Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Drama


__ADS_3

Hari sudah malam, jam dinding menunjukkan pukul 22.00. Nafiza berada di kamarnya, ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan menyalakan senter pada ponselnya.


Nafiza bersembunyi lagi, ia ingin mencoba membaca buku yang di berikan Tita, buku yang berjudul "Panduan untuk pengantin baru" dengan kode 18+ pada covernya. Ia mulai membuka bukunya pada lembar pertama, bagian 'Prolog' di jelaskan apa arti menikah, tujuan menikah dan hal-hal yang perlu di persiapkan sebelum menikah baik secara finansial maupun secara mental. Nafiza menjadi sedikit mengerti dan menganggukan kepalanya kemudian ia berlanjut pada bagian kedua yang berisi tentang betapa pentingnya hubungan suami istri karena selain untuk mendapatkan keturunan juga bisa menjaga keharmonisan.


Blussshhh


Wajah Nafiza merona, matanya melebar, ia menelan ludahnya dengan berat. Dalam buku itu menceritakan tata cara suami istri melakukan hubungan intim.


"Buku apa ini, isinya benar-benar membuat jantungku berdebar" Nafiza membayangkan hal yang belum pernah di lakukannya dengan Brian, ia menutup wajahnya dengan buku.


Aaaaaaaaa


Nafiza menghentakan kakinya pada kasur dan menutup wajahnya dengan buku.


"Nafiza" Brian membuka selimut yang menutupi tubuh Nafiza


"Eh Brian" Nafiza menaruh bukunya di bawah selimut.


"Kenapa kamu menutup dirimu seperti ini? apa kamu sekarang mau main petak umpet setelah main kejar-kejaran dan basah-basahan?"


"Memangnya aku anak TK mau main terus" Nafiza mendudukan dirinya.


"Besok aku akan berangkat duluan ke Italy, jika senin hasil ujianmu sudah keluar aku akan mengirimkan tiket untukmu ke sana. Apa kamu tidak apa-apa nanti berangkat sendiri?" Brian membelai lembut rambut Nafiza.


"Aku bisa kok berangkat sendiri, nanti di sana kamu akan menjemputku di bandara kan?"


"Iya tentu saja" Brian melirik pada sesuatu di balik selimut Nafiza. "Apa itu?" Brian berusaha meraih buku tersebut.


"Apa sih tidak ada apa-apa kok, aku mengantuk ayo kita tidur" Nafiza menarik tangan Brian mengajaknya keluar dari kamar. Brian berjalan sambil melirik ke arah ranjang Nafiza.


***


Nafiza sudah tertidur pulas sepertinya ia lelah sudah bermain-main dengan Brian seharian, sedangkan suaminya itu malah beranjak pergi ke kamar Nafiza. Entahlah dia merasa penasaran dengan apa yang di sembunyikan Nafiza tadi.


Akhirnya ia menemukan buku tersebut, buku dengan tanda 18+, Brian mulai membacanya. Ia terkekeh membayangkan ekspresi Nafiza membaca buku untuk orang dewasa.


"Dari mana lagi dia mendapatkan buku ini, dia benar-benar mencari tahu hal seperti ini dari kemarin. Apa itu tandanya dia sudah siap untuk melakukannya denganku?" sekarang gantian Brian yang wajahnya memerah, jantungnya berdebar membayangkan yang tidak-tidak.


"Sabar jun tinggal beberapa hari lagi" wajahnya tersenyum nakal.


***


Brian kembali ke kamarnya, ia merebahkan dirinya di samping Nafiza, memandang wajah istrinya yang tertidur pulas.


"Walaupun kamu sangat kekanak-kanakan tapi aku mencintaimu, bagiku kamu sangat cantik dan menggemaskan" Suara Brian pelan, ia menyentuh bibir Nafiza dengan tangannya tak lama ia memajukan wajahnya, mencium bibir Nafiza lembut agar istrinya tidak terbangun, benar saja Nafiza hanya sedikit menggeliat dan tidur kembali sedangkan Brian masih melanjutkan aksinya.

__ADS_1


***


Malam berganti pagi, Nafiza membuka matanya, menatap ke samping, Brian masih tidur. Ia bergerak perlahan agar tidurnya Brian tidak terusik, Nafiza turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi, setelah mencuci muka ia memandang wajahnya pada cermin besar di hadapannya.


Ia merasa ada sesuatu yang berbeda, memang rambutnya kusut dan berantakan tetapi bibirnya, bentuk bibirnya berbeda dari biasanya, menjadi lebih tebal dan sedikit bengkak. Nafiza keluar dari kamar mandi dan menghampiri Brian di ranjangnya.


"Brian" panggilnya sambil menggoyangkan tubuh suaminya.


"Hmmmmm"


"Apa kamarmu setiap hari di bersihkan?"


"Iya ada apa?" jawabnya masih dengan mata tertutup.


"Sepertinya di kamarmu ada serangga"


"Serangga apa?" Brian membuka matanya perlahan.


"Lihat bibirku bengkak sepertinya di gigit oleh serangga" Nafiza mendekatkan wajahnya dan menunjukan bibirnya pada Brian, suaminya sangat ingin tertawa tetapi berusaha menahannya.


"Masa ada serangga sampai menggigit bibirmu" berusaha berbicara senatural mungkin.


"Aku tahu persis bentuk bibirku biasanya tidak seperti ini, tapi ini berbeda ini bengkak. Aku akan mencari serangga itu" Nafiza menyingkabkan selimut di ranjang Brian mencari sesuatu.


"Aku serangganya Nafiza. Hahahaha" Brian tertawa dalam hati.


"Apa iya?"


"Itu bisa saja terjadi"


"Hemmmm sepertinya bisa jadi, ya sudah aku akan mandi saja kalau begitu"


"Ya ampun Nafiza kamu sangat mudah di kelabui"


"Kamu cepat bangun dan sarapan, jadwal penerbangannya sekitar 2 jam lagi"


"Baik nona" Nafiza pergi keluar dari kamar Brian dengan sedikit kebingungan yang masih mengganjal dalam hatinya.


"Serangga atau aku sendiri yang menggigit bibirku?" ucap Nafiza sambil menutup pintu, Brian yang mendengarnya menjadi terkekeh sendiri.


***


Brian dan Nafiza sudah menghabiskan sarapannya, Troy juga sudah datang dan langsung menaruh koper Brian di mobil. Nafiza merangkul tangan Brian, mereka berjalan menuju pintu depan rumah mereka, Troy sudah menunggu Brian di dalam mobil.


"Aku pergi ya"

__ADS_1


"Hati-hati ya, kalau sudah sampai kabari aku"


"Iya, kamu di rumah juga baik-baik ya" Brian memeluk Nafiza, tak ingin melepasnya.


"Sudah, nanti kamu terlambat ke bandaranya" Nafiza mendorong bahu Brian pelan.


"Iya, jangan terlalu cepat merindukanku"


"Geer!!" Nafiza mencubit perut Brian.


"Awww" Brian tersenyum memandang istrinya, ia mengecup kedua pipi Nafiza, kening Nafiza dan terakhir mengecup bibir Nafiza.


"Malu di lihat Troy" pipi Nafiza memerah.


"Aku berangkat ya" Brian mengusap pipi nafiza dan memeluknya kembali.


"Iya, Sudah main mesra-mesraannya, Kalau begini terus kamu tidak akan berangkat-berangkat!!" Nafiza memutar tubuh Brian mendorongnya masuk ke dalam mobil.


"Aku pergi ya"


"Iya!"


"Aku akan ke Italy"


"Iya!"


"Lusa kamu akan menyusulku"


"Iyaaaaaaaaa!!!! Troy cepat nyalakan mobilnya, bawa Brian pergi!" pinta Nafiza sambil menutup pintu mobil.


"Baik nona" Troy menyalakan mesin dan mulai melajukan mobilnya. Brian membuka kaca jendela mobilnya.


"Jangan menangis, aku mencintaimu Nafiza" Teriaknya seolah akan pergi lama.


"Iya aku juga mencintaimu Brian" Nafiza melambaikan tangannya, memandang mobil yang membawa Brian sampai menghilang. "Brian terkadang kekanak-kanakan sekali" Nafiza tersenyum dan berjalan masuk ke dalam rumah. Sementara di dalam mobil . .


"Tuan dan nona ini pasangan yang sedikit aneh" gumam Troy dalam hati melihat drama perpisahan sementara antara Brian dan Nafiza.


***


Halo Readers semoga suka dengan keuwuan Brian dan Nafiza ya hehe


Author tunggu dukungannya


Like dan koment, vote juga boleh jika berkenan

__ADS_1


Salam sayang dari Brian dan Nafiza πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2