
Siang hari Kenan baru saja pulang ke rumah, karena setelah ini dia harus bersiap-siap untuk menghadiri acara ijab kabul Pras dan Siska.
“Kok baru pulang ??” tanya Alya setelah suaminya memasuki kamar.
“Iya soalnya bantuin ngurusin jenazah nya Nenek”
“Nenek siapa ??”
“Nenek nya istri Zaki Sayang”
“Apa ?? jadi Nenek nya udah meninggal ??”
Kenan menjawab dengan anggukan, dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lelah mungkin, karena dia harus bolak-balik belum lagi sore kemaren dia baru kembali dari kota S.
“Papa bagaimana keadaan nya ??” tanya Kenan dengan mata terpejam.
Alya mendekat dia duduk di ranjang dimana suaminya berbaring, tangan nya terulur untuk mengelus kepala suaminya.
“Papa baik-baik saja, Dokter Arif selalu memantau kondisi Papa”
Mata Kenan terbuka dia menatap ke atas dimana istrinya masih mengelusnya, rasa nyaman yang di berikan Alya membuat Kenan mengantuk.
“Tidur aja dulu, masih ada sisa waktu 2 jam sebelum akad nikah di laksanakan”
“Tapi kita gak mungkin kesana jam 02 pastinya sekitar jam 01 Yang, gak enak sama Pras kalau kita datang barengan sama tamu”
Alya berpikir benar juga yang di katakan suaminya, tidak enak jika mereka datang bersamaan dengan para tamu, apalagi Kenan, karena baginya Pras merupakan orang terpenting dalam hidupnya.
“Ya sudah kamu gak usah tidur !! tapi istirahat saja, tapi kamu udah makan siang kan?” tanya Alya lagi.
“Sudah tadi, bareng sama Aska”
-
-
Tepat jam 01 siang Kenan dan Alya langsung berangkat dimana tempat acara ijab kabul Pras dan Siska akan di laksanakan.
Proses ijab Kabul di laksanakan di rumah Siska, Pras yang memang seorang yatim piatu sangat mengharapkan kehadiran Kenan sekeluarga.
Kenan, Alya, Rian dan Dewi tiba di rumah Siska, memang Pras juga langsung di rias di sana, karena jika dia masih menunggu di rumah maka akan kejauhan makanya keluarga Siska menyuruh Pras langsung ke rumah saja.
“Mana Pras ??” tanya Kenan kepada salah satu Art disana tampak nya mereka sedang sangat sibuk menyiapkan acara yang sebentar lagi akan di laksanakan.
__ADS_1
“Ada di kamar sebelah sana Tuan” jawab nya sambil menunjuk salah-satu kamar.
“Baiklah, terima kasih”
Setelah bertanya Kenan berpamitan kepada istrinya untuk menemui Pras.
“Sayang aku ke sana dulu ya mau menemui Pras”
“Iya Sayang, aku juga mau menemui Siska bareng Dewi”
“Ya sudah kamu hati-hati”
Alya mengangguk, sebelum pergi Kenan masih sempat mencium kening sang istri tak peduli dengan keadaan yang sedang ramai orang.
Alya mendelik kan matanya, dia kesal dengan ulah suaminya, namun Kenan hanya mengulum senyum setelahnya dia pergi, meninggalkan istrinya dengan wajah yang bersemu merah.
Tok
Tok
Tok
Kenan mengetok pintu terlebih dahulu, setelah mendengar perintah masuk barulah Kenan masuk kedalam, mendorong pintu dengan pelan.
Disana Pras sedang berdiri sambil menghadap ke jendela, dia sudah memakai pakain yang akan dia kenakan saat ijab kabul, karena kedua orang tua Siska bersuku Sunda makanya Pras mengenakan pakaian khas orang Sunda.
“Terima kasih Ken, dimana Rian ??”
“Dia ada di bawah membantu yang lain, sementara Papa mengirim salam, maaf Papa tidak bisa hadir”
“Tidak apa-apa Ken, aku mengerti kondisi Tuan Bayu masih belum stabil”
Tak di sangka Pras memeluk tubuh Kenan, dia yang hanya seorang anak yatim piatu sangat bersyukur bisa bertemu dengan keluarga Abraham, bisa di sekolahkan oleh Papa Bayu dengan fasilitas yang sama seperti yang Kenan dan Rian dapatkan, Papa Bayu sudah menganggap Pras anak nya juga.
“Jangan bersedih hari ini adalah hari bahagia mu, walau Papa gak bisa hadir ada aku dan Rian di sini” seakan tahu akan perasaan Pras, Kenan berusaha menguatkan.
Tidak berapa lama suara ketokan pintu terdengar berselang ada yang mengatakan bahwa acara akan di mulai, dari sana Pras terlihat gugup, tangan nya berkeringat dingin dengan wajah yang sedikit pucat.
“Kau kenapa ?” tanya Kenan heran melihat perubahan Pras.
“Saya gugup Ken, jantung ku berdebar tak menentu” balas Pras sambil memegangi dadanya.
“Hahahaha” Kenan mala tertawa terbahak-bahak.“Baru kali ini aku melihat kau gugup Pras ,biasanya kau paling anti dengan yang namanya begitu”
__ADS_1
“Tapi saya serius Ken”
“Okok, itu hal biasa yang di rasakan oleh pria yang akan menikah. Aku dulu juga begitu walaupun aku menikah dengan di jodohkan tapi tetap saja aku gugup sebelum ijan kabul di laksanakan, yang terpenting sekarang kau rileks aja !! tetap berdoa semoga semuanya di lancarkan”
Pras mendengar nasehat yang di katakan oleh Kenan, kemudian dia memejamkan matanya dan berdoa semoga acara nya hari ini lancar, serta dia benar melafaskan ijab kabul.
“Ayo turun !!” ajak Kenan.
Pras mengangguk mereka berdua turun kebawah, para tamu sudah duduk rapih di tempat yang di sediakan, Papa nya Siska pun sudah duduk di sana karena dia yang akan menikahkan Pras dan Siska.
Papa nya Siska tersenyum kepada Pras, setelah Pras duduk berhadapan dengan Papanya Siska, Kenan langsung pergi dan duduk di samping istrinya.
Tidak berapa lama Siska turun dengan di gandeng oleh mamanya, dia tampak sangat cantik dengan balutan kebaya khas Sunda, Siska duduk di samping Pras dan acara ijab kabul segera di laksanakan.
“SAH” suara para Saksi menggelegar disana, rasa haru bercampur bahagia terpancar di wajah kedua mempelai, Pras berhasil mengucapkan Ikrar Sucinya.
Hanya satu tarikan nafas Pras berhasil mengucapkan ijab kabul, tidak ada gugup sama sekali, dan sekarang di lanjutkan dengan Do'a.
“Alhamdulillah sekarang semuanya sudah menikah” ucap Kenan haru.
“Iya, gak nyangka banget ternyata jodoh kita gak jauh-jauh” sahut Alya.
Kenan menoleh, di antara para sahabatnya hanya pernikahan Kenan yang tidak mewah dan melakukan resepsi, bukan karena Kenan tak mampu hanya saja dulu Kenan sama sekali tak menginginkan pernikahan ini, namun sekarang dia sangat bersyukur bisa menikah dengan wanita seperti Alya.
“I love You” bisik Kenan di telinga sang istri.
Sontak Alya langsung menoleh. Dia heran dengan suaminya.
“Kamu kenapa sih ??”
“Gak papa, lah memangnya aku kenapa ??”
“Kamu aneh”
Kenan hanya tersenyum, kemudian mereka berdua kembali fokus ke acara Pras dan Siska dimana sekarang Pras sedang memakaikan cincin di jari manis Siska begitupun sebaliknya.
Setelahnya Siska mencium punggung tangan suaminya sebagai pertanda bahwa lelaki itu yang harus dia hormati sekarang, Pras adalah suaminya, jalan nya menuju syurga. Namun saat seorang menyuruh Pras mencium kening istrinya hal yang tak tertuga terjadi.
“Saya tidak bisa, saya malu di sini banyak orang, nanti saja Ya” ucapan polos itu langsung lolos begitu saja Pras ucapkan.
Semua orang melongo tak percaya sementara Siska sudah menahan malu, begitupun dengan Kenan, bahkan Kenan sudah menyembunyikan wajahnya di punggung sang istri.
BERSAMBUNG ------
__ADS_1
HAI-HAI AKU BALIK LAGI NIH MAAF AGAK TELAT YA, KALIAN TAHU TEMPAT KU MATI LAMPU DARI TADI PAGI, HP BELUM SEMPAT DI CAS, INI AJA NGETIK DENGAN SISAH BATRE 20% AKU LAKUKAN DEMI KALIAN.
SAMPAI SEKARANG LAMPU JUGA BELUM NYALA JADI SEGINI DULU, NANTI KALAU HP SUDAH DI CAS AKU UP LAGI TAPI GAK JANJI OK.