Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Keliling Roma


__ADS_3

Italia adalah salah satu tempat paling romantis di dunia. Banyak pasangan yang berbulan madu ke sana.


Nafiza tiba di Italia pada tengah malam, Brian langsung mengajak Nafiza pergi ke hotel tempatnya menginap. Selama perjalanan ia terkesima melihat berbagai bentuk bangunan yang unik dengan gaya klasik dan suasana yang gemerlap, Roma benar-benar indah. Tak lama kemudian tibalah mereka di hotel yang di tuju, Hotel Bintang 5 dengan arsitektur yang megah.



"Wah kita akan menginap di sini?" tanya Nafiza.


"Tentu saja nona" jawab Brian tersenyum sedari tadi melihat Nafiza tak henti mengungkapkan kekagumannya.


Mereka berjalan masuk ke lobi kemudian menaiki lift menuju kamar mereka, segera Nafiza dan Brian masuk ke kamar untuk beristirahat sedangkan Troy tidur di kamar sebelah.


Brian dan Nafiza bergantian ke kamar mandi untuk sekedar ganti baju dan membersihkan diri, kini Brian sudah duduk bersandar di ranjangnya, kemudian Nafiza menghampirinya langsung menidurkan tubuhnya di samping Brian, akhirnya Brian mensejajarkan tubuhnya dengan Nafiza memeluknya erat.


"Kamu pasti sangat lelah setelah perjalanan ke sini?"


"Iya HOOOAAMMM" Nafiza menjawabnya lemah dan menguap, matanya langsung terpejam.


"Tidurlah, besok kita akan berkeliling Roma" Brian mengecup kening Nafiza dan istrinya itu sudah tak bisa menjawabnya, ia kelelahan dan tertidur pulas, Brian menarik selimut menutupi tubuh Nafiza sambil memandangnya pekat.


"Selamat malam istriku sayang" peluk Brian, keduanya terlelap.


***


Cahaya matahari yang datang dari balik jendela hotel membangunkan Nafiza dari tidurnya, ia melihat sekeliling suaminya tidak ada di sampingnya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Brian sambil berjalan keluar dari kamar mandi.


"Iya kenapa kamu tidak membangunkanku? ini sudah jam berapa?"


"Kamu terlihat sangat lelah, aku tidak tega membangunkanmu. Sekarang sudah jam 10"


"Ternyata sudah siang!" Nafiza bergegas ke kamar mandi.


"Langsung bersiaplah kita akan akan makan dan pergi jalan-jalan"


"Baik bos!!" sahutnya berteriak.


***


Nafiza dan Brian sudah berada di restoran dalam hotel, Nafiza masih melihat-lihat menu makanan, ini pertama kalinya ia memakan makanan Eropa, ia sangat bingung dan masih menatap menu makanannya. Nafiza tak tahu makanan apa yang harus dia pilih Sedangkan Brian sudah mengoceh dengan bahasa Italia dan pelayan itu mengangguk kepalanya sambil mencatat pesanan Brian dan pergi.


"Sudah aku pesankan" Brian mengambil buku menu yang di pegang Nafiza dan menutupnya.


"Kamu bisa bahasa Italia?"

__ADS_1


"Iya"


"Waaaahhh coba bicaralah padaku bahasa Italia sedikit" pinta Nafiza antusias.


"Stupido"


"Artinya apa? sepertinya tidak asing, stupido?"


"Tebaklah artinya apa?" Brian terkekeh melihat Nafiza bingung.


"Jangan-jangan artinya bodoh?"


"Hahaha iya"


"Isshhh! katakan bahasa Italia yang lain"


"Te amo"


"Apa artinya?"


"Carilah di kamus"


"Hemmm" Nafiza mengeluarkan ponselnya, mencari arti kata yang di ucapkan Brian. "Ketemu, artinya aku mencintaimu!"


"Aku juga mencintaimu" Nafiza dan Brian tertawa, tak lama kemudian makanan mereka datang, mereka menyantapnya dengan lahap sampai habis.


"Kenapa tidak kamu buka dari kemarin?"


"Aku ingin kamu yang membukanya duluan, cepatlah lihat aku lulus atau tidak"


"Baiklah kita buka ya" Brian merobek amplopnya dan membuka surat hasil ujian Nafiza dan ia langsung memasang wajah datar. "Nona sepertinya kamu harus belajar lagi" raut mukanya sedih.


"Apa maksudmu? apa aku tidak lulus?" Nafiza berusaha merebut kertas hasil ujiannya dari Brian.


"Kamu harus belajar untuk tes masuk Universitas, kamu sudah bukan anak SMA lagi"


ucapnya sambil tersenyum.


"Yeeeeyyyy aku lulus!!" teriak Nafiza lalu segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah sadar orang-orang di sekitarnya memperhatikannya.


"Selamat ya" ucap Brian kemudian tiba-tiba Troy datang menyerahkan sebuah buket bunga dan menyerahkannya pada Brian, Troy langsung pergi lagi, Brian menyerahkan buket bunga tersebut pada Nafiza.


"Terima kasih bunganya" kebahagiaan terpancar dari wajahnya menerima bunga dari suaminya.


***

__ADS_1


Setelah selesai makan, Brian mengajak Nafiza berkeliling di kota Roma, mereka pergi melihat Colosseum, yaitu bangunan terbesar dan paling terkenal di Roma.



Kemudian mereka pergi ke Air mancur Trevi Fountain yang terkenal dengan mitologis patung Neptunus.



"Konon katanya jika seseorang melemparkan koin ke air mancur ini maka ia bisa kembali lagi kemari" ucap Brian.


"Bagaimana jika kita melemparnya bersama? kita kembali lagi ke sini bersama-sama" ajak Nafiza, Brian menganggukan kepalanya, ia mengeluarkan koin dari sakunya dan memberikannya satu pada Nafiza. Mereka bersiap melempar koin itu ke air mancur.


"Semoga kami bisa ke sini lagi suatu hari nanti" ucap Nafiza sambil melempar koin itu bersama Brian berharap harapan mereka akan di kabulkan. Mereka melanjutkan perjalanannya pada sebuah bangunan terkenal bernama Piazza Navona. Di sini sering di jadikan tempat untuk mengadakan Festival.



Mereka berkeliling melihat sekitar dan singgah pada beberapa toko yang menjual pernak pernik asesoris khas Italia.


Brian menjelaskan beberapa sejarah tentang kota Roma dan keunikannya sambil berjalan, tetapi tiba-tiba langkah Nafiza terhenti pada sebuah gedung indah dan menarik mata. Gedung kecil ini di hiasi dengan banyak ukiran dan patung, ini adalah sebuah galeri seni kecil. Tanpa ragu Nafiza masuk ke dalamnya dan tanpa ia sadari juga ia sudah terpisah dengan Brian yang berjalan lurus terus ke arah yang berbeda.


"Roma memang terkenal dengan kekayaan seninya" Nafiza melihat-lihat lukisan di dalam gedung, meskipun ia tidak mengerti arti dari lukisan yang terpajang tetapi ia terpesona melihatnya. "Sangat indah ya Brian."


Nafiza menoleh ke belakang karena tidak ada yang menjawabnya, tetapi ia tak menemukan sosok Brian, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di kenalnya, Nafiza berlari keluar gedung memanggil nama Brian. Ia sadar bahwa akhirnya ia tersesat.


***


Brian berjalan sambil terus berbicara menceritakan hal unik di Roma, tak mendapat respon dengan perkataannya ia menengok ke belakang, Nafiza sudah tidak ada di belakangnya. Ia menyusuri jalan yang tadi di lewatinya mencari Nafiza kemudian ia mengeluarkan ponselnya mencoba menghubungi Nafiza.


"Ayo angkat Nafiza" panggilannya masih tidak terhubung, berulang kali Brian memanggil nomor yang sama. kemudian ia beralih menelpon sekretarisnya.


"Troy aku ada di Pianzza Novana Nafiza hilang cepat kemari cari Nafiza!!"


"Baik tuan" panggilan tersebut terputus.


"Di mana kamu Nafiza" Brian cemas, ia kembali menyusuri jalan mencari istrinya.


***


Episode untuk keliling Eropa akan sedikit panjang


Author ingin mengucapkan terima kasih kepada kak Salsabila Lestari yang selalu setia dan menunggu cerita Brian dan Nafiza walaupun ceritanya abal-abal. Terima kasih banyak ka 😍


Untuk yang lain juga yang tak bisa author sebutkan satu persatu Terima kasih juga ya


Dukungan sekecil apapun dari Readers sangat berharga untuk author

__ADS_1


Jangan bosan untuk menyemangati author ya


Big hug dari Brian dan Nafiza πŸ’–πŸ’–


__ADS_2