
Rian terdiam seketika mendengar penjelasan Afnan, sesakit itukah Dewi dulu sehingga begitu menderita.
Hingga tak terasa buliran air mata mulai menetes membasahi pipi Rian. Rasa bersalah yang begitu besar didirinya.
Afnan menatap wajah Rian.
"Kalau mau bicara dengan Dewi silahkan ! mungkin kalian perlu saling memaafkan" ujar Afnan
"Terima kasih Mas. Mungkin ini saatnya aku bicara berdua dengan Dewi. Banyak hal yang tak pernah aku tau tentang masalalunya selama berpisa dengan ku."
Afnan menganggukan kepalanya.
"Silahkan, tapi aku akan tetap mengawasi kalian dari jarak jauh" ucap Afnan.
"Iya Mas"
Dewi kembali bersama dengan Alwi tapi sebelum itu Dewi meminta Mama nya untuk menemani si kembar.
"Alwi sini sama Abi dulu, Mama dan Papa mau bicara" ajak Afnan pada Alwi.
Dewi menatap suaminya, dan mendapat anggukan dari Afnan.
"Silahkan bicara di samping, disana lebih enak Mas akan ikut dan duduk agak jauh" ujar Afnan.
Dan disinilah Dewi dan Rian berada, duduk di kursi yang jaraknya berjauhan sementara Afnan duduk agak jauh bersama Alwi.
Dari tadi Dewi gelisa rasanya sudah sangat lama tak bicara berdua dengan lawan jenis selain Afnan dan juga sang Papa. Apalagi dengan Rian.
"Maafkan semua kesalahan Mas dek ! maaf sudah menoreh luka yang amat dalam di hidupmu" Rian memulai pembicaraan.
"Aku mungkin sudah memaafkan Mas Rian, tapi untuk melupakan rasa sakit itu tidak muda Mas, luka yang Mas Rian torehkan begitu dalam"
Rian menunduk, mendengar kan semua yang Dewi katakan.
"Andai Mas tau hari-hari yang aku jalani setelah berpisah dengan Mas begitu menyakitkan. Aku berusaha bangkit tapi tidak bisa hingga akhirnya Papa menjodohkan aku dengan Mas Afnan. Satu yang aku tau kenapa Papa ingin aku menikah dengan Mas Afnan karena Mas Afnan lebih baik dari Mas" air mata Dewi menetes, namun hatinya belum legah masih banyak yang ingin Dewi katakan pada Rian.
"Dan bodohnya aku, di sehari sebelum pernikahan aku baru tahu kalau aku hamil, antara sedih dan senang. Sedih karena aku mengandung tanpa suami. Dan senang akhirnya aku bisa mengandung anak Mas Rian"
Dewi menyusut air matanya.
Rian mendongak menatap wajah mantan istrinya yang kini sudah basah karena air mata.
"Maaf dek, mungkin seribu kata maaf yang mas ucapkan tidak akan bisa menyembuhkan luka di hati kamu" ucap Rian
"Iya aku tau, apapun yang Mas Rian lakukan tidak akan bisa mengobati luka yang Mas torehkan. Tapi Mas tenang saja karena luka itu sudah di sembuhkan oleh Mas Afnan" Dewi menoleh dan menatap suaminya yang juga sedang menatap nya.
"Semoga pernikahan kamu dan Mas Afnan selalu bahagia" ucap Rian dengan sungguh-sungguh.
"Begitupun dengan kamu dan Maudy semoga selalu bahagia. Dan masalalu kita cukup di jadikan pelajaran" balas Dewi.
__ADS_1
Rian berdiri dari duduknya di ikuti oleh Dewi.
"Sejauh apapun hubungan kita sekarang, ingat lah selalu Mas kalau di antara kita ada anak yaitu Alwi. Dia akan semakin besar dan butuh biaya untuk pendidikan nya nanti"
"Iya, aku akan selalu ingat itu. Terimakasih sudah mengandung dan melahirkan anakku" balas Rian.
"Satu permintaan ku Mas, jangan pernah pilih kasih antara Alwi dan anak kamu bersama Maudy. Alwi juga dara daging kamu" pinta Dewi dengan sungguh-sungguh.
"Itu tidak akan terjadi, mereka berdua anak-anakku" jawab Rian yakin.
ππππ
Di dalam perjalan pulang hati Rian mendadak legah. Rasa yang selama ini simpan seolah hilang tak berbekas. Rian tersenyum bahagia karena permasalahan nya dengan Dewi sudah berakhir.
Tinggal memulihkan kesehatan Maudy. Rian berjanji akan memberi perhatian lebih pada istrinya, tak akan membuat kesalahan yang sama seperti yang ia lakukan pada Dewi dulu.
Bagi Rian cukup sekali ia menyakiti wanita hingga membuat dirinya benar-benar menyesal.
"Alwi mau beli sesuatu dulu gak ?" tanya Rian.
"Tidak Pa, Aku mau langsung pulang udah gak sabar pingin lihat dedek di rumah Papa" jawab Alwi.
"Ok kalau begitu"
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah. Di teras ada Papa Bayu, Keyla dan Zio yang sedang menunggu kedatangan Alwi.
"Kakek" teriak Alwi berlari untuk segera memeluk Papa Bayu.
"Bagaimana kabar kakek ?" tanya Alwi.
"Alhamdulillah kakek sehat, Alwi sendiri bagaimana kabarnya ?"
"Sehat dong Kek"
Rian tersenyum melihat kedekatan Papa Bayu dan Alwi.
"Masuk yuk, katanya mau ketemu dedek Nura" ajak Rian.
"Oh iya, ayok Pa"
Rian menggandeng tangan Alwi dan Zio sementara Keyla bersama dengan Papa Bayu.
Di dalam kamar suasana nya menjadi ramai, celotehan Alwi dan Zio membuat Maudy terus terkekeh.
"Kok dedeknya bobok terus sih Om ?" tanya Zio.
"Iya namanya juga masih bayi, Zio dulu juga bobok terus kok" balas Rian.
Sementara di lantai bawah Papa Bayu menerima telepon dari seseorang.
__ADS_1
Papa Bayu tersenyum bahagia mendapat telepon dari orang suruhan nya untuk mencari wanita paruh baya yang bernama Juminten.
Supaya aman Papa Bayu menerima teleponnya di dalam kamar, bisa gawat jika Kenan dan Rian tau apa yang selama ini ia lakukan.
Padahal Kenan dan Rian melarang dengan keras jika Papa Bayu ingin menikah lagi.
"Pokoknya aku gak mau punya Mama tiri" ucapan Rian waktu itu.
"Lagian Papa ini gak malu apa mau nikah lagi, entar bikin repot Pa"
Tapi Papa Bayu tetap dengan keinginan nya untuk menikah lagi, baginya tak ada masalah menikah di usis seperti ini.
"Halo bos" suara seseorang di seberang sana.
"Iya Halo. Bagaimana ? apa sudah ada hasilnya ?" tanya Papa Bayu dengan suara yang amat pelan.
"Bisa di besarkan dikit gak bos suaranya ? saya kurang dengar ini Bos"
"Nanti ketahuan anak saya be go"
"Hehe, maaf Bos"
"Bagaimana hasilnya ? cepat katakan !"
"Sabar Bos, saya akan jelaskan semuanya"
"Iya cepetan !"
"Kami berhasil menemukan wanita yang bernama Juminten itu, persis seperti yang di rekaman CCTV yang di dapat di mall waktu itu". jelas orang di seberang sana.
Memang benar untuk memudahkan mencari Jumintan, Papa Bayu meminta rekemana CCTV saat ia berada di mall waktu pertama bertemu dengan Juminten. Beruntung ia dengan sangat mudah mendapatkan nya.
"Lalu apa lagi ?" tanya Papa Bayu dengan senyum terus merekah.
"Dia sudah punya anak bos, tiga cewek semua".
Ok gak masalah, toh Papa Bayu juga punya anak kan.
"Anaknya sudah menikah semua Bos"
Sama lagi, anak Papa Bayu juga sudah menikah semua.
"Tapi dia masih bersuami Bos"
"Apa ?"
Dan detik itu juga perasaan papa Bayu hancur seketika.
πππ
__ADS_1
Aku buat scane Papa Bayu untuk hiburan ya guys dari pada tegang terus ya kan π