
1 tahun kemudian, di sebuah laut dengan ombak yang tenang, langit berwarna biru yang memberikan kesan indah setiap siapa saja yang memandang.
Begitupun dengan sepasang suami istri yang kini tengah duduk berdua menikmati angin berlalu menembus wajah mereka. Menatap kedepan dengan senyum mereka.
"Kamu tau gak mas kenapa aku ngajakin ke sini ?" Tanya Dewi.
Afnan menoleh dan menatap wajah sang istri yang begitu terlihat cantik, pancaran sinar matahari membuat kulit tubuh Dewi seperti bersinar.
"Tidak sayang, memangnya kenapa ?" Tanya Afnan bingung.
"Di tempat ini aku pernah berduka Mas, di tempat ini aku pernah menangis, meraung dan berteriak memanggil nama Mas" jawab Dewi sembari mengingat kejadian saat pesawat yang di tumpangi Afnan jatuh sehingga menelan banyak korban termasuk suaminya, Dan Alhamdulillah Afnan bisa selamat dari kecelakaan maut tersebut.
"Maafin Mas ya karena udah bikin kamu seperti itu" Afnan mengelus kepala Dewi yang tertutup hijab panjang.
Dewi menjawab dengan anggukan ia masih berada di posisi semula, menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.
"Aku sayang banget sama Mas, jangan pernah tinggalin aku lagi ya Mas !"
Sesekali Afnan mencium puncak kepala sang istri, sangat harum walau tertutup dengan hijab.
"Mas tidak akan meninggalkan kamu kecuali Allah yang memanggil" balas Afnan
"Tapi aku minta nya sama Allah nanti saja saat kita udah sama-sama tua dan sudah mempunyai cucu"
Afnan terkekeh "bisa ya mintanya begitu"
"Iya bisa dong Mas, seperti kemaren saat Mas di nyatakan meninggal dan Allah masih mengabulkan doa ku untuk mengembalikan Mas"
"Makasih sayang karena sudah mendoakan Mas"
Hingga langit yang berwarna biru mulai berubah menjadi hitam, matahari mulai tenggelam meninggalkan sang bumi, menidurkan dirinya sebentar supaya besok bisa kembali menerangi bumi.
Warna orange mulai muncul, menanpakkan keindahan di langit soreh itu. Dewi dan Afnan tetap di posisi semula.
Hingga lantunan suara Adzan maghrib berkumandang, membuat kedua insan itu mau tak mau beranjak.
"Sholat dulu nanti kalau mau kesini lagi ya gak papa" ujar Afnan.
"Enggak usah Mas, kita kembali ke hotel saja, aku ingin menelpon anak-anak" balas Dewi.
"Baik sayang"
Memang malam ini Afnan dan Dewi akan menginap di hotel katanya untuk memperingati hari pernikahan mereka. Awalnya Afnan akan mengajak keluar kota atau liburan kemana yang seru tapi Dewi justru memilih tempat dimana pernah terjadi kecelakaan yang menimpah Afnan.
Mereka berdua sholat maghrib berjamaah di masjid terdekat, sampai isya Afnan dan Dewi berada di masjid itu.
Setelah melaksanakan ibdahnya, Afnan dan Dewi kembali ke hotel. Segera Dewi mengambil ponselnya untuk menghubungi ketiga anaknya yakni Alwi, Arin dan Kia.
Panggilan video berlangsung Dewi tersenyum menatap layar segi empat dimana menampakan kedua anak kembarnya yang sedang tersenyum kearahnya.
"Accalamualaitum Bunda (Assalamualaikum Bunda)" ucap Arin dan Nura secara serempak dengan menggunakan bahasa cadalnya.
"Waalaikumsalam gadis bunda, lagi ngapain sekarang ?" tanya Dewi
Kedua anak kembarnya hanya terkekeh kemudian layar berubah menampakan wajah sang Mama.
"Mereka habis makan Nak" jawab sang Mama.
"Alwi mana Ma ?"
"Tadi nemenin Papa kamu ke warung entah mau beli apa"
"Oh, titip mereka ya Ma !"
__ADS_1
"Iya sayang, udah jangan nelepon terus, kasihan Afnan di anggurin"
Afnan yang mendengar ucapan mama mertuanya justru tergelak.
"Iya Ma, ya sudah Asaalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Kemudian layar berubah menjadi hitam, tanda kalau ponsel Dewi terkunci. Melihat istrinya sudah selesai menelpon Afnan langsung naik ke atas tempat tidur.
"Yuk" ajak Afnan.
"Kemana ?" tanya Dewi.
"Menikmati syurga dunia" balas Afnan langsung dan menarik tubuh istrinya.
πππππ
Sementara itu.
Di rumah Rian dan Maudy sedang mengadakan acara bakar-bakar. Rumah minimalis itu tampak ramai karena ada teman-teman Kenan juga.
Zaki membawa gitar dan ikut duduk bergelung bersama yang lain.
"Cuman satu Ki ?" tanya Kenan.
"He.em, ini aja bini gue yang ngingetin" jawab Zaki.
"Ya sudah sebelum makan, kita nyanyi dulu, Lo yang main gitar Ken, udah lama gue gak dengar suara gitar Lo" sahut Aska
"Sip, siniin Ki"
Zaki menyerahkan gitar yang ia pegang kepada Kenan.
"Lagu sahabat lah Ken, biar seru" jawab Aska lagi.
"Kita duet ya, kita cowok dulu baru nanti para cewek balas" sahut Pras memberikan ide.
"Iya, bagus kalau begitu" balas Fina kemudian.
Kenan mulai memetik gitarnya, begitu merdu bagi siapa saja yang mendengar.
Bait pertama, Kenan, Zaki, Aska, dan Pras serta Rian bernyanyi lebih dulu. Saling merangkul dan menikmati alunan musik.
Sahabat coba kita arungi
Lautan luas kita sebrangi
Gunung yang tinggi kan kita daki
Tak merasa letih
Lirik kedua Alya, Maudy, Fina ,Cela dan juga Siska yang menjawab.
Melangkah ku ke ujung samudera
Karena tanpa kamu aku hampa
Sahabatku di setiap langkah
Kau selalu ada
Kemudian semuanya serempak bernyanyi.
__ADS_1
*Kamu begitu berarti
Dan istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Sahabat tak akan terganti
Dan ingatlah hari ini
Sampai kita tua nanti
Sahabat tidak pernah pergi
Selamanya di dalam hati
Kau sahabatku tak akan terganti
Haaa.. Aaa.aaa..
Haaa..aaa..aaaa*..
Mereka semua tersenyum suasana malam itu terlihat sangat bahagia. Kembali mengenang masa muda mereka apalagi untuk Alya dan Fina. Dua sahabat dari sejak SMA.
Setelah puas bernyanyi mereka kembali duduk bergelung, di hadapan mereka ada ayam bakar dan ikan bakar dengan aroma yang sangat lezat, serta sambal matah yang bikin air liur bercucuran.
Jangan tanyakan anak-anak mereka karena malam ini mereka menyewa baby sister untuk menjaga anak-anak hanya sampai jam 12 malam..Ide ini di dapat oleh Aska yang katanya rindu dengan keberasamaan seperti ini karena setela punya keluarga, sudah memiliki kehidupan masing-masing.
"Setelah malam ini entah kapan lagi kita semua akan kumpul seperti ini" ujar Zaki hingga membuat suasana mendadak melow
"Iya, walau ada waktu pasti ada saja halangan nya" sahut Pras.
"Eh ada camera gak ?" tanya Kenan.
"Ada, bentar aku ambil dulu" jawab Rian yang langsung berlalu untuk mengambil camera.
"Emang kelihatan Ken ?" tanya Zaki.
"Makanya pakai camera mahal, pasti jelas walau malam begini" jawab Kenan dengan nada sombongnya.
Tidak berapa lama Rian kembali dengan membawa camera, lampu disana di atur supaya terang hingga membuat mereka jelas saat di ambil foto.
"Mau foto apa.video ?" tanya Rian
"Video aja" jawab mereka serempak.
Rian langsung mengatur cameranya, meletakan camera itu di atas meja dan mengarahkan supaya semuanya dapat masuk saat Video di ambil.
Kemudian Rian ikut bergabung.
"Ok guys serempak ya !" ujar Kenan dan mendapat anggukan dari semuanya.
Mereka menatap kearah camera dengan tersenyum bahagia.
"Hai para rieders, terimakasih telah menemani perjalanan kami, terima kasih atas hadiah kalian semua, tanpa kalian Pengantin Kecilku tidak akan seperti ini. Maafkan mulai malam ini kami semua undur diri, jangan pada kangen ya !!!"
Ucap semuanya secara serempak kemudian melambaikan tangan mereka tanda perpisahan.
-
-
...END...
__ADS_1