Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Cuek


__ADS_3

"Aku belum memikirkannya, untuk pernikahan"


Seketika Tita lemas mendengar ucapan Troy. Nafiza meraih tangan Tita yang ia taruh di bawah meja, sahabatnya itu tahu mungkin Tita mengharapkan sesuatu yang lebih dari hubungannya dengan Troy. Tita membalasnya tersenyum seolah menandakan ia baik-baik saja.


"Tenang saja jangan terburu-buru, kalian kan baru dua hari memulai hubungan" bisik Nafiza pelan. Tita menganggukan kepalanya menyunggingkan senyum palsunya. Bagaimana pun rasanya akan lebih bahagia jika hubungannya dengan Troy bisa sampai ke jenjang pernikahan.


"Baiklah jika sudah selesai, aku harus kembali ke kantor. Pekerjaanku sudah banyak menanti, terima kasih ya Ta untuk makanannya" Brian berdiri dari duduknya dan memakai kembali jasnya yang di bantu oleh Nafiza.


"Sama-sama kak Brian"


"Lalu kamu akan pergi kemana?" tanya Brian pada Nafiza.


"Aku akan pulang saja ke rumah, aku tidak ada kegiatan apa pun hari ini"


Troy hanya memandang Tita tanpa bertanya apa pun.


"Maksud kak Troy aku juga akan ke mana setelah ini?" tanya Tita peka.


"Iya kalau Tita?"


"Aku juga akan pulang, ibuku sedang membuat kue dia memintaku membantunya"


"Oh" jawab Troy singkat.


"Mau aku antar pulang tidak Nafizaku sayang?" tawaran Brian.


"Tidak usah aku akan naik taksi saja, kamu bekerjalah dengan baik" Brian merangkul dan mengecup kening Nafiza, Brian tak mengenal malu meski di tempat umum sekalipun ia tetap ingin menunjukkan kasih sayangnya pada Nafiza membuat couple sebelahnya iri.


"Ehem" Tita berdehem sedikit terbatuk memberi kode tetapi sang kekasih yang terkenal cuek dan tidak peka itu benar-benar tak bergeming.


Uhuk Uhuk Uhuk


Tita semakin mengencangkan batuknya.


"Uhuk mau juga" ucap Tita pelan semakin jelas memberi kode tetapi tetap saja Troy acuh padanya. Kesabaran Tita habis ia menyambar tas yang di taruhnya di kursi dan berjalan sambil menyenggol bahu Troy.


"Aku mau pulang" Tita berjalan cepat meninggalkan kekasih dan sahabatnya.


"Kenapa dengan Tita Troy?" tanya Brian pada sekretarisnya.


"Aku juga tidak tahu tuan" ia menatap kepergian Tita yang grasak grusuk hampir menyenggol orang lain di depannya.


"Kak Troy lebih perhatikanlah Tita, ia mungkin ingin lebih dekat dengan kak Troy. Sudah minta maaf padanya sana" Nafiza menasihati Troy.


"Tapi aku tidak melakukan kesalahan apa pun padanya nona"

__ADS_1


"Perempuan itu selalu benar Troy, sudah mengalah saja padanya. Akan susah urusannya jika kamu tidak merendahkan diri di depannya"


"Baiklah tuan" Troy sedikit berlari mengejar Tita yang sudah berada di luar sedang menunggu taksi.


"Pasangan baru jadian sedikit ribet ya"


"Kamu juga dulu ribet" Brian merangkul bahu Nafiza.


"Tidak ah aku kan baik dan kalem"


"Kata siapa? kamu itu banyak maunya" ledek Brian.


"Ya sudah tidak usah berhubungan lagi denganku jika begitu" Nafiza melepas tangan Brian dari atas bahunya, ngambek.


"Hahaha jangan marah sayang, biar kamu banyak maunya tapi aku suka" Brian menarik tubuh Nafiza dan memeluknya.


"ah gombal!"


Brian dan Nafiza menjadi pusat perhatian orang di dalam restaurant, mereka berbisik-bisik membicarakan pasangan muda yang cantik dan rupawan itu terlihat sangat serasi.


***


Tita memberhentikan taksi yang melaju di depannya dan berusaha untuk menaikinya tetapi tangannya di cegah oleh seseorang saat membuka pintu taksi dan di tutupnya kembali.


"Maaf pak kami lain kali saja naik taksinya" ucap Troy pada supir taksi yang kemudian melajukan kembali mobilnya.


"Kenapa sih kamu itu tidak peka? haruskah segala sesuatunya aku mengatakannya baru kamu mengerti? tidak bisakah kamu mengetahuinya hanya dari sikapku?"


"Iya aku mana bisa mengerti jika kamu tidak mengatakannya"


"Kamu itu menyukaiku atau tidak sih? tidak bisa ya berinisiatif sendiri? selalu cuek tidak bisa memperhatikanku" air mata Tita mulai menggenang di pelupuk matanya.


Troy melepas bahu Tita, dia membuang nafasnya kasar. Tita mulai menyeka air mata yang jatuh di pipinya, Troy tidak mengerti dengan mood perempuan yang selalu berubah-ubah dan selalu minta di perhatikan, ia tiba-tiba saja mendengar iringan suara gitar dari samping restaurant tempat tadi mereka makan bersama. Ia meninggalkan Tita menghampiri panggung kecil itu dan berbicara dengan penyanyi yang baru saja akan memainkan musiknya. Penyanyi tersebut memberikan gitarnya dan mempersilahkan Troy duduk di kursi tempat ia akan bernyanyi.


"Halo halo aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk seseorang yang spesial bagiku, dia ada di sana" tunjuk Troy pada Tita. Semua orang menoleh padanya, Tita menutup wajahnya dengan kedua tangannya sedikit malu. Troy mulai bernyanyi sambil memainkan gitar.



Kadang ku kesal dengan sikapmu


Yang selalu bertanya mana perhatianku


Mungkin kau tak pernah merasakan


Apa yang ku lakukan di setiap pengorbananku

__ADS_1


Menjadi yang kau mau


Menjaga di setiap saat


Tapi kau tak melihatnya


*Mana ada aku cuek


Apa lagi nggak mikirin kamu


Tiap pagi bangunku slalu memikirkan kamu


Bukalah pintu hatimu


Agar kau tahu isi hatiku


Semua perjuanganku tertuju padamu


Song by Rizki Febian "Cuek*"


"Tita mungkin aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku selalu berusaha memperbaiki diri. Lain kali kamu boleh mengatakan dan memintanya jika aku tidak mengerti. Aku tulus menyayangimu" Troy menutup penampilannya, suara tepuk tangan penonton dadakan riuh dan ramai. Mereka mengagumi keberanian Troy mengatakan perasaannya di depan umum.


Troy memberikan kembali gitar pada pemiliknya dan berterima kasih, ia kemudian menghampiri Tita. Kekasihnya itu masih saja menyeka air matanya.


"Kenapa masih menangis?"


"Ini bukan air mata sedih atau kesal seperti tadi, ini air mata bahagia. Terima kasih sudah menyukaiku" Tita menghambur memeluk Troy, lelaki itu melingkarkan tangannya membalas pelukan Tita dan mengecup pucuk kepalanya.


"Sama-sama, kita belajar saling mengerti sifat masing-masing ya"


Tanpa mereka sadari, Nafiza dan Brian memperhatikan mereka dari jarak cukup dekat sambil tersenyum.


"Tidak sia-sia kita menjodohkan mereka" Nafiza mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka beberapa kali.


"Semoga mereka bisa sampai menikah"


"Iya semoga" Nafiza membuka akun media sosial miliknya dan mengirim foto Tita dan Troy untuk di jadikan story.


Jauh dari sana, seseorang menghampiri pria paruh baya dan memperlihatkan foto dari story akun media sosial milik Nafiza.


"Cari tahu siapa pemuda ini yang beraninya memeluk anakku"


"Baik tuan"


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2