Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 141


__ADS_3

Sementara itu di rumah Rian, lelaki itu juga sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit, walau gejala mual dan muntah nya masih tapi Rian tetap berangkat bekerja, karena menurut Rian mungkin saja rasa itu akan berkurang jika dia ada kegiatan, tidak harus terus menerus istirahat di tempat tidur.


“Yakin mau berangkat kerja ??” tanya Dewi sambil membantu memasangkan jas putih kedokteran kepada suaminya.


“Iya Sayang, aku pasti akan baik-baik saja”


Dewi tersenyum, jika itu sudah menjadi keputusan suaminya maka Dewi hanya bisa mendukung serta mendoakan semoga kerjaan suaminya berjalan dengan lancar.


“Ya sudah aku berangkat ya, kamu hati-hati di rumah, dan berhenti menyikat kamar mandi, kalau pun kamu gak suka dengan baunya kamu bisa menyuruh Bibik yang menyikat !!” ucap Rian memperingati sang istri.


“Iya, kamu juga hati-hati kalau udah kelar kerjaan nya cepat pulang”


“Sip”


Dewi mencium punggung tangan suaminya, setelah itu barulah Rian berangkat menuju rumah sakit tempat nya bekerja.


Setelah suaminya berangkat Dewi masuk kedalam kamar mandi, semenjak hamil Dewi selalu ingin kamar mandinya wangi makanya setelah suaminya mandi Dewi akan membersihkan lantai kamar mandi serta menyikatnya. Walau terkadang Rian selalu melarang karena takut Dewi terjatuh tapi Dewi selalu menjawab akan hati-hati.


Di dalam sana Dewi menyikat lantai kamar mandi sambil bernyanyi, sepertinya dia bahagia sekali dalam melakukan tugas itu, membuang tisu tanpa ada rasa jijik sama sekali.


Tiba-tiba Dewi mendengar ponselnya berdering buru-buru Dewi beranjak tanpa peduli dengan busa sabun yang masih banyak. Karena tak hati-hati Dewi terjatuh akibat lantai itu terlalu licin.


Buuuggghhhh


Dewi terjatuh dengan sangat keras, tapi tak ada yang mendengar karena memang Dewi masih di dalam kamar.


“Aaawwwwwaasssss” teriak Dewi sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.


Dewi menjerit, namun tidak berapa lama Dewi melihat darah segar mengalir sangat banyak. Dewi panik akan tetapi rasa sakit di perutnya membuat Dewi tidak bisa berdiri.


“Tolong !!! ” kembali Dewi berteriak berharap akan ada yang mendengarnya.


Seorang Art yang hendak membersihkan kamar samping kamar Dewi menjadi berhenti berjalan, karena samar-samar dia mendengar suara orang meminta tolong.


Pintu kamar Dewi sedikit terbuka, Art yang bernama Bik Lila itu menempelkan daun telinga nya untuk menajam kan pendengaran nya, dan benar saja suara Dewi semakin jelas . Bik Lila langsung masuk ke kamar tersebut dengan perasaan khawatir..


Bik Lila kaget saat melihat Dewi terduduk di lantai kamar mandi dengan banyak darah di sekitarnya.


“Astaghfirullah non Dewi” ucap nya panik.


“Tolong Bi, perutku sakit sekali” balas Dewi kesakitan.

__ADS_1


Bik Lila langsung mendekat dia membantu mengangkat tubuh Dewi.


“Kok bisa begini Non ?? ”


“Aku terpeleset Bi, aduuuuh sakit Bi” kembali Dewi mengerang karena rasa sakit yang amat dahsyat di perutnya.


“Non duduk dulu, bibi mau menelfon Tuan sebentar”


Dewi duduk di atas kasur tak peduli dengan baju nya yang basah sementara bik Lila langsung menghubungi Rian.


Berulang kali Bik Lila menghubungi Rian tapi tak juga di angkat mungkin karena Rian sedang banyak pasien, tak kehabisan akal akhirnya Bik Lila menelfon kerumah Kenan berharap akan ada yang menolongnya karena kondisi Dewi terus melemah darah segar terus bercucuran di kakinya membuat Bik Lila ketakutan.


“Sabar ya Non” ucap Bik Lila.


“Kalau gak di jawab telefonin Mama ku Bik” balas Dewi lemah.


-


-


Akhirnya Dewi di bawah kerumah sakit oleh Papa Bayu karena saat Bik Lila menelfon kerumah Kenan, Papa Bayu lah yang menjawab dengan perasaan khawatir Papa Bayu langsung meluncur kerumah Rian.


Dewi sudah tak sadarkan diri, itu yang membuat Papa Bayu semakin khawatir, Papa Bayu membawa Dewi kerumah sakit dimana Rian bertugas.


“Dok selamatkan menantuku” titah Papa Bayu kepada dokter Anin, dokter yang bertugas untuk menangani persalinan Alya..


“Baik Pak, Sus tolong bawa ke IGD”


Segera para suster mendorong brankar dimana Dewi tergeletak tak berdaya disana, Dewi langsung di masukan kedalam ruangan IGD.


Sementara Papa Bayu menunggu kedatangan kedua orang tua Dewi dan juga masih berusaha menghubungi Rian.


Tidak berapa lama kedua orang tua Dewi datang dengan perasaan khawatir


“Bagaimana keadaan Dewi ??” tanya Papanya Dewi.


“Masih di tanganin, berdoa saja semoga Dewi dan calon anaknya baik-baik saja” jawab Papa Bayu berusaha setenang mungkin.


“Lalu dimana Rian” lanjut nya kembali bertanya sementara mama nya Dewi hanya bisa menangis.


“Rian masih ada pasien, aku sudah berusaha menghubunginya”

__ADS_1


Mereka semua menunggu di bangku panjang depan ruangan IGD, menunggu hasil pemeriksaan Dewi.


Dering ponsel milik Papa Bayu memecahkan keheningan disana , segera Papa Bayu menjawab panggilan yang ternyata dari Rian anaknya.


“Halo pa, ada apa ?? maaf baru menjawab soalnya Rian banyak pasien” ucap Rian di seberang telefon


“Cepat ke IGD sekarang, istrimu di bawa ke IGD” titah Papa Bayu dengan tegas.


“Kok bisa Dewi di IGD. apa yang terjadi padanya Pa ??”


“Kamu akan tahu kalau sudah di sini”.


Tuuuut


Panggilan langsung di matikan oleh Rian, Papa Bayu kembali memasukan gawainya ke saku celana, kembali duduk bersama kedua besannya untuk menunggu sang dokter keluar menangani Dewi.


Rian tampak berlari menuju IGD, saat dia melihat ada Papanya dan juga kedua mertuanya.


Deeeggg


Jantung Rian berpacu dengan cepat, dia takut terjadi sesuatu kepada istrinya. Dengan nafas ngos-ngosan Rian langsung mendekati Papa nya.


“Pa” panggil Rian


Semuanya menoleh, Papa Bayu berdiri di ikuti yang lain.


“Apa yang terjadi ?? kenapa Dewi bisa di ruangan IGD” tanya Rian bertubi-tubi.


“Menurut cerita dari Bik Lila istrimu jatuh di kamar mandi, Bik Lila bahkan menemukan Dewi sudah tergeletak didalam kamar mandi dengan darah yang mengalir”


Rian terdiam, dia tahu akar permasalahan nya sekarang, Rian mengusap wajahnya kasar.


“Kenapa sih Dewi keras kepala banget, aku udah sering bilang gak usah selalu nyikat kamar mandi, tapi dia selalu bilang bau. Gak enak kalau gak di sikat, aku suruh Bibi gak mau tetap dia yang mau melakukan nya, kalau udah begini siapa yang harus di salahkan !!” Rian mengomel disana.


“Sabar !! semoga Dewi dan calon anakmu baik-baik saja” ucap Papa Bayu menenangkan.


Sementara kedua mertuanya hanya bisa diam, apalagi saat melihat raut kemarahan di wajah Rian membuat mereka tak berani berkata apa-apa, karena mereka sadar kalau anaknya memang sangat keras kepala.


“Kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak ku, aku bersumpah gak akan perna maafin kamu Dewi !!”


Batin Rian geram, rupanya dia marah karena Dewi selalu membantah omongan nya selama ini.

__ADS_1


Bersambung---@-


__ADS_2