Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Repot dan Banyak Berpikir


__ADS_3

Brian dan Nafiza telah selesai melakukan serangkaian pemeriksaan kehamilan, mereka berdua juga telah mengambil obat dan vitamin untuk Nafiza. Kini mereka berada di dalam mobil untuk pulang ke rumahnya.


"Aku benar-benar tidak menyangka akan hamil secepat ini dan kembar sekaligus tiga, Tuhan begitu menyanyangi kita sampai memberi hadiah yang sangat indah" Nafiza mengelus-elus pelan perutnya.


"Iya kita patut bersyukur pada Tuhan atas karunianya, oia kira-kira mereka ini jenis kelaminnya sama atau berbeda-beda ya, laki-laki semua atau perempuan semua atau 2 laki-laki 1 perempuan atau 1 perempuan 2 laki-laki. Ah memikirkannya saja walaupun nanti kita pasti akan kerepotan tapi sepertinya sangat membahagiakan" Brian menjulurkan tangannya ikut mengelus perut Nafiza.


"Apa pun jenis kelaminnya mau sama semua atau berbeda-beda yang penting mereka sehat, lahir dengan fisik yang sempurna tidak ada kekurangan satu apa pun" mata Nafiza nanar, entah kenapa ia menjadi sedih, terharu dan benar-benar masih tak percaya.


Brian menepikan mobilnya dan langsung memandang Nafiza yang beberapa kali menyeka air matanya.


"Kamu kenapa? ada yang sakit? perutmu kram lagi? apa kita harus kembali ke rumah sakit?" Brian khawatir dan menghujani Nafiza dengan banyak pertanyaan.


"Aku baik-baik saja hanya saja apakah ini nyata Brian?" ditanyai dan di perhatikan Brian Nafiza menjadi semakin sedih, air matanya mengalir deras.


"Maksudmu?"


"Apa aku tidak sedang bermimpi sekarang, aku hamil dan mengandung 3 anak kembar sekaligus? aku sangat bahagia. Huwaaaa" Nafiza mengeluarkan seluruh emosinya, Brian menghambur memeluknya.


"Cup cup sayang, ini nyata kok. Ini bukan mimpi sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi seorang ayah, kalau kamu tidak percaya ini kenyataan kamu boleh mencubitku, memukulku atau menjambak rambutku, semuanya boleh" Brian mengelus rambut panjang Nafiza.


"Hiks benarkah?"


"Iya" Nafiza mencubit perut Brian keras.


"Aawww!! sakit!!" Brian meringis kesakitan.


"Jadi ini nyata?" Nafiza memasang wajah imutnya.


"Ini nyata sayang, ini anugrah Tuhan tapi ini juga berkat kerja keras aku dan Jun" goda Brian pada Nafiza.


"Mulai deh membicarakan Jun"


"Loh memang betulkan, Jun itu luar biasa kekuatannya" Bangganya lagi pada Jun kesayangannya. "Boleh tidak menamai anak kita nanti Jun?" tiba-tiba saja Brian memikirkan hal itu.


Nafiza refleks memukul bahu Brian.


"Apaan sih, nama anak kamu samakan dengan itu!"


"Hahaha, Anak kita kan bersumber dari itu"


"Iya sih tapi tidak begitu juga kali, sebegitu terobsesinya kamu pada Jun"

__ADS_1


"Jun itu kebanggan semua pria sayang"


"Iiihhh geli ah, tidak usah membicarakan Jun lagi. Cepat kita pulang aku lapar mau makan"


"Sudah tidak sedih?" tanya Brian memastikan. "Kalau masih sedih aku rela memberikan bahuku untukmu bersandar"


"Gombal!!!"


"Berarti Jun benar-benar bisa membuatmu senang, membicarakannya saja bisa membuatmu melupakan kesedihan seperti sekarang"


"Jun lagi Jun lagi, hadeeehhh" Nafiza membuang wajahnya tak ingin melihat Brian.


"Hahaha iya iya ayo kita pulang" Brian menyalakan mesin mobilnya dan mulai menginjak pedal gasnya. Mereka harus cepat pulang karena mama si kembar sudah meronta meminta makan.


Setelah sampai di rumah, Nafiza langsung menuju dapur. Ia benar-benar merasa lapar, kini ada 3 calon bayi yang harus di beri asupan makanan dalam rahimnya. Seketika ia makan dengan lahap dan habis dalam sekejap.


Brian hanya bisa memandang Nafiza sambil tersenyum.


"Bumilku ini porsi makannya super sekali"


"Ahhh kenyang, aku merasa sangat lapar tadi"


"Tak apa jika masih lapar kamu boleh makan asal tetap harus jaga kesehatan"


"Belum, aku lupa. ya sudah aku akan menelpon mami dulu" Brian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi maminya mengabari Nafiza hamil kembar 3.


Nafiza pun sama, ia menghubungi kedua orangtuanya, ini berita gembira. Kehamilan ini adalah kehamilan yang sangat di tunggu-tunggu oleh kedua orangtua mereka.


Masing-masing sibuk berbicara dengan oarngtuanya, terkadang Brian dan Nafiza bergantian ponsel karena mereka ingin memberi wejangan untuk menantunya. Sambungan telepon keduanya berakhir bersama.


"Besok mami dan papi akan pulang dari Amrik, mereka akan menginap di sini" ucap Brian sambil menyeruput air minum di depannya. Berbicara lama di telepon membuatnya haus.


"Sama, mama dan papaku juga besok katanya akan mengunjungi kita dan menginap"


"Jadi besok rumah kita akan ramai?"


Brian dan Nafiza saling memandang.


"Kita harus mempersiapkan rumah dan bahan makanan untuk kedatangan mereka" ucap Brian sambil pergi memanggil para asisten rumah tangganya.


"Rumah harus rapi dan bersih, papi Brian orangnya higienis sekali" Nafiza menyusul Brian mencoba mengingatkannya rumah harus di bersihkan. Seketika pasangan suami istri itu kerepotan akan kedatangan tamu besar.

__ADS_1


***


Troy sudah berada di hotel tempat Brian memberikan reservasi, ia ingin mengecek lokasi dan keadaannya. Ia kini berada di samping kolam berenang, ia memandang keadaan sekitarnya.


"Di sini bisa di taruh meja untuk makan malam dan bunga" tunjuknya sendiri pada sebuah lahan kosong di samping kolam.


Seorang pegawai hotel menghampiri Troy.


"Anda tuan Troy bukan? kolam ini sudah di reservasi untuk nama tuan Troy?" tanyanya.


"Betul saya Troy"


"Baik tuan langsung saja untuk dekor kami sudah mempersiapkan, ini contohnya anda boleh memilih salah satu" Pegawai hotel itu memperlihatkan macam-macam dekorasi kolam renang yang telah di pakainya sebagai contoh.


Troy memperhatikannya dengan seksama, pandangannya tertuju pada salah satu dekor yang menarik perhatiannya.


"Yang seperti ini? bisa" tunjuknya pada gambar itu.


"Bisa tuan, anda mungkin punya tambahan keinginan lain untuk dekornya boleh"


"Tidak ini saja sudah cukup, cincin dan acara nanti aku yang mengaturnya. Aku ingin ini private untukku dan kekasihku saja"


"Baik tuan kami akan mengosongkan kolam renang pada jam anda akan melakukan lamaran. Oia anda mungkin mau tambahan untuk penyewaan kamar hotelnya? kami juga menyediakan kamar spesial untuk pasangan muda" tawarinya, saat mendengar kamar hotel untuk pasangan pikiran Troy kembali pada video tutorial ciuman yang di lihatnya. Ia menelan salivanya.


"Bagaimana ini? boleh tidak ya aku menyewa kamar hotel? tapi kata tuan Brian aku tidak boleh menginap berdua dengan Tita tapi aku mau" Troy sedang berpikir.


"Biasanya sih banyak pasangan yang setelah lamaran menginap di sini tuan" jelasnya lagi membuat Troy bertambah bimbang.


"Bagaimana tuan mau sekalian paket kamar pasangannya?" pegawai hotel itu tersenyum menyeringai seolah menggoda Troy untuk mau menerima tawarannya.


"A-aku aku" Troy kembali menelan salivanya.


Devil : "Ayo Troy semua pasangan melakukannya, ena-ena" godanya.


Angel : " Jangan Troy kamu nakal ih, ga baik"


Author : "Berisik ih kalian, biar Troy yang memutuskan"


Devil dan Angel : "Yeeeee ikut-ikutan aja ni author kurang kerjaan!!"


Author : πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


***


Hayo Troy jadi sewa kamar hotel tidak ya πŸ˜„


__ADS_2