
Hari itu Alya mengajak Maudy keliling rumah, Alya memperkenalkan nama-nama orang yang bekerja disana, juga tempat-tempat yang sering menjadi tempat berkumpul keluarga.
“Kakak udah lama ikut Kak Kenan” tanya Maudy.
Sejenak Alya menghentikan langkahnya, lalu menatap kearah Maudy “Sejak pertama nikah Mala, tapi dulu kita pernah tinggal sendiri namun karena suami aku anak pertama juga Papa sudah tua makanya aku dan suami pulang kesini” jelas Alya, kemudian melanjutkan langkahnya.
Ada kolam ikan yang isinya para ikan termahal.
“Ini kolam kesukaan Papa, semua ikan disini koleksi Papa, tiap hari kolam ini harus di bersihkan” Alya menunjuk sebuah kolam yang tidak terlalu besar, dimana di dalamnya terdapat air bersih serta puluhan ikan dengan jenis yang berbeda.
Tentu saja Maudy tau kalau Ikan itu adalah Ikan termahal.
“Kakak yang membersihkan kolam ini ?” tanya Maudy.
“Kadang-kadang ya Kakak yang bersihkan tapi sebenarnya ada petugas yang datang kesini untuk bersihin, Kakak hanya membantu saja”
Maudy menganggukan kepalanya, ada banyak hal yang ia tau dari Alya.
“Ternyata Kak Alya baik, gak seperti yang aku pikirkan selama ini, aku kira ia jutek dan akan semena-menah dengan ku jika kami tinggal bareng” batin Maudy.
Iya dulu saat pertama bertemu dengan Alya, Maudy kira Alya adalah orang yang jutek, namun ternyata Maudy salah besar, Karena Alya menyambutnya dengan sangat ramah, juga Alya tidak keberatan menjelaskan apa saja yang Maudy tanyakan.
“Udah capek ? mau istirahat dulu ?” tanya Alya kepada Maudy.
“Lumayan Kak, rumah ini besar sekali bahkan rumah aku saja bisa 3 kali lipat dari ukuran rumah ini” jawab Maudy membuat Alye terkekeh.
“Kamu belum tau saja rumah ku, ukuran rumah ku sama dengan ukuran kamar ku dan Kenan”batin Alya meringis.
“Ya sudah kita masuk lagi Aja, lagian udah siang Kakak mau bantuin Bibi memasak” ujar Alya
“Baik Kak”
Alya berjalan kesebuah pintu, lalu membukanya membuat Maudy berdecak kagum, ia kira untuk kembali kedalam rumah mereka harus melewati pintu depan atau pintu samping dekat dengan dapur, namun ternyata salah Pintu yang di buka Alya langsung menghubungkan mereka keruangan yang di dominasi warna putih.
“Ini ruangan Apa Kak ?” tanya Maudy.
“Ruangan biasa, lewat sini lebih dekat kalau keluar dari ruangan ini langsung dapur kalau mau lewat depan kejauhan” jawab Alya kemudian membuka kembali satu pintu.
Benar saja setelah pintu itu di buka dapur mewah rumah itu langsung terlihat dengan sempurna.
“Kakak udah hapal semua ya sama rumah ini”
“Iya, kan kakak udah lama tinggal disini, kamu juga pasti hapal semua kok sama rumah ini” jawab Alya.
Setelah itu Alya langsung menuju dapur, sementara Maudy masih melihat seluruh foto yang terpajang, matanya fokus menatap foto Alya dengan 2 orang cewek lainnya.
__ADS_1
Mereka bertiga memakai seragam SMA dengan gaya rambut yang di kepang 2.
“Alya, Dewi , Fina” gumam Maudy sambil membaca tulisan di bagian bawah foto tersebut.
“Berarti dulu dia belum memakai hijab, apa setelah menikah dengan Mas Rian ya dia mengenakan Hijab” Maudy kembali bergumam
Dari arah dapur terdengar suara orang memotong sayur juga wangi masakan yang membuat perut Maudy mendadak menjadi laper.
“Mau aku bantuin Kak ?” tanya Maudy.
“Tidak usah, kamu istirahat saja”
Namun Maudy tidak mendengarkan ucapan Alya karena kini ia sudah berdiri di tempat cucian piring.
“Nanti saja nyucinya kalau sudah selesai masak” ucap Alya mencegah karena Maudy hendak mencuci piring.
Maudy akhirnya menyingkir dari tempat itu, lalu berjalan mendekati Alya yang sedang memotong kol entah mau di bikin apa.
“Kakak mau masak apa ?”
“Sederhana saja, hanya ayam goreng ungkap, sayur asam sama samber terasi” jawab Alya.
“Enak banget itu Kak”
“Gimana betah gak disini ?”tanya Rian
“Betah kok, Kak Alya baik orang nya, asik juga di ajak ngobrol” jawab Maudy sambil mengingat kebersamaannya dengan Alya tadi, bagaimana Alya menjawab semua pertanyaan nya, apalagi saat ia bertanya tentang Dewi.
“*Kakak sama Dewi itu sahabatan dari SMA, kita udah kek Sodara”
“Dulu saat tau kalau Dewi akan menikah dengan Rian, ya Kakak bahagia sekali, tapi ternyata pernikahan mereka hanya berjalan beberapa bulan saja”
“Kakak tidak bisa menyalahkan siapapun dari mereka, Kakak hanya bisa menyimpulkan kalau Rian dan Dewi memang tidak berjodoh*”
Dan saat Maudy bertanya kapan Dewi mengenakan hijab Alya menjawab -
“*Setau Kakak dia mengenakan hijab saat sudah pisah dengan Rian karena kan suaminya yang sekarang seorang anak Ustadz”
“Karena dulu saat Dewi masih menjadi istri Rian, ya dia sama kek kamu gak berhijab*”
“Hei” sentak Rian karena melihat sang istri diam saja.
“Lagi mikirin apa sih ?” Rian kembali bertanya.
__ADS_1
“Tidak ada Mas” jawab Maudy.
“Beneran ?”
“Iya”
“Tadi kak Alya ngomong apa aja ?” tanya Rian mengalihkan topik.
“Hanya mengajak aku jalan-jalan di rumah ini Mas, sama memperkenalkan setiap ruangan yang ada, oh iya kolam ikan milik Papa bagus banget, aku suka disana” jawab Maudy sambil mengingat kolam ikan milik Papa mertuanya
“Ya baguslah kalau kamu suka disana, kalau pagi disana seger, Mas sering disana sambil memberikan makanan ikan”
Sementara dikamar Lain setelah menidurkan Zio, Alya beranjak untuk memakai cream malam nya, melewati sang suami Yang sedang sibuk dengan layar laptop.
“Mau aku buatin kopi ?” tawar Alya yang kini sudah duduk di depan kaca Rias
“Enggak Yang, kebanyakan minum kopi perutku jadi begah”
“Oh ya sudah”
Alya mulai mengoleskan cream malam kewajahnya, meratakan dengan sempurna sehingga membuat wajahnya terlihat putih dan halus.
Lalu menyemprotkan parfum kebadannya, wangi parfum yang tercium di hidung Kenan membuat konsentrasi Kenan menjadi hilang, dengan cepat ia mematikan layar laptop dan berdiri untuk mendekati istrinya.
Alya tersentak kaget saat Kenan tiba-tiba melingkarkan kedua tangannya di perut, menciumi leher Alya dengan bertubi-tubi, hingga menimbulkan sensasi geli.
“Geli Sayang” ujar Alya berusaha menghindar.
“Kamu wangi banget Yang, aku jadi pingin” kata Kenan seperti sebuah gumaman karena nyaris tak terdengar.
“Tadi ngapain aja sama adik ipar yang baru” tanya Kenan masih dengan posisi yang sama.
“Hmmm, enggak ngapa-ngapain hanya aku aj--” Ucapan Alya langsung terpotong karena sang suami mengangkat tubuhnya “Aahhh, turunin Yang nanti jatuh”
“Sudah lama kita tidak melakukannya Yang, malam ini aku sedang ingin, bersediahkah kamu melayani suami tampan mu ini” Kenan menurunkan tubuh sang istri di atas kasur dengan sangat hati-hati.
“Aku selalu bersedia memberikan kepuasan untuk suamiku tercinta”.
-
-
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN PADA BOSAN YA SAMA CERITANYA SOALNYA NOVEL INI AKAN TERUS UPDATE SAMPAI AKHIR BULAN, ENTAR TANGGAL 30 SEPTEMBER BARU END.. JADI TOLONG BERIKAN LIKE DAN HADIAH NYA YA KAWAN.
KALAU UDAH BOSAN SAMA ALURNYA YANG TERLALU LAMBAT YA KALIAN KASIH LIKE AJA JANGAN BACA 😂😂😂 ( CANDA YA ! JANGAN DI MASUKIN KEHATI)