur haru menyelimuti perasaan Rian.
Untuk kedua kalinya Rian kembali memeluk tubuh mungil Alwi.
“Terima kasih Nak, terima kasih sudah memanggil Papa” ucap Rian.
Afnan dan Dewi saling pandang, lalu berjalan mendekati Rian dan Alwi yang masih berpelukan.
Rian menyusut air matanya, kemudian melepaskan pelukannya, ia memandang wajah Alwi lalu tersenyum.
“Papa nangis ?” tanya Alwi.
Rian menggeleng “Tidak Nak”
“Anak Bunda pintar banget” sahut Dewi yang kini sudah berada di belakang Alwi.
Rian berdiri “Papa pulang dulu ya, nanti kapan-kapan Alwi menginap di rumah Papa” ucap Rian.
“Baik Pa, Minggu depan Alwi menginap di rumah Papa”
Setelah berpamitan, Rian langsung pulang kerumah, rasanya sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan istrinya. Lalu menceritakan bagaimana perasaan nya sekarang.
“Inikah hasil dari kesabaran ku selama ini” batin Rian.
Didalam perjalanan pulang Rian selalu bersenandung ria, benar-benar hari yang indah untuk nya. Pertama sekali jalan bareng bersama Alwi berhasil membuat Alwi mengakui dirinya sebagai Papa.
-
-
“Tadi main kemana saja sama Papa ?” tanya Afnan kepada Alwi.
“Cuman main ke Kidzania Bi, setelah itu makan di KFC baru deh ke toko mainan” jawab Alwi menceritakan tempat yang ia kunjungi bersama Rian tadi.
“Wah, seru dong”
“Iya dong Bi, seru banget”
“Berarti Papa Rian baik kan ? tidak jahat seperti yang Alwi pikirkan selama ini”
Alwi mengangukan kepalanya “Ia Bi, Papa baik banget orangnya”
Afnan mengelus kepala anaknya, sekarang Alwi sudah mengakui Rian sebagai Papanya, apa kemungkinan nama dia menjadi tergeser di hati Alwi, entah kenapa Afnan merasa takut semua itu terjadi. Karena kasih Sayang Afnan begitu besar kepada Alwi, Afnan merawat Alwi dari dia bayi.
“Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan. Ampuni hamba ya Allah” batin Afnan
-
-
Sementara itu.
Setelah sampai di rumah Rian langsung menemui sang istri, mengabaikan pertanyaan dari Kenan dan Papa Bayu.
“Sayang” panggil Rian sembari membuka pintu kamar.
"Udah pulang ?” tanya Maudy yang baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Rian langsung memeluk Maudy dengan erat, membuat Maudy kembali heran, hingga ia takut kalau perjalanan suaminya hari ini kembali menyakiti perasaan suaminya.
Namun nyatanya salah !
Justru Rian tertawa sambil memeluk Maudy.
“Kamu kenapa ?” tanya Maudy
"Mas bahagia sekali sayang" Balas Rian sambil melepaskan pelukannya.
Maudy menatap Rian dengan kening mengkerut “Ada apa memangnya "
"Alwi sudah mau memanggil Mas dengan sebutan Papa"
"Oh ya ?" mata Maudy berbinar mendengar semuanya.
"Iya dong, ini semua berkat kamu sayang karena selalu mendukung Mas, selalu mendoakan Mas. I Love You"
"Love you to sayang"
Tanpa aba-aba Rian langsung mengangkat tubuh Maudy mengajaknya berputar mengelilingi kamar, kedua tangan Maudy di rentangkan sambil menikmati tubuhnya yang di putar oleh sang suami.
Di susul dengan tawa Rian yang begitu bahagia.
"Udah mas ! pusing" ucap Maudy.
"Baik sayang" Rian menurunkan istrinya, lalu menangkup kedua pipi Maudy dan mengecup bibir Maudy dengan cepat.
"Mas sayang banget sama kamu" bisik Rian.
"Aku juga sayang banget sama Mas"
-
-
Malam harinya setelah melaksanakan sholat isya, Afnan kembali keluar rumah karena sang istri minta di belikan Mie Ayam dengan di beri saos yang banyak.
Afnan semakin di buat heran dengan tingka Dewi, mencium uap nasi langsung muntah dan sekarang malah minta di belikan Mie Ayam.
"Apa istri hamba hamil ya Allah" gumam Afnan
Afnan membelokan mobilnya di sebuah warung bakso yang masih buka.
"Mie ayam 5 bang di bungkus" ucap Afnan kepasa penjual bakso.
"Pakai bakso gak Mas ?"
"Tidak, mie Ayam saja"
"baik tunggu sebentar ya"
Sambil menunggu pesanan nya jadi, Afnan duduk di bangku plastik sambil memainkan ponselnya, membuka Email yang begitu banyak pesan masuk.
"Ini mas Mie Ayam nya"
Afnan mematikan ponselnya, lalu mengeluarkan selembar uang 100 ribu untuk membayar mie ayamnya.
Setelah membayar Afnan langsung pulang, ia ingat dengan pesan sang istri untuk tak berlama-lama.
__ADS_1
Namun sebelum pulang Afnan berhenti di apotek, ia ingin membeli tes pack untuk kembali memeriksa Dewi.
"Semoga positif" gumam Afnan
Saat tiba di rumah Afnan langsung menuangkan mie ayam ke mangkok untuk istrinya, sementara 4 bungkus lainnya Afnan berikan kepada Mama mertuanya.
"Sayang ini Mie Ay--" ucapan Afnan langsung tertanan seketika saat Dewi sudah tertidur dengan pulas.
Afnan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang istri.
"Sayang" Afnan dengan sengaja membangunkan istrinya, takutnya nanti Dewi kembali menanyakan mie Ayamnya.
"Emmmm" gumam Dewi namun matanya masih terpejam.
"Bangun dulu ini mas udah beliin mie ayamnya"
"Ngantuk Mas"
"Iya tapi makan dulu nanti tidur lagi"
Afnan menciumi wajah Dewi bertubi-tubi karena istrinya itu tak juga kunjung bangun, hingga membuat Afnan gemas.
"Mas Ih" cibir Dewi
Afnan tergelak "makanya makan dulu, mas udah jauh-jauh loh beliin mie ayamnya"
"Gak ikhlas ini kalau di bahas" Gerutu Dewi
"Ikhlas sayang, ya Allah ikhlas banget"
"Suapin !" titah Dewi
"Masya Allah manjanya istriku" gumam Afnan namun tetap mengambil alih mangkoknya mie ayam nya lalu menyuapi Dewi.
"Enak gak ?" tanya Afnan.
"Enak mas, beli dimana ?"
"Di ujung jalan sana, mas cari dimana warung nya yang rame"
Dewi menghabiskan semangkok mie ayam itu, lalu meraih segelas air putih dan meneguknya sampai habis tak tersisa.
"Besok tes lagi ya sayang" titah Afnan sambil memberikan tes pack kepada Dewi.
"Tapi kan waktu itu udah mas, dan hasilnya negatif" balas Dewi
"Enggak ah nanti kecewa lagi" tolak Dewi.
"Coba aja sayang, lagian apa susah nya sih cuman tes aja, apapun hasilnya serahkan semuanya kepada Allah, lagian kamu juga gak datang bulan kan"
Dengan bujuk rayu Afnan akhirnya Dewi mau mengetes kembali besok pagi, semoga saja hasilnya sama seperti yang mereka berdua harapkan.
Afnan sudah sangat ingin memiliki anak, apalagi setelah Rian dan Alwi sudah dekat, membuat Jiwa Afnan begitu besar untuk segera mendapatkan buah hati darah dagingnya sendiri.
"Doa dulu Dek !" tegur Afnan saat melihat istrinya langsung terlelap.
"Udah mas dalam hati" jawab Dewi tanpa sedikitpun membuka mata.
Afnan hanya tersenyum kemudian mencium kening istrinya, barulah ia beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu, walau hendak tidur Afnan selalu menjaga kesucian nya, bahkan jika ia dan Dewi melakukan hubungan suami istri Afnan akan mandi walau itu tengah malam sekalipun.
__ADS_1